
Leon benar-benar mengurung kembali Sahara di ruang VIP 69 dirumahnya. Sahara hanya bisa diam dan pasrah karena Sahara tau Leon tak akan melukai dirinya. Leon hanyalah seorang pria yang sangat takut kehilangan Sahara dan penuh dengan api cemburu dalam dirinya.
Leon menarik tangan Sahara masuk ke dalam ruang VIP dan mendudukan Sahara diatas ranjang.
"Sekarang kamu ganti baju dan pakailah pakaian yang
nyaman, aku akan menyiapkan banyak makanan sehat untukmu dan anak kita." ucap Leon sembari tersenyum.
"Tapi aku tak nafsu makan Leon."
"Jangan begitu Sahara, kamu jangan menyiksa anakku di dalam sana. Kenapa kamu selalu tak mau makan. Kenapa kamu sangat membenciku Sahara?"
Leon tiba-tiba mengatakan itu lagi sehingga membuat Sahara merasa tak enak padanya.
"Katakan kenapa kamu membenciku?"
"Leon... Kamu jangan salah paham, aku memang tak punya nafsu makan. Sejak aku mengandung anak kedua aku merasa lebih letih Leon. Aku sama sekali tak membencimu walau kadang aku suka mengatakan aku benci kamu."
Leon hanya diam tak menjawab pertanyaan Sahara, Dan tiba-tiba Leon meninggalkan Sahara seorang diri.
Hari itu sudah terjadi kini Leon dan Sahara sudah terikat sebagai pasangan suami istri. 1 minggu berlalu begitu saja setelah Sahara dan Leon menikah. Sahara sering sakit sejak kehamilan keduanya, Sahara terus berbaring di ranjang, di ruang VIP 69. Bahkan kini ruang VIP 69 itu di ketahui oleh Ibu Leon dan adikknya Leon yaitu Lisa.
Terkadang Sahara sering di rawat oleh ibu Leon dan adiknya Leon, Lisa. Karena Sahara sudah sering sakit-sakitan.
Malam itu Sahara tak bisa tidur perutnya terasa kram, karena saking sakitnya perut Sahara. Sahara menangis dan bergumam kesakitan. Bahkan Sahara demam.
"Sahara tunggu sebentar lagi, Leon akan segera datang." Ucap Ibu Leon.
Baru saja Ibu Leon membicarakan Leon, Leon pun tiba-tiba datang.
"Leon kenapa kamu lama sekali? Ibu dan Lisa ingin keluar dari ruangan ini tapi kami tak bisa membuka pintunya karena cuman kamu yang tahu kodenya."
"Astaga aku minta maaf bu, aku lupa tak memberitahu kodenya. Setelah pulang kerja aku langsung mandi dulu tadi. Sekarang Ibu dan Lisa istirahat saja ini sudah malam. Biar Sahara aku yang jaga."
Ibu Leon dan Lisa keluar dari ruang VIP 69 meninggalkan Sahara dan Leon berduaan.
Sahara yang demam dengan perutnya yang selalu sakit, hanya bisa terbaring tak berdaya diatas ranjang.
Leon mendekati Sahara lalu memeluk Sahara dari samping sembari menutupi tubuh Sahara dengan selimut. Leon bahkan terus mengelus perut Sahara dengan pelan karena Sahara merasa kesakitan.
__ADS_1
"Leon maafkan aku, aku tidak mau seperti ini. Tapi aku tak bisa menolaknya, aku sakit dan tak bisa menjaga kandungan ini."
"Kamu bisa Sahara, kamu akan segera sembuh jangan pernah menyerah dan menyesal. Ingat kamu akan baik-baik saja."
Sahara menangis lagi karena kesakitan sembari memeluk erat Leon, Leon hanya bisa memberikan ciuman di wajah Sahara sembari mengelus perut Sahara.
Hari demi hari berlalu, Selama dua minggu Sahara sering Sakit-sakitan. Hingga tak terasa kini kandungan Sahara sudah 8bulan. Sahara mulai sehat dan segar setelah Leon mengurusnya dengan baik. Bahkan Leon sudah jarang mengurung Sahara di ruang VIP.
Suatu hari di usia kandungan Sahara yang kini berusia 8bulan. Leon membawa Sahara keluar untuk berjalan-jalan. Sebelum mereka pergi Leon menyuruh Sahara menggunakan pakaian yang ia beli. Leon memberikan Sahara gaun yang longgar yang panjangnya sebetis kaki dengan warna merah maroon.
"Kamu suka gaun itu?" tanya Leon sembari melihat Sahara tengah mengenakan gaunnya.
"Apapun yang kamu belikan aku akan selalu menyukainya." Jawab Sahara dengan senyuman.
Setelah Sahara mengenakan gaun itu, tiba-tiba Leon memeluk Sahara dari belakang, lalu memegang perut Sahara, Leon tiba-tiba mengangkat perut Sahara yang sudah membesar. Seketika Sahara merasa senang.
"Ketika aku mengangkat perutmu apa kamu merasa lebih baik?" tanya Leon dengan pelan di telinga Sahara.
Sahara tak bisa menjawab pertanyaan Leon, Sahara hanya bisa memejamkan matanya dengan senyuman yang lebar. Sahara menyandarkan kepalanya dipundak Leon.
"Selama dua bulan terakhir kemarin aku sudah menyelesaikan tugasku. Orang yang sudah menyakitimu sekarang dia sudah merasakan rasa sakit juga dia." Ucap Leon pada Sahara Seketika Sahara bingung, kenapa Leon tiba-tiba berbicara seperti itu.
"Kamu akan tahu nanti, Sekarang ayo kita pergi keluar kamu pasti ingin melihat dunia luarkan. Kamu pasti bosan terus didalam rumah."
Sahara dan Leon pergi dengan mobilnya, Leon pergi membawa Sahara ke suatu tempat yang tak di ketahui Sahara.
Setelah perjalanan panjang, Ternyata Leon membawa Sahara ke pantai.
Leon menggandeng tangan Sahara berjalan ke arah pantai tanpa mengenakan alas kaki. Mereka berdua berjalan dengan senyuman mendekati ombak pantai.
"Leon kenapa kamu memberikan gaun berwarna merah, seharusnya ini berwarna biru." Kata Sahara dengan penuh tawa.
"Oh iya benar, aku lupa Sahara."
Hubungan Leom terkadang penuh dengan kebahagiaan terkadang juga mereka bertengkar karena hal kecil. Karena Leon orang yang mudah sekali cemburu.
Mereka berdua menghabiskan waktu di pantai dengan begitu bahagia. Setelah bermain beberapa menit di tepi pantai. Leon membawa Sahara ke sebuah tempat makan yang ada di dekat pantai.
"sahara aku sengaja membawamu ke tempat makan di tepi pantai ini. Karena kamu pasti akan bahagia."
__ADS_1
Leon menggandeng Sahara masuk ke dalam rumah makan dan tiba-tiba seorang anak kecil berlarian di rumah makan itu. Ketika Sahara melihatnya, Sahara langsung mengenalinya.
"Sonia... Leon itu Soniakan?"
"Iya itu Sonia, Anggun dan Sean pemilik rumah makan ini."
"Apa? Apa maksudmu? Sean bekerja di kantorkan, apa sekarang dia buka usaha?"
"Dia bangkrut Sahara, sekarang dia membuka usaha baru yaitu rumah makan ini. Untungnya Anggun pandai memasak."
"Kenapa kamu tahu segalanya Leon?"
"Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang sana temui Sonia."
Sahara pun berjalan mendekati Sonia yang sedang bermain-main didalam rumah makan itu.
"Sonia... Sonia ini ibu nak...!"
Ketika Sahara memanggilnya, Sonia membalikan badannya, namun tampaknya Sonia tak mengenalinya. Sonia malah berlari ke arah Anggun yang ada di dapur.
"Sonia..."
"Leon sepertinya Sonia tak mengenaliku."
"Kita susul dia."
Leon dan Sahara berjalan ke arah dapur mengejar Sonia yang berlari. Saat Sahara melihat Sonia yang ada di dapur. Sonia terlihat tengah di gendong oleh Anggun.
Anggun yang melihat Sahara ada dirumah makannya begitu terkejut. Anggun memberikan tatapan marah lalu membawa Sonia ke dalam sebuah ruangan sembari memanggil-manggil nama Sean.
"Leon, dia membawa Sonia. Wanita itu benar-benar yah! Aku ibunya kenapa dia seperti itu!" Kata Sahara marah.
"Sahara kita tunggu disana sambil duduk, jangan khawatir ga lama Anggun bakalan bawa Sonia kemari."
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...
__ADS_1