
Hari itu sejak pagi sekali, Sahara dan Leon menemani Sean yang berduka atas kepergiaan sang istri.
"Sekarang kita bukan keluarga lagi Sean. Jadi jangan pernah kembali kemari." ucap ibu Anggun pada Sean.
Sahara dan Leon menyaksikan sendiri dengan kedua mata mereka jika Sean kini tak dianggap lagi oleh Keluarga Anggun setelah Anggun meninggal dunia.
Leon dan Sahara menenangkan Sean dan membawa Sean pulang.
"Sahara, Leon... Terimas kasih sudah mau membantuku. Padahal aku selalu membuat hari-hari kalian hancur hari itu. Tapi sekarang kalian banyak membantuku. Thanks Leon... Sahara... "
"Terus sekarang lo mau tinggal dimana Sean?" tanya Leon.
"Gue titip Sonia, karena gue uda ga punya tempat tinggal dan tempat kembali. Sekarang gue udah sendirian di dunia ini. Tolong jaga Sonia."
"Leon biarkan Sean dan Sonia tinggal dirumah kita sementara waktu sampai Sean memiliki tempat tinggal sendiri. Kasian Sean dan Sonia Leon, Sonia juga anakku."
Sahara meminta izin pada Leon yang tengah menyetir mobilnya. Awalnya Leon memberikan tatapan yang tidak biasa pada Sahara. Tapi ketika Sahara memegang tangan Leon dan mengatakan jika Sonia juga anak Sahara. Leon menganggukan kepalanya dan mengizinkan Sean dan Sonia tinggal dirumah mereka untuk sementara waktu.
"Baiklah aku izinkan Sean dan Sonia tinggal untuk sementara waktu dirumah kita."
"Thanks Leon, Sahara... aku juga minta maaf Sahara karena hari itu aku terus mengganggu kehidupanmu. Sampai hubunganmu hancur dengan Leon. Tapi aku senang kalian bisa rujuk."
Ucapan Sean membuat suasana menjadi sangat canggung hingga Leon dan Sahara terdiam tak menjawab ucapan Sean.
Sesampainya mereka dirumah, hari sudah petang. Semua orang kini berkumpul diruang tamu. Sahara duduk memanggku Delmar dan Sonia sedangkan Orang tua Leon dan Sahara sudah pulang kerumah mereka masing-masing.
Leon dan Sean juga ada disitu sembari tersenyum melihat Sahara dengan anak-anaknya. Tangan Sonia masih dibalut beberapa perban karena terluka.
"Leon, Sean makanlah jika kalian lapar. Aku sudah menyiapkan makanan diatas meja makan." Suruh sahara pada mereka berdua.
Dihari pertama Sean dan Sonia tinggal dirumag Leon dan Sahara. Semuanya berjalan baik-baik saja. Leon dan Sahara sangat menyambut hangat Sean dan Sonia. Bahkan Sahara sudah memaafkan Sean yang dulu selalu mengganggunya.
Sean masih belum bekerja karena dirinya masih terluka.
Pagi itu di hari ketiga Sean tinggal dirumah Leon dan Sahara. Sahara menyiapkan banyak makanan di pagi hari untuk dimakan bersama.
Leon sudah terlihat rapih untuk berangkat bekerja ditempat baru yang baru ia mulai kembali dari awal. Ya Leon kembali menjadi seorang pengusaha yang mempunyai usaha properti.
__ADS_1
Leon dan Sean duduk saling berhadapan ketika sarapan. Begitupun Sonia dan Delmar mereka sudah bangun untuk sarapan.
Sahara yang sudah selesai menyiapkan makanannya duduk dikursi samping Leon. Lalu makan bersama. Ketika Sahara tengah makan. Sahara melihat Leon kesulitan makan karena tangan kanannya yang sedikit terluka.
Sahara pun berpindah tempat duduk dan duduk di samping Sean tanpa meminta izin pada Leon. Raut wajah Leon tiba-tiba berubah menjadi merah sembari menatap Sahara yang berpindah tempat.
"Sean kemari biar aku bantu kamu makan. Pasti tangan kamu sakitkan."
Sahara membantu Sean dan menyuapi Sean dengan tangannya. Dan Sahara masih belum sadar jika Leon cemburu melihatnya.
Leon menghabiskan makanannya dengan cepat lalu pergi bekerja begitu saja menyembunyikan rasa cemburunya.
"Aku berangkat dulu." ucap Leon.
"Baiklah hati-hati Leon." Jawab Sahara seperti biasa ketika Leon akan berangkat bekerja.
"Sahara sepertinya Leon marah melihatmu membantuku."
"Ah tidak akan. Leon tahu kamu sedang terluka jadi tak masalah jika aku membantumu."
Sahara benar-benar tak sadar jika Leon cemburu.
Sahara meneleponnya dan mengirimnya pesan. Namun Leon tak mengangkatnya dan itu membuat Sahara khawatir.
"Sahara kamu sedang apa?" tanya Sean yang sedang duduk didepan tv.
"Aku menunggu Leon Sean. Kenapa dia pulang telat, biasanya jam segini dia sudah pulang."
Baru saja Sahara membicarakannya bersama Sean, tiba-tiba Leon datang dengan mobilnya. Sahara dengan cepat langsung membuka pintu dan menyambut Leon.
"Leon... " Sahara berlari memeluk Leon yang keluar dari mobilnya. Namun Leon melepaskan pelukan Sahara.
"Sahara badanku bau, jangan peluk aku."
"Hoh ada apa denganmu Leon? Biasanya juga seperti ini bahkan setiap pulang kerja kamu ingin aku menyambutmu dengan pelukan."
"Tapi hari ini aku sangat lelah Sahara. Aku akan pergi mandi dulu."
__ADS_1
"Baiklah... Akan aku siapkan air hangat."
Sahara langsung menyiapkan air hangat untuk Leon yang baru pulang kerja.
Ketika Sahara tengah menyiapkan air hangat di kamar mandi yang ada dikamar lantai dua mereka. Sahara mencoba mendekati Leon dan membantu membuka pakaian atasnya Leon. Namun Leon malah menolak.
"Ada apa denganmu Leon kenapa aku seperti ini? Apa aku membuat kesalahan?"
"Engga Sahara, aku hanya sedang bad mood karena pekerjaanku. Aku akan pergi mandi sekarang tolong siapkan makanan untukku, aku sangat lapar. Aku akan memakannya nanti setelah selsai mandi."
"Baiklah pergi mandi sana, aku akan menyiapkannya." Sahara tersenyum lalu menyiapkan makanan untuk Leon.
Mungkin 30 menit Sahara menyiapkan makanan untuk Leon. Sahara membawakan makanan kesukaan Leon yaitu udang besar dengan bumbu pedas. Leon sedang duduk diatas balkon sembari mengeringkan rambutnya.
"Aku membawakan makanan kesukaanmu Leon makanlah. Kemari biar aku yang menyuapi."
Sahara duduk tepat di depan Leon dan menyuapinya dengan senyuman.
"Bagaimana pekerjaan hari ini?"
"Aku sudah memberitahumu tadi Sahara, di tempat kerja ada yang membuatku bad mood. Jadi hari ini aku pulang telat dan terus cemberut."
"Baiklah aku minta maaf Leon karena bertanya dua kali. Cepat makan lagi."
Baru 5 menit Sahara duduk dan menyuapi Leon. Tapi tiba-tiba Sahara bangun dari tempat duduknya.
"Astaga! Jam berapa ini?" tanya Sahara lalu melihat ke arah jam dikamarnya.
"Astaga ini sudah pukul 9 seharunya aku memberikan obat untuk Sonia dan Sean."
Raut Wajah Leon langsung berubah dengan cepat setiap kali Sahara menyebutkan nama Sean.
"Leon aku minta maaf... Kamu makan sendiri dulu ya. Aku harus memberitahu Sean untuk minum obat. Dan membantu Sonia untuk minum obat, agar Sonia cepat sembuh."
"Pergilah aku bisa makan sendiri. Lagipula Sonia dan Sean lebih penting dariku. Mereka sedang sakit."
Sahara tersenyum dan tak menydari maksud dari ucapan Leon. Dengan cepat Sahara pergi ke lantai bawah dan menyiapkan obat untuk Sean dan Sonia. Hingga Sahara lupa jika Leon juga membutuhkannya.
__ADS_1
Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit