VIP 69

VIP 69
CHAPTER 53


__ADS_3

Tepat pukul delapan malam, Sahara selesai makan bersama dengan Galang. Sahara langsung membersihkan semua alat makan yang kotor.


"Sahara ini uang untukmu aku tak akan memberikannya setiap bulan tapi setiap hari. Aku tidak bisa mengantarmu pulang hari ini, jadi aku sudah memesakan taksi online untukmu."


"Baiklah aku pulang dulu Galang dan terima kasih. Aku akan mengganti pakaian ini dulu."


"Baiklah."


Sahara pulang setelah bekerja selama beberapa jam dirumah Galang. Ketika Sahara keluar dari rumah Galang dan berjalan menuju Taksi. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan taksinya. Dan Sahara merasa tak asing dengan mobil itu.


"Itukan mobil Leon..."


Sahara yang tahu jika itu mobil Leon dengan cepat langsung berlari masuk ke dalam taksi. Namun Sayang Leon berlari menghampiri Sahara dengan cepat dan menarik Sahara keluar dari dalam taksi.


"Leon! Leon ada apa hah!"


Sahara mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Leon yang begitu erat. Leon menarik Sahara dan memasukannya ke dalam mobil.


Leon mengunci semua pintu mobil lalu dengan kecepatan tinggi membawa mobilnya ke suatu tempat dengan Sahara.


"Leon! Kenapa kamu terus mengganguku!"


Sahara berteriak marah pada Leon namun Leon dengan tatapan tajamnya terus membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Leon membawa Sahara kembali ke rumah yang dulu pernah mereka tinggali.


"Rumah ini lagi! Ruang VIP lagi! Kamu terus membawaku kemari Leon! Aku muak dengan semuanya!"


Leon menarik tangan Sahara dan membawanya masuk ke rumah yang dulu mereka tempati. Dirumah itu tampak sepi tak ada siapapun yang tinggal disana.


Leon tak membawa Sahara ke ruang VIP. Leon membawa Sahara ke kamar yang pernah mereka tempati.


Leon mengunci kamar itu lalu menatap Sahara dengan sangat tajam. Sahara membalasnya dengan tatapan tajam juga sembari duduk diatas ranjang.


"Kenapa kamu ada dirumah Galang...?"


"Kenapa kamu tahu jika itu rumah Galang? Meskipun kamu tahu itu bukan urusanmu!"


"Apa kamu menjual diri pada Galang setelah berhenti bekerja dirumahku mengurus Delmar?!"


"Kamu selalu seperti itu Leon! Kamu selalu mengatakan hal yang menyakitkan. Sudah berapa kali lidahmu menyakiti perasaanku!"


Leon tiba-tiba diam setelah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Sahara.

__ADS_1


"Kamu menganggapku mati pada Key apa kamu juga mengatakan hal itu pada Delmar?"


Sahara terus megoceh dan mengeluarkan semua isi hatinya


"Biskah kamu menghitung semua ucapan burukmu padaku, sikap kekanak-kanakanmu yang membuatku bingung sikap keras kepalamu yang kamu lampiaskan padaku. Aku sakit Leon, sakit! dengan semua itu..."


Sahara mendekati Leon lalu memukul-mukul Leon sembari menangis.


"Aku kehilangan semua anakku, pertama karena Sean kedua karena aku yang tak bisa menjaga diriku sekarang aku merasa orang selanjutnya adalah kamu Leon, karena kamu pasti memberitahu Delmar jika aku sudah mati!"


Sahara tak sanggup berdiri menangis di hadapan Leon. Sahara tergeletak diatas lantai dan menangis sejadi-jadinya didepan kaki Leon.


"Hanya karena aku pernah bekerja di bar, bukan berarti aku cewe murahan sampai sekarang. Ya dulu aku bekerja seperti itu tapi aku tak sepenuhnya menjual diriku... Sebenarnya aku ini apa dimata kamu Leon. Kamu terus membuatku menangis."


Leon duduk didepan Sahara dan mencoba memeluknya. Namu Sahara melepaskan tangan Leon yang mencoba memeluknya dengan kedua tangannya.


Sahara terus menangis dan Leon berhasil memeluknya walau Sahara berusaha melepaskannya.


Leon memeluk Sahara dengan erat, tanpa berkata-kata lagi. Namun Sahara masih saja menangis.


Karena Sahara terus menangis tanpa sadar Sahara kelelahan dan tertidur dalam pelukan Leon.


Paginya ketika Sahara terbangun dari tidurnya. Sahara terkejut karena Leon memeluknya begitu erat, bahkan Leon menyandarkan kepalanya dibahu Sahara.


Sahara menatap Leon dengan mata yang berkaca-kaca lalu memikirkan kejadian semalam.


Malam itu ketika Sahara tertidur dipelukan Leon. Sahara masih merasakan sentuhan Leon. Leon mengankat Sahara keatas ranjang dan menidurkan Sahara disana. Bahkan Leon membersihkan tangan dan kaki Sahara dengan tisu basah.


Dan satu hal yang membuat Sahara terus mengingat kejadian semalam adalah. Ketika Leon terus menatap Sahara yang tertidur. Sahara merasakan tatapan Leon ketika  Leon menatapanya.


Setelah memikirkan kejadian semalam, Sahara dengan pelan pergi diam-dima meninggalkan Leon.  Sahara kembali pulang kerumahnya.


Hari itu berjalan dengan cepat, ketika sore tiba. Sahara sudah di jemput oleh Galang karena Sahara harus bekerja seperti hari kemarin di rumah Galang.


Di hari kedua Sahara bekerja, semua berjalan sama seperti hari pertama. Sahara mengganti pakaiannya dengan pakaian mendiang istri Galang, lalu Galang menontonnya ketika Sahara memasak dan terakhir makan bersama.


Tepat pukul 8 malam setelah Sahara mengganti pakaiannya didalam kamar dan mencoba keluar dari kamar itu. Sahara tak bisa membuka pintunya dan sepertinya pintu itu terkunci.


Sahara berteriak memanggil nama Galang sembari mengetuk-ngetuk pintunya. Namun Galang sepertinya tak mendengar panggilan Sahara.


"GALANG! GALANG! galang tolong aku! Aku terkunci didalam sini."


Sahara mengintip ke lubang kunci pintu kamar itu. Dan ternyata pintu itu terkunci dari luar.

__ADS_1


Sahara teringat ucapan Leon, kenapa Leon bisa mengenal Galang padahal jarak rumah mereka sedikit jauh di komplek itu.


Sahara mengambil handphonenya yang ada di dalam tas. Untung saja Sahara meletakkan tasnya di kamar itu.


Dengan tangan yang bergetar dan penuh perasaan takut, Sahara menelepon Leon. Untuk panggilan yang pertama Leon tak menjawabnya. Jadi Sahara meninggalkan pesan suara pada Leon.


"L-Leon... Leon siapa Galang? Leon tolong aku, aku terkunci dikamar Galang dirumah Galang."


Pesan suara itu terkirim pada Leon di waktu yang tepat. Karena tiba-tiba Galang membuka pintu kamarnya.


"Kenapa kamu seperti ketakutan Sahara? Apa kamu takut aku melakukan hal buruk padamu?"


Tiba-tiba Galang bertingkah aneh, dan Sahara berusaha tenang. Walau tangannya sudah sangat dingin dan jantungnya berdetak kencang.


"Oh a-aku tidak... Tidak berfikiran seperti itu. Hanya saja aku..."


"Hari ini kamu tinggal dirumahku saja Sahara. Besok aku tidak ada pekerjaan."


"Oh maaf Galang aku tidak bisa tinggal disini. Besok aku akan kembali kesini."


"Loh kenapa kamu tidak mau? Jika kamu tidak mau aku tidak akan memberimu uang hari ini."


"Tak masalah Galang, sekarang aku harus segera pulang sampai jumpa."


Ketika Sahara akan melarikan diri dari Galang. Tiba-tiba Galang marah dan menarik tangan Sahara dan mengunci kembali Sahara di dalam kamar itu bersama dirinya.


"Aku rasa Leon sudah memberitahumu siapa aku."


"B-bagaimana kamu tahu Leon."


"Malam itu ketika aku memesankan taksi untukkmu, kamu tak menaikinya kamu dibawa oleh Leon dengan paksa kan. Aku melihat semuanya semalam."


Galang perlahan semakin mendekat pada Sahara  dengan senyumannya yang seperti iblis.


"Aku sudah tahu kamu sangat curiga padaku sejak hari pertama kerja. Aku memang sedikit misterius. Bagaimana jika malam ini kita tidur bersama."


PLAK!!!


sahara menampar Galang yang berubah menjadi seorang iblis.


"Brengsek! Aku pikir kamu malaikat ternyata kamu iblis!"


Galang merasa sakit hati dengan ucapan Sahara, tiba-tiba Galang menjambak rambut Sahara dan membuat Sahara kesakitan.

__ADS_1


Sahara berteriak kesakitan karena Galang menjambaknya, Sahara pun berteriak dan mencoba meminta tolong.


...Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit...


__ADS_2