VIP 69

VIP 69
CHAPTER 22


__ADS_3

"O-oh.. A-aku minta maaf atas perbuatan kakaku, Kak Sahara harus tahu jika kak Leon itu sangat menyayangi kakak dan juga Sonia. Walau cara dia membuat kakak kembali padanya sangat menyebalkan."


Ketika Sahara tengah mengobrol bersama dengan Lisa. Leon pergi begitu saja entah kemana Leon akan pergi. Dan Sahara menyadari hal itu.


"Eumm Lisa... Dimana toilet? Aku ingin pergi ke toilet sebentar."


"Dilantai bawah kak, air dilantai dua tak berfungsi. Berikan Sonia padaku aku akan menjaganya selama kakak pergi ke toilet."


"Oh tidak perlu Lisa, kakak sangat merindukannya. Lagi pula kakak hanya akan cuci tangan disana."


Sahara tiba-tiba turun ke lantai bawah sembari menggendong Sonia. Tatapan Sahara terlihat berbeda dari sebelumnya, Sahara tampak terburu-buru menuruni anak tangga yang cukup banyak.


"Ayo kita keluar dari sini Sonia, ayo bertemu ayahmu. Dia pasti merindukan kita nak." Gumam Sahara pada Sonia yang tengah ia gendong.


Ternyata Sahara berniat kabur dari sana. Sahara berlari ke arah pintu depan dengan terburu-buru.


"Itu dia pintu depan. Aku harus keluar dari sini!" ketika Sahara sudah dekat dengan pintu depan, Sahara langsung mencoba membukannya. Namun ternyata pintu itu terkunci dan tak ada satupun kunci yang menggantung di pintu itu.


"Astaga! Kenapa pintunya terkunci!" ucap Sahara pelan dengan kesalnya.


Sahara akhirnya mencari pintu lain dalam rumah Leon yang besar itu. Namun rumah itu hanya memiliki sedikit pintu dan semua pintu terkunci. Sahar mencoba melarikan diri melalui jendela. Namun semua jendela kaca itu adalah jendela yang sama seperti yang ada diruangan VIP 69. Sangat kuat dan sulit di hancurkan.


Sahara pun mulai cemas karena tak ada jalan keluar dari ruangan itu.


"Astaga! Kenapa rumah ini bagaikan sel penjara, sangat sulit melepaskan diri dari tempat ini!"


Ketika Sahara mulai kebingungan disana. Tiba-tiba Leon datang bersama Lisa menghampiri Sahara.


"Apa kamu mencari jalan keluar untuk pergi dariku Sahara?" Tanya Leon sehingga membuat Sahara terkejut.


"Hah! Leon."


"Aku mengunci semua pintu, karena aku yakin kamu pasti akan melarikan diri dariku Sahara. Ucapanmu itu masih membuatku ragu, jadi aku mengunci semua pintu."

__ADS_1


"Leon! Cukup Leon! Aku ingin pergi dari sini. Aku merindukan Sean dia suamiku Leon. Leon lupakan aku, aku bukan milikmu Leon aku milik Sean." ucap Sahara dengan tangisan.


"Berhenti mengatakan jika kamu milik Sean! Kamu hanya milikku Sahara! Lisa! Ambil Sonia darinya dan bawa Sonia ke atas." Leon memerintah dengan penuh kemarahan pada Lisa.


Lisa sang adik langsung merebut Sonia dari Sahara. Sahara pun menangis kembali dan marah pada Leon.


Leon!!!


Leon dengan cepat menarik tangan Sahara dan membawanya kembali ke ruang VIP 69.


Sahara menangis ketika Leon menarik tangannya dan membawanya kembali ke Ruang VIP 69.


"Leon aku mohon jangan kurung aku lagi disana. Aku mohon Leon..."


"Kamu berbohong padaku Sahara! Kamu belum mencintaiku kamu masih mencintai Sean. Kamu juga mencoba melarikan diri dari sini. Sebagai hukuman kamu harus tetap ada di dalam ruang VIP 69!"


Leon pun membawa masuk kembali Sahara ke dalam ruang VIP.


"Kenapa! Kenapa kamu melakukan ini Leon!Aku sudah menikah dengan Sean!"


"Malam ini aku akan mencari tahu dimana rumah orang tuamu dan besok pagi kita akan pergi kesana."


Setelah mengatakan itu pada Sahara Leon pergi meninggalkan Sahara sembari membanting pintu dengan kerasnya.


"Sahara kamu memang tolol dan bego! Seharusnya aku menyiapkan lebih banyak perisiapan dan berbagai macam cara sebelum melarikan diri dari sini."


"Ya bagaimana dengan ibuku? Jika Leon menawarkan banyak uang padanya dia pasti akan menyetujui pernikahanku dengan Leon."


Ketika Sahara mulai bingung, Sahara tiba-tiba berjalan ke arah rekaman cctv yang menampilkan semua kejadian di rumah Sean.


"Aduh bagaimana cara menyalakan rekaman cctv ini? Kenapa juga Leon mematikan rekaman cctv ini? Apa yang sebenarnya terjadi di rumah Sean saat aku dan Sonia tak ada disana." tanya Sahara sembari mencari tombil untuk menyalakan rekaman cctv itu.


Dan tak lama akhirnya rekaman cctv itu menyala.

__ADS_1


"Yes! Akhirnya menyala. Aku ingin tahu bagaimana keadaan Sean?"


Saat Sahara melihat rekaman cctv, rumah Sean tampak sepi. Akhirnya Sahara membuka rekaman cctv dihari sebelumnya.


"Kemana Sean? Apa dia masih kerja, rumah itu tampak sangat sepi."


Ketika Sahara membuka salah satu rekaman cctv di rumah Sean dihari sebelumnya. Sahara benar-benar terkejut karena disana ada ibu dan ayah Sean dan juga ibu Sahara. Sahara pun memutarnya lalu mendengarkan rekaman cctv itu.


"Aku juga bingung kemana Sahara dan Soniaku pergi,  aku benar-benar minta maaf Bu, Yah dan juga tante." ucap Sean pada ayah ibunya dan juga ibu Sahara.


"Itu semua bukan salahmu Sean. Sekarang kita hanya perlu menunggu kabar dari polisi, biarkan para polisi itu mencari Sahara dan Sonia." Ucap ibu Sahara pada Sean.


"Andai saja para perampok malam itu meminta padaku semua hartaku. Aku akan menyerahkan semuanya pada mereka. Tapi... Mereka malah membawa Saharaku bukan hartaku padahal aku sudah mencoba memberikannya pada mereka." Jelas Sean lagi pada ayah ibunya dan ibu Sahara.


Sahara yang mendengar ucapan Sean benar-benar terkejut dan tak percaya.


"Apa? Kenapa kamu berbohong Sean? Malam itu kamu malah memilih hartamu daripada nyawaku, kamu memilih menyelamatkan hartamu daripada istrimu ini. Padahal kamu cinta pertamaku Leon, aku benar-benar mencintaimu tapi aku baru tahu banyak tentangmu setelah kita menikah. Kamu sangat terobsesi dengan hartamu."


Sahara merasa kecewa setelah melihat rekaman itu. Sahara kecewa Sean berbohong pada orang tuanya dan ibu Sahara.


"Disini aku selalu merindukanmu Sean, tapi kamu... Entahlah. Jika aku mencintai Sean lalu kenapa aku juga punya perasaan pada Leon. Ah tidak! Mereka berdua sama-sama selalu menyakitiku. Aku harus melarikan diri dari Leon dan memulai hidup baru hanya bersama dengan Soniaku. Aku harus keluar dari sini."


Klak!!


Ketika Sahara tengah melihat rekaman cctv, tiba-tiba Leon masuk dan Sahara pun terkejut.


"Apa yang sedang kamu lihat Sahara! Aku sudah bilang jangan pernah melihat Sean lagi!" Ucap Leon marah lalu mematikan cctv itu.


"Kenapa! Kenapa aku tidak boleh melihatnya lagi?!" Sahara memberontak dan marah pada Leon.


"Jangan meninggikan suaramu! Aku tak ingin kamu melihat cctv itu karena aku tak ingin kamu terluka! Aku tak ingin kamu terluka Sahara terutama hatimu ini." Ucap Leon sembari menyentuh hati Sahara dengan telunjuknya.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2