VIP 69

VIP 69
CHAPTER 65


__ADS_3

"Ali, kenapa kamu harus menunggu seseorang itu. Cepat katakan padanya jika kamu menyukai dirinya. Ayo Ali lakukanlah." Sahara meminta Ali agara mengungkapkan perasaannya pada wanita yang Ali suka. Tapi Sahara tidak tahu siapa orang yang Ali tunggu.


"Itu tak semudah yang kau katakan Sahara. Aku sudah menunggunya sangat lama. Tapi sepertinya dia sudah memiliki kehidupan baru."


Ketika Sahara tengah mengobrol bersama Ali tiba-tiba adik perempuan Ali yang bernama Amel memanggil mereka.


"Kak Ali, ibu memanggil kak Sahara."


Sahara dan Ali dengan cepat bergegas menuju kamar ibu Ali.


Ketika Sahara akan masuk ke dalam kamar ibu Ali. Sahara tiba-tiba ditatap dengan tajam oleh Alex, Sehingga Sahara merasa risih dan membuang muka pada Alex dengan dinginnya.


•••


Hari mulai gelap dan Sahara terpaksa harus bermalam di rumah Ali. Sekarang Sahara tidur di kamar tamu. Ketika Sahara berbaring di tempat tidur Sahara membuka handphonenya dan banyak sekali panggilan tak terjawab dari Leon.


"Astaga Leon... Leon aku minta maaf." Sahara terkejut lalu mencoba menelpon balik Leon. Dan tak lama Leon mengangkatnya.


"Halo Sahara. Astaga Sahara kenapa kamu tak menjawab panggilanku? Aku khawatir Sahara!"


"Leon aku minta maaf, ibu Ali ingin aku terus disisinya jadi aku meninggalkan handphoneku diatas meja kamar tamu."


"Sahara kapan kamu akan pulang. Anak-anak terus mencarimu, dan aku juga rindu kamu Sahara."


"Leon aku akan segera pulang. Hidup ibu Ali tak akan lama lagi Leon. Aku sedih mengetahui hal itu, aku akan segera pulang Leon. Aku sangat mencintaimu Leon, aku harap kamu selalu percaya dengan kata-kataku."


Sahara berpamitan pada Leon di telepon. Dan tiba-tiba saja air mata Sahara menetes.


Disaat Sahara mencoba untuk tidur. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Dengan cepat Sahara membuka pintu kamarnya. Disaat Sahara membukanya, seseorang yang datang ke kamarnya dimalam hari itu adalah Alex.


Alex dengan tatapan mata yang sedikit tajam menatap Sahara dan berdiri di depan pintu kamar Sahara.


"Alex ada apa?" Tanya Sahara dengan menatap Alex dengan tatapannya yang dingin.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertanya. Apa kamu sudah menerima permintaan ibu? Apa kamu sudah memilih salah satu putra ibu yang harus kamu nikahi."


Alex tiba-tiba bertanya tentang Hal itu, pertanyaan Alex membuat Sahara merasa aneh, dan Sahara pun menjawabnya.


"Aku belum memberitahu kalian tentang keputusanku. Sekarang aku ingin istrihat." Sahara mau menutup pintu kamarnya tapi Alex malah menghadang pintu dengan tangannya.


"Tunggu!" Alex menahan pintu.


"Sahara aku harap kamu tidak mengecewakan ibuku. Aku tak ingin dia pergi dalam keadaan penuh dengan kesedihan. Itu permintaan terakhirnya. Dan ingat Sahara sejak kamu kecil dan selalu bermain dengan Ali, Sebelum ibu memiliki anak perempuan dia selalu menganggapmu anaknya sendiri. Dan sampai sekarang ibu masih begitu."


Penjelasan Alex membungkam mulut Sahara. Tapi ucapan Alex juga benar, sejak Sahara masih kecil dan bersahabat dekat dengan Ali. Ibu Ali dan Alex juga selalu menganggapnya anak sendiri.


Setelah Alex meninggalakan kamar tamu yang kini di tempati Sahara, Sahara dengan cepat bergegas tidur karena dirinya merasa amat lelah.


Keesokan harinya tepat pukul 10 pagi, ibu Ali tiba-tiba merasa kesakitan dengan penyakitnya yang kini tengah menggerogoti seluruh tubuhnya.


Suaminya ada di sisinya juga Semua anak-anaknya ada di sisinya. Semua orang panik ketika itu terjadi. Sahara juga panik namun Sahara masih memikirkan tentang permintaan Ibu Ali.


"Sahara ... Kemarilah ibu ingin berbicara padamu." Pinta Ibu Ali pada Sahara.


"Ya bu apa yang ingin ibu katakan?" tanya Sahara sembari menggengam erat tangan ibu Ali.


"Sahara diantara ketiga anak ibu, siapa yang ingin kamu nikahi? Bagaimana, apa kamu mau menikah dengan salah satu anak laki-laki ibu? Ibu harap kamu mau."


Sahara terdiam kembali dan bingung apa yang harus dirinya ucapkan. Dan tiba-tiba saja Amel adik Ali mendekati Sahara.


"Kak Sahara... Ibu selalu menceritakan semua hal indah tentang kak Sahara padaku. Aku yakin kakak pantas untuk salah satu kakakku. Demi ibu tolong terima permintaan ibu kak." Pinta Amel pada Sahara dengan mata yang berkaca-kaca.


Sahara tiba-tiba teringat dengan ucapan Ali jika semua acara pernikahannya akan diadakan secara palsu dan tak nyata.


"Ali tahu jika aku sudah menikah, jika aku menikah dengan Ali semua pernikahan yang akan dilakukan akan penuh dengan drama, semua itu semata-mata hanya untuk membahagiakan Ibunya." ucap batin Sahara.


Setelah mengingat ucapan Ali, Tanpa pikir panjang lagi Sahara menerima permintaan ibu Ali.

__ADS_1


"Baiklah aku menerima permintaan Tante." Ucap Sahara sehingga membuat semua orang terkejut terutama Ali.


"Sahara kamu serius mau menikah dengan salah satu anak ibu?" tanya Ibu Ali lagi dengan air mata bahagia.


"Aku serius Tante."


"Sahara menikahlah dengan Alex, Ibu tarik ucapan ibu yang mengatakan bahwa kamu harus menikah dengan Ali. Kamu dan Ali Sahabat dan ibu rasa kalian tak bisa berumah tangga bersama. Jadi menikahlah dengan anak pertama ibu Alex, dia belum pernah dekat dengan seorang perempuan ibu Harap kamu bisa merubah hidup Alex."


Ketika Ibu Ali mengatakan itu. Sahara dan juga Ali amat sangat terkejut dengan ucapannya.


Sahara diam beberapa menit setelah mendengar semua yang keluar dari mulut ibu Ali.


Kemudian Sahara berbalik badan dan melihat ke arah Alex yang berdiri dengan jantannya dan tatapannya yang dingin. Alex sangat dingin melebihi Leon. Dan Sahara sedikit paham dengan pria-pria yang mempunyai sikap dingin.


"Sahara kamu mau menikah dengan Alex anak ibukan?" tanya Ibu Ali lagi.


"I-iya Tante, aku mau..."


Ibu Ali tersenyum lebar lalu memeluk Sahara sembari berbaring di tempat tidurnya.


Pagi itu setelah Sahara memutuskan untuk menerima permintaan Ibu Ali, Sahara tiba-tiba menangis di dalam kamarnya. Dan Ali datang menghampiri Sahara yang menangis di dalam kamar.


"Sahara..." Panggil Ali pelan sembari menghampiri Sahara yang duduk diatas lantai dan menyandarkan tubuhnya di samping ranjang.


"Ali..." Sahara memeluk Ali dan menangis di pelukannya.


"Ali ... Bagaimana jika Leon tahu hal ini. Dia pasti akan sangat terluka. Aku takut dia pergi meninggalkanku. Katakan padaku semua acaranya hanya pura-purakan Ali." tanya Sahara lagi pada Ali.


"Ya ... Aku akan memalsukan semuanya. Kamu tenang saja Sahara setelah ini semua selesai kamu bisa pulang dan kembali pada Leon."


Ali benar-benar terlihat sangat sayang pada Sahara, Ali memeluk Sahara yang dalam keadaan cemas.


"Kamu tenang saja Sahara aku ada disini." Gumam Ali pada Sahara.

__ADS_1


__ADS_2