
Leon amat sangat marah, Leon mengepalkan kedua tanganya lalu pergi meninggalkan Sahara seorang diri di ruang VIP.
Sahara menangis sejadi-jadinya setelah mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.
"Aku sedikit lega mengeluarkan semua yang ingin aku katakan padamu Leon. Kamu berubah Leon, kamu tak mempercayaiku. Aku membencimu Leon! Membencimu lagi."
Sahara terus menangis berbaring di atas ranjang sembari mengelus perutnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Tak lama tiba-tiba Leon kembali dengan membawa maknan dan juga obat untuk Sahara.
Leon mendekati Sahara dengan wajah tanpa ekspresi. Sahara juga terus membuang muka pada Leon.
"Kamu harus makan lalu minum obat." ucap Leon pada Sahara yang berbaring diatas ranjang.
"Simpan saja disitu aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Sahara dengan ketus.
Leon pun marah karena Sahara mengabaikannya, Leon meletakan makanan dan obat itu dimeja dengan keras sehingga menimbulkan suara nyaring yang membuat Sahara terkejut.
"Oke! Aku minta maaf Sahara atas perkataanku. Dan malam ini juga aku akan menyuruh Dona pergi dari rumah ini aku akan menempatkan dia di hotel saja. Aku juga akan bertanya pada Dona apa dia yang melakukan itu. Sekarang kamu jangan marah lagi."
Sahara tetap diam walau Leon sudah mau melakukan apa yang Sahara inginkan.
Keadaan mereka berdua mulai kembali seperti awal, mereka bertengkar dan tak saling percaya walau sudah satu tahun lamanya mereka membangun chemistry. Tapi satu tahun itu sia-sia.
"Sahara... Apa kamu mendengarku?"
"Aku ingin Dona kemari dan mengatakannya langsung jika dia yang memesan alkohol itu atas nama aku. Karena aku yakin Leon Dona menyukaimu dan dia ingin membuatmu benci padaku karena aku tak mendengarmu."
"Astaga Sahara jadi kamu selalu berfikir aku akan berhenti menyukaimu lalu berpindah hati pada Dona?"
"Ya.."
Leon tiba-tiba pergi lagi lalu kembali ke ruang VIP setelah 5 menit lamanya. Leon membawa Dona ke hadapan Sahara lalu bertanya pada Dona apa Dona yang memesan alkohol itu yang mengatas namakan Sahara. Namun Dona tak mengakuinya karena Dona memang tak memesan alkohol yang mengatas namakan Sahara.
"Pak Leon bagaimana saya bisa melakukan itu, saya juga sangat menghormati istri bos saya." ucap Dona di hadapan Leon dan Sahara.
__ADS_1
"Kamu menyukai Leon kan Dona, sudah lama kamu tinggal disini pasti kamu tahu hal apa yang dilarang oleh Leon untukku. Jadi kamu melakukan itu dengan namaku agar Leon marah padaku."
"Astaga sumpah saya ga lakuin itu, walau saya disini itu semua karena pekerjaan, saya juga tak punya rasa sama Pak Leon. Saya selalu ingin dekat dengan ibu tapi sepertinya bu Sahara tak menyukai saya. Jadi saya hanya bisa diam. Setiap kali saya berpapasan dengan ibu."
Dona sudah mengatakan pada Sahara jika bukan dirinya yang memesan alkohol. Tapi tetap saja Sahara yakin jika Dona yang melakukannya karena siapa lagi jika bukan Dona.
Tiba-tiba Leon mendapatkan panggilan dari Sean.
"Sean... Kenapa dia meneleponku?"
"Leon kenapa kamu masih menyimpan nomer handphone Sean?"
"Aku akan mengangkatnya."
Leon mengangkat panggilan telepon dari Sean. Padahal sudah lama mereka tak saling bertemu.
"Hallo Leon, gimana apa lo udah cerai sama Sahara? Gue yang kirim alkohol atas nama Sahara biar hubungan lo sama Sahara selesai. Karena Sahara sering minum alkohol anak pertama lo meninggal. Jadi gue kirim alkohol biar lo kira Sahara ga jaga lagi kandungan dia."
Ucapan Sean membuat Leon, Sahara dan Dona yang ada disana terkejut.
"Jadi lo Sean yang udah lakuin itu. Sayangnya gue sama Sahara masih bersama. Lo jangan gangguin lagi hidup Sahara sama gue. "
Sean langsung mematikan panggilannya dengan cepat. Sahara dan Leon benar-benar malu karena sudah memfitnah Dona.
Sahara hanya menatap Dona dengan rasa malu karena sudah memfitnahnya, dan selalu mrncurigainya.
"Dona... Aku minta maaf padamu karena telah memfitnahmu. Aku harap kamu memaafkanku." Ucap Sahara pelan pada Dona.
Dona pun mendekati Sahara dengan senyuman. Walau sebelumnya mereka tampak tak dekat.
Dona hanya menganggukan kepalanya lalu memeluk Sahara, Sahara pun membalas pelukan Dona dan meminta maaf lagi.
Dan sejak hari itu Sahara mulai percaya pada Dona jika Dona memang tak mempunyai perasaan pada Leon Dona bersikap dingin karena Dona juga terbawa suasana dengan sikap Sahara yang cemburuan.
Sahara dan Dona kini mulai dekat dan Sahara memberitahu Leon jika tak masalah jika Dona tinggal dirumganya terlebih dulu hingga kantor milik Sean selesai di renovasi.
__ADS_1
Hari demi hari berlalu dengan cepat, sejak Sean memberitahu Leon dan Sahara jika dirinya akan selalu mengganggu hidup Sahara dan Sean. Kini mental Sahara mulai sering cemas dan takut.
Sahara kini bahkan mempunyai kecemasan, setiap kali dirinya merasa cemas. Tangan Sahara akan bergetar seluruh tubuhnya terasa dingin dan Leon tahun akan hal itu. Jadi ketika rasa cemas Sahara mulai timbul Leon akan memeluk Sahara, karena Leon tahu Sahara membutuhkan pelukan disaat-saat ketika dirinya di selimuti rasa takut dan cemas.
Suatu hari di usia kandungan Sahara yang ke delapan bulan, Sahara di tinggal pergi oleh Leon keluar kota karena pekerjaannya.
Sahara tinggal bersama Lisa dan ibu Leon dirumah. Ketika malam tiba saat Sahara tidur dikamar yang sama dengan ibu Leon di lantai bawah. Tiba-tiba Sahara mendengar suara dari arah pintu depan. Seseorang sepertinya datang ke rumah mereka malam itu.
Karena Sahara penasaran Sahara bangun untuk mengintipnya dari celah gorden kamar ibu Leon. Sahara terkejut setelah melihat seorang pria berdiri di depan pintu rumahnya dengan membawa sesuatu didalam sebuah box yang berukuran besar. Sahara tak bisa melihat wajahnya karena wajah pria itu di tutupi oleh masker. Tanpa hentinya pria itu terus mengetuk pintu rumah.
Sahara mulai ketakutan lalu membangunkan ibu Leon.
Ibu Leon sangat terkejut kenapa Sahara terbangun di tengah malam lalu membangunkannya dengan wajah yang tampak ketakutan.
"Sahara ada apa? Apa yang terjadi, dan siapa yang bertamu tengah malam seperti ini?" tanya Ibu Leon.
"Ada pria membawa sebuah box besar di depan rumah, bu kita jangan membukakan pintu untukknya biarkan saja." Sahara menolak Ibu Leon yang mencoba menghampiri pria yang ada di luar sana.
Tak lama pria itu pergi meninggalkan rumah Sahara tanpa membawa box nya. Pria itu meninggalkan box nya di depan rumah Sahara.
Karena pria itu sudah pergi, tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka, ketika Sahara mengintipnya dari cela gorden ternyata itu Lisa.
Lisa yang masih tidur terbangun dan membawa masuk box itu ke dalam rumah. Padahal itu sudah tengah malam.
"Astaga, kenapa Lisa membukanya?" Karena Sahara panik, dengan cepat Sahara dan ibu Leon berlari menghampiri Lisa yang sudah membawa box yang berukuran besar itu ke dalam rumah.
"Astaga Lisa! Kenapa kamu membawanya ke dalam? Kita ga tau apa isi dalam box itu!" ucap Ibu Leon marah.
"A-aku minta maaf bu, aku pikir ini paket milikku jadi aku membawanya ke dalam, tapi ternyata setelah aku baca ini milik kak Sahara."
Sontak Sahara terkejut sejak kapan dirinya memesan paket.
"Nama kakak? Tapi aku ga beli paket apapun. Astaga aku yakin ini pasti ulah Sean."
"Sean...? Siapa Sean?" tanya ibu Leon.
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...