VIP 69

VIP 69
CHAPTER 43


__ADS_3

Sahara tersadar jika dirinya tak pernah memberitahu Sean pada ibu mertuanya.


"Sean itu adalah mantan suamiku bu, ayah dari


Sonia anak pertamaku. Sean bilang dia akan selalu mengganguku dan Leon. Aku minta maaf karena tidak memberitahu ibu."


Ibu Leon langsung memeluk Sahara dan berbisik pada Sahara tak masalah. Tapi akan menjadi masalah jika Sean sudah berkata seperti itu.


Sahara benar-benar penasaran dengan isi box besar itu, Sahara akhirnya mendekati box itu ketika Lisa dan ibu Leon kembali ke kamar untuk tidur.


Sahara berjalan perlahan mendekati box itu lalu mengambil sebuah gunting yang ada di dalam laci lemari di sampingnya.


Ketika Sahara membukanya Sahara benar-benar terkejut karena isinya adalah alkohol lagi, bahkan lebih banyak dari sebelumnya.


Sahara pun berteriak keras dan menangis hingga membuat Lisa dan Ibu mertuanya terbangun kembali.


Sahara menangis karena semua itu benar-benar mengganggunya.  Lisa dan ibu Leon dengan cepat membawa Sahara ke dalam kamar karena kecemasaan Sahara mulai kambuh.


Ibu Leon dan Lisa langsung memeluk Sahara dan menenangkannya. Karena Sahara begitu gemtar dan ketakutan.


Lisa mencoba menelpon Leon kakaknya. Tapi Sahara menghalanginya ketika Lisa mencoba menelepon Leon.


"Engga Lisa, jangan beritahu Leon, aku baik-baik saja ko."


"Tapi kak, ini keterlaluan mantan suami kaka itu benar-benar udah gila!"


"Aku tahu Lisa, kita beritahu Leon ketika Leon tiba dirumah. Besok dia akan segera pulang."


Keesokan harinya ketika Leon sudah tiba di rumah bersama Dona sekertarisnya. Leon juga terkejut ketika melihat sebuah box besar berisi alkohol ada di dalam rumahnya.


Saking terkejutnya Leon, Leon langsung berlari ke ruang VIP menemui Sahara.


Sahara masih tertidur pulas karena hari itu masih sangat pagi. Sahara terbangun ketika mendengar suara pintu terbuka dan tak lain orang yang membuka pintu itu adalah Leon.


Sahara menangis ketika Leon tiba, Sahara bangun dari tidurnya lalu memeluk erat Leon yang baru saja tiba setelah beberapa hari meninggalkan Sahara karena pekerjaannya.


Leon memeluk erat Sahara karena Sahara seperti orang yang tengah ketakutan.


"Apa itu perbuatan Sean lagi?" tanya Leon dalam pelukan Sahara.


Sahara tak bisa berkata-kata, Sahara hanya menganggukan kepalanya. Dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


Leon menatap wajah Sahara saat Leon melepaskan pelukannya. Leon menghapus air mata Sahara yang terus mengalir.


"Akan kubunuh Sean gila itu."


"Jangan Leon, jangan lakukan itu. Jika kamu melakukan itu aku akan kehilanganmu."


"Tapi dia membuatmu sengsara Sahara, dia merusak mentalmu sekarang kamu sering ketakutan."


"Walau aku ketakutan aku akan sembuh karena kamu memelukku. Aku akan sembuh jika kamu memelukku dengan erat. Aku merasa nyaman dan aman."


Leon mulai gegabah dengan ucapannya. Emosi Leon mulai berapi-api namun Sahara selalu memadamkannya hanya dengan ucapannya.


"Leon sebentar lagi aku akan melahirkan, bisakah kita hidup tanpa tekanan. Bisakah kamu membawaku pergi ke suatu tempat yang akan membuatku tenang?"


Tiba-tiba Sahara mengatakan itu pada Leon. Sahara meminta pada Leon membawanya kesuatu tempat yang membuatnya tenang. Sahara ingin melahirkan anak keduanya di tempat yang indah.


Leon mengabulkan permintaan Sahara. Leon dan Sahara pergi berdua ke suatu tempat secara diam-diam hingga tak ada siapapun yang tahu kemana mereka berdua pergi. Karena mereka sengaja tak memberitahu orang-orang disekitarnya.


Leon dan Sahara pergi ke sabuah pulau yang memiliki sedikit penduduk. Mereka hanya pergi berdua ke pulau itu. Leon memilih tempat itu karena disana ada dokter juga, jadi Sahara bisa melahirkan disana.


Sahara dan Leon menaiki sebuah kapal yang berukuran sedang dan menuju pulau itu. Sahara dan Leon tak menyebutkan nama pulau yang mereka akan datangi, mereka benar-benar merahasiakannya.


Leon sudah menyewa sebuah rumah yang cukup luas di pulau itu. Sahara dan Leon di sapa oleh beberapa turis dan beberapa penduduk lokal yang tinggal di pulau itu.


Sahara menggunkan gaun pendek selutut berwarna kuning cerah dengan topi pantai yang menutupi kepalanya.


Sahara dan Leon masuk ke dalam rumah yang mereka sewa dan disana hanya ada satu kamar. Namun cukup luas untuk beberapa tempat seperti ruang utama dan dapur.


"Karena sekarang kita baru tiba, kamu harus segera tidur dan istirahat besok kita akan main di tepi pantai. Sekarang sudah petang." Ucap Leon sembari mengatar Sahara ke dalam kamar.


Sahara tersenyum lebar dengan perutnya yang besar pada Leon.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apa kamu bahagia Sahara?"


"Eung, aku sangat bahagia Leon. Aku bersyukur memilik pria bernama Leon ini."


Ucapan Sahara membuat Leon malu hingga Leon membuang muka di hadapan Sahara.


Karena Leon dan Sahara tiba di pulau itu saat sore hari, Jadi untuk hari pertama Leon dan Sahara menghabiskan waktunya untuk tidur hingga esok hari.


Mereka berdua tidur di kamar yang sama. Leon memeluk Sahara dari samping dan saat itu posisi Sahara tidur adalah menghadap ke langit-langit.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kedua kita Leon?"


"Ya aku sudah menyiapkannya, karena dia laki-laki aku akan beri nama dia Delmar."


"Apa arti dari nama itu Leon?"


"Karena kamu ingin melahirkan di sebuah pulau dan kita sangat dekat dengan laut, jadi aku memberi nama anak kita Delmar yang artinya "Dari Laut" nama itu berasal dari bahasa Spanyol."


Sahara tersenyum begitu bahagia ketika Leon memberitahu arti dari nama anak laki-laki mereka.


Karena hari sudah malam dan di luar sana hanya ada sedikit pencahayan. Mereka tidur dengan lelapnya.


Leon memeluk Sahara dari samping dengan hangat.


1 minggu kemudian...


Ya. Mungkin semua orang terkadang merasakan waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa Sahara dan Leon sudah 1 minggu tinggal di sebuah pulau.


Bahkan ini adalah minggu pertama untuk usia kandungan Sahara yang kini sudah berusia 9 bulan.


Tepat pukul 9 pagi Sahara tengah duduk di tepi pulau dengan beberapa anak yang tinggal di pulau Sana. Sahara berjemur dengan dress ibu hamil berwarna putih tanpa di temani Leon.


"Princess, kakak terlihat seperti seorang princess. Apa di dalam perut kakak ada seorang bayi?" tanya seorang anak laki-laki berkulit sawo matang dengan senyumannya yang manis pada Sahara.


"Ya, di dalam sini ada seorang bayi laki-laki. Sebentar lagi dia akan keluar dari dalam sini."


Ketika Sahara asik mengobrol bersama anak laki-laki itu. Tiba-tiba Leon datang dengan membawa beberapa makanan untuk anak-anak disana dan makanan untuk Sahara.


Leon membagikan beberapa makanan untuk anak-anak disana. Makanan itu adalah makanan yang Leon pesan dari kota.


Ketika Leon sedang membagikan beberapa makanan kepada anak-anak disana. Tiba-tiba perut Sahara kesakitan, Sahara akan melahirkan.


"Leon... Leon... Perutku sangat sakit Leon."


Leon yang mendengar suara rintihan Sahara, langsung berlari menghampiri Sahara dan membawanya menuju kerumah dokter pulau itu.


Leon panik karena Sahara tiba-tiba akan melahirkan, rasa takutnya mulai timbul. Karena sebelumnya Leon pernah kehilangan anak pertamanya.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2