VIP 69

VIP 69
CHAPTER 15


__ADS_3

"Aku tak mau kamu melengkapinya Leon! Aku membencimu!"


"Apa yang kamu benci dariku hah! Katakan Sahara katakan!"


Amarah Leon meledak di hadapan Sahara yang tubuhnya mulai bergemetar akibat suara Leon yang menakutkan seperti raja hutan yang marah.


"Katakan! Apa yang kamu benci dariku!"


"kamu ingin tahu apa yang tak aku sukai darimu? Kau itu hanya pria yang menghabiskan uangnya di Bar bermain dengan wanita di Bar! Membunuh Lia pacarmu sendiri dan pergi tak bertanggu jawab atas semuanya dan dengan brengseknya kamu mengatakan kamu mencintaiku setelah menabrak pacarmu itu!"


Saat semua yang Sahara ucapkan keluar dengan penuh amarah. Leon tiba-tiba mengangkat tangannya dan mencoba memukul Sahara, namun Leon menahannya dan menjauhkan tangannya lagi dari pipi Sahara.


"Ya... Aku memang sering menghabiskan waktuku di Bar dan itu tidak baik. Aku bermain dengan banyak perempuan disana tapi apa kamu lupa, kita itu sama Sahara. Kamu bekerja di Bar menemani para pria. Dan aku datang ke Bar menjadi pria itu. Apa yang harus kita berdua banggakan dari itu? Kenapa kamu menghinaku padahal kita sama."


Sahara tersadar dan diam seketika.


"Tapi aku tidak membunuh sepertimu..." Gumam Sahara.


"Sudah aku katakan padamu, dan kamu orang pertama yang aku beritahu Sahara. Bukan aku yang membunuhnya, bukan aku yang membunuh Lia. Apa kamu masih tidak percaya?"


"Tidak! Aku tidak percaya."


"Aku akan menjelaskan segalanya padamu siapa yang menabarka Lia? Sekarang aku lelah dan malas berdebat terus denganmu."


Leon tiba-tiba berjalan ke arah pintu. Namun Sahara tiba-tiba berlari mengejarnya.


"Leon! Leon tunggu Leon!" Panggil Sahara sembari memegang tangan Leon dengan kedua tanganya. Leon pun berhenti berjalan.


"Leon aku mohon jangan biarkan aku tinggal disini, aku mau pulang Leon. Aku merindukan anakku. Dia masih kecil Leon! Jika kamu mengurungku disini bagaimana dengan Sonia anakku?" Sahara terus memohon pada Leon namun Leon hanya terdiam dengan tatapan dingin dan tajam.


"Lihat aku membeli ruangan ini dan seluruh rumah ini hanya untukmu Sahara. Semua sudah tersedia diruangan ini. Kamu bisa makan, mandi tidur, menonton tv dan bahkan melihat pemandangan diluar sana. Kamu tak akan bosan tinggal di ruangan seluas ini yang penuh dengan makannan dan pakaian."


"Aku tak menginginkan semua itu aku hanya ingin Sonia."  Sahara memohon dengan tangisannya pada Leon.

__ADS_1


"Baiklah aku akan membawa Sonia besok. Sekarang tidurlah."


"Tunggu! A-apa kamu akan membawa Sonia padaku menggunakan para perampok Itu? Jangan! Jangan lakukan itu. Bawa saja aku pada Sonia aku tak mau disini!"


Leon tak menjawa ucapan Sahara lagi. Leon langsung pergi dan menutup pintunya.


Sahara berusaha membuka pintunya, Namun pintu itu menggunakan kode sehingga Sahara kesulitan untuk mendobraknya.


Sahara menangis sembari bersandar pada pintu yang diatasnya bertuliskan VIP 69. Leon sengaja menempelkan nomer itu di pintunya karena itu mengingatkan Leon pada ruang VIP nomer 69 di Bar, dimana Sahara dan Leon saling bertemu satu sama lain untuk pertama kalinya.


Sahara pasrah dan berjalan ke arah ranjang. Sahara membaringkan tubuhnya di ranjang yang cukup besar itu. Sahara hanya bisa menangis merindukan Sonia anaknya.


"Sonia sayang apa kamu sudah tidur..." Gumamnya.


Tak lama Sahara terlelap, walaupun sedang tertidur dan matanya tertutup namun air matanya masih menetes ke samping.


Ketika Sahara terlelap dalam tidurnya, satu jam kemudian Leo kembali dengan membawa pizza.


"Dia sudah tertidur, aku pikir dia masih terjaga. Padahal aku membawakan pizza, setiap kali aku membeli pizza itu mengingatkanku padamu Sahara. Kamu yang diam-diam masuk ke ruang VIP lalu memakan pizza milikku."


Leon tiba-tiba berjalan ke arah Sahara dan duduk di sampingnya. Leon menyelimbuti Sahara dengan pelan. Dan mengaitkan rambut panjang Sahara ke telinga Sahara.


"Kenapa kamu memanjangkan rambutmu Sahara, aku lebih suka saat rambutmu pendek sebahu. Besok kamu harus memotongnya demi aku." Gumam Leon.


Leon tiba-tiba memberikan ciuman di pipi kanan Sahara.


Leon berjalan ke arah pintu dan mencoba pergi meninggalakan ruangan itu. Namun langkahnya terhenti, Leon berbalik badan dan menatap kembali Sahara.


"Aku sangat merindukanmu, sampai-sampai aku tak ingin pergi jauh darimu Sahara. Ternyata kalimat yang pernah aku baca memang benar. Kamu akan menyukai seseorang dalam 4 menit. Ya dan itu terjadi padaku. 4 menit saat kamu masuk ke ruang VIP lalu memelukku dan menatapku. Dan sampai sekarang aku masih menyukaimu."


Karena Leon adalah seorang pria yang sangat ambisius dan selalu ingin mewujudkan apa yang ia mau. Akhirnya Leon tak jadi meninggalkan ruang itu. Leon berjalan mendekati ranjang yang sedang Sahara tiduri. Leon tiba-tiba berbaring di samping Sahara diam-diam. Sembari menatap Sahara dari dekat.


Leon ingin memeluk Sahara dari samping namun Leon takut Sahara akan terbangun.

__ADS_1


Cahaya matahari dari jendela ruangan itu seketika menembus gorden putih. Sahara terbangun akibat silau yang ia rasakan di matanya. Ketika Sahara terbangun barulah Sahara terkejut jika Leon tidur di sampingnya.


LEON!!!


sahara berteriak sehingga menbangunkan Leon yang tidur di sampingnya.


"Sahara kamu udah bangun..." Ucap Leon dengan Deep Voice'nya yang sangat maskulin.


Sahara tiba-tiba melihat ke seluruh tubuhnya.


"Apa yang kamu lihat? Aku tak membuka bajumu bahkan tak menyentuhmu jadi jangan salah paham. Aku tak akan melakukan itu tanpa izin darimu." Ucap Leon dengan deep voice'nya lagi.


Tiba-tiba Sahara mencoba turun dari ranjang namun Leon memegang tangannya dan menariknya. Hingga Sahara terjatuh ke dalam pelukan Leon.


Bruk!


Leon dengan cepat memeluknya Sahara yang terjatuh dalam pangkuannya.


"Leon! Jangan coba-coba menyentuhku! Bahkan mememlukku! Lepaskan aku!"


Namun Pelukan Leon dari belakang semakin erat hingga membuat Sahara sulit melepaskan diri.


Leon menyentuh perlahan rambut Sahara dan menjauhkan rambut Sahara dari sisi kanan leher Sahara.


"Kenapa kamu memanjangkan rambutmu? Aku akan sulit memberikan kasih sayang padamu nanti. Aku sulit memberi tanda di lehermu karena rambutmu yang terlalu panjang. Aku sudah bilang Sahara, aku menyukai ciuman di leher."


"Berhenti menggodaku, aku sudah tidak bekerja lagi di ruang VIP itu!" Ucap Sahara marah pada Leon sembari mencoba melepaskan diri dari Leon. Namun Leon terlalu kuat dan bertenaga.


"Ini masih ruang VIP, kamu lihat yang menempel di belakang pintu itukan? VIP 69 itu artinya kita masih di ruang VIP 69. Ini ruang VIP kita Sahara."


Setelah Leon mengatakan itu tiba-tiba Leon mencium Leher kanan Sahara dan menyisahkan tanda disana.


...Aku bakalan update setiap hari. Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...

__ADS_1


...Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2