
Malam pertama Sahara bertemu kembali dengan Leon dan Sean kini telah berlalu. Hari baru pun mulai kembali.
Hari ini Sahara pergi bekerja kembali bersama dengan Bella. Ketika mereka di dalam bus mereka asik mengobrol.
"Lo tau ga setelah lo balik duluan semalem. Leon sama Sean keliatan deket banget. Mereka ngobrol berdua di ruang VIP sampe serius banget."
"Ah sudahlah biarkan saja mereka, tapi ada satu hal yang penting yang harus aku kasih tahu sama kamu Bella. Kenapa aku merasa aku sedang hamil."
"Bentar. Apa lo bilang gurun. Mana mungkin si lo hamil serius gue ga ngapa-ngapain lo. Lo bukan tipe gue gurun. Gue kan udah bilang gue udah ga punya sosis."
"Astaga berhenti berkata jorok Bella. Tapi ini serius aku merasakan hal yang sama ketika aku mulai mengandung Sonia."
"Tapi siapa yang hamilin lo? Siapa bapaknya?"
"Besok aku akan mengeceknya ke dokter."
"Sahara serius lo mau lahirin dia sebelum lo tau siapa bapaknya?"
"Bella belum juga di cek aku hamil atau engga jadi kamu tenang dulu."
"Gak! Ga bisa sebelum masuk kerja, kita harus beli tespek dulu buat lo."
Pada akhirnya Sahara dan Bella membeli alat tespek lalu membawanya ke dalam Bar. Setelah mereka tiba di Bar, mereka berdua pergi ke dalam kamar mandi, lalu Sahara mulai mengeceknya.
"Aku harap ini tidak nyata, aku masih mengingat malam itu. Aku harap pikiranku berbohong." gumam Sahara di dalam toilet.
Tak!!!
Tespek itu terjatuh hingga terdengar oleh Bella.
"Sahara, kenapa? Bagaimana hasilnya?"
"B-bella... Ini ga mungkinkan?"
Sahara pun keluar dan menunjukan hasil tespeknya pada Bella. Setelah Bella melihatnya Sahara benar-benar positif hamil.
__ADS_1
"Oh Fu*k Sahara! Lo beneran hamil, sekarang jelasin juga sama gue, tadi lo bergumam dan lo bilang 'aku masih mengingat malam itu'. Apa maksudnya hah?"
"Bella sebelum aku pergi dari ruang VIP 69 milik Leon, malam itu aku dan Leon... Aku dan Leon..."
"Udah cukup gue tau lo wik wik sama si Leon. Gila lu Gurun... Sekarang mau gimana?"
Sahara mulai panik setelah tahu dirinya hamil.
"Tapi... Aku masih tidak yakin juga ini anak Leon. Aku benar-benar bingung Bella, apa yang harus aku lakukan?"
"Udah kalo si Leon kesini gue bakalan minta tanggung jawab sama dia. Kenapa lo lakuin itu sama Leon Sahara?"
"Aku dihukum malam itu karena aku patah hati setelah melihat Sean berselingkuh bersama Anggun."
"Wah parah tuh si Leon, ngapain dia hukum lo dengan hal kaya gitu. Emang pikiran si Leon udah diluar batas. Bahkan angka ruang VIP yang ada di kamarnya bernomer 69 bukankah itu hal yang aneh. Itu angka yang erotis."
Karena Sahara dan Bella terlalu lama di dalam toilet, mereka berdua akhirnya mendapatkan kemarahan dari beberapa pekerja. Mau tak mau Sahara harus bekerja malam itu dan berusaha menutupi tentang kehamilannya.
Sahara tak mendapatkan pelanggan untuk ditemani akhirnya Sahara hanya pergi ke ruang VIP yang tak digunakan. Ruang VIP yang sebelumnya pernah Sahara gunakan ketika dirinya tak mempunyai tempat tinggal.
Sahara duduk di ruang VIP kosong itu sembari melihat kembali tespek yang bergaris dua. Sahara tiba-tiba meneteskan air matanya.
Saat Sahara terus mengoceh tiba-tiba seseorang masuk dan tak lain orang itu Bella.
"Sahara Leon dan Sean kembali, lo ga mau kasih tau Leon tentang ini? Lo mau anak itu lahir tanpa bapa?" ucap Bella pada Sahara dengan begitu khawatirnya.
"Aku tidak tahu dan tidak yakin Leon ayah anak ini. Aku tak peduli siapa ayahnya karena aku tak percaya pria-pria itu. Aku takut dia seperti Sean."
"Sahara... Ga semua orang kaya Sean. Yakin deh sama gue kalo Leon itu beda sama Sean."
"Jika Leon berbeda dengan Sean. Kenapa dia sekarang begitu dekat dengan Sean?"
"Kalo itu gue ga tau, tapi gue yakin Leon lebih baik dari Sean walaupun pikiran dia berlebihan."
"Kenapa kamu bisa berfikir Leon lebih baik dari Sean?"
__ADS_1
"Denger ya Sahara. Contohnya dia terobsesi sama lo dan nungguin lo selama itu. Dia bahkan membuat ruangan khusus di dalam rumahnya sendiri itu demi lo. Lo harus bilang sama Leon kalo lo hamil anak dia, dan gue yakin Leon akan bahagia."
Setelah Bella menyemangati Sahara, Sahara akhirnya keluar dari dalam ruangan itu dan berjalan menuju ruang VIP 69 Bar yang sedang di tempati Leon dan Sean.
Sahara memasuki ruangan VIP itu sembari membawa minuman yang seharusnya minuman itu Bella yang mengantar.
Ketika Sahara menyajikan minuman di meja ruang VIP Leon dan Sean. Sahara terlihat begitu gugup dan gemetar bahkan hampir menjatuhkan gelas.
"Astaga hati-hati saat bekerja, kenapa kamu payah sekali Sahara." Ucap Sean dengan tatapan tajam. Sedangkan Leon hanya diam sembari melihat Sahara.
Walau Sean terus memanas-manasi Sahara, Sahara tetap santai dan mengabaikannya.
"Leon... Bisakah kita berbicara sebentar?" ucap Sahara sehingga membuat semua orang menatap ke arah Sahara dan Leon.
"Lo mau ngapain sama Leon Sahara? Leon udah ga suka lagi sama lo, karena lo ga pernah cintakan sama Leon. Leon udah kecewa karena lo udah nolak dia." Sean tiba-tiba memotong pembicaraan Sahara sehingga membuat Sahara merasa kesal.
"Sean cukup, aku sedang berbicara dengan Leon."
Lalu tiba-tiba Leon berdiri dan membuat semua orang yang tengah duduk mengangkat kepalanya melihat ke arah Leon yang berdiri dengan gayanya yang benar-benar gentle.
"Apa? Apa yang mau bilang sama gue?" tanya Leon dengan sedikit kasar dengan tatapan matanya yang tajam di depan Sahara.
"L-leon... Kenapa kamu berubah apa kamu sudah tak tertarik lagi padaku? Sudah tak terobsesi lagi denganku? Aku rasa ada yang berubah darimu."
"Astaga ucapan konyol apa itu, mendengarnya saja membuatku ingin muntah. Argh Sean ayo kita pulang besok kita harus bekerja."
Leon tiba-tiba mengabaikan Sahara dengan kata-kata yang tak ingin Sahara dengar. Leon malah membawa semua temannya keluar dari dalam ruang VIP meninggalkan Sahara seorang diri di ruangan itu.
"T-tapi Leon... Aku.. Aku belum selesai berbicara, bukan itu yang ingin aku katakan padamu Leon."
Sahara mencoba menahan Leon yang pergi bersama Sean dan teman-temannya yang lain. Namun Sahara tak bisa dan akhirnya Sahara pasrah dan masih belum bisa memberitahu Leon tentang kehamilannya.
"Sekarang aku merasakan apa yang Leon rasakan. Dulu Leon sangat terobsesi padaku sampai menculikku dan mengurungku diruangan VIP 69 buatannya. Karma kembali padaku. Argh! Tidak! Ini semua juga karena Leon! Leon yang melakukan semua ini padaku!"
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...