
Malamnya ketika Sahara tengah beristirahat di kamar tamu rumah Ali. Tiba-tiba Alex datang lagi ke kamarnya.
"Sahara ibu memanggil dia ingin aku dan kamu ke kamarnya." Ucap Alex dengan dingin bahkan tatapannya sangat tajam.
Sahara pun berjalan di belakang Alex dan menuju kamar ibunya Alex.
Ketika mereka berdua ada di dalam sana. Ibu Alex tiba-tiba menyatukan tangan Sahara dan Alex agar saling menggenggam satu sama lain.
"Mulai besok kalian harus bersiap-siap untuk memulai hidup baru, Alex sekarang kamu harus percaya pada Sahara. Kalo Sahara itu wanita yang baik ibu sangat mengenalnya." Ucap sang ibu kepada Alex dengan senyum di wajahnya.
Alex hanya bisa tersenyum tipis sama dengan Sahara dia juga hanya tersenyum tipis. Keduanya merasa canggung.
Ketika Alex dan Sahara keluar dari kamar Ibu Alex. Dengan cepat Sahara melepaskan genggaman tangan Alex dan berjalan menuju kamar tamu lagi. Namun Alex malah mengikuti Sahara dari belakang dan masuk ke dalam kamar Sahara. Sahara yang sadar akan hal itu terlihat marah dan menatap tajam Alex yang mempunyai sifat dingin yang sikapnya hampir sama seperti Leon.
"Kenapa kamu mengikutiku! Kembalilah ke kamarmu. Kenapa kamu tidak sopan!" Bentak Sahara pada Alex dengan tatapan marahnya.
"Apa kamu bilang, aku tidak sopan. Bukannya sudah terlihat dengan jelas kamu yang tidak sopan kepadaku. Kenapa kamu tak memanggilku Kak Alex? Aku lebih tua darimu. Dulu kamu selalu memanggilku kak Alex." Alex membenarkan sehingga Sahara hanya bisa diam.
"Tapi itu dulu..." gumam Sahara sembari membuang muka pada Alex.
****
Hari itu akhirnya terjadi, Acara pernikahan sederhana yang di selenggarakan dirumah Ali. Sahara masih berada di dalam kamarnya dengan gaun pengantin berwarna putih simpel dengan rambut pendeknya yang sudah hampir panjang sebahu dihias dengan mahkota kecil di kepalanya.
Sahara menangis di dalam kamar sendirian, walaupun Sahara tahu semua ini hanya kebohongan. Tapi Sahara tetap sedih karena tidak memberitahu keluarganya tentang semua ini. Terutama Leon.
Ketika Sahara tengah menangis di dalam kamarnya tiba-tiba Ali datang menemuinya.
"Sahara... Ini waktunya kamu keluar dari kamar. Kak Alex sudah menunggu." Ucap Ali pada Sahara.
Tapi ketika Ali melihat mata Sahara yang menangis. Ali langsung mendekatinya dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Sahara jangan menangis, semua ini hanya kebohongan. Pernikahan ini bukan sungguhan." Ucapnya sembari menenangkan Sahara dengan ucapannya.
"Ali kamu sudah memberitahu Alex kan semua ini hanya pura-pura."
"Iya Sahara... Aku bahkan yang menyiapkan semua buku nikah kalian dan semuanya palsu. Bahkan penghulu palsu. Aku mohon demi ibu, lakukan saja Sahara. Aku tahu kamu sudah menikah aku tak akan menghancurkan keluargamu...."
Sahara tiba-tiba memeluk Ali. Ketika Sahara memeluk Ali Sahara merasakan pelukan Ali yang begitu erat. Dan tiba-tiba Ali menangis dalam pelukannya.
"Ali kenapa kamu menangis...?" tanya Sahara bingung sembari menatap Ali.
"Tak apa Sahara... Aku hanya, hanya merindukanmu dan tak ingin ibuku pergi." jawab Ali sembari mengusap air matanya.
"Aku juga merindukanmu Ali, Sahabatku ... Ibumu akan selalu bahagia dimanapun dia berada yakinlah itu Ali."
Sahara akhirnya keluar dari kamarnya dan Ali yang menggandeng tangan Sahara ke arah Alex yang sudah duduk di depan penghulu.
Alex tiba-tiba terus menatap Sahara dengan tatapan lembut, bahkan ketika Sahara sudah duduk di sampingnya Alex terus menatapnya.
Di detik terakhir ketika orang-orang yang ada disana mengucapkan kalimat Sah. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Sahara.
"Sahara...."
Ketika Sahara berbalik badan melihat ke belakang. Ternyata Leon sudah berdiri di depan pintu rumah Ali. Dengan tatapan mata yang tajam dan menteskan air mata Leon berdiri disana menatap Sahara. Namun semua orang sudah mengatakan kalimat Sah.
"Leon..." Gumam Sahara.
Leon tiba-tiba meninggalkan rumah itu. Dan Sahara yang melihatnya, dengan cepat langsung berlari mengejar Leon.
Leon! Leon tunggu Leon! Aku harus menjelaskan semuanya!
Sahara berteriak sembari berlari memanggil nama Leon. Namun Leon malah masuk ke dalam mobilnya. Karena Sahara tidak sanggup berlari mengejar Leon yang sudah pergi dengan mobilnya. Sahara dengan cepat memanggil Ali dan meminta agar Ali mengantar dirinya untuk mengejar Leon. Ali mau melakukannya dan langsung mengejar Leon bersama Sahara menggunakan mobil milik Sahara.
__ADS_1
Sahara mengejar Leon bersama Ali dengan gaun pengantinnya Sahara duduk di bangku depan samping kemudi Ali. Sahara cemas dan khawatir. Sahara terus menelpon Leon namun Leon tak mengangkatnya.
Tapi tiba-tiba mobil Leon masuk ke area hutan dan berhenti disana. Sahara melihat Leon keluar dari mobilnya dan masuk ke area hutan.
"Ali kamu tunggu disini. Aku ingin berbicara bersama Leon dulu." ucap Sahara pada Ali. Dan Ali hanya menganggukan kepalanya.
Sahara berlari mengejar Leon yang penuh amarah masuk ke dalam hutan. Dengan gaun pengantinya Sahara berlari diatas tanah basah sehingga bagian bawah gaunnya kotor.
LEON! LEON TUNGGU LEON! LEON DENGARKAN AKU DULU!
Sahara berteriak sembari mengejar Leon yang terus berjalan masuk ke area hutan dengan banyak pepohonan besar di dalamnya.
Bahkan ketika Sahara terjatuh, Leon sama sekali tak menoleh ke arah Sahara. Leon sangat marah mata dan pikirannya sudah berapi-api.
Sahara tak menyerah mengejar Leon. Dan akhirnya jarak antara Sahara dan Leon semakin dekat. Sahara berhasil memeluk Leon dari belakang dan Leon pun seketika berhenti berjalan.
Ketika Sahara memeluk Leon. Sahara bisa merasakan tetesan air mata Leon yang jatuh ke punggung tangan Sahara yang memeluknya.
"Leon maafkan aku. Semua ini tidaklah benar Leon, semua ini kebohongan." Kata Sahara dengan terisak sembari memeluk Leon dari belakang.
Tapi Leon tiba-tiba melepaskan pelukan Sahara dan sedikit menjauh dari Sahara.
"Kamu berbohong Sahara. Kamu menghancurkan kepercayaanku padamu. Aku sudah mengizinkanmu untuk pergi tapi ini yang kamu lakukan padaku. Sahara apa aku membuat kesalahan? Ibu ayahku sudah tiada, adikku sudah besar dia punya kehidupan sendiri dan aku hanya memilikimu sekarang. Kamu istriku. Tapi sekarang kamu bukan istriku lagi." Jelas Leon pada Sahara dengan air mata yang mengalir.
"Apa maksudmu aku bukan istrimu lagi. Aku masih istrimu aku hanya memilikimu Leon. Aku sayang padamu Leon. Semua pernikah tadi itu palsu. Aku mohon tolong izinkan aku menjelaskan semuanya."
Sahara terus memohon pada Leon agar Sahara menjelaskannya namun Leon seakan malas membahasnya dan hanya bisa marah.
Leon pergi berjalan lebih dalam lagi masuk ke area hutan dan Sahara terus mengejarnya.
"Leon kamu mau kemana? Jangan seperti ini aku khawatir. " Panggil Sahara.
__ADS_1
Walau Sahara merasa berat dan risih dengan gaun pengantinya. Sahara tetap berlari mengejar Leon ke dalam hutan.