
Cuaca sedari pagi masih buruk, hujan deras dan awan gelap menutupi beberapa area kota. Sahara masih di rumah Galang orang yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu.
"Ini sudah hampir petang aku harus segera pulang."
"Pulang? Tapi cuaca masih sangat buruk Sahara. Mungkin malam nanti akan segera reda."
"Tapi aku merasa tak enak terus berdiam diri disini Galang."
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang. Tapi aku harus bersiap-siap dulu. Oh iya Sahara kamu bilang kamu berhenti bekerja, gimana kalo kamu bekerja dirumahku saja? Aku sedang membutuhkannya."
Sahara terkejeut setelah Galang menawari sebuah pekerjaan pada Sahara.
Sahara ingin menerimanya karena sangat sulit mencari pekerjaan, tapi Sahara takut jika dia bertemu Leon lagi Karena Galang dan Leon tinggal di komple yang sama.
"Gimana apa kamu bekerja disini Sahara?"
"Aku sangat membutuhkan pekerjaan, aku akan menerimanya."
Pada akhirnya Sahara menerima pekerjaan Galang.
"Kamu bisa mulai bekerja besok Sahara."
Hari itu Galang mengantar Sahara pulang ke rumahnya. Galang begitu baik dan perhatian pada Sahara walaupun mereka baru saling mengenal satu sama lain.
Ketika Sahara tiba dirumah, Sahara langsung membersihkan dirinya dan mengganti pakaian yang dipinjamkan oleh Galang.
"Kenapa Leon mengatakan pada Key jika Ibu Delmar sudah tiada. Apa Leon juga mengatakan itu pada Delmar. Aku kehilangan Sonia dan juga Delmar, itu semua karena salahku..."
Satu sisi Sahara memikirkan Leon dan juga anak-anaknya. Tapi di satu sisi tiba-tiba pikiran Sahara dikunjungi oleh Galang.
"Galang terlihat masih muda, dan sepertinya dia masih belum menikah. Bahkan aku tak melihat foto keluarga dirumahnya. Apa karena istrinya sudah meninggal dia tak memajang fotonya lagi?"
Sahara bingung dengan Galang. Karena Sahara merasa Galang itu masih muda dan belum menikah. Tetapi Galang bilang dia sudah menikah dan istrinya sudah tiada.
"Sikap Galang sangat baik dan perhatiaan padaku. Berbeda dengan Leon walau dia baik dan perhatian, Leon selalu saja keras kepala dan bertengkar seperti anak kecil bersamaku."
Keesokan harinya Sahara dijemput oleh Galang untuk bekerja. Namun Sahara dijemput tepat jam tiga sore bukan jam 8 pagi. Ketika Sahara dan Galang dalam perjalanan menuju rumah Galang. Sahara dan Galang saling berbicara satu sama lain.
"Galang kenapa kamu menjemputku sore?"
"Oh Sahara aku lupa memberitahumu. Kamu bekera dirumahku dari sore sampai malam. Karena dari pagi sampai sore aku bekerja dan dirumah tak ada siapa-siapa."
"Tapi aku tak akan mencuri apapun dirumahmu, aku hanya akan bersih-bersih. "
"Ah aku berbeda Sahara dengan orang lain, jika orang lain mempekerjakan pekerjanya dari pagi hingga sore atau bahkan 24jam. Aku hanya akan mempekerjakanmu hanya beberapa jam dari sore hingga malam tepat pukul 8 malam."
Ketika Galang mengatakan itu, Sahara tiba-tiba terkejut dan merasa curiga dengan ucapan Galang.
__ADS_1
"A-apa maksudmu Galang?"
"Astaga kamu jangan salah paham, kamu bisa masakkan Sahara. Aku hanya akan mempekerjanmu sebagai teman makan malam saja. Kamu yang memasak dari sore lalu menemaniku makan malam, setelah itu kamu bisa pulang."
Sahara benar-benar tak percaya dan merasa aneh dengan Galang yang mempunyai kepribadian yang sedikit berbeda itu.
Sahara hanya bisa terdiam dan tak menyangka dengan pekerjaanya.
"Tapi bagaimana jika makanannya tidak enak?"
"Kamu harus membuatnya kembali, dan membuat makanan yang layak dimakan."
Sahara masih tak percaya dengan pekerjaanya. Setelah mereka berdua tiba dirumah Galang. Sahara langsung masuk dengan keadaan hati yang tiba-tiba berdebar.
Sahara diantar menuju sebuah kamar oleh Galang.
"Galang kenapa kita ke kamar?"
"Aku ingin kamu memakai pakaian istriku ketika memasak didapur."
"T-tapi..."
"Pilihlah salah satunya dan pakailah dengan baik. Aku akan menunggu di luar dan berganti pakaian."
Sahara merasa aneh dengan perilaku Galang yang selalu mengaitkan kehidupan sehari-harinya dengan istrinya.
Walau merasa sedikit aneh, Sahara tetap memilih baju milik istri Galang. Sahara memilih gaun pendek selutut dengan tangan panjang dan berwarna kuning dengan motif bunga-bunga matahari.
Karena di dalam lemari es terdapat begitu banyak bahan makanan dan daging. Jadi Sahara berniat membuat sup daging karena cuaca dingin di malam hari membuat tubuh terasa hangat jika makan sup.
Ketika Sahara tengah memasak sup untuk Galang. Tiba-tiba Galang duduk di sebuah kursi yang langsung menghadap ke dapur. Galang terus menonton Sahara yang tengah memaska makan untuknya.
Sahara pun terasa gugup ketika Galang terus memperhatikan dirinya.
"Kamu jangan merasa terbebani ketika aku menontonmu sedang memasak. Aku gak jahat ko Sahara, lanjutkan."
Sahara hanya diam lalu melanjutkan membuat makanan untuk Galang.
"Aku sangat menyukai moment ini. Ini mengingatkanku pada istriku."
Galang selalu memikirkan istrinya yang sudah tiada, dan itu membuat Sahara terus berfikir jika Galang sangat terobsesi dengan istrinya dan masih belum bisa melupakannya.
Namun di satu sisi, Sahara juga bingung jika Galang masih terobsesi dengan istrinya kenapa tak ada satupun foto sang istri di rumahnya.
Dalam hati Sahara, Sahara ingin mengajukan pertanyaan pada Galang kenapa dirinya tak memajang foto istrinya di rumah. Namun Sahara merasa itu adalah perilaku yang tak sopan.
"Sebaiknya aku bertanya lainkali saja." gumam Sahara sembari menatap Galang.
__ADS_1
"Hem, apa yang ingin kamu katakan Sahara? Jika kamu ingin bertanya. Bertanya saja jangan malu."
"O-oh... Emm tidak Galang. Aku hanya bergumam aku sudah memasukan garam atau belum."
"Sekarang sudah setengah tujuh malam, aku akan menunggu di meja makan."
"Ya, Baiklah."
Sahara terus menyelesaikan masakannya dengan cepat karena takut Galang akan menunggu.
Setelah tepat pukul 7 malam makanan pun siap lalu Sahara mengihdangkan semua masakanya di hadapan Galang.
"Sahara bukaa apronnya lalu duduk dikursi depanku, kita makan bersama."
"A-apa...? Tapi aku... "
"Cepatlah duduk Sahara nanti supnya dingin."
Sebelum Sahara duduk, Sahara mengisi piring Galang dengan nasi dan sup yang Sahara buatkan.
Mereka berdua makan bersama untuk pertama kalinya. Namun makan malam itu terasa aneh bagi Sahara, karena Sahara terus di tatap oleh Galang. Sehingga Sahara merasa tak nyaman berada disana.
"Sahara maafkan aku karena terus menatapamu sehingga kamu terlihat tak nyaman. Maafkan aku. Kamu mengingatkanku pada istriku."
"Boleh aku bertanya padamu Galang?"
"Silahkan."
"Boleh aku melihat foto wajah istrimu? Karena aku tidak melihat satu foto pun istrimu disini."
Ketika Sahara bertanya akan hal itu, Galang malah tersedak dan batuk.
Uhuk! Uhuk!
"Ga-Galang maafkan aku, maafkan aku bertanya seperti itu. Ini minumlah."
Sahara memberi Galang minum karena Galang tersedak karena pekerjaannya.
"Sahara aku tak mempunyai foto istriku, istriku sangat membenci dirinya dan orang lain ketika orang lain memfotonya. Dia mempunyai trauma tentang foto dan kamera itulah kenapa aku bilang padamu jika istriku juga mempunyai trauma."
"Oh maafkan aku Galang, aku tak bermaksud menyakiti perasaanmu dengan pertanyaanku."
Ketika mereka tengah makan bersama, tiba-tiba Sahara merasa ada sesuatu yang jatuh di lantai dua rumah Galang.
"Galang sepertinya ada sesuatu yang jatuh di lantai atas."
"Ah mungkin itu tikus."
__ADS_1
"Tikus? Tapi rumah ini terlihat bersih dan rapih bagaimana bisa ada tikus?"
...Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit...