VIP 69

VIP 69
CHAPTER 41


__ADS_3

"Jangan mencari alasan lagi Sahara aku lelah dengan perbuatanmu. Kamu memang pantas tinggal di Bar bukan dirumahku..."


Tiba-tiba ibu Leon datang, bahkan ibu Leon juga terkejut melihat Leon memegang sebotol alkohol.


"Astaga Leon apa itu alkohol?"


"Iya bu, Sahara yang memesan dia lupa apa kalo dia lagi hamil, Sahara ini benar-benar nakal."


"Engga itu bukan aku yang pesan Leon, Leon kenapa kamu tak percaya padaku?"


Karena saking marahnya Leon, Leon pergi dan meninggalkan botol alkohol itu di meja tepat di samping tempat tidur Sahara.


Ibu Leon berjalan mendekati Sahara dan menayakan kebenarannya pada Sahara.


"Sahara apa itu benar milikmu? Jika benar kenapa kamu memesan itu, kamu tahukan kamu lagi hamil. Kamu tak boleh meminum alkohol."


"Bu tolong percaya padaku, aku tak pernah memesan itu. Itu bukan milikku."


Ibu Leon pun memeluk Sahara dengan erat ketika Sahara tengah menangis. Saat ibu Leon memeluk Sahara ibu Leon meraskaan tubuh Sahara yang begitu panas.


"Astaga kamu masih demam Sahara, tubuhmu panas sekali... Tunggu sebentar biar ibu bawakan sarapan dan juga obat."


Saat Sahara seorang diri di kamar pikiran Sahara mulai bermain kesana kemari. Sahara bertanya-tanya siapa yang memesan alkohol yang mengatas namakan Sahara, bahkan dikirim langsung pada Sahara.


Sahara pun langsung menelepon Bella karena Sahara benar-benar tak tahu soal alkohol itu.


"Hallo Bella... Bella bisakah kamu datang kemari, aku ingin bertemu denganmu."


Sahara memanggil Bella temannya yang dulu selalu ada untuknya ketika Sahara bekerja di Bar. Sampai sekarang mereka masih berteman dekat.


Siang itu ketika Leon bekerja bersama Dona, lalu Ibu Leon dan Lisa yang sedang pergi berbelanja meninggalkan Sahara seorang diri dirumah. Dan saat itulah Bella datang ke rumah untuk menemui Sahara.


Sahara yang masih berbaring di kamarnya tak sadar jika Bella sudah ada di depan kamarnya.


"Gurun..." panggil Bella.


"Astaga Bella!!"


"kenapa lo kaget si, lo kan udah bilang di chatting kalo gue langsung masuk aja karena ga ada orang di rumah."

__ADS_1


"Bell aku dalam masalah sekarang."


Bella mendekati Sahara yang menangis sambil berbaring di atas ranjang. Sahara menceritakan pada Bella keluh kesahnya dan masalah yang sedang menimpanya.


"Aku tidak tahu siapa yang mengirim alkohol ke rumahku."


"Tapi kenapa Leon semarah itu? Itu kan cuman alkohol."


"Bell dia trauma setelah anak pertamanya meninggal karena dulu aku selalu minun alkohol dan tak menjaga kandunganku dengan baik. Itulah kenapa Leon akan marah jika aku berhubungan lagi dengan minuman keras atuapun Bar."


Bella terlihat ikut bingung setelah mendengar permasalahan Sahara.


"Apa mungkin itu perbuatan Dona? Lo pernah bilang sama gue kalo ada sekertaris Leon tinggal di rumah lo."


Setelah mendengar ucapan Bella Sahara pun tersadar apa mungkin benar Jika Dona yang melakukannya.


"Kamu benar Bella, apa mungkin Dona yang melakukannya? Karena Dona selalu bersama Leon pasti Dona mendengar ucapan Leon di telepon jika aku tak boleh minum alkohol."


"Dan mungkin juga karena aku selalu mengasingkannya disini Dona merasa kesal padaku lalu melakukan itu padaku?"


Sahara dan Bella mulai membicarakan Dona dan curiga pada Dona.


"Oh iya Bell sebelumnya di malam hari itu, Dona juga terlihat mengintipku dan Leon ketika kami ada di kamar. Aku rasa ini semua perbuatan Dona. Kamu benar Bell."


Malamnya ketika Leon pulang Sahara langsung berbicara dengannya.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Leon dengan ketusnya.


"Leon dengar aku yakin itu semua perbuatan Dona sekertarismu, dia tak menyukaiku karena aku selalu marah ketika kamu bersamanya."


"Apa yang kamu katakan Sahara? Dona sudah lama menjadi sekertarisku dan dia tak mungkin mau mencelakakan istriku. Jangan membuat alasan Sahara jelas-jelas itu di pesan olehmu.'


Leon tetap tak mempercayai Sahara, Sahara pun menangis kecewa.


"Karena Dona sudah bersamamu sangat lama dibandingkan aku, pasti Dona mempunyai perasaan padamu. Dona tak menyukaiku jadi dia menjebakku agar kamu membenciku dan menceraikanku LEON!!!"


Leon menatap tajam Sahara yang marah dan meninggikan suaranya.


"Aku benci padamu Leon! Karena kamu tak mempercayaiku, aku sudah menepati janjiku merawat kandunganku dengan baik. Jika aku ingin meminum alkohol itu pasti sudah aku minum! Sebelumnya rasa benci itu sudah hilang tapi karena kamu tak percaya padaku dan keras kepala padaku Leon! Rasa benci itu timbul kembali. Sekarang aku tak akan memperdulikan lagi alkohol itu, karena itu bukan milikku!"

__ADS_1


Leon tak bisa berkata apa-apa lagi karena Sahara sudah menjelaskan dan mengatakan isi hatinya pada Leon.


Sahara yang masih sakit tiba-tiba turun dari ranjang.


"Kamu mau kemana Sahara?" tanya Leon.


"Aku akan pergi dari sini. Jika kamu ingin wanita yang selalu sehat dan menjaga kandunganya dengan baik menikahlah lagi dan ceraikan aku."


Saat Sahara mengatakan itu Leon benar-benar marah dan menghalangi Sahara yang berjalan ke luar kamar.


"Apa maksudmu hah?"


"Apa maksudmu! Leon kamu gila ya, kita membangun chemistry selama satu tahun tanpa seorang anak, kita belajar untuk saling menerima, sabar dan percaya tapi kenapa kamu tak percaya padaku hanya karena sebotol alkohol yang dipesan orang lain atas namaku!"


"Karena siapa lagi wanita yang tinggal disini yang suka minum alkohol selain dirimu! Itulah kenapa aku curiga!"


Sahara lebih sedih lagi ketika Leon merendahkan dirinya.


"Leon apa yang kamu katakan? Kenapa kamu merendahkanku lagi seperti saat pertama kali kita bertemu di Bar...?"


Sahara kecewa dengan ucapan Leon, Sahara menteskan air matanya karena ucapan Leon. Leon merendahkan Sahara karena Sahara dulu bekerja di Bar dan sering minum alkohol.


"Sahara aku.... Aku...."


"Aku juga ga mau bekerja seperti itu Leon. Tapi karena aku ingin terus hidup dan makan jadi aku melakukannya. Leon sepertinya kita tak cocok hidup bersama. Ayo kita akhiri saja."


"Engga! Aku ga akan membiarkanmu pergi dariku. Aku minta maaf Sahara mengatakan hal itu."


Sahara tetap marah pada Leon dan tiba-tiba berjalan ke lantai bawah. Namun Leon berhasil menggendong Sahara yang sedang hamil besar dan membawanya ke ruang VIP.


"Engga! Engga Leon! Aku engga mau dikurung di ruang VIP lagi, lebih baik aku pergi dari rumahmu ini Leon!"


Sahara berteriak saat Leon menggendongnya dari depan, sembari memukul-mukul bahu Leon.


Leon memasukan Sahara kembali ke ruang VIP dan menidurkan Sahara di atas ranjangnya.


"Oke Sahara, aku percaya padamu aku akan memarahi Dona dan menyuruhnya tinggal di tempat lain jika itu benar Dona yang melakukannya."


"Terlambat aku terlanjur sakit hati oleh perkataanmu Leon! Sekarang aku tak peduli kamu bersama Dona ataupun tidak. Aku tak peduli. Aku membencimu kembali Leon, aku tak lagi cemburu melihatmu dengan Dona jadi terserah, apapun yang kamu lakukan dengannya aku tak peduli!!!"

__ADS_1


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2