VIP 69

VIP 69
CHAPTER 50


__ADS_3

Ketika Leon memberikan ciuman pada Sahara, dan Sahara mulai tenggelam dalam hasrat itu. Sahara tiba-tiba membuka matanya dan melepaskan dirinya dari Leon. Sahara membuang muka pada Leon.


"Jangan lakukan hal gila, aku tahu ruangan ini sangat tertutup dan tak ada yang tahu kata sandinya selain kamu Leon. Tapi aku sadar jika sekarang aku bukan siapa-siapa kamu. Kamu milik Key. Lakukanlah hal seperti ini bersama Key."


Leon malah marah kepada Sahara, Sahara hanya mengatakan kebenaran dan itu memang fakta. Tapi Leon malah marah, Leon memberikan tatapan gila pada Sahara. Seakan-akan Leon bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa seorangpun yang bisa mengehentikannya.


"Aku tak pernah melakukannya bersama Key. Tetapi hanya satu malam. Di saat aku melakukan itu dalam pikiranku Key itu kamu Sahara. Aku gila dan agresif saat itu. Aku marah karena kamu memutuskan hubungan kita. Sejak hari itu aku tak pernah menyentuh Key lagi. Kita hanya tidur seperti biasa tanpa adanya cinta."


Sahara tiba-tiba menangis di hadapan Leon dengan matanya yang berkaca-kaca, Sahara mengeluarkan isi hatinya pada Leon.


"Apa semua ini akan berakhir Leon? Leon aku lelah, aku sendirian Leon. Aku juga selalu merindukanmu. Tapi aku tak berani datang kepadamu untuk kembali karena aku takut kamu tak akan menerimaku lagi."


"Jadi sekarang kamu percaya padakukan Sahara, aku masih mencintaimu tapi aku terpaksa menikahi Key karena ada satu hal besar yang sudah terjadi."


Sahara menganggukan kepalanya. Memberitahu Leon jika dirinya percaya pada Leon.


"Jika kamu sudah percaya padaku sekarang, ikuti perintahku Sahara."


Sahara sangat mudah tergoda dan buta ketika Leon ada bersamanya.


Leon tiba-tiba membawa Sahara ke dalam kamar mandi menuju cermin yang ada di dalam sana.


Sahara dan Leon berdiri di depan cermin, Leon berdiri tepat di belakang Sahara.


Leon tiba-tiba membuka ikat rambut Sahara dan mengambil sebuah gunting yang ada di dalam sebuah laci kecil di samping cermin.


Rambut Sahara terurai panjang, Sahara tak pernah memotongnya karena Sahara selalu teringat pada Leon jika rambutnya pendek.


Leon memotong rambut Sahara dengan pelan dan penuh ke hati-hatian.


Sahara tersenyum namun diiringi dengan air mata yang menetes. Hanya ada satu hal yang ia pikiran saat itu. Hal itu adalah Leon. Sahara bertanya-tanya apakah semua ini benar dan dirinya harus percaya pada Leon walau Leon sudah memiliki Key.


Kini rambut Sahara kembali pendek, panjangnya hanya sebahu. Setelah memotong rambut Sahara. Leon membersihkan potongan rambut yang ada di tubuh Sahara.


"Saharaku kembali... " gumam Leon sembari memandang wajah Sahara di depan cermin.


Namun Sahara malah menangis dengan suara. Sehingga Leon terkejut. Leon jongkok di hadapan Sahara yang duduk disebuah kursi lalu menatapnya dengan tajam.


"Kenapa...? Kenapa kamu malah menangis? Kamu bilang kamu percaya padaku. Tapi kenapa kamu malah menangis setelah aku memotongnya? Kamu tak akan terkutuk jika aku memotong rambutmu!"

__ADS_1


Leon marah, karena Sahara tak mau menjawab pertanyaannya. Sahara hanya menangis dan menangis tanpa Leon tahu apa yang membuat dirinya menangis.


"Kamu tak mau menjawab pertanyaanku, sekarang aku ingin kamu membayar semua kesedihanku dengan cara berendam di dalam bathub bersama. Aku ingin mengingat dan merasakan lagi saat pertama kali kita berendam bersama disini."


"Aku akan menunggu diluar, beritahu aku jika kamu sudah ada di dalam bathub Sahara." Ucap Leon pada Sahara lalu keluar dari kamar mandi.


Leon sudah menutup pintunya namun Sahara masih saja duduk di kursi dengan air matanya. Namun tiba-tiba Sahara membuka bajunya dan masuk ke dalam bathub lalu duduk di dalam bathub dengan pakaian dalamnya saja.


Tak lama Leon pun masuk dengan tatapan yang penuh dengan rasa cinta pada Sahara.


Sahara yang sudah berendam di dalam bathub, perlahan menatap kembali Leon yang berjalan mendekatinya.


Namun ketika Leon mendekati Sahara, Sahara malah keluar dari dalam bathub lalu menutupinya dengan handuk.


"Aku tak ingin melakukannya, aku kasihan pada Key, jika aku melakukan ini pasti Key akan terluka." ucap Sahara lalu meninggalkan kamar mandi itu dan membawa pakaiannya.


Sahara tiba-tiba dingin sikapnya pada Leon..


Ketika Sahara tengah mengenakan pakaiannya di ruang VIP. Leon tiba-tiba menghampirinya dan marah pada Sahara.


"Apa maksudmu Sahara! Kenapa kamu tak menuruti perintahku dan perkataanku?"


"Jangan Leon, jangan lakukan hal gila, ayo kita kembali kerumah barumu. Aku harus merawat Delmar."


Dan pada akhirnya Sahara dan Leon kembali kerumah baru Leon. Leon dan Sahara sama sekali tak berusara di dalam mobil, mereka saling tak peduli satu sama lain.


Ketika mereka berdua tiba di rumah baru Leon. Mereka berdua dipergoki oleh Key yang baru pulang.


Key berdiri di depan pintu rumahnya dengan kedua tangan yang dilipat di depan dadanya.


Sahara yang melihat Key memasang wajah marah seketika matanya terbelakak.


"Astaga key sudah pulang, Leon bagaimana ini?" tanya Sahara yang panik.


Namun Leon malah cuek pada Sahara dan tak mersepon ucapan Sahara, tak lama Sahara dan Leon keluar dari dalam mobil dan menghampiri Key.


"Kalian berdua darimana? Leon kamu abis darimana sama Sahara? Tunggu apa kamu mengantar Sahara ke salon, kenapa rambutmu di potong Sahara?"


"I-ini... A-aku memotongnya karena...."

__ADS_1


"Karena rambut dia terlalu panjang itu akan mengganggu Delmar sayang, jadi aku mengantarnya ke salon untuk memotongnya."


Leon memotong pembicaraan Sahara, saat Leon mngatkaan sayang pada Key. Raut wajah Sahara berubah total, Sahara tiba-tiba merasa cemburu.


"Oh ya ampun... Yaudah Sahara kamu kembali sana gih kasih makan Delmar. Sebentar lagi waktunya makan siang. Sayang ayo keatas."


Leon tiba-tiba tersenyum pada Key dan memeluknya, mereka berdua pergi ke lantai dua kamarnya dengan penuh tawa.


"Astaga kenapa aku seperti ini...? Seharusnya aku tidak bersikap seperti ini. Kenapa aku cemburu?" gumam Sahara.


Sahara berlari ke arah kamar Delmar, dan terlihat Delmar tengah tidur siang.


Sahara tiba-tiba melihat wajahnya sendiri di depan cermin sembari memegang rambutnya yang pendek karena Leon memotongnya.


"Aku menyesal, kenapa aku membiarkan Leon memotongnya. Ini membuatku terjebak ke dalam masa lalu lagi."


Sahara menyesal setelah mengizinkan Leon memotong rambutnya. Sahara juga terus berfikir kenapa dirinya menolak ajakan Leon untuk berendam bersama di dalam bathub.


"Kenapa aku menyesal menolaknya, ga papa kamu melakukan hal yang benar Sahara. Kamu bukan perebut suami orang. Leon sekarang bukan siapa-siapa aku lagi."


Sahara langsung berjalan keluar untuk menyiapkan makan siang Delmar. Ketika Delmar masih nyenyak tidur.


Disaat Sahara tengah menyiapkan makan untuk Delmar. Sahara terkejut karena Leon dan Key tiba-tiba ada di ruang makan. Sahara yang sedang menyiapkan makanan merasa gugup.


"Sahara kamu sangat cocok dengan rambut pendek sebahumu itu. Karena tubuhmu kurus jadi kamu pantas dengan gaya rambut itu. Tapi kenapa potonganya biasa padahal Leon mengantarmu ke salonkan?" tanya Key pada Sahara, Key tengah duduk berhadapan bersama Leon di meja makan.


"Terima kasih Key."


"Kenapa kamu tak menjawab pertanyaanku? Aku sedang bertanya padamu Sahara."


Percuma Key memaksa karena Sahara,tak bisa menjawabnya lagi. Sahara di selmatakan oleh Delmar yang tiba-tiba bangun dan berlari menghidari pertanyaan Key


"Sudahlah Key dia ga ngerti soal fashion biarin aja dia." ucap Leon pada Key yang di dengar oleh Sahara.


Sahara merasa sakit hati ketika Leon menjelekan dirinya di depan Key.


"Hanya karena aku menolak Leon, sekarang Leon mulai memojokanku..." ucap batin Sahara yang terluka karena lidah Leon.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...

__ADS_1


__ADS_2