VIP 69

VIP 69
CHAPTER 57


__ADS_3

Beberapa menit setelah Sahara membantu Sean dan Sonia minum obat. Sahara kembali ke kamarnya untuk tidur. Ketika dirinya masuk Sahara melihat Leon sudah tertidur dikamarnya.


"Leon sudah tidur...? Biasanya dia akan menungguku ketika akan tidur. Ah mungkin dia lelah." gumam Sahara.


Sahara langsung naik keatas kasur lalu tidur disamping Leon dan memeluk Leon yang sedang tidur.


Namun aneh, ketika Sahara memeluk Leon, Leon malah terbangun dari tidurnya dan tidur dengan merubah posisinya. Leon merubah posisi tidurnya dengan membelakangi Sahara.


Sahara pun bingung dan wajahnya penuh dengan tanda tanya.


"Ada apa dengan Leon? Kenapa dia seperti ini?" tanya batin Sahara.


Sahara tak mau menyerah memeluk Leon. Sahara memeluk kembali Leon dari belakang karena Leon tidur menyamping. Namun Leon tak memberikan reaksi apapun terhadap Sahara.


"Leon... Ada apa denganmu? Biasanya kamu akan memelukku ketika kita akan tidur. Kenapa kamu seperti ini?" bisik Sahara tepat disamping telinga Leon.


Leon terbangun dan menatap mata Sahara.


"Sahara aku sudah bilang hari ini aku sangat lelah, aku tidak marah padamu. Walau hari ini aku tak memelukmu kamu masih bisa memelukku walau aku sudah tidur duluan."


Sahara hanya tersenyum setelah Leon memperingatinya agar tidak terus-terusan merengek.


"Oh iya Sahara, besok aku berangkat ke luar kota untuk beberapa hari. Aku harap kamu disini merawat mereka bertiga dengan baik."


"Apa! Kenapa kamu tidak memberitahu sejak tadi jika besok kamu akan keluar kota?"


"Aku lupa, kamu jangan khawatir karena aku tak akan membawa apapun. Semua baju sudah aku siapkan sendiri tadi saat kamu sedang memberikan Sean dan Sonia obat."


"Kamu menyiapkan itu semua sendirian? Kenapa kamu tak memberitahuku Leon. Padahal aku bisa menyiapkannya untukmu setelah itu."


"Sudahlah jangan menyesal, cepat tidur ini sudah larut."


Sahara merasa sedih setelah tahu Leon akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari dan menyiapkan semua pakaiannya sendiri tanpa bantuan darinya.


Sahara dan Leon tertidur dengan lelap malam itu. Hingga keesokan harinya Sahara melihat Leon pergi keluar kota.


"Aku pergi dulu, jangan lakukan hal yang aneh ketika aku tak ada dirumah." ucap Leon pada Sahara sembari memegang pundak Sahara.


"Hal aneh? Memangnya aku melakukan hal aneh apa? Dasar Leon. Hati-hati di jalan Leon aku mencintaimu."


Leon tersenyum lalu pergi dengan mobilnya ke luar kota.

__ADS_1


Setelah 2 hari Leon ada diluar kota, Sahara sering mengobrol bersama Sean dan bermain bersama anak-anaknya, Delmar dan juga Sonia.


Hari itu Sahara tengah makan malam berdua saja bersama Sean. Karena Sonia dan Delmar sudah tertidur.


Luka Sean masih belum sembuh, tapi sekarang ia bisa makan sendiri tanpa harus disuapi oleh Sahara.


"Sahara... Aku rindu saat kita makan seperti ini. Saat kita masih menjadi pasangan."


Sean tiba-tiba mengungkit masalalu dirinya dengan Sahara. Sahara hanya terdiam menatap Sean karena tiba-tiba mengatakan hal itu.


"Aku senang aku cinta pertamamu Sahara. Tapi aku malah mengecewakanmu dan membuatmu terluka."


"Sean kenapa kamu membahas hal seperti ini lagi? Lupakan saja masalalu itu."


"Aku mengatakannya karena aku... Aku rasa aku..."


"Jangan lanjutkan ucapanmu Sean."


Sahara menghentikan ucapan Sean yang terus mengungkit masalalu. Tiba-tiba kepala Sahara sakit setelah mengingat kembali masalalunya yang penuh dengan kekacauan dan kesedihan.


Tangan Sahara yang memegang sendok seketika dingin dan bergetar. Sepertinya rasa cemas Sahara timbul. Ya dan satu-satunya cara untuk menengakan Sahara hanyalah sebuah pelukan.


"Sahara... Sahara kamu kenapa Sahara?" Sean panik melihat Sahara yang tiba-tiba cemas.


Sahara tiba-tiba meminta Sean menenangkan rasa cemasnya.


"Aku harus bagaimana Sahara?" Sean yang bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba Sahara berdiri dari tempat duduknya.


"Sean peluk aku, sekarang aku membutuhkan pelukan..."


Sean dengan cepat namun diringi dengan kerguan mendekati Sahara dan memeluknya.


Mereka berdua berpelukan dengan eratnya. Sean memberikan sentuhan lembut dipunggung Sahara dan menenangkannya dengan cepat.


Ketika Sean dan Sahara tengah berpelukan malam itu. Sahara terkejut karena melihat Leon sudah ada dirumah dan berdiri di hadapannya.


Sahara pun terkejut dan melepaskan pelukannya dari Sean.


"Leon..." Sahara bergumam menyebut nama Leon dengan mata yang sayu dan tangan yang masih dingin.


"Leon! Kecemasaanku tiba-tiba timbul, jadi aku meminta pelukan dari Sean karena kamu tak ada dirumah. Aku harap kamu tidak salah paham Leon."

__ADS_1


Leon hanya terdiam dengan tatapan tajam pada Sahara. Leon tiba-tiba berlari ke arah ruang VIP dan Sahara mengejarnya dari belakang.


Leon... Leon tunggu Leon...


Sahara berhasil mengikuti Leon dan sekarang mereka berdua ada diruang VIP.  Sahara berjalan mendekati Leon dan memegang tangannya.


"Leon dengar aku tak melakukan hal aneh. Tiba-tiba aku merasa cemas dan aku membutuhkan pelukan. Kamu tahukan Leon jika aku merasa seperti itu aku selalu meminta sebuah pelukan untuk menenangkanku."


Leon yang sedari tadi diam kini angkat suara.


"Kamu tidak akan merasa cemas jika orang lain tak memancing emosi yang ada di dalam pikiranmu. Katakan padaku apa yang kalian bahas?"


Sahara seketika terdiam, Sahara seharusnya tahu jika Leon tahu segalanya tentang dirinya.


"Katakan kenapa kamu diam saja Sahara? Apa yang kalian bahas?"


"Sean tiba-tiba membahas masalalu kita berdua ketika makan malam bersama tadi. Karena hal itu emosiku terpancing dan rasa cemasku timbul."


"Aku sudah bilang jangan lakukan hal aneh ketika aku tak ada dirumah."


"Aku tak melakukan apapun dengan Sean, Leon."


"Sudah kembali sana dan makan bersama dengan Sean."


Sahara merasa tak enak pada Leon dan tiba-tiba saja Sahara berlutu dihadapan Leon.


Leon pun terkejut dan membuatnya bangun.


"Astaga apa-apaan ini kenapa kamu berlutut? Jangan lakukan ini lagi."


"Aku tahu kamu marah padaku, tapi kamu tahukan aku memeluk Sean bukan untuk hal lain tapi karena aku merasa takut Leon... Aku mohon maafkan aku."


Leon menghela nafasnya lalu menganggukan kepalanya. Sahara pun tersenyum dan memeluk Leon.


"Sekarang aku lelah aku ingin tidur." Leon.tiba-tiba mengganti pakaiannya dan langsung berbaring diruang VIP.


"Sahara aku ingin tidur disini sendirian sekarang. Kamu tidurlah dulu bersama Sonia dan Delmar, temani mereka."


Leon tiba-tiba tak ingin tidur bersama dengan Sahara, Leon malah menyuruh Sahara tidur bersama anak-anaknya.


Sahara tak bisa menolaknya dan pergi menuju kamar Sonia dan Delmar untuk tidur bersama mereka.

__ADS_1


"Ada apa dengan Leon, padahal aku sudah meminta maaf, apa dia masih cemburu?" tanya Sahara dalm batinnya


Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit


__ADS_2