VIP 69

VIP 69
CHAPTER 17


__ADS_3

Setelah dua jam lamanya Leon pergi meninggalkan ruangan itu. Tapi tiba-tiba dirinya kembali dengan membawa sebuah gunting. Sahara lantas terkejut dengan kedatanganya yang membawa gunting di tangan kirinya.


Leon dengan tatapan tajamnya masuk lalu berjalan ke arah dapur. Leon membawa tong sampah dan kursi ke dekat jendela yang menghadap langsung ke halaman luar.


"Kemarilah dan duduk disini." Panggil Leon pada Sahara yang masih duduk di atas ranjang.


Sahara malah terdiam dan sedikit ketakutan, pikiran Sahara terlalu jauh. Sahara merasa Leon akan menyakitinya.


"Kenapa kamu malah bengong? Cepat kemari dan duduk disini. Jangan sampai pikiranmu berbicara jika aku akan melukaimu karena menurutmu aku ini seorang pembunuh."


Karena Sahara tetap diam dan tak mau melakukan apa yang di perintah Leon. Akhirnya Leon pun marah dan melemparkan gunting itu ke atas kursi.


Tak!


Lalu Leon berjalan mendekati Sahara lalu menarik tangan Sahara. Namun Sahara menepisnya dengan begitu keras.


Walau Sahara sudah menepisnya, Leon malah semakin menjadi. Leon malah naik ke atas ranjang dan membuat Sahara terjebak diantara dua lengan Leon yang menghadangnya di kanan dan kiri ranjang yang berdiri dibelakang.


Lalu tiba-tiba Leon menyentuh rambut panjang Sahara.


"Aku tidak suka dengan rambut panjangmu ini Sahara, ini bukan sepertimu. Aku suka saat kamu mempunyai rambut yang panjangnya hanya sampai sebahu."


"Aku membenci rambut pendek itu, aku tak mau memotong rambut hingga sebahu. Aku lebih suka rambutku yang panjang."


"Bohong! Aku tahu kamu berbohong. Jika kamu tak menyukai rambut pendek mengapa saat itu kamu memilik rambut yang pendek?"


Sahara tiba-tiba diam dan tak berusuara lagi setelah Leon menjawab ucapannya.


Amarah Leon tiba-tiba muncul, Leon dengan cepat mengais Sahara lalu membawanya dengan paksaan duduk di kursi yang sudah Leon siapakan.


Sahara terus memberontak saat Leon mengaisnya, namun Leon tetap pada prinsipnya.


Leon menududukan Sahara dikursi yang langsung menghadap ke halaman. Bahkan Sahara bisa melihat Leon dengan jelas dari kaca.

__ADS_1


Karena Sahara sudah duduk dikursi itu,  Sahara akhirnya pasrah, Sahara terus melihat Leon dari pantulan kaca dengan tatapan kosongnya.


Leon tak menutupi tubuh Sahara dengan kain, sebelum dia memotong rambut Sahara. Leon dengan perlahana menysir rambut Sahara dan mulai memotong rambut panjang Sahara.


Setelah beberapa menit Leon memotong rambut panjang Sahara hingga sebahu. Leon pun mulai tersenyum lalu membersihkan potongan rambut Sahara yang menempel di leher dan punggungnya. Saat Leon menyentuh leher Sahara untuk membersihkan potongan rambut Sahara.


Sahara seketika menutup matanya karena sentuhan Leon yang lembut membuatnya ingin menutup mata. Leon tersadar akan hal itu, Leon bahkan meliat Sahara dari pantulan kaca.


Leon malah semakin menjadi, sentuhannya pada Leher Sahara semakin lembut. Hingga membuat Sahara menarik nafasnya.


"Sudah selesai... Sekarang kamu harus pergi mandi." Ucap Leon pada Sahara dengan lembut.


Sahara pun membuka matanya.


"Tidak, aku tak mau. Aku akan membuat tubuhku ini bau, kotor dan jelek. Agar kamu tidak menyukaiku lalu membuangku dari sini." jawab Sahara dengan tatapan kosongnya.


Leon pun terkejut dengan ucapan Sahara hingga membuatnya jengkel.


"Tidak! Kamu tidak akan pernah menjadi ayahnya! Ayah Sonia hanya Sean. Bukan kamu Leon, kamu orang jahat tak pantas menjadi ayah dari Sonia."


Karena Sahara mengatakan hal itu, Leon pun marah.


Leon tiba-tiba berjalan ke arah depan Sahara yang masih duduk di kursi. Leon memegang dagu Sahara dengan tanganya dan membuat Sahara menatapnya.


"Kenapa kamu semakin berifikiran aku ini jahat? Semakin kamu bertingkah seperti ini padaku. Semakin aku ingin berusaha keras membuat kamu menyukaiku. Aku janji aku akan membuat Soniamu bahagia."


Ketika Leon mengatakan itu Sahara tiba-tiba menangis hingga air mata Sahara menetes di tangan Leon yang tengah memegang dagunya.


"Leon... Sadarlah Leon, aku adalah istri Sean, kenapa kamu kekeh agar aku menjadi milikmu? Aku sudah berkeluarga Leon, Carilah wanita lain!"


"Aku ingin merebutmu dari Sean. Ada yang tidak kamu tahu dari Sean Sahara."


"Apa? Apa itu Leon katakan!"

__ADS_1


"Sean sama sekali tak mencoba mencarimu, Sean bahkan menyerahkanmu pada perampok yang aku suruh hari itu. Sean lebih mementingkan hartanya."


"Aku tahu Sean selalu mementingkan hartanya. Tapi pasti dia akan mencariku dan ucapanmu itu palsu Leon. Sean tak mungkin menyerahkanku pada para perampok hari itu dan memilih hartanya."


"Tak apa jika kamu tak percaya. Tapi yang pasti dia tak akan pernah mencarimu Sahara. Aku akan menjagamu, walau terkadang aku kasar itu karena aku sangat menyayangimu!"


Seketika Sahara terdiam, lalu Leon melepaskan tanganya dari dagu Sahara. Leon berlutut dihadapan Sahara yang duduk di kursi.


Leon mencoba memegang kedua tangan Sahara, Namun Sahara menjauhkan tanganya dari tangan Leon. Sahara semakin acuh pada Leon.


Karena Sahara semakin acuh, Leon pun membersihkan lantai dari potongan rambut Sahara dan mengembalikan tong sampah ke dapur. Setelah Leon membersihkannya Sahara masih duduk disana dengan tatapan kosong.


Ketika Sahara terus melamun, tiba-tiba Leon mengangkatnya dan membawanya ke dalam kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan! Kamu bukan suamiku! Jangan coba-coba melakukan hal gila padaku!" Teriak Sahara dalam pangkuan Leon.


Leon mendudukan Sahara diatas wastafel kamat mandi tempat mencuci tangan yang dibelakangnya terdapat sebuah cermin.


Sahara masih menggunakan pajama sejak pertama kali dirinya dibawa ke ruangan itu oleh Leon, Saat kejadian perampokan Sahara menggunakan pajama karena saat itu malam hari.


"Sudah mau dua hari kamu menggunakan pajama ini, cepat ganti pakaianmu. Aku sudah membelikan banyak pakaian untukmu. Dulu saat aku bertemu denganmu kamu tak menggunakan apa-apa karena aku memmbuat semua pakaianmu basah. Kamu hanya menggunakan mantel mandi dan itu membuatku sedih. Sekarang aku sudah membelikan banyak pakaian untukmu."


"Aku tak mau menggantinya. Biarkan aku dekil dan bau seperti orang gila yang tak punya akal. Agar kamu tak mendekatiku dan menyentuhku."


Saat Sahara mengatakan itu tiba-tiba Saja Leon mendekatinya. kedua tangan Leon memegang wajah Sahara. Karena sekarang rambut Sahara sudah pendek dan panjangnya hanya sebahu. Leon tiba-tiba menyentuh Leher Sahara juga perlahan.


"Aku tidak peduli dengan omong kosongmu, aku tetap menyukaimu."


Leon akhirnya mencium Sahara mulai dari bagian lehernya. Kedua tangan Sahara terkunci oleh kedua tangan Leon diteras wastafel. Bahkan dibagian leher Sahara tertinggal tanda merah yang amat merah akibat ciuman Leon yang begitu kuat.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2