VIP 69

VIP 69
CHAPTER 60


__ADS_3

Sahara dan Leon akhirnya kembali ke rumah setelah berlibur di pulau. Sahara sangat merindukan anak-anaknya jadi mereka pulang lebih cepat.


1 tahun kemudian.


Hari-hari Sahara selama satu tahun berjalan dengan baik bersama Leon dan anak-anaknya bahkan Sahara dan Leon kini begitu akrab dengan Sean walau dulu Sean pernah membuat kehidupan Sahara kacau.


Selama satu tahun berlalu itu, Sahara hidup bahagia dan menikmati jati dirinya sebagai seorang ibu dan istri.


Bahkan janji Leon pada Sahara sudah terpenuhi, Selama satu tahun itu Leon terus fokus membuat Sahara sembuh dari kecemasaan dan traumanya. Sahara benar-benar bisa melawan rasa cemasnya walau sedikit demi sedikit.


Kini semua orang di setiap keluarga Sahara dan Leon sangat menyayangi Sahara. Sahara di kelilingi orang-orang baik. Cinta Leon semakin bertambah pada Sahara, hari demi hari cinta itu terus tumbuh di hati Leon.


Kehidupan Sean kini berjalan dengan baik juga secara perlahan, Sean bekerja bersama Leon dengan baik tanpa saling beradu. Bahkan kini Sean juga mempunyai seorang kekasih yang baik hati yang bisa merawat dirinya dengan baik. Walau Sean sudah memiliki seorang kekasih dan kini menikahinya. Sean tetap membiarkan Sonia bersama Sahara. Walau begitu Sean tak ada hentinya terus memberikan perhatian pada Sonia. Dan memberitahu Sonia jika dirinya adalah ayahnya juga.


Walau badai sudah mulai tenang, tetapi masalah kecil dalam rumah tangga selalu ada. Jangan pikir setiap rumah tangga itu selalu bahagia, ada kalanya masalah kecil juga mengganggu kebahagiaan rumah tangga.


Malam itu Sahara tengah tertidur seorang diri di ruang VIP. Tapi tiba-tiba Leon membangunkannya dengan lembut.


Leon memegang dengan lembutnya pipi Sahara. Dan berbisik di telinganya dengan pelan.


"Sahara... Sayang... Bangun aku membawakan sesuatu." bisik Leon dengan lembutnya di telinga Sahara.


Sahara terbangun dan terkejut melihat Leon membawa seikat bunga mawar merah.


"Leon... Kamu sudah pulang? Kamu bilang kamu bekerja di luar Kota untuk satu minggu. Ini baru 3 hari tapi kamu sudah kembali." dengan mata terbelalak dan nada suara yang terdengar bahagia, Sahara berbicara pada Leon.


"Aku tidak sanggup bekerja lama di luar kota. Aku terus merindukanmu disana."


Leon memberikan bunga mawar merah itu, lalu memeluk Sahara dengan eratnya.


"Kalo kamu merindukanku, kamu bisa menelepon atau video call Leon."


"Aku tak bisa,ketika aku dekat denganmu. Kamu akan selalu memelukku. Bagaimana bisa aku kuat ketika jauh darimu." Leon mulai manja dan memeluk kembali Sahara dengan eratnya.


Ketika Leon ada dalam pelukan Sahara, tiba-tiba handphonenya bergetar.

__ADS_1


Leon dengan cepat mengambil handphonenya dari saku bajunya.


"Lisa... Lisa menelponku tengah malam seperti ini."


Leon dengan cepat mengangkat panggilannya dari Lisa.


Sahara juga ikut penasaran dengan apa yang Lisa bicarakan dengan Leon.


Baru beberapa detik Leon mengangkat panggilan Lisa, tapi tiba-tiba handphone Leon terjatuh dari genggamannya.


Tak plak!!!


"Leon.... Apa yang terjadi?"


"Sahara ... Ibu ... Ibuku tiada."


Leon menangis sejadi-jadinya mendengar kabar ibunya meninggal dunia. Sahara dengan cepat memeluk Leon yang menangis.


"Leon ... Aku ada disini untukmu, ayo kita ke rumah ibu."


Ya kabar buruk itu menimpa Leon. Leon benar-benar terluka mendengar kabar ibunya tiada. Sahara tak pernah jauh dari Leon ketika tahu kabar sang ibu meninggal dunia.


Malamnya setelah kepergian ibu Leon. Sahara melihat Leon terus menatap ke langit di kamar sang ibu. Leon berdiri di depan jendela kamar sang ibu dengan penuh kesedihan.


Sahara mendekati Leon dengan pelan. Lalu memegang pundaknya.


"Leon ... ayo makan. Kamu belum makan sejak pagi." ajak Sahara dengan lembut dan canggung karena suasana hati Leon sedang dalam keadaan tak baik.


"Pergilah makan bersama yang lain Sahara, aku tak ingin makan. Aku benar-benar tak nafsu makan." Leon menolaknya dengan tatapan kosong.


"Baiklah." Sahara menjawabnya dengan singkat lalu berjalan keluar meninggalkan Leon. Tapi ketika Sahara mulai menutup pintu kamar, Leon tiba-tiba memanggilnya.


"Sahara."


Sahara tak jadi menutup pintunya, Sahara berhenti sebentar dan berdiri di depan pintu untuk mendengar apa yang ingin Leon katakan padanya.

__ADS_1


"Sahara... Setelah makan kembalilah kemari. Aku membutuhkanmu. Aku ingin kamu memelukku." Ucap Leon dengan nada suara yang terdengar berat dan sedih setelah kepergiaan ibunya.


Sahara akhirnya tak jadi makan, Sahara menutup pintu dari dalam lalu berlari mendekati Leon.


"Kemari, aku akan memelukmu. Aku tahu kamu pasti masih berat setelah semua ini terjadi."


Sahara membuka kedua tanganya dan membiarkan Leon memeluknya.


Malam itu Leon terus menangis dalam pelukan Sahara, mereka saling berpelukan di dalam kamar ibu Leon. Sahara terus mengelus lembut kepala Leon dengan penuh cinta. Menepuk-nepuk punggunya mencoba menenagkan tangisannya.


"Sahara bagaimana bisa aku hidup tanpa ibuku?" tanya Leon dalam pelukan Sahara dengan isak tangisnnya.


"Aku ada disini Leon. Kamu harus bertahan demi Lisa, anak-anakmu dan juga aku." Jawab Sahara dengan senyuman kecil di wajahnya.


Sahara terus memeluk Leon dengan sangat erat di atas kasur ibu Leon.


Saking lelahnya Leon yang terus menangis. Leon tiba-tiba tertidur seperti anak kecil dalam pelukan Sahara.


Karena Sahara tak tega membangunkan Leon. Sahara membiarkan Leon tidur diatas pahanya, Lalu Sahara bersandar kebagaian belakang ranjang.


Setelah Sahara melihat Leon seperti ini. Sahara mulai merasa takut, Leon akan berubah menjadi seseorang yang mudah cemas dan trauma. Karena sekarang Leon kehilangan sang ibu, sebelumnya Leon sudah kehilangan ayahnya. Kini Leon dan Lisa yatim piatu.


Ketika Sahara tengah menemani Leon yang merasa sedih di kamar sang ibu. Tiba-tiba Lisa adik Leon juga menghampiri mereka.


"Kak Sahara, boleh aku masuk?" ucap Lisa perlahan beridiri di depan pintu kamar sang ibu.


"Kemari, masuklah dan tidur disini." Sahara dengan lembutnya menyambut Lisa yang sedang dalam keadaan berduak juga.


Lisa tidur di samping Leon yang tertidur dipaha Sahara. Lisa memeluk Sahara dan Leon sembari menangis tanpa suara.


"Satu minggu lagi ... aku akan bersekolah di luar kota. Aku tidak tahu, apakah aku kuat atau tidak disana setelah kepergian ibu kak...." Lisa menangis dan menceritakan semua keluh kesahnya pada Sahara.


"Lisa, kakak tahu kamu orang yang sangat kuat. Kakak akan selalu ada untukmu, kamu cukup berhitung satu dua tiga lalu kakak akan muncul di hadapanmu. Kamu sudah dewasa sekarang. Kamu harus lebih kuat." Sahara memyemangati Lisa dengan sangat hangat, Agar Lisa tahu bahwa masih ada dirinya di sampinya.


Kepergian Ibu Leon dan Lisa membuat semua keadaan Leon dan Lisa berubah. Setelah satu minggu kepergian sang ibu. Lisa pergi ke luar kota untuk pendidikannya. Sedangkan Leon, pikiran Leon mulai terganggu setelah kepergian Sang ibu. Dan itu membuat Sahara harus menjaga Leon dengan lebih baik lagi.

__ADS_1


2 minggu setelah kepergian sang ibu dan 1 minggu setelah kepergian Lisa ke luar kota untuk pendidikannya. Leon mulai merasa kehilangan orang-orang terkasihnya.


"Leon! Leon! Kamu mau kemana?!"


__ADS_2