
Sekelompok orang yang datang ke dalam Bar itu ternyata Leon, Sean dan beberapa teman Leon yang sering bersamanya.
Sahara benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena Sahara berfikir bagaimana bisa Leon dan Sean kini dekat seperti seorang teman. Padahal mereka berdua pernah bertengkar karena Sahara.
"Engga! Ini semua ga mungkin terjadi, aku sedang mabuk itulah sebabnya aku melihat Leon dan Sean."
Karena masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sahara mencoba menepuk-nepuk pipinya namun Sahara keasakitan, Sahara sadar jika semua itu bukan mimpi.
"Heh! Sahara itu beneran Leon sama Sean!"
Tiba-tiba Bella mendekati Sahara yang sedari tadi berdiri di antara banyaknya orang yang ada di dalam Bar.
"Bel... Ini serius? Aku ga mimpikan?"
"Engga!"
"Kenapa bisa dua pria yang menyakitiku kini terlihat begitu dekat dan akrab...?"
Sahara tiba-tiba berlari mendekati Leon dan Sean dengan wajah marahnya.
"Leon! Sean! Ngapain kalian kesini dan kenapa kalian terlihat begitu de... dekat? Apa kalian berdua datang untuk menyakitiku lagi?!"
Ketika Sahara berteriak di hadapan Leon dan Sean. Leon dan Sean sama sekali tak meresponnya.
"Sean ayo kita minum diruang VIP." Ucap Leon sembari merangkul bahu Sean.
Leon dan Sean seakan-akan tak melihat ada Sahara di hadapan mereka. Mereka berdua benar-benar mengabaikan Sahara.
Sahara terdiam dan merasa malu karena dirinya diabaikan oleh Leon dan Sean.
"Brengsek banget gila... Lo cewek yang di sakitin mereka berdua. Tapi kenapa mereka berdua bersatu dan malah buat lo malu kaya gini sih? Bener-bener gila dua cowo itu!" Kata Bella yang berdiri di belakang Sahara.
"U-udah Bel biarin aja mereka. B-baguslah jika mereka melupakanku dan tak mengenalku lagi. Tapi kenapa bisa si dua cowo brengsek itu datang ke Bar ini. Padahal dulu mereka berdua bertengkar karenaku."
__ADS_1
Sahara hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh. Mereka terlihat begitu akrab.
"Sumpah kenapa tu dua orang bisa sedeket itu? Leon cowo yang terobsesi sama lo, dan Sean mantan suami lo. Oh iya lo ga mau samperin dia buat tanyain kabar Sonia anak lo gurun?"
"Ya ampun bener juga, haruskah aku kesana dan menanyakan kabar Sonia Bella?"
"Udah sana lo samperin mereka, lupain gengsi lo dulu mendingan lo berani kesana buat tanya anak lo."
Sahara pun berjalan menghampiri mereka, Sahara terus menurunkan dress pendeknya dengan kedua tanganya karena itu terlalu pendek.
Sahara menggunakan dress pendek tanpa lengan berwarna hitam, dengan rambut pendek yang panjangnya sebahu dan liontin kecil di lehernya berbentuk daun semanggi daun empat. Tak lupa Sahara juga menggunkan high heels berwarna merah.
Ketika Sahara tiba di ruang VIP yang sedang di isi oleh Leon dan Sean, Sahara hampir gugup karena mereka berdua orang yang pernah ada dalam hidupnya.
Sahara pun masuk ke dalam ruang VIP itu, ketika Sahara masuk semua orang menatapnya. Dan membuat Sahara merasakan deja vu.
"Astaga moment ini pernah kurasakan sebelumnya. Tapi kenapa hari ini aku sangat gugup." Ucap batin Sahara.
"Maaf kami tidak memesan wanita, kami hanya akan minum-minum disini." Ucap Leon yang duduk di sebelah Sean sembari memegang wine di tangannya.
"Maaf tapi Sonia tidak memiliki ibu yang bekerja di Bar sepertimu. Ibu Sonia terus merawat dia dengan baik dirumah namanya Anggun. Mana mungkin Sonia memiliki ibu pekerja Bar sepertimu." jawab Sean dengan wajah penuh kebencian.
Hati Sahara pun tersayat. Sahara tak kuat menahan air matanya setelah Sean mengatakan hal yang begitu menyakitkan.
Sahara tak bisa berkata-kata lagi. Sahara akhirnya berlari keluar dari ruang VIP itu sembari menutup wajahnya yang mulai basah karena air matanya. Sahara berlari dengan tangisan menuju toilet.
Sahara mengunci dirinya sendiri di dalam toilet sembari menangis.
"Ya! Memang benar kenapa Sonia memiliki ibu sepertiku yang bekerja di Bar... Tapi. Tapi aku terpaksa bekerja seperti ini karena aku juga harus makan. Kenapa aku lagi yang tersakiti? Mereka berdua terus menyakitiku, Leon mencintaiku tapi dengan cara yang salah! Dia mengurungku. Lalu Sean dia hanya berpura-pura mencintaiku."
Sahara menangis sejadi-jadinya di dalam toilet. Dan itu diketahui oleh Bella lagi.
"Sahara... Sahara keluar dari sana jangan menangis di dalam toilet." ucap Bella sembari mencoba membuka pintu toilet.
__ADS_1
"Sahara... Sahara keluar buruan. Cerita sama gue ada apa?"
Tak lama Sahara akhirnya keluar dari dalam toilet dan langsung memeluk Bella.
"Bel... Aku rindu Sonia, tapi ucapan Sean sangat menyakitiku dan aku merasa tak pantas untuk Sonia." ucap Sahara dalam pelukan Bella.
"Jadi lo nangis karena Sean itu. Oke biar gue samperin dia dan tonjok sosis dia biar masuk ke dalem sama kaya gue jadi gepeng."
"Bella!!!! Aku lagi sedih kenapa kamu ga bisa serius sih?"
"Iya maafin gue, udah sekarang lo ga boleh nangis lo harus keliatan kuat di depan mereka berdua. Lagian kenapa mereka berdua bisa datang lagi kesini? Padahal sebelumnya mereka udah jarang datang kesini. Apa itu karena lo Sahara, mungkin mereka lagi cari perhatian lo lagi."
Ketika Sahara akan keluar dari toilet tiba-tiba Sahara merasa mual lagi dan akhirnya Sahara muntah di toilet lagi yang kedua kalinya.
"Kayanya lo masuk angin. Udah sekarang mendingan lo balik ke apartment gue dan istirahat disana. Lo pulang duluan sana biar gue yang izin nanti kalo lo sakit."
"Oke kalo gitu aku pulang duluan ya Bella, aku benar-benar merasa tak enak badan."
"Ya sana pulang duluan ganti baju lo."
Sahara akhirnya pulang duluan karena merasa kurang enak badan. Ketika Sahara akan pulang Sahara tersadar jika dirinya di perhatikan oleh Leon dan Sean dari ruang VIP yang mereka tempati.
Sahara menyadarinya namun Sahara berjalan dengan cepat dan membuang muka agar mereka tak mengetahui dimana kini Sahara tinggal.
Sahara menaiki sebuah bus dengan jaket hitamnya dan tas kecil yang dijinjing di tangan kirinya. Sahara terus memegang perutnya karena merasa sakit.
"Aku rasa aku akan datang bulan, karena perutku sangat sakit." gumam Sahara sembari duduk di kursi paling belakang Bus.
"Kenapa Leon dan Sean bisa sedekat itu? Padahal baru dua bulan aku pergi dari mereka. Tapi keadaan berubah begitu sangat cepat. Dan aku lagi yang tersakiti. Dunia ini memang sialan, kenapa selalu aku yang tersakiti?"
......🍀UPDATE SETIAP HARI🍀......
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
__ADS_1
...copyright©️Triahanda...