
Hari dimana Sahara bekerja datang kembali. Sahara terus menemani tamu ruang VIP nomer 69. Tamu di ruang VIP nomer 69 tak hanya Leon dan teman-temannya yang lain. Tapi orang lain juga bisa menempatinya.
Sahara benar-benar tak merasa bahagia dengan pekerjaannya, Sahara bahkan tahu jika pekerjaan di Bar itu kurang baik. Tapi Sahara terpaksa bekerja disana demi melanjutkan hidupnya di kota yang keras ini.
"Sudah tiga hari Leon tak datang kemari, kemana dia?" gumam Sahara sembari mengedarkan pandangnya kesetiap ruangan yang ada di Bar.
"Astaga! Kenapa aku berbicara seperti itu, siapa dia kenapa aku menanyakannya. Dia juga orang yang kasar kenapa aku harus memperdulikannya, lagi pula aku hanya bertemu selama tiga kali di Bar ini dengan Leon. Seharusnya aku menganggapnya hanya seorang pengunjung."
Hari-hari terus berlalu hingga satu bulan sudah Sahara bekerja di Bar, Sahara sudah mendapatkan gajinya. Namun Leon tak pernah datang kembali ke Bar selama satu bulan itu.
"Jadi lo udah dapet tempat tinggal nih ceritanya?" tanya Bella yang tengah duduk bersama Sahara di pemberhentian bus.
"Ya, Jadi aku tak perlu tinggal di dalam Bar ini lagi. Oh iya bel tumben banget Leon sama temen-temennya itu ga datang lagi ke Bar,"
"Sebenernya ini tuh bisa di sebut hotel ga sih, soalnya tempatnya gede banget. Eh iya juga kemana si Leon sama pasukannya itu tumben banget. Tunggu kenapa lo nanyain si Leon? Apa lo lebih suka nemenin si Leon dari pada pria-pria lain hah?"
"Hah enggalah, Bel duluan yah itu Bus nya udah datang bay!"
"Bay!"
Sahara akhirnya pulang ke rumah yang ia sewa, dengan menaiki Bus. Sahara tak menaiki taksi karena biayanya yang terlalu mahal.
Ketika Sahara di dalam bus, tiba-tiba bus itu berhenti di tengah jalan bukan di tempat pemberhentian Bus sehingga semua penumpang bertanya-tanya.
"Loh ini ada apa? Kenapa Bus berhenti?" Tanya salah seorang penumpang.
Tiba-tiba satu wanita masuk ke dalam bus dan duduk tepat di samping kursi Sahara yang kosong. Sahara pun terkejut dan berusaha tenang. Akhirnya Bus pun jalan kembali.
Wanita yang duduk di samping Sahara tampak kacau, penampilannya sangat mewah bahkan semua barang yang wanita itu kenakan bermerk.
Wanita itu terus menunduk seperti orang yang telah menangis matanya begitu merah.
Tiba-tiba Sahara mengambil tisu dalam tasnya lalu memberikannya pada wanita yang duduk disampingnya.
Tanpa ragu wanita itu mengambil tisu pemberian Sahara lalu menghapus air matanya.
"Terima kasih..." gumam sang wanita
"Sama-sama... Apa hari ini begitu berat?"
Tiba-tiba Sahara bertanya pada wanita yang tak ia kenal itu. Dan ternyata Sahara mendapatkan respon yang cukup baik.
__ADS_1
"Ya, sangat berat. Aku tidak di terima oleh keluarga kekasihku karena aku seorang wanita yang bekerja di Bar. Mereka sangat membenciku dan tak mau menerimaku meskipun aku sudah berusaha berubah menjadi yang lebih baik. Mereka menghinaku, sedangkan mereka tidak tahu bahwa anak mereka juga diam-diam selalu datang ke Bar."
Sahara terkejut karena wanita itu mempunyai pekerjaan yang sama dengannya.
"Astaga kita memiliki pekerjaan yang sama."
"Apa! Apa kamu juga bekerja di Bar?"
"Ya, Aku masih pekerja baru. Tugasku hanya menemani pengunjung yang datang di ruang VIP nomer 69."
"Astaga itu angka yang sangat erotis, itu mengingatkanku pada Leon, tapi sekarang sudah kandas keluarganya tak menyukaiku."
Ketika wanita itu menyebut nama Leon seketika Sahara terkejut.
"Apa kekasihmu itu bernama Leon?"
"Ya, dia bernama Leon, keluarganya tidak tahu jika Leon juga sering datang ke Bar tempatku bekerja dan mabuk disana. Dia benar-benar tampan dan membuatku mabuk kepayang."
Setelah mengobrol banyak. Tiba-tiba bus berhenti. Sahara akhirnya berpamitan pada wanita itu.
"Aku pergi duluan..." Ucap Sahara pada wanita yang duduk di sebelahnya itu.
"Ya, Tapi baru dua hari."
"Ayo kita keluar bersama, rumahku juga di sekitar sini."
"Benarkah?"
"Ya, ayo!"
Sahara akhirnya keluar dari bus bersama wanita yang baru di kenalnya itu.
"Oh iya kenalin nama aku Lia."
"Sahara."
"Ini rumahku tepat di tepi jalan, rumahmu dimana Sahara?"
"Wah rumahmu sangat besar Lia, rumahku... Itu bukan rumahku aku hanya menyewanya saja. Rumahku tepat di belakang rumahmu."
"Wah kalo gitu kita bisa menjadi teman dan sering bertemu."
__ADS_1
"Semoga Lia, baiklah aku pulang dulu bay!"
"Bay Sahara!"
Ketika Sahara berjalan tiba-tiba Sahara di kejutkan dengan sebuah motor sport yang nampak tak asing baginya.
Ketika Sahara melihatnya ternyata orang yang membawa motor sport dan berhenti di depan rumah Lia itu adalah Leon.
Lia sudah berada di dalam rumahnya sedangkan Sahara baru saja akan masuk ke dalam gang menuju rumahnya. Tapi Leon Tiba-tiba datang.
Sahara menatap Leon yang sudah berhenti di depan gerbang rumah Lia.
Ketika Sahara terus menatap Leon, Leon menyadarinya dan mengenali Sahara. Karena saking terkejutnya Sahara akan kedatangan Leon. Sahara tiba-tiba berlari masuk ke dalam gang menuju rumahnya. Namun Leon malah mengejarnya dan meninggalkan motornya di depan gerbang rumah Lia.
"Sahara! Kenapa lo lari?"
Leon berhasil menghampiri Sahara, dan akhirnya mereka berdua saling berbicara di gang menuju rumah Sahara.
"Lo ngapaian disini? Apa lo tinggal di sekitaran sini? Oh iya apa lo ga rindu sama gue, udah lama gue ga pergi ke Bar tempat kerja lo."
Sahara terus diam menuduk karena tahu jika Leon adalah kekasih Lia walaupun hubungan mereka tak di restui oleh keluarga Leon.
"Wahh apa ini? Tunggu apa bekas ciumanku itu masih belum hilang dari lehermu Sahara? Atau ada orang lain yang melakukannya?" Tanya Leon sembari memegang leher Sahara. Yang masih menyisahkan bekas luka akibat ciuman Leon.
Sahara pun dengan cepat menjauhkan tangan Leon darinya.
Sahara tiba-tiba pergi berjalan menjauh dari Leon mengabaikan Leon. Semakin Sahara mengabaikan Leon, Semakin Leon menyukainya. Leon malah terus berjalan mendekati Sahara hingga tepat di depan rumahnya.
"Oh ini rumah lo, kecil juga ya. Pantesan lo ga mau bayar bil gue waktu itu, ternyata karena lo itu masih kekurangan."
"Terus kenapa jika aku miskin. Jika kamu tak menyukainya jangan pernah kemari." Ketika Sahara mengatakan itu mata Sahara berkaca-kaca di hadapan Leon. Leon yang tahu akan hal itu langsung terdiam. Sahara pikir setelah Leon diam, Leon akan pergi tapi ternyata Leon malah masuk ke dalam rumah Sahara itu.
"Leon!"
Sahara berteriak sembari mengejar Leon yang masuk ke dalam rumahnya.
...Aku bakalan update setiap hari. Please support me dengan cara bantu like, komen dan share Novel VIP 69 ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...
...Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...
__ADS_1