
Sahara sudah berada di dalam rumah, Sahara mengunci semua jendela bahkan pintu rumahnya agar Leon tak masuk ke dalam rumahnya lagi.
Dan benar saja dugaan Sahara. Suara motor itu milik Leon, Leon benar-benar kembali ke rumah Sahara.
"Astaga kenapa dia selalu menggangguku! Aku harus sembunyi!"
Sahara bersembunyi di balik selimut, Sahara bahkan mengunci pintu kamarnya. Namun Sahara lupa dirinya belum menutup kedua jendela kamarnya.
Tok! Tok! Tok!
Sahara! Sahara!
Tok! Tok! Tok! Sahara!
Leon terus mengetuk pintu rumah Sahara dengan keras. Hingga membuat perasaan Sahara sedikit tertekan karena ketakutan.
"Padahal dia cuman Leon yang mengetuk-ngetuk pintu. Tapi kenapa aku merasa taku, sekaan-akan aku sedang di kejar zombie." gumam Sahara di balik Selimut.
Gue tau lo di dalem Sahara! Lo ga kerja! Lo ada di dalem rumah kan!
Udah sekarang mening buka pintunya! Jangan suka bohong jadi orang!
Sahara!
Walaupun Leon terus berteriak meneriaki nama Sahara. Tetap Saja Sahara tak akan membukakan pintu rumahnya.
Namun seketika suara Leon menghilang hingga membuat Sahara bertanya-tanya.
"Apa dia sudah Pergi?"
Sahara akhirnya membuka Selimut yang menutupi tubuhnya. Namun ketika Sahara berbalik badan tiba-tiba Leon sudah ada di samping tempat tidurnya.
Ahhhhh!!!
Sahara berteriak karena terkejut.
"K-kenapa kamu bisa masuk!"
"Lo lupa ga nutup jendela kamar lo, dumb banget si lo. Tunggu lo ngapain pake mantel mandi?"
"Hah!"
Sahara dengan cepat melilit kembali tubuhnya dengan selimut.
"Ngapain lo malu? Bukannya setiap malem lo pake pakaian terbuka."
__ADS_1
"Cukup Leon! Sekarang katakan kenapa kamu kemari?"
"Oh iya gue kesini bawain lo sesuatu, gue taro di luar. Sekarang lo harus bangun dan layanin tamu lo ini, kasih makanan kek atau minuman."
"Aduh... Gue bilang gue ga punya apa-apa."
"Bohong! Itu apa hah di dalem lemari lo? Itu makanan kan."
Lemari yang ada di samping Sahara terbuka lebar dan terlihat makanan yang Sahara Stok untuk sehari-hari.
"T-tapi itu... Oke deh. Tapi sekarang lo keluar dari sini dan duduk di depan. Di ruang tamu sana."
Leon tetap tak mau mendengarkan Sahara. Leon terus berdiri di samping Sahara menunggu Sahara terbangun dari tempat tidurnya.
"Kenapa si Leon... Aku cape berhadapan sama kamu..."
Ketika Sahara mengeluh Leon tiba-tiba tersenyum smirk.
"Cih... Kenapa gue suka kalo liat lo ngeluh gitu depan gue. Lo itu cocok jadi anak manja dengan satu cowo. Bukan banyak cowo di Bar."
Sahara terdiam tak bisa berkata-kata setelah Mendengar Leon mengatakan hal itu.
Sahara akhirnya berjalan ke arah ruang tamu sembari membawa beberapa makanan dari lemarinya. Sahara membawa beberapa mie instant dan cola.
"Sekarang lo duduk yang rapih disana. Gue buatin lo mie instant dulu."
Sahara berjalan dengan mantel mandinya ke arah dapur. Walau Sahara ada di dapur tetap saja Leon masih bisa melihatnya dengan jelas.
Ketika Sahara tengah merebus mie. Tiba-tiba mata Sahara terbelalak. Ketika sesuatu perlahan menyentuh perutnya dari belakang. Ketika Sahara melihat ke arah perutnya, ternyata itu kedua tangan Leon yang mencoba memeluk Sahara dari belakang.
Sahara dengan cepat mencoba melepaskan pelukan Leon. Namun pelukannya semakin erat.
"Leon! Lepaskan! Ini bukan ruang VIP yang sering kamu gunakan! Lepaskan!"
"Kayanya gue emang beneran suka sama lo. Entah kenapa secepat ini gue suka sama cewe, dan lo jangan kaget kalo gue tiba-tiba bilang gini. Karena gue lebih suka to the point saat menyatakan perasaan gue."
"Please! Lepasin gue! Please Leon."
"Sahara lo tenang aja, jangan takut sama gue! Gue ga bakalan apa-apain lo."
Sahara akhirnya pasrah dan membiarkan Leon terus memeluknya dari belakang. Walau Leon memeluknya dari belakang Sahara tetap berusaha menyajikan mie yang ia buat untuk Leon.
"Sudah 5 menit, sekarang lepaskan aku Leon. Ayo makan."
Leon akhirnya melepaskan pelukan Sahara dan berjalan bersama menuju meja makan untuk makan bersama.
__ADS_1
"Setiap hari lo cuman makan ini? Lo tau kan ini ga baik!" ucap Leon sembari memakan mie instant buatan Sahara.
"Kenapa lo tiba-tiba perhatian kaya gini? Udah mendingan lo makan aja dan jangan banyak berkomentar."
"Gue bilang gitu karena gue perhatian sama lo. Oh dan satu hal lagi, gue pengen tanya sama lo Sahara kenapa setiap kali gue sentuh lo, lo selalu bilang ini bukang ruang VIP Leon. Apa itu artinya setiap kali gue di ruang VIP gue boleh peluk lo cium lo bahkan sentuh lo gitu?"
"Astaga... Dasar mesum! Apa kamu memandangku hanya cewe murahan? Ah kenapa juga aku menanyakan hal itu. Aku memang terlihat murahan karena bekerja disana. Pria lain menyentuhku dan itu membuatku tidak nyaman."
Saat raut wajah Sahara mulai terlihat sedih. Akhirnya Leon berhenti menanyakan tentang pekerjaan Sahara.
"Owh... Kenapa mie instant ini enak sekali? Lo pinter banget racik bumbu mie ini. Lo harus buka restoran si Sahara!"
Leon mencoba mencairkan suasana, Agar Sahara tersenyum. Tapi jokes Leon tak membuat Sahara tersenyum.
"Apaan si Leon. Kapan aku meracik bumbu mie, itu kan mie instan!"
"Oh, lupakan."
Setelah mereka berdua makan. Mereka berdua duduk di ruang tamu.
"Sekarang katakan kenapa kamu datang kemari? Apa yang membuat kamu datang Kemari?"
Tiba-tiba Leon pergi keluar lalu mengambil beberapa kantong. Yang ia bawa untuk Sahara
"Ini gue bawa pakaian buat lo. Lo harus pake, gue beneran serius beliin ini buat lo dan lo harus pake apapun yang gue beliin."
Ketika Sahara membuka kantong itu ternyata Leon membelikan banyak sekali pakaian.
"Engga! Aku ngga mau Leon... Aku tau aku bekerja di Bar dan menemani beberapa pria. Tapi aku juga masih ada harga diri Leon. Aku bukan cewe murahan."
"Sahara! Gue ga berfikiran kaya gitu. Gue beliin buat lo karena Bella bilang lo ga bisaa kerja karena semua pakaian lo basah. Dan gue inget itu semua karena gue. Gue udah bilang gua ga bakalan pura-pura ga suka sama lo padahal gue suka sama lo."
"Gue mohon terima apa yang gue kasih."
"Tapi Leon... Bagaimana jika Lia cemburu?"
"Tunggu! Kenapa lo bisa tau Lia sejak kemarin? Apa semenjak lo bertetangga dengan dia lo deket sama dia? Sahara gue udah putus sama Lia, orang tua gue ga restuin Lia sama gue."
"Walau orang tuamu tak merestui kalian. Kalian masih saling cinta kan satu sama lain?"
"Kenapa lo tanya soal perasaan gue? Apa lo cemburu?"
"Hah! Gue! Cemburu sama kalian? Engga banget! Yaudah sekarang udah malem lo harus pergi dari sini sebelum ibu pemilik rumah ini tau."
...Aku bakalan update setiap hari. Please support me dengan cara bantu like, komen dan share Novel VIP 69 ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...
__ADS_1
...Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...