VIP 69

VIP 69
CHAPTER 19


__ADS_3

Mereka berdua menghabiskan waktu dalam bathub bersama hingga larut malam. Sahara sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah di siapkan Leon dalam lemari pakaian.


"Aku akan pergi, dan tak akan mengganggu tidurmu, tidurlah yang nyenyak." Ucap Leon dengan rambut yang masih basah dan hanya menggunakan celana pendek selutut dan kaos berwarna hitam.


Ketika Leon sudah di dekat pintu, Sahara baru menjawab ucapan Leon.


"Aku membencimu Leon... " Gumam Sahara. Sehingga membuat Leon menghentikan langkah kakinya.


"Aku mencintaimu Sahara aku pergi dulu."


"TAPI AKU MEMBENCIMU LEON!!!"


Walau Sahara berteriak mencoba memancing emosi Leon. Leon tetap tak peduli, Leon malah keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Sahara.


Sahara tiba-tiba menjerit, berteriak hingga menjambak rambutnya sendiri. Perasaan Sahara campur aduk, ditambah rasa rindu pada Sonia putri kecilnya membuat perasaan Sahara semakin bersedih.


Karena rasa rindunya pada Sonia, Sahara mendekati rekaman cctv yang dipasang oleh Leon.


Yang Sahara lihat dalam rekaman cctv itu terlihat Sonia sudah tertidur dalam tempat tidurnya. Dan Sean sedang duduk di depan komputernya.


"Ternyata Sonia kecilku sudah tertidur, Dan Sean... Dia... Dia terus bekerja, Sean kenapa kamu tak mencariku?" gumam Sahara sembari melihat rekaman cctv.


Karena hari sudah larut malam, Sahara pergi ke tempat tidurnya. Lalu tidur dengan tenang setelah melihat Sonia yang sudah tertidur dengan baik.


****


Srekk...


Sahara membuka matanya di pagi hari, terlihat Leon sedang membuka gorden sehingga cahaya dari luar sana masuk ke dalam ruangan. Karena merasa silau Sahara akhirnya terbangun dari tidurnya.


"Sahara cepat bangun aku membawakanmu sarapan. siang nanti aku tak bisa pergi menemui sampai malam, aku akan sibuk bekerja."  Ucap Leon sembari menyiapkan sarapan.


Leon membawakan Sahara semangkuk bubur hangat. Leon bahkan menghampiri Sahara yang masih duduk diatas ranjang.


"Ayo sarapan, aku tak mau melihat kamu sakit."


"Biarkan aku kelaparan, biarkan aku sakit dan mati disini sekalian!"


Sahara tiba-tiba marah pada Leon.


"Ini masih pagi, jangan membuatku marah."


Leon tiba-tiba membawa semangkuk bubur itu ke hadapan Sahara.


"Baiklah, aku akan menyuapimu. Sekeras apapun kamu menolak, aku akan tetap menyuruhmu memakanya."


Leon tiba-tiba menyuapi Sahara, namun Sahara malah melempar bubur itu dari tangan Leon, Sehingga bubur itu berserakan dilantai.

__ADS_1


Prang!!!


Bahkan mangkuk bubur itu pecah.


Leon benar-benar terkejut dengan sikap Sahara yang tiba-tiba melemparkan makanan.


Karena saking terkejutnya Leon. Leon sampai berdiri dengan tatapan matanya yang tajam.


"SAHARA! Apa yang kamu lakukan hah?!"


"Aku sudah bilang aku tak mau makan! Kenapa kamu terus memaksaku!"


Saking marahnya Leon, Leon menghampiri Sahara dan memegang dagu Sahara dengan satu tanganya.


"Aku tak suka sikap wanita yang seperti ini, kamu tahu masakan siapa ini? Ini adalah masakan ibuku, dia datang pagi-pagi ke rumahku hanya untuk mengantarkan bubur buatannya ini. Aku sengaja tak memakannya karena aku ingin kamu yang mencobanya. Tapi kamu malah membuangnya."


Saat Leon mengatakan jika bubur itu buatan sang ibu. Sahara benar-benar terkejut matanya terbelalak.


"A-aku... Aku tidak tahu Leon. M-maafkan aku."


"Aku sangat menyayangimu Sahara, tapi aku tidak suka sikapmu yang seperi ini, aku tahu aku kasar, tapi tetap saja aku menyukai wanita yang lemah lembut dan tak melakukan hal yang tak terpuji. Aku kecewa padamu Sahara."


"A-aku.. Aku minta maaf Leon... Aku tidak tahu."


Leon tiba-tiba pergi meninggalkan Sahara dengan penuh kekecewaan.


"Leon..."


"Leon..."


Leon benar-benar pergi meninggalkan Sahara dengan penuh kekecewaan. Sahara juga merasa bersalah akan hal itu. Sahara mencoba menghentikannya namun Leon tetap pergi.


Setelah Leon pergi, Barulah Sahara mendekati bubur yang tumpah akibat ulahnya.


"Mana aku tahu jika itu buatan ibumu," ucap Sahara sembari menatap bubur yang tumpah di lantai.


"Maafkan aku..."


Sahara membersihkan bubur yang ada di lantai, Ketika tengah membersihkannya. Sahara tak sengaja melukai tanganya dengan pecahan mangkuk sehingga tanganya mengeluarkan darah.


"Argh... Harusnya aku lebih berhati-hati."


Karena tanganya terluka Sahara hanya mengikatnya dengan sebuah tisu. Karena disana tak ada kotak p3k


Saat waktu menunjukan tepat pukul sepuluh pagi. Sahara duduk di depan tv untuk melihat rekaman cctv.


Ketika Sahara melihat rekaman cctv itu, terlihat ada seorang wanita yang datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Siapa wanita itu, aku rasa wanita itu masih sama dengan wanita kemarin."


Dalam rekaman cctv, sang wanita yang datang ke rumah Sean itu langsung merawat Sonia. Dia mengais Sonia lalu memberi Sonia makan.


Sahara tersenyum ketika melihat wanita itu merawat anaknya dengan baik. Namun Sahara juga curiga pada wanita itu.


"Sebenarnya wanita itu siapa? Aku harap dia adalah babysitters Sonia yang Sean pekerjaakan. Sean kenapa kamu tak mencariku?"


Ketika sang wanita tengah merawat Sonia dengan memberinya makan. Tiba-tiba Sean keluar dari dalam kamarnya lalu menghampiri Sonia dan wanita yang tampak asing bagi Sahara itu.


Dalam rekaman cctv itu Sean memberikan ciuman pada Sonia.


"Anggun aku titip Sonia."


"Baiklah Sean, aku akan menjaganya seperti anakku sendiri."


Itulah percakapan yang didengar oleh Sahara dalam rekaman cctv itu.


"Ternyata wanita ini bernama Anggun, tapi mengapa mereka terlihat sangat dekat?" ucap Sahara saat melihat mereka.


Ketika Sahara tengah duduk sembari melihat rekaman cctv itu, tiba-tiba perut Sahara terasa begitu sakit.


"Argh! Kenapa perutku sesakit ini? Apa aku akan datang bulan?"


Sahara berlari ke kamar mandi untuk mengecek apakah rasa sakit perutnya itu pertanda akan datang bulan atau bukan. Ketika Sahara mengeceknya, Ternyata Sahara datang bulan.


Sahara pun berlari mencari pembalut ke setiap tempat namun disana sama sekali tak ada pembalut.


"Astaga semuanya lengkap disini, tapi kenapa hanya pembalut dan kotak p3k yang tidak ada!"


Karena Sahara benar-benar tak kuat dengan perutnya yang sakit. Akhirnya Sahara berlari ke arah kasur dan membaringkan tubuhnya disana sembari memegang perutnya.


Sahara menggulingkan badannya kesana kemari akibat rasa sakit di perutnya yang tak tertahankan.


"Argh!! Kenapa perutku sakit sekali. Biasanya tak pernah sesakit ini." Celoteh Sahara dengan raut wajah yang benar-benar terlihat kesakitan.


Karena rasa sakitnya yang tak tertahankan dibagian perut, Sahara mencoba merebus air hangat, namun karena saking sakitnya perut Sahara. Sahara tak bisa berjalan. Dan tiba-tiba Sahara tak sadarkan diri, Sahara pingsan akibat rasa sakit yang tak tertahankan.


Hingga waktu berlalu Sahara masih tak sadarkan diri. Tepat pukul 8 malam Sahara masih tak sadarkan diri.


Tiba-tiba Leon datang dengan membawa makanan ditangannya. Namun Leon begitu terkejut ketika melihat darah dibagian belakang Sahara.


"Astaga Sahara... Sahara!"


Leon berlari mendekati Sahara yang masih tak sadarkan diri diatas kasur dengan darah menstruasinya yang sudah menembus celana bagian belakang Sahara.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2