
Sahara benar-benar terkejut putri kecilnya menghilang pagi itu.
"Tunggu semalam bukan mimpi kan? Sonia benar ada bersamaku. Tapi dimana Sonia?" tanya Sahara dengan penuh kecemasaan.
"Ya itu semua bukan mimpi, memang Sonia ada bersamaku. Aku yakin pasti Leon mengambil Sonia dariku."
Tiba-tiba Leon masuk ke dalam ruangan VIP bernomer 69 itu.
"Kamu sudah bangun Saharaku." Sapa Leon dengan pakaian yang rapih seperti orang yang siap berangkat bekerja.
"Brengsek! Kemana kau membawa pergi Sonia! Dia masih kecil Leon... Kenapa kamu sangat jahat padaku?" tanya Sonia sembari berjalan mendekati Leon.
"Sonia baik-baik saja, aku tak ingin kamu terus mengurus Sonia kamu sedang sakit. Sonia ada bersama adik perempuanku dia akan menjaganya."
"Segampang itu kamu mengatakannya! Leon dia anakku dia masih membutuhkanku, Kenapa kamu terus mengurungku disini?"
"Jawabannya sangat mudah, karena aku mencintaimu dan ingin kamu kembali jatuh cinta padaku. Setiap hari kamu harus melihatku tidak melihat orang lain, karena aku ingin kamu menyukaiku kembali seperti yang kamu katakan hari itu di Bar. Hari dimana aku akan pergi karena kasus pembunuhan itu."
Sahara terdiam tak bisa menjawab lagi ucapan Leon yang memang benar jika hari itu, Sahara mengatakan bahwa dirinya juga mencintai Leon.
Tiba-tiba Leon berjalan mendekati Sahara, namun Sahara melangkah mundur.
"Kenapa kamu menjauh dariku?" tanya Leon dengan tatapan tajamnya. Leon melangkah kembali mendekati Sahara namun tetap saja Sahara malah melangkah mundur.
"Kenapa kamu menjauh dariku? Apa kamu tahu Sahara semakin kamu bertingkah seperti ini. Semakin aku punya niatan keras agar kamu kembali padaku. Aku kehilangan akal karenamu Sahara."
"Leon... Aku sudah memiliki suami dan juga anak. Kenapa kamu melakukan ini?"
"Aku melakukan ini karena aku kehilangan akal karenamu Sahara! Kamu juga tahukan aku berjanji padamu hari itu, saat aku kembali aku akan mencarimu. Dan ingat Sahara suamimu itu tak sebaik yang kamu lihat, dia gila harta dan juga..."
"Dan juga apa Leon?"
Leon tiba-tiba tak melanjutkan ucapannya, Leon langsung pergi meninggalkan Sahara dan membanting pintu dengan kerasnya. Sehingga Sahara terkejut.
"Aku bingung Leon... Aku tak tahu perasaanku untuk siapa. Dan kamu memang benar Leon, Sean sangat gila harta tapi dia juga kekasih pertamaku dan juga ayah Sonia."
__ADS_1
****
Hari-hari terus berlalu dan ini sudah 2 minggu Sahara di kurung di ruang VIP 69 milik Leon. Bahkan 2 minggu itu Sahara masih tak bertemu Sonia.
Sahara benar-benar tak tahu keadaan diluar sana. Bahkan keadaan Sean sang suami Sahara tak tahu, karena Leon mematikan cctv nya.
Malam itu ketika Sahara tengah tertidur dalam ruangan yang gelap. Diam-diam Leon masuk dengan menggunakan kaos putih dan celana panjang berwarna hitam.
Leon berjalan perlahan mendekati Sahara yang tengah tertidur. Leon diam-diam menyalakan lampu yang ada di samping tempat tidur.
Trek!
Suara lampu tidur yang dinyalakan oleh Leon.
Leon duduk di tepi tempa tidur sembari menatap Sahara yang tengah tertidur.
"Maafkan aku Sahara, aku melakukan ini karena hanya kamu yang aku mau. Aku benar-benar terobsesi denganmu. Walaupun diluar sana banyak sekali wanita, tapi aku sama sekali tak tertarik pada mereka. Hanya kamu yang selalu ada dalam pikiran dan hatiku. Ya. Aku tahu ini tidak baik ini adalah obsesi yang sulit aku hentikan. Aku masih berharap padamu walau tak ada harapan."
Tiba-tiba Sahara membuka matanya. Leon pun terkejut dan langsung terdiam.
"Leon... Sebenarnya aku juga masih menyukaimu, maafkan aku karena aku selalu marah dan melunjak padamu. Itu semua karena aku marah padamu karena kamu pergi begitu lama. Sekarang aku siap menceraikan Sean dan kembali padamu."
"A-apa yang kamu katakan itu serius Sahara?"
Tanya Leon yang tampak tak percaya dengan ucapan Sahara.
"Ya, kenapa aku harus berbohong selama kamu mengurungku didalam ruang VIP 69 ini, rasa cintaku mulai tumbuh kembali padamu Leon."
Sahara tiba-tiba memeluk Leon sehingga Leon merasa Sahara memang mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah aku percaya padamu Sahara, sekarang bersiap-siaplah aku akan membawamu kepada Sonia. Kamu pasti merindukan dia karena sudah dua minggu tak bertemu dengannya."
Sahara tersenyum lebar setelah Leon mengatakan hal itu. Sahara dengan cepat pergi bersiap-siap untuk keluar dari ruangan VIP 69 itu untuk bertemu Sonia.
Setelah beberapa menit Leon menunggu Sahara bersiap-siap. Akhirnya Sahara selesai lalu Leon membawa Sahara keluar dari ruangan VIP 69.
__ADS_1
Sahara tidak pernah tahu seperti apa diluar ruang VIP 69 karena sebelumnya ketika Sahara ada diruangan itu. Sahara dalam keadaan tidak sadar, yang Sahara tahu hanyalah dalam ruangan itu saja.
Leon menggenggam tangan Sahara dengan eratnya saat keluar dari ruangan VIP itu. Sahara benar-benar terkejut dengan setelah keluar dari ruang VIP 69.
Ruang VIP itu ternyata ada didalam rumah Leon yang sangat besar dan mewah. Namun benar-benar tertutup.
"Leon apa ini rumahmu? Apa kamu tinggal sendirian disini?" Tanya Sahara.
"Ya ini rumahku, tapi aku tak tinggal sendirian kamu akan bertemu adik perempuan sekarang. Dia ada di lantai atas bersama Sonia."
"Apa selama ini Sonia itu masih berada dibawah atap yang sama denganku? Lalu kenapa aku tak bisa mendengar suaranya?"
"Aku membuat ruangan VIP 69 itu kedap suara, dan hanya aku yang tahu kata sandi ruangan itu."
Sahara benar-benar heran kenapa Leon seniat itu merancang ruang VIP 69.
Sahara dan Leon menaiki lantai 2 lalu mereka memasuki sebuah kamar yang sangat luas. Ketika Leon membuka pintu kamar itu. Terlihat seorang wanita yang sedang bermain bersama Sonia. Sonia terlihat tengah duduk manis bersama wanita itu dengan banyak boneka disekitarnya.
"Sonia... Putriku... " gumam Sahara sembari meneteskan air matanya.
Sahara berlari mendekati Sonia dan langsung memeluknya.
"Sonia... Ibu sangat merindukanmu."
"Kak apa dia itu wanita yang kakak kurung di ruang VIP 69?" tanya sang wanita yang tak lain adalah adik dari Leon.
"Iya Lisa dia Sahara, ibu Sonia."
Lisa adik dari Leon tiba-tiba tersenyum dan menatap Sahara dengan penuh cinta.
"Sahara dia Lisa adik perempuanku dia baru berusia 20tahun, dia juga yang merawat Soniamu disini." Kata Leon sembari mengenalkan Sang adik pada Sahara.
"Terima kasih Lisa sudah mau merawat Sonia. Aku minta maaf karena aku merepotkanmu. Kamu tahu sendirikan Leon mengurungku diruang VIP 69 dan itu membuatku sedih."
Ketika Sahara mengatakan itu tiba-tiba Lisa terdiam sembari menatapa Leon sang kakak dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...