VIP 69

VIP 69
CHAPTER 33


__ADS_3

Tiga hari berlalu begitu saja, kondisi Sahara kini mulai membaik karena Leon terus merawatnya dengan baik. Bahkan Sahara yang sangat kurus kini mulai berisi karena nafsu makan Sahara telah kembali.


"Sahara besok kita menikah." Ucap Leon yang duduk di tepi ranjang yang sedang Sahara tiduri.


"Menikah! Tapi Leon... Aku takut." Sahara terkejut setelah tahu Leon mengajaknya menikah.


"Apa yang harus kamu takutkan? Aku tidak seperti Sean Sahara, kalo kita tak menikah bagaimana dengan anak kita ini? Mau tak mau besok kita akan menikah, sekarang kamu ganti baju, ayo kita minta restu pada orang tua kita."


"Tapi Leon, pasti ibuku tak akan merestuiku."


"Tenang saja, aku tahu apa yang akan membuat ibumu merestui kita, oh iya aku juga belum pernah bertemu ayahmu, restu ayahmu lebih penting karena kamu anak perempuan."


Saat Leon mengatakan perkataan itu, Sahara benar-benar tak menyangka karena Leon sangat bijaksana dan mau meminta restu terlebih dulu pada orang tua Sahara.


"Leon pasti mereka akan marah karena aku hamil diluar nikah setelah aku bercerai dengan Sean."


"Aku akan menjelaskan segalanya pada mereka, aku akan mengatakannya baik-baik."


Sahara mulai memiliki perasaan mau menikah dengan Leon, tapi di sisi lain Sahara masih memiliki trauma karena pernikahannya dengan Sean.


Hari itu Sahara dan Leon pergi mengunjungi rumah ayah Sahara lebih dulu.


"Aku yakin ayah akan merestui pernilakanku, karena dia selalu membiarkanku memilih apa yang terbaik untukku."


"Baguslah jika itu benar Sahara, aku ikut senang. Tapi aku merasa gugup ketika akan betemu ibumu."


"Kamu hanya perlu menunjukan uang padanya Leon lalu dia akan merestui kita."


Leon tiba-tiba melirik Sahara diam-diam karena merasa terkejut Sahara mau menikah dengannya.


"Apa ini beneran kamu Sahara? Kamu terlihat sangat bersemangat saat kita akan meminta restu."


"A-aku.. Aku hanya, aku merindukan ayahku jadi aku senang bukan karena aku bahagia akan menikah denganmu. Inget ya aku ga terlalu suka sama kamu Leon."


"Udah jangan bercanda aku tau ko kamu bahagia."


Sahara dan Leon akhirnya tiba di rumah Ayah Sahara.


Ayah Sahara tampak terkejut melihat anaknya tiba-tiba datang dalam keadaan perut yang besar dan di temani oleh pria yang bukan Sean.


"Astaga Sahara ayah sangat merindukanmu. Tunggu dimana Sonia? Apa kamu sekarang sedang mengandung anak keduamu?" tanya Ayah Sahara begitu terkejut.


Sahara pun melirik ke arah Leon diam-diam.

__ADS_1


"Ayah aku akan menceritakan banyak hal pada ayah."


Sahara, Leon dan Ayah Sahara duduk di ruang tamu lalu Sahara mulai menjelaskan banyak kejadian yang menimpa dirinya belakangan ini, mulai dari Sean yang selingkuh dan hanya memanfaatkannya, perceraiannya dengan Sean, lalu kehamilan anak keduanya dari Leon.


Setelah Sahara banyak menceritakan kejadian itu, ayahnya tak kuasa menahan tangisan karena anak perempuannya disakiti.


"Ayah tak pernah menyakiti anak Ayah sendiri, tapi kenapa orang lain dengan beraninya menyakiti anak ayah. Kenapa kamu tak datang pada ayah saat kamu merasa takut, sedih dan juga cemas Sahara? Ayah akan selalu ada untukkmu."


"Aku tak ingin ayah bersedih, aku hanya ingin melihat ayah tersenyum bahagia tanpa rasa sakit di hati ayah. Maafkan aku ayah."


"Jadi sekarang apa kamu yakin akan menikah lagi dengan Leon? Sebenarnya ayah merasa kecewa dengan perbuatanmu Leon, tapi karena kamu mau bertanggu jawab ayah akan merestui kalian besok ayah akan datang ke pernikahan kalian."


"Aku yakin akan menikahi Sahara dan membuat kehidupan Sahara lebih dari sebelumnya. Aku akan menuntunnya dengan baik walau perlahan."


Setelah meminta restu dari Ayah Sahara, mereka berdua akhirnya berpamitan dan kembali menemui ibu Sahara yang kini tinggal di kampung.


"Aku tak tahu kabar ibuku sekarang, walau kadang aku suka sedih karena perlakuan dia padaku tapi aku sangat menyayanginya." gumam Sahara yang duduk di samping kursi depan kemudi.


Setelah perjalanan yang cukup panjang Sahara akhirnya tiba dikampung di rumah sang ibu. Ketika Sahara masuk ke dalam rumahnya, Sahara melihat ibunya sedang meonton televi dan berleha-leha.


"Ibu... " Panggil Sahara..


Ibu Sahara pun benar-benar terkejut melihat anaknya tiba-tiba ada dirumah.


Ibu Sahara tampak terkejut dan tiba-tiba menangis melihat Sahara.


"Sahara ibu mencarimu beberapa bulan kebelakang, kamu darimana saja Sahara? Ibu kesusahan disini. Maafkan ibu karena ibu selalu kasar dan tak peduli padamu."


Ucap Ibu Sahara sembari memeluk Sahara. Sahara memeluk balik sang ibu dengan air mata kesedihan.


"Aku mengalami banyak hari yang berat, aku tenggelam dalam kota yang mengerikan disana bu. Itulah kenapa ibu tak menemukanku karena aku tenggelam dalam rasa sakit dikota itu."


"Maafkan ibu Sahara."


Ketika Ibu Sahara memeluk Sahara, ibu Sahara tersadar jika perut Sahara besar.


"Sahara apa kamu sedang hamil? P-perutmu, apa dia anak Sean, saat kalian bercerai kamu dalam keadaan hamil anak Sean?"


"Bukan bu tapi ini anak Leon, aku meminta restu pada ibu. Besok aku akan menikah dengan Leon, jadi besok ibu dan ayah harus datang."


Seketika Ibu Sahara terkejut.


"Iya bu, saya minta maaf telah membuat Sahara seperti ini. Saya akan bertanggu jawab atas semuanya."

__ADS_1


Tiba-tiba ibu Sahara marah dan mencoba menampar Leon namun Sahara mencegahanya.


"Kamu kan yang merusak pernikahan Sahara dan Sean, kenapa sekarang kamu membuat Sahara hamil hah?!"


"Karena aku mencintai Sahara, aku tak ingin dia menjadi milik orang lain. Ibu tenang saja aku juga kaya seperti Sean, aku akan memberikan apapun yang Sahara mau dan yang ibu mau."


Seketika Ibu Sahara terdiam setelah Leon mengatakan dirinya kaya raya.


"Ibu akan izinkan kalian menikah, besok ibu akan datang ke pernikahan kalian." ucap ibu Sahara dengan senyuman.


"Bu kapan ibu akan berubah? Dan tak selalu memikirkan harta? Tak selalu materialistic?"


"Maafkan ibu Sahara memang menjadi janda itu menyakitkan dan sulit mempunyai uang, itulah kenapa terkadang ibu sangat senang ketika seseorang memberi ibu uang."


Setelah Sahara dan Leon meminta izin pada kedua orang tua Sahara, kini giliran Leon memperkenalkan Sahara pada keluarganya.


"Leon aku tak pernah bertemu keluargamu. Aku takut Leon, aku pernah mendengar cerita Lia mantanmu yang dulu ditolak oleh keluargamu karena dia wanita malam pekerja bar."


"Astaga Lia menceritakan itu padamu Sahara?'


"Ya dia menceritakannya padaku."


"Jika kamu sudah tahu, kamu jangan beritahu mereka jika kamu pernah bekerja disana oke. Aku tak ingin ini gagal kedua kalinya Sahara. Aku mau kamu Sahara bukan yang lain."


Sahara hanya bisa terdiam setelah Leon mengatakan itu.


Ketika Sahara tiba di rumah orang tua Leon, Sahara benar-benar terkejut, karena keluarganya sangat religious ibunya berpakaian sangat tertutup ketika Sahara pertama kali melihatnya tengah berdiri di depan taman rumahnya.


"Apa itu ibumu?" tanya Sahara.


"Ya dia ibuku, dia sangat religious, itulah kenapa aku memberikanmu baju yang tak terlalu terbuka Sahara. Aku mohon jangan beritahu dia jika kamu pernah bekerja di Bar Sahara.


"Baiklah Leon. Tapi dimana ayahmu?"


"Dia sudah tiada Sahara."


"M-maafkan aku Leon."


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2