
Dan benar saja dengan ucapan Leon, Tak lama Anggun keluar bersama dengan Sean dan juga Sonia.
"Ngapain lo kesini? Sahara... Kalian, ada apa dengan perutmu Sahara? Apa kamu...?" Leon benar-benar terkejut melihat Leon bersama dengan Sahara dan Sahara tengah mengandung.
"Kenapa! Kenapa! Dia lagi hamil Sean, aku yakin itu anak Leon. Mereka sudah menghancurkan hidup kita Sean. Aku benci mereka!" Sambung Anggun sembari menggendong Sonia.
"Sonia... Kemari nak ini ibu, ibu harap kamu tak pernah lupa ibu kandungmu ini."
Sahara berjalan mendekati Sonia yang tengah digendong oleh Anggun, tapi tiba-tiba Sean menghalanginya.
"Dia bukan anakmu lagi Sahara, dia anakku dan Anggun. Dia sudah melupakanmu, Sonia tak mengenalmu. Mendingan kalian berdua pergi dari sini. Lo udah buat gue bangkrut Leon, lo deketin gue cuman buat gue sengsara! Andai gue punya bukti gue bakalan masukin lo ke penjara!"
Sean tiba-tiba Marah di hadapan Leon dan Sahara, sehingga membuat Sahara bingung apa yang sudah terjadi antara Leon dan Sean.
"Leon... Ada apa? Apa yang terjadi?" Sahara terus bertanya-tanya namun Leon tak menjawabnya.
"Leon! Sean! Ada apa?!" Sahara tetap kekeh meminta sebuah jawaban namun tak ada satupun dari mereka yang mau menjawabnya.
"Sahara ayo pulang, lain kali kita akan mendapatkan Soniamu."
"Engga Leon, aku ingin menggendong Sonia sekali saja. Anggun Sean aku mohon biarkan aku menggendong Sonia sekali saja."
"Anggun cepat bawa Sonia ke dalam. Aku tak akan pernah membiarkan wanita malam ini menyentuh Soniaku."
Tanpa pikir panjang Anggun benar-benar membawa Sonia menjauh dari Sahara.
Sahara pun menangis sejadi-jadinya disana. Namun Leon tak mau diam ketika melihat Sahara menangis seperti itu.
Leon tiba-tiba berjalan masuk ke arah ruangan yang sedang di tempati oleh Anggun dan Sonia. Leon malah meninggalkan Sahara bersama Sean.
"Leon! Cepat bawa Sonia padaku! Aku merindukannya!" Sahara berteriak tapi tiba-tiba Sean mendorongnya dan Bruk!!! Sahara terjatuh ke lantai dengan begitu keras sehingga membuat perutnya kesakitan.
Argh!!! Leon!!!
Leon yang mendengar Sahara terjatuh langsung berlari menghampirinya dan membantu Sahara bangun. Namun perut Sahara begitu sakit, akhirnya Leon menggendong Sahara dan membawanya ke arah mobil. Dengan cepat Leon membawa Sahara ke rumah sakit.
__ADS_1
Dalam perjalanan ke rumah sakit, Sahara terus merasakan sakit di perutnya.
"Leon... Perutku sangat sakit, aku rasa bayinya akan keluar..."
"Sahara tunggu sebentar lagi, sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit. Aku mohon bertahanlah."
Leon sangat panik mendengar Sahara yang terus kesakitan. Setelah beberapa menit Leon akhirnya menemukan sebuah rumah sakit lalu membawa Sahara kesana.
Sahara langsung ditangani oleh dokter di ruang IGD, Dokter pun memberitahu Leon jika Sahara akan melahirkan bayinya di usia kandungan 8 bulan. Leon pun terkejut karena Sahara melahirkan terlalu cepat. Karena Leon panik Leon ia langsungmenelepon sang ibu dan menyuruhnya datang bersama ibu Sahara juga.
Leon masuk ke dalam ruangan bersalin untuk menemani Sahara disana, Leon memegang tangan Sahara dan memberi semangat pada Sahara. Sahara melahirkan bayinya melalui operasi.
Setelah satu jam lamanya, Sahara melahirkan bayinya dan berjenis kelamin perempuan.
Sahara tak sadarkan diri setelah operasi, mungkin 2 jam lamanya Sahara tak sadarkan diri. Ketika Sahara terbangun setelah dua jam lamanya, Sahara terkejut karena Leon sudah ada di sisinya bersama ibu Leon dan ibu Sahara sendiri.
"Sahara... Bagaimana keadaanmu?" tanya Leon sembari mengelus wajah Sahara yang baru terbangung dari tidurnya akibat obat bius.
"A-aku... Aku baik-baik saja, bagaimana dengan anak kita Leon?"
Saat Sahara mendengar Leon berkata jika bayi mereka lahir prematur. Sahara menangis dan memegang tangan Leon.
"Leon... Leon aku minta maaf, aku... Aku merasa bersalah dengan semua ini. Andai saja saat itu aku tak terjatuh aku pasti tidak akan melahirkan diusia kandungan 8 bulan. Aku benar-benar minta maaf Leon."
Sahara menangis sejadi-jadinya dan terus meminta maaf pada Leon. Namun Leon hanya bisa terdiam dan mengangguk-anggukan kepalanya saja.
"Leon... Bu, aku minta maaf pada kalian berdua juga karena aku tidak menjaga kandunganku dengan baik."
"Sahara kamu tak perlu bersedih. Bayinya akan baik-baik saja dokter sedang memeriksanya." Ucap Ibu Leon pada Sahara dengan tulus.
"Iya Sahara semuanya akan baik-baik saja." Ibu Sahara ikut menyemangati Sahara yang mulai panik.
Saat mereka mengobrol. Tiba-tiba dokter datang.
"Maaf saya datang untuk memberitahu kalian. Jika bayi perempuan kalian meninggal dunia. Saya turut berduka atas kepergiannya semoga bayi perempuan kalian menuntun kalian berdua disurga nanti, Mba Sahara dan sang suami Pak Leon."
__ADS_1
Semua orang terkejut setelah mendengar berita itu. Terutama Leon dan Sahara. Sahara berteriak menangis sembari memeluk Leon. Lalu dua orang suster membawa bayi perempuan Sahara dan Leon yang sudah tidak bernyawa kepada Leon.
Ibu Leon dan ibu Sahara ikut menangis lalu menggendong bayi perempuan Sahara dan Leon yang sudah tak bernyawa itu. Mereka menangisi bayi mungil yang cantik itu.
"Engga! Leon! Aku minta maaf..." Sahara menangis memeluk Leon sembari menatap bayi mungilnya.
Leon tak bisa berkata-berkata dia hanya bisa meneteskan air matanya.
Dan hari itu tiba, Sahara, Leon dan juga keluarga mereka pergi menyemayakan bayi mereka. Sahara memberi nama bayi perempuannya Sarah yang berarti bunga yang mendapat perlindungan.
"Ibu Janji akan selalu mengunjungimu anakku, Sarahku beristirahatlah dengan tenang. Maafkan ibumu ini." gumam Sahara di depan nisan Sarah anak perempuannya.
Satu hari setelah kepergian anak pertama Leon, malam itu Sahara tengah berada kamar Leon. Sahara menunggu Leon yang sedang mandi.
Sahara duduk diatas ranjang dengan perasaan cemas dan sedih. Ketika Leon sudah selesai mandi dan berpakaian rapih barulah Sahara memanggil namanya.
"Leon... Aku minta maaf atas semuanya." Ucap Sahara pada Leon. Namun Leon malah mengabaikan Sahara. Leon malah sibuk berjalan kesana kemari merapikan bajunya yang ada di lemari.
"Leon, kenapa kamu mengabaikanku? Kamu bilang kamu tak akan pernah sama dengan Sean. Itulah kenapa aku takut menikah, aku takut seperti ini, takut kamu akan seperti Sean yang hanya berpura-pura mencintaiku."
Ketika Sahara terus banyak bicara, tiba-tiba Leon menutup lemari pakaiannya dengan begitu keras hingga menimbulkan suara keras.
BLUK!!!
Sahara terkejut lalu terdiam setelah mendengar Leon menutup lemari dengan begitu kerasnya.
"Jadi kamu mengira aku hanya berpura-pura mencintaimu Sahara?" Leon mendekati Sahara dan duduk di hadapan Sahara diatas ranjang.
"Lalu kenapa kamu terus mengabaikanku Leon? Aku sedang bersedih hati anak kita tiada, seharusnya kamu memelukku dan merangkulku dalam kesedihan ini. Kenapa kamu mengabaikanku?"
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...
__ADS_1