
Sahara mencoba menyiapkan makanan di tengah malam. Namun Ali menolaknya.
"Sahara tak perlu repot-repot membuatkan makanan malam-malam seperti ini. Semua lampu di kota padam. Jadi lebih baik besok saja kamu memberiku makan. Sekarang bolehkah aku tidur di sofamu? Aku sangat lelah."
"Baiklah besok akan aku buatkan makanan lezat untukmu. Kamu tak perlu tidur disofa. Tidurlah di kamar tamu.Akan ku antar."
Ketika Sahara mengantar Ali ke kamar tamu, Ali tiba-tiba bertanya soal Leon.
"Sahara ... Dimana suami dan anak-anakmu?"
"Apa ibuku memberitahumu jika aku sudah menikah?" tanya Sahara sedikit terkejut.
"Ya ibumu memberitahu banyak hal tentangmu padaku. Dan itu membuatku khawatir padamu Sahara."
"E-eumm Ali i-ini kamar tamunya. Silahkan tidur disana. Untuk sementara kami tidur dalam keadaan gelap dulu. Besok aku akan beli Lilin dan beberapa lampu yang menggunakan baterai."
Sahara dengan gugupnya meninggalkan Ali dengan berjalan ke arah kamarnya dengan cara menyusuri tembok karena keadaan rumah yang gelap.
Keeseokan harinya ketika pagi sudah tiba, dan listrik yang tadinya padam kini menyala. Sahara dengan pakaian yang rapih dan badan segar dipagi Hari mencoba menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya dan juga Ali.
Ali duduk di kursi meja makan sembari berhadapan dengan Delmar dan Sonia yang duduk di kursi khusus anak-anak tepat di depan meja makan.
"Sahara apa setiap hari kamu menyiapkan makanan seperti ini untuk suamimu dan anak-anakmu?" tanya Ali tiba-tiba ketika Sahara tengah mengunyah makanan dimulutnya.
"Y-ya .... Memangnya kenapa Ali? Apa makananku tidak enak?"
"T-tidak hanya saja .... Ah sudah lupakan. Sahara semua masakanmu sangat enak. Selama kita berteman, ini adalah pertama kalinya untukku mencoba masakan buatanmu."
"Jangan memujiku berlebihan Ali. Aku tak suka!"
Sahara tiba-tiba merajuk namun dengan nada bicara yang rendah. Ketika Sahara cemberut Ali hanya tersenyum kecil menatapnya.
Hari itu, hari pertama Ali datang kerumah Sahara disaat Leon tak ada dirumah. Ali masih bertingkah sangat canggung saat dekat dengan Sahara.
Ketika Ali dan Sahara tengah asik mengobrol di ruang makan. Tiba-tiba Sean datang dengan membawa sebuah wadah.
"Sahara... " panggil Sean dengan wajah yang amat terkejut melihat Sahara bersama seorang pria yang tak dikenalnya.
"Oh Sean... Sean kenalin dia sahabatku sejak kecil dan kita baru bertemu kembali setelah sekian lama. Namanya Ali. Ali dia Sean mantan suamiku."
Uhuk! Uhuk!
__ADS_1
Ali tiba-tiba tersedak setelah Sahara mengatakan padanya jika Sean adalah mantan suaminya.
"Ali kamu kenapa? Cepat minum." Sahara memberikan secangkir air pada Ali karena melihat Ali tiba-tiba tersedak.
Ali langsung mengulurkan tangannya pada Sean setelah Sahara mencoba memperkenalkan mereka.
"Oh iya Sahara, ini makanan untuk anak-anak istriku membuatkannya untuk mereka. Oh iya Leon mengirimku pesan dan bertanya kenapa kamu tak mengangkat teleponnya?"
"Handphoneku mati karena semalam listrik padam jadi aku tak bisa menchargernya."
"Ya sudah nanti aku beritahu Leon. Sahara aku harus berangkat kerja. Aku pergi dulu."
Saat Sean sudah pergi meninggalkan rumah Sahara. Ali tiba-tiba bertanya pada Sahara tentang Sean.
"Sahara a-apa k-kamu sudah menikah 2 kali?" Tanya Ali dengan tergagap-gagap.
"Iya Ali aku menikah dua kali bahkan ini yang ketiga."
"Apa maksudmu?"
"Pertama aku menikah dengan Sean lalu memiliki Sonia tapi kita bercerai karena hal yang tak aku sukai dan kita berdua memang tak cocok."
Ali benar-benar terkejut setelah mendengar ucapan Sahara dan semua kebenaran itu.
"Lalu yang ketiga? Apa maksudnya ini pernikahan ketiga Sahara?"
"Sebelumnya hubunganku dengan Leon pernah hancur. Aku menceraikan Leon tapi pada akhirnya aku kembali lagi padanya dan kita mengadakan pesta pernikahan lagi. Aku malu menceritakan ini Ali, hidupku benar-benar hancur. Tapi aku senang Leon selalu mencoba memperbaikiku."
Ali hanya terdiam setelah mendengar semuanya. Entah apa yang ada di pikiran Ali karena tiba-tiba terdiam dengan tatapan kosong.
Ini adalah malam kedua untuk Ali yang masih tinggal di rumah Sahara. Malam itu Sahara tengah berbicara bersama Leon di dalam telepon. Tapi tiba-tiba Ali mengetuk pintu kamarnya.
Tok! Tok! Tok!
"Sahara? Halo siapa yang mengetuk pintu kamar? Kamu bilang kamu ada dikamarkan bukan diruang tamu."
"I-iya Leon aku di kamar, tapi sepertinya itu istrinya Sean. Aku akan menelponmu lagi nanti Leon. Selamat malam."
Sahara tiba-tiba mematikan panggilan dari Leon lalu berjalan ke arah pintu dan membukakan pintunya.
"Ali... Ada apa?" tanya Sahara bingung.
__ADS_1
"Sahara aku... Aku... "
"Ada apa Ali?"
"Sahara aku merasa pusing bisakah kamu memijat kepalaku sebentar?"
Ternyata kepala Ali merasa pusing dan meminta memijatnya.
"Baiklah ayo ke kamarmu aku akan memijatmu disana."
Sahara dengan senang hati mau melakukannya dan berjalan bersama Ali ke arah kamar tamu yang sekarang ditempati Ali.
Ali duduk diatas ranjang lalu Sahara duduk di belakangnya sembari memijat kepala Ali yang merasa pusing. Kedua tangan Sahara berputar-putar di sisi kanan dan kiri kening Ali.
Ketika Sahara tengah memijat Ali, tiba-tiba Ali menyandarkan tubuhnya ke tubuh Sahara. Sahara seketika terkejut lalu menjauhkan dirinya dari Ali.
"Astaga Ali kamu kenapa? Apa kamu sakit?"
"Oh maafkan aku Sahara, tiba-tiba aku tertidur, maafkan aku. Kepalaku sangat sakit."
"Astaga Ali cepat tidurkan Saja, berbaringlah aku akan memijat kepalamu."
Ali membaringkan tubuhnya dan Sahara tetap memijat kepalanya Ali.
Saat Ali sudah terlelap tidur di malam itu. Sahara berusaha berdiri lalu berjalan ke arah luar tapi Sahara terkejut karena Leon sudah ada didepan pintu kamar.
"Leon..." Sahara tiba-tiba membeku terkejut melihat Leon yanh sudah berdiri di depannya.
Mata Leon berkaca-kaca melihat Sahara bersama seorang pria yang tak Leon kenal.
"Leon k-kamu tak bilang kamu akan pulang."
"Siapa dia Sahara?"
"Leon... Kamu jangan marah dulu, Dia Ali Leon dia sahabatku sejak kecil. Malam ini Ali sedang sakit jadi aku membantu memjiat kepalanya."
Ali tiba-tiba terbangun dalam keadaan kepala yang masih terasa pusing.
"Oh itu pasti Leon suami kamu Sahara. Maafkan aku Leon, Sahara sudah membantuku dia tak melakukan apa-apa padaku. Dia hanya membantuku, Sahara Sahabatku. Kami tak seperti yang kamu kira Leon." ucap Ali dengan santainya pada Leon.
Leon tiba-tiba berjalan kearah ruang VIP dengan dinginnya. Dan Sahara mengikuti Leon dari belakang.
__ADS_1