VIP 69

VIP 69
CHAPTER 63


__ADS_3

Ketika Sahara dan Leon sudah ada diruang VIP 69 mereka. Leon tiba-tiba menangis dan mencoba menyembunyikan tangisannya dari Sahara.


"Leon... Leon aku pikir saat kita menelpon tadi kamu masih diluar kota. Tapi ternyata kamu sedang dalam perjalanan ke rumah?" tanya Sahara bingung.


"Ya... Aku mencoba mengejutkanmu dengan pulang tanpa memberitahumu. Tapi setelah aku pulang. Aku melihat hal yang menyakitkan."


"Leon... Tolong jangan salah paham. Sebelumnya aku akan memberitahumu soal Ali sahabatku. Tapi malam itu handphoneku mati."


"Kenapa kamu selalu melakukan hal ini Sahara? Sebelumnya Sean dan sekarang Ali yang tinggal dirumah kita. Apa rasa cintaku padamu kurang?"


"Leon aku mohon jangan salah paham."


"Sahara aku cemburu, aku khawatir, aku juga takut kehilanganmu lagi. Jika aku marah karena hal seperti ini, itu bukan karena aku membencimu. Itu karena aku takut kamu hilang dariku."


"Ya aku salah Leon. Aku tak memberitahumu. Aku minta maaf."


Sahara dan Leon menangis bersama diruang VIP 69. Sahara memeluk Leon dengan tangisan karena Sahara juga sangat mencintai Leon. Sahara merasa bersalah karena selalu melakukan hal yang tak disukai Leon.


"Sahara kamu tahukan aku kehilangan orang-orang yang aku cinta. Sekarang aku hanya punya kamu. Jangan pernah mencoba pergi dariku."


Leon masih menggunakan kemeja warna putih dengan dasinya dan Sahara terus memeluknya dengan erat.


"Leon percayalah aku tak akan pernah pergi darimu. Jika kamu merasa tak nyaman dengan Ali yang tinggal sebentar disini. Besok aku akan berbicara padanya jika dia tidak bisa tinggal lagi disini."


Ketika Sahara mengatakannya Leon tiba-tiba menatap Sahara dan menyentuh wajahnya.


"Jangan Sahara, ucapanmu itu akan membuat luka di hati sahabatmu. Biarkan Ali tinggal disini walau sementara. Aku percaya padamu Sahara. Aku tak ingin persahabatanmu hancur dan kamu tak punya lagi teman."


"Leon makasih udah mau ngertiin perasaan aku. Aku janji Leon aku tak akan membuatmu kecewa."


Mereka berdua tersenyum karena mereka sudah saling percaya satu sama Lain.


Sahara langsung membuka dasi dan kemeja putih Leon dan mengambilkan pajama untuknya.


"Leon kamu sudah makan?"

__ADS_1


"Aku sudah makan dijalan tadi. Sekarang aku hanya lelah dan ingin tidur. Sahara temani aku tidur disini."


Leon membaringkan tubuhnya diatas ranjang lalu Sahara mendekatinya dan tidur disamping Leon dengan memeluknya.


Paginya Sahara sudah menyiapkan sarapan, Leon, Ali dan anak-anak Sahara sudah ada di ruang makan.


Ketika mereka tengah asik makan. Leon masih tetap menatap Ali dengan tatapan yang biasa.


"Maafkan aku Leon, Sahara karena telah meroptkan kalian disini. Besok aku akan segera kembali ke kota tempatku tinggal. Aku hanya mengunjungi Sahara untuk beberapa hari. Karena sudah lama kita tak bertemu." ucap Ali dihadapan Sahara dan Leon.


"Astaga Ali kenapa secepat itu? Bahkan kita belum berjalan-jalan dikota ini bersama." Sambung Sahara.


"Aku ingin melakukan itu Sahara, tapi aku tidak enak dengan Leon. Leon suamimu dan aku hanya sahabatmu." Ucapan Ali membuat Leon merasa tidak enak. Dan tiba-tiba Leon menjawab ucapan Ali.


"Sahara pergilah bersama Ali. Nikmati waktu kalian untuk berkeliling kota. Aku tak ingin persahabatan kalian hancur hanya karena aku tak mengizinkanmu dan Ali berjalan bersama."


Sahara dan Ali sangat terkejut dengan ucapan Leon.


"Leon .... Leon apa kamu serius?" tanya Sahara yang masih tak percaya dengan ucapan Leon.


Sahara langsung memberikan ciuman di pipi Leon dihadapan Ali. Dan itu membuat wajah Leon memerah.


Satu hari sebelum Ali pergi. Sahara membawa Ali berjalan-jalan bersama dengan membawa mobilnya. Ali yang mengemudi mobil Sahara.


Mereka pergi ke amusement park. Mereka berdua bermain banyak wahana bersama-sama sembari membicarakan masa kecil mereka yang menyenangkan tanpa memikiran apapun.


Ketika Sahara dan Ali merasa lelah setelah mencoba semua wahana. Sahara dan Ali duduk disebuah tempat makan untuk makan bersama.


"Sahara mungkin ini waktu yang tepat aku menceritakan semuanya padamu sekarang." ucap Ali dengan tiba-tiba pada Sahara.


"Ali ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan?" Sahara tiba-tiba merasa penasaran dengan apa yang ingin Ali ceritakan."


"Sahara ibuku sakit, aku ingin kamu menjenguknya dia sangat merindukanmu Sahara. Kamu sangat dekat dengan ibuku sejak dulu. Aku harap kamu mau ikut denganku untuk bertemu dengannya."


Ucapan Ali membuat Sahara benar-benar terkejut.

__ADS_1


"Ali kenapa kamu baru memberitahuku sekarang? Sejak kapan ibumu sakit?" Tanya Sahara dengan penuh rasa cemas.


"Sudah sangat lama Sahara. Dan akhir-akhir ini ibu selalu menyebut namamu, dan aku berusaha kerasa untuk menemukanmu dan akhirnya aku bertemu kembali denganmu." Jawab Ali dengan wajah yang tampak sedih.


"Aku akan datang kerumah ibumu. Sekarang aku akan menelepon Leon dan memberitahunya soal ini. Setelah itu kita langsung ke rumah ibumu."


Sahara tiba-tiba menelpon Leon dan memberitahu semuanya.


"Aku mohon Leon tolong izinkan aku pergi sebentar saja mungkin hanya 2 hari atau tiga hari karena perjalanan yang jauh ke rumah Ibu Ali. Ibu Ali sakit Leon dan dia ingin bertemu denganku." ucap Sahara memohon pada Leon melalui hanphonenya, agar Leon mengizinkannya menemui ibu Ali yang sedang sakit.


Namun tanpa basa basi lagi, Leon dengan cepat mengizinkan Sahara menemui Ibu Ali yang sedang sakit.


"Baiklah, pergilah Sahara dan hati-hati dijalan."


Setelah Sahara meminta izin pada Leon. Sahara san Ali dengan cepat pergi ke kota dimana Ali tinggal bersama sang ibu.


Perjalanan menuju rumah ibu Ali cukup lama, hingga malam tiba Sahara dan Ali masih dijalan.


Saat matahari mulai bangun dari tidurnya. Sahara dan Ali akhirnya tiba dirumah ibu Ali.


Saat Sahara melihat Ibu Ali, ibunya terbaring tak berdaya diatas ranjang.


Bahkan saat Sahara tiba dirumah Ali, disana banyak sekali orang. Mulai dari ayah ibu Ali, tiga kakak laki-laki Ali dan satu adik perempuan Ali yang ada disana.


"Semuanya ini Sahara. Sahabatku sejak kecil." Ucap Ali di hadapan keluarganya.


"Aku tahu, Cepat biarkan ibu melihat Sahara dia sangat ingin bertemu dengannya." Sambung kakak laki-laki Ali yang pertama. Orang yang cukup tegas dan keras.


Semua orang di keluarga Ali tak ada yang menyambut Sahara. Mereka semua dingin dan hanya menatap ibu mereka yang tertidur sakit terbaring lemas.


Ali menyuruh Sahara duduk disamping sang ibu lalu dengan perlahan Ali membangunkan ibunya.


"Bu... Bu bangunlah ini Sahara, Sahabat kecilku. Aku sudah membawanya kemari." bisik Ali pada sang ibu dengan pelan.


Ibu Ali terbangun dari tidurnya seketika dirinya terkejeut melihat Sahara yang sudah dewasa.

__ADS_1


__ADS_2