VIP 69

VIP 69
CHAPTER 69


__ADS_3

Ketika Sahara dan Alex tiba di kamar Alex, mereka berdua terkejut karena hadiah yang sudah disiapkan sang ibu untuk mereka adalah kamar pengantin. Kamar Alex di hiasi banyak bunga diatas ranjangnya. Sehingga membuat suasana semakin canggung.


"Ini sudah keterlaluan, aku membenci ini dan sampai kapanpun aku tak akan pernah membiarkanmu menyentuhku Alex." Gumam Sahara dengan tatapan kosongnya sembari menatap ke arah ranjang yang sudah dihias dengan bunga.


Alex yang mendengar ucapan Sahara tiba-tiba menatap mata Sahara dengan tajam.


"Kenapa kamu sangat tidak sopan padaku. Aku lebih tua darimu. Inilah kenapa sampai sekarang aku tak menyukai sikap wanita yang seperti ini." Ucap Alex marah pada Sahara.


"Sampai kapanpun aku tak akan pernah bersikap sopan padamu Alex, karena dulu setiap kali aku bersama Ali kamu selalu mengabaikanku bahkan ketika aku jatuh kamu tak pernah menolongku. Kamu memiliku sifat cuek yang tak peduli jadi aku tak pernah suka padamu!" tanda Sahara di hadapan Alex.


"Ya... Itu memang benar aku sangat cuek dan tak peduli pada orang-orang disekitarku yang membutuhkan pertolonganku. Aku juga membenci diriku...." sambung Alex dengan nada suara sedihnya.


Sahara mengambil tas yang tengah dipegang Alex dengan cara merebutnya. Dengan sikap marah Sahara pergi ke arah kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah Sahara membersihkan diri, betapa terkejutnya Sahara karena melihat semua pakaian yang dibelikan Ali terlihat begitu dewasa dan terlalu erotis.


"Hah apa ini, kenapa Ali membelikan pakaian tipis dan seksi seperti ini. Apa dia gila!" Ucap Sahara dengan penuh amarah di dalam kamar mandi.


Tiba-tiba Alex mengetuk pintu kamar mandi karena terkejut Sahara marah-marah di dalam sana.


TOK! TOK! TOK!


Sahara, Sahara ada apa? Panggilnya dengan cemas.


Sahara tak lama membuka pintu kamar mandinya dan Sahara masih menggunakan mantel mandi.


Ketika Sahara membuka pintunya Alex benar-benar terdiam terkejut karena melihat Sahara yang hanya menggunakan mantel mandi.


"Lihat Alex! Adikmu memberikanku pakaian yang tidak pantas. Dia pikir aku sedang berbulan madu sehingga dia memberikan pakaian terbuka seperti ini padaku dirumahmu ini!" Bentak Sahara marah sembari menunjukan pakaian dinas yang seksi.


"Kamu pikir aku mau tidur bersamamu Alex! Aku tak menyukaimu!"


"Cukup Sahara ... Kenapa kamu sesensitif ini hah? Kenapa kamu sangat membenciku. Kenapa kamu terlihat jijik sekali padaku? Padahal seharusnya aku yang jijik padamu Sahara." Balas Alex dengan kasarnya pada Sahara.


"Apa maksudmu Alex?"

__ADS_1


"Kamu ingin tahu alasannya kenapa Ali membeli baju itu. Akan kupanggilkan Ali sekarang. Ali akan menjelaskan semuanya."


Alex tiba-tiba pergi dari kamar untuk memanggil Ali dan meberitahu Sahara sebuah alasan kenapa dirinya membelikan Sahara pakaian yang tak pantas.


Tak lama Ali datang seorang diri ke kamar Alex untuk menemui Sahara.


"Apa?Apa yang ingin kamu dengar dariku Sahara?" tanya Alex dengan santainya.


Namun Sahara tidak bisa santai, Sahara langsung marah di hadapan Ali.


"BRENGSEK KAMU ALI!!! Kenapa kamu membelikanku pakaian seperti ini? Kamu ingin aku tidur bersama kakakmu?!"


"Ya! Layani kakakku, dulu kamu wanita Bar'kan kamu menjual diri disana!"


PLAK!!!


Ucapan Ali membuat Sahara marah, Sahara menampar Ali dengan sangat keras hingga pipi Ali merah.


"Kenapa Ali, kenapa kamu berubah?" tanya Sahara pelan.


Ali pun menjelaskan semua alasan kenapa dirinya berubah.


"Sejak dulu aku mencintaimu Sahara, aku mencarimu. Tapi setelah aku bertemu ibumu. Ibumu menceritakan semua kisahmu padaku. Dan hal yang paling aku benci adalah kamu bekerja menjadi wanit malam. Lalu menikah dengan Sean kemudian menikah lagi dengan Leon. Berapa pria yang sudak kamu coba?"


Ucapan Ali membuat Sahara menangis. Sehingga Sahara terjatuh ke lantai dan duduk dilantai. Suara tangisan Sahara di dengar oleh Alex. Alex tiba-tiba datang lalu mendekati Sahara.


Alex tiba-tiba memeluk Sahara yang menangis. Walaupun Alex memeluk Sahara, Sahara tak menepisnya. Sahara hanya terdiam dan menangis.


Ali yang melihat Sahara menangis dalam pelukan Alex, membuat Ali merasa bersalah karena ucapannya.


Sahara menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Alex. Dan tiba-tiba seseorang memanggil nama Sahara dengan lembut.


"Sahara...."

__ADS_1


Ketika Sahara melihat ke arah pintu kamar, Ternyata itu Leon. Leon tiba-tiba berdiri di depan pintu kamar Alex.


"L-Leon..." Panggil Sahara pelan.


Leon dengan cepat berlari menghampiri Sahara yang menangis sembari duduk di lantai. Leon menjauhkan Alex dari Sahara. Lalu dengan cepat Leon memeluk Sahara.


Sahara memeluk erat Leon, sembari memakaikannya jaket miliknya. Setelah memeluk Sahara, Leon berdiri dengan marah di hadapan Ali.


"Semua yang kamu katakan pada Sahara itu sebuah kesalahan besar. Kamu tidak pernah tahu kenapa Sahara bekerja seperti itu, Aku lebih tahu Sahara dibanding kamu. Sahara tak pernah tidur dengan pria hidung belang. Jadi jaga mulut busukmu itu."


Mulut Ali terkunci setelah Leon menjelaskan bahwa Sahara tak seperti yang dikatakannya.


Tiba-tiba Abi datang menghampiri mereka dan memberitahu jika ibu mereka sudah tiada.


Seketika suasana menjadi biru, semua orang menangis Ali dan Alex berlari untuk pergi ke kamar sang ibu.


Leon dengan cepat membangunkan Sahara yang masih duduk diatas lantai.


"Sahara ibu mereka sudah tiada, apa kamu ingin melihat ibu mereka sebelum kita pergi dari sini?" tanya Leon pada Sahara.


Sahara hanya menanggukan kepalanya dan berjalan bersama Leon ke arah kamar ibu Ali.


Semua orang menangis karena kepergian Ibu Ali, Bahkan Sahara juga ikut menangis dalam pelukan Leon.


Ketika Sahara dan Leon tengah bersama mereka, tiba-tiba Ali mengambil kertas yang berisi tanda tangan Sahara dan Alex ketika mereka menikah.


Ali merobeknya dihadapan Sahara dan Leon. Lalu Ali memberitahu Sahara jika benar semuanya palsu.


"Sebenarnya aku tak berbohong padamu Sahara, semua pernikahan yang aku siapkan ini memang palsu. Mana rela aku membiarkan kamu menikah dengan kakaku sedangkan aku sangat mencintaimu."


"Apa! Semua itu palsu Ali!" Sambung Alex membentak Ali.


"Ya semuanya palsu. Aku mengatkan pernikahan kalian nyata karena aku ingin Sahara disini, tinggal disini. Tapi ternyata itu tidak akan pernah bisa. Sekarang kamu dan Leon boleh pergi Sahara... Ibuku sudah tiada tak ada lagi beban untukmu Sahara untuk menikah dengan anak-anaknya. Pergilah, PERGI!!!" teriak Ali pada Sahara dan Leon.

__ADS_1


Leon yang masih memeluk Sahara menatap tajam Ali dan membawa Sahara pergi dari rumah mereka.


Sahara dan Leon akhirnya pergi dari rumah itu. Sahara dan Leon sedikit lega karena semua pernikahan itu hanyalah drama yang dibuat Ali.


__ADS_2