VIP 69

VIP 69
CHAPTER 48


__ADS_3

Kedatangan Sahara membuat Leon menangis karena sepertinya Leon masih menyukai Sahara. Perasaannya pada Sahara belum hilang.


"Sekarang aku cuman baby sitter dirumah ini, aku bukan istrimu Leon. Jadi aku harap kamu tak memeluku seperti ini lagi. Aku takut nanti istrimu akan marah dan cemburu."


Sahara melepaskan pelukan Leon dari dirinya.


Sahara langsung pergi meninggalkan Leon lalu kembali mengurus Delmar.


Ya, ini seperti takdir karena Sahara terus-terusan di pertemukan kembali dengan Leon.


Sahara bahkan menghapus air matanya ketika pergi meninggalkan Leon dari ruang kerjanya.


Ketika hari sudah mulai gelap. Sahara berniat untuk pulang tetapi Key menghentikannya.


"Sahara, kamu ga perlu pulang. Kamu tinggal disini saja dibelakang ada kamar khusus buat pekerja disini. Kamu harus jaga Delmar 24jam." ucap Key di hadapan Sahara dan juga Leon.


Sahara pun dengan baik melakukan perintah Key. Sahara bahkan tersenyum karena dengan seperti itu Sahara bisa terus dekat dengan Delmar.


Saat Sahara akan berjalan ke ruang belakang, tiba-tiba Key memeluk Leon bahkan memberikan ciuman di pipi Leon.


Saat hal itu terjadi Sahara melihatnya lalu membuang pandangannya dengan cepat. Namun sayang itu terlambat karena Leon melihatnya.


Suasana begitu canggung di hari pertama Sahara bekerja sebagai baby sitter dirumah Leon.


Sahara yang seharusnya berjalan ke arah kamar khusus untuk para pekerja dirumah Leon. Sahara malah masuk ke kamar Delmar dan tidur di sampingnya.


Sahara meneteskan air matanya ketika menatap Delmar yang sudah satu tahun. Sahara tiba-tiba terlelap dan tidur di samping Delmar. Baru saja Sahara memejamkan matanya, tiba-tiba seseorang membangunkannya.


"Hey! Sahara, aku bilang kamu tidur di ruang pekerja bukan dikamar Delmar. Kenapa kamu ke kamar Delmar?!"


Yang membangunkan Sahara ternyata Key dan tepat di samping Key ada Leon. Mereka berdua menggunakan pajama tidur yang sama. Leon menatap Sahara dengan begitu dinginnya.


"Oh... M-maaf, tadi Delmar terbangun jadi aku menidurkannya kembali. Tak sengaja aku ketiduran."


Sahara dengan cepat meninggalkan kamar Delmar lalu pergi ke kamar khusus para pekerja rumah Leon.


Sahara berjalan dengan kesedihan karena Sahara rasa Key tidak tahu siapa Sahara.


"Sepertinya Leon menyembunyikan identitasku dari Key, Bahkan Key tidak tahu jika aku adalah ibunya Delmar."


Sahara masuk ke salah satu kamar pekerja Leon. Sahara membasuh mukanya lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"Besok aku harus pulang dulu lalu membawa beberapa pakaian. Karena aku akan tinggal disni."


Ya keeseokan harinya Sahara berniat pulang sejak dini hari secara diam-diam. Namun ketika Sahara tengah berjalan melalui pintu belakang Sahara dikejutkan dengan Leon yang sedang membuat kopi di dapur.


"Kamu mau kemana? Ini masih dini hari." tanya Leon sembari mengaduk kopinya dengan sendok berwarna silver.

__ADS_1


Sahara terdiam dan berbicara tergagap-gagap saat menjawab pertanyaan Leon.


"A-aku... Aku...."


"Kembali ke kamarmu."


"Aku harus pulang untuk mengambil beberapa pakaianku, karena aku akan tinggal disini aku harus membawa pakaianku."


Leon menyeruput kopinya lalu menyimpan kopi itu diatas meja. Lalu Leon tiba-tiba mengambil kunci mobil yang tergantung di tempat gantungan kunci.


"Aku akan mengantarmu."


"O-oh, ga-ga perlu Leon. Aku bisa pergi sendiri aku berani, aku takut Key akan salah paham."


"Key sedang tidur diatas dia tak akan tahu. Cepat sebelum pagi datang."


Sahara akhirnya mau diantar Leon pulang ke rumahnya untuk mengambil pakaiannya.


Sahara duduk di kursi belakang mobil namun Leon memarahinya dan menyuruhnya duduk di depan tepat di sampingnya.


Karena Leon memaksa, Sahara benar-benar duduk di samping Leon di kuris depan mobil.


Dini hari sekali mereka pergi diam-diam tanpa di ketahui orang rumah.


Sahara merasa canggung ketika duduk bersebelahan dengan Leon. Karena sudah lama mereka berpisah.


"Ya aku tinggal bersama ayahku, tapi setelah itu aku izin bekerja kepada ayah dan ibuku dan tak memberitahu mereka dimana aku tinggal. Mereka hanya tahu aku tinggal di sebuah kontrakan."


"Jadi sekarang aku harus mengantarmu kemana, dimana tempat tinggalmu?"


"Agak jauh dari sini saat ada gang kecil di tepi jalan. Berhentilah aku tinggal disana."


Setelah perjalana beberapa menit mereka berdua tiba di tempat tinggal Sahara. Karena Sahara tinggal di sebuah gang kecil, mobil Leon tak bisa masuk. Jadi Leon memarkirkannya di tepi jalan.


"Kamu tunggu disini aku akan mengambil beberapa pakaian saja, jadi tidak akan lama." ucap Sahara pada Leon.


Namun Leon malah mengikuti Sahara dari belakang diam-diam.


Tempat tinggal Sahara sangat kecil dan pencahayaanya yang kurang terang.


Saat Sahara masuk, Sahara terkejut karena Leon juga ikut masuk.


"Astaga, akukan sudah bilang kamu tak perlu ikut."


"Kenapa? Apa karena kamu malu?"


"Ya... Aku malu Leon karena hidupku selalu seperti ini, selalu menyedihkan diantara banyak orang didunia ini. Pasti selalu ada orang sepertiku. Orang yang menyedihkan."

__ADS_1


Tiba-tiba Sahara meneteskan air matanya di hadapan Leon.


"Leon... Aku sangat kesepian setelah memutuskan hubunganku denganmu. Apa kamu tahu Leon. Setelah aku bercerai denganmu aku bertemu Sean dan memberitahu Sean jika malaikat baik yang selalu memenuhi kebutuhan Sonia adalah kamu. Lalu aku meminta Sonia padanya. Tapi dia tak memberikan Sonia padaku."


"Jadi surat ancaman itu dari Sean....Aku benarkan Sahara, dugaanku benar."


"Sean ingin kamu terluka karena aku menceraikanmu karena Sean tahu kamu akan bersedih ketika aku tak bersamamu lagi. Tapi nyatanya aku yang terluka dan kesepian. Aku mengambil keputusan yang salah."


Sahara tiba-tiba menuju lemarinya dan mengambil beberapa pakaiannya yang ada di dalam lemari kamarnya.


Tiba-tiba Leon mendekati Sahara yang sedang mengemas pakaiannya.


Perlahan Leon mulai memeluk Sahara dari belakang. Sahara pun terdiam, Sahara merasa nyaman ketika Leon memeluknya dari belakang.


Sahara memejamkan matanya, pelukan Leon membuatnya merasa nyaman. Namun Sahara melepaskannya dalam beberapa menit.


"Leon jangan lakukan ini, aku bukan siapa-siapa kamu lagi. Sekarang kamu milik Key." kata Sahara sembari melepaskan tangan Leon yang memeluknya.


"Kamu sangat mudah jatuh cinta Leon, setelah bercerai denganku kamu sudah memiliki kehidupan baru dengan cepat. Sedangkan aku masih saja terjebak di masa lalu."


"Jadi kamu masih terjebak dalam memori saat kita bersama Sahara?"


"Leon cukup, hari semakin terang aku harus segera mengemas pakaianku. Aku takut Key akan curiga karena kamu mengantarku."


"Aku, Lisa dan ibu menyembunyikanmu dari Key. Key tidak tahu siapa kamu. Bahkan ibuku tidak merestuiku dengan Key. Ibu masih menginginkamu Sahara sama sepertiku."


"Jika masih menginginkanku dan ibumu tidak merestui Key kenapa kamu menikahi Key? Leon... Jika aku boleh jujur. Aku ingin kembali padamu. Aku tau ini memalukan tapi aku tidak bisa memendam ini semua."


"Maaf Sahara, ada hal besar yang terjadi, aku tidak bisa memberitahumu kenapa aku menikahi Key. Dan aku tidak bisa kembali padamu."


Sahara pun merasa malu setelah mengatakan isi hatinya pada Leon.


"Oh maafkan aku Leon. Seharusnya aku tak mengatakan ini. Sekarang kamu dan Key adalah tuanku. Jadi maafkan aku karena aku tidak sopan.


Leon tiba-tiba memegang dagu Sahara dan membuat Sahara menatap matanya.


"Lihat aku Sahara, jujur aku senang kamu mengatakan isi hatimu secepat itu padaku. Tapi aku... Aku...."


Leon melepaskan tanganya dari dagu Sahara lalu pergi keluar menunggu Sahara di mobil.


Ketika Leon pergi Sahara menangis, karena mendengar Leon kini menolak dirinya.


"Ini semua adalah balasan yang pantas untukku. Dulu aku menceraikannya tanpa berfikir sekarang aku tidak bisa lagi kembali pada Leon."


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2