
Mira memang tidak pernah mempermasalahkan jika Sarah terus saja menghina dia bahkan dia juga diam sejak dulu ketika mama Sarah menghina nya di depan umum sebab dia juga tahu jika hal itu terjadi karena nya juga jadi dia pun menerima semua itu hingga saat ini . Yang penting Daniel tidak membuat nya susah dalam pekerjaan itu sudah cukup bagi nya dan kini dia pun tidak pernah mempermasalahkan jika mama Sarah memutuskan kerja sama dengan dia . Dia masih bisa cari yang lain nya dan itu juga bukan hal sulit sebab Daniel tidak pernah melibatkan kerjaan nya dalam urusan masa lalu mereka, itu membuat nya bersyukur
"Kira-kira apa yang akan di bahas oleh nona Karin nanti kenapa dia tiba-tiba mengajak nona bertemu". Kata Dinda
"Kita akan tahu ketika sudah bertemu dengan nya jadi ayo berangkat sekarang takut nya Karin sudah datang kan gak enak juga jika membuat nya menunggu lama ". Kata Mira
Dinda pun mengangguk dan kini kedua nya masuk ke dalam mobil setelah nya pergi menuju sebuah Restoran dimana Mira dan Karin janjian
"Nona , seperti nya kontrak anda di perpanjang. ini Tata mengirim pesan kepada saya ". Kata Dinda
"Ya syukur jika mereka masih ingin menggunakan ku sebagai model nya ". Kata Mira
"Tapi perjanjian kerja menunggu Bu Sarah kembali dulu nona ". Kata Dinda
"Tidak apa jika menunggu mungkin memang Tante Sarah butuh liburan jadi kita tunggu saja kepulangan nya ". kata Mira
"Padahal sudah satu Minggu lebih Bu Sarah pergi Jika menunggu apa tidak akan bermasalah nona dan lagi jika Bu Sarah hanya mempermainkan kita bagaimana?". Tanya Dinda
"Kamu jangan terlalu kesal dengan Tante Sarah. Dia tidak sejahat itu dan kamu pun harus tahu hal itu . Aku kenal Tante sarah dengan baik dan aku tahu dia hanya kecewa saja kepada ku jadi jangan berpikir buruk tentang nya karena semua itu tidak benar adanya ". Kata Mira
Ya memang mama Sarah sangat baik bahkan dulu kedua nya terlihat sangat dekat sekali sebelum insiden itu terjadi dan saat ini mereka terlihat jauh namun Mira tidak mempermasalahkan hal tersebut
"Non kita sudah sampai ". Kata sang sopir
"Oh iya terima kasih pak . Jika mau masuk juga silahkan , bapak bisa pesan dan menunggu di dalam dari pada hanya di sini saja lebih baik masuk juga saja lebih nyaman dan enak ". Kata Mira
"Saya di sini saja non tidak apa ". Kata sang sopir
"Ya sudah kalau begitu saya pergi masuk dulu dengan Dinda ". Kata Mira
Kedua nya masuk ke dalam untuk menemui Karin . Mereka berjalan bersama mencari di mana Karin berada
__ADS_1
"Nona itu bukan ya nona Karin ". kata Dinda
"Ah ya kamu benar itu dia . Ayo ke sana sekarang, dia pasti sudah datang sejak tadi ". Kata Mira
"Tapi dengan siapa nona Karin datang ya nona ". kata Dinda
"Sudah ke sana saja agar kita tahu juga dengan siapa dia datang ke sini ". Kata Mira
Dia berjalan menghampiri meja Karin dan terlihat saat ini Mira pun tersenyum menyapa Karin
"Maaf membuat mu menunggu lama tadi di jalan sangat macet sekali ". Kata Mira
"Ah tidak apa , aku juga baru datang . Kenalin ini mama ku Caroline ". Kata Karin
"Caroline ". Sapa mama Karin mengulurkan tangan nya dan di sambut dengan baik oleh Mira
"Mira Tante ". Kata Mira dengan senyuman nya
"Kamu cantik sekali ya lebih cantik dari yang di foto ". Kata Caroline
"Ayo duduk lah ". Kata Karin
Tak lupa Mira mengenalkan Dinda kepada mereka dan kini mereka pun duduk kembali untuk mengobrol bersama
"Kamu pesan lah tadi aku juga sudah pesan ". Kata Karin
Dinda memanggil pelayan Restoran di sana dan dia pun memesankan makanan untuk Mira dan juga dirinya nanti
"Oh ya Mira , apa kamu sangat sibuk sekali ?". Tanya karin
"Ya lumayan juga jadwal nya . Kamu tahu sendiri lah bagaimana pekerjaan kita ini ". Kata Mira
__ADS_1
"Ya memang apalagi kamu sedang naik daun pasti banyak sekali kan tawaran kerjaan ". Kata Karin
"Sedikit banyak tetap di syukuri saja kan rezeki juga tidak ada yang tahu ". Kata Mira
"Jika ada jadwal apa bisa kamu menjadi model di tempat kerja papa ku sebab kami membutuhkan mu sebagai model nya karena jika aku yang jadi model itu akan membuat pasaran nya turun karena aku kan anak nya sendiri ". Kata Karin
"Memang nya bidang apa usaha papa kamu itu ?". Tanya Mira
"Ini produk baru dan dulu usaha papa tidak ini hanya saja karena di ambil alih oleh seseorang dan dia membuat brand kosmetik dan juga konveksi jadi ya butuh model dan aku pun hanya bisa menyarankan mu saja ". Kata Karin
Dia sengaja mengajak Mira agar bisa bertemu dengan Daniel lagi nanti dia dan itu pasti akan membuat rumah tangga Daniel dan Khayra goyah dan itu memang yang di inginkan oleh Karin dan juga keluarga nya untuk memanfaatkan Mira saat ini dalam rencana nya
Dan di Prancis saat ini Daniel masih betah sekali liburan bahkan dia mengambil libur cukup banyak sekali membuat Gerry terus menggoda nya
"Setelah ini pergi ke tempat romantis lain nya untuk mencetak keponakan untuk ku ". Kata Gerry
"Tanpa kau beri tahu pun aku juga sudah merencanakan nya ". Kata Daniel
"Ingat lah untuk membuat yang banyak Niel sebab Mom sudah ingin sekali menggendong cucu dari mu ". Kata Gerry
"Bukan hanya dari Daniel saja tapi dari kamu juga mama ingin sayang ". Kata Mom Rossa
"Tuh dengar kata mom jangan banyak kerja hingga masa bodoh soal cinta ". Kata Daniel membuat mereka tersenyum
"Arya kemana dia terlihat sangat sibuk sekali ya beberapa hari ini ". Kata Dad Irwan
"Dia pergi bersama dengan Fachry, entah apa yang sedang anak itu lakukan aku juga tidak tahu bahkan dia tidak bicara soal rencana nya itu kepada ku ". Kata papa Carles
"Setidak nya dia sudah sangat bekerja dengan keras sekali jadi biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan asal tetap tidak melenceng saja dari jalur nya ". Kata Dad Irwan
"Itu benar sekali , jika Arya sampai melakukan hal buruk pasti aku akan pingsan ketika mendengar nya apalagi jika dia sampai mempermainkan wanita sungguh aku tidak akan terima ". Kata mama Sarah
__ADS_1
"Arya tidak seperti Daniel jadi hal itu tidak mungkin juga dia lakukan kamu jangan cemas Sarah ". Kata mom Rossa
"Mom , kamu menjatuhkan aku di depan istri ku ". kata Daniel sambil memeluk dan mencium Khayra di depan mereka semua dan mereka hanya tersenyum saja melihat kemesraan itu di depan mata