Wedding Drama

Wedding Drama
Bagian 74_EXTRA PART 2


__ADS_3

Dua belas tahun kemudian.


Suara bel sekolah mulai terdengar, membuat guru yang sedang asyik mengajar terpaksa menghentikan seluruh materi yang belum terselesaikan, menutup jam belajar dan membiarkan muridnya untuk kembali ke rumah masing masing.


Seorang anak laki-laki dengan seragam putih abu-abu tengah melangkah melalui lorong sekolah dengan wajah datar dan tanpa menunjukan ekspresi. Hidung mancung, kulit putih dan juga alis tebal membuatnya semakin tampak sempurna. Selain itu, tinggi badan yang tinggi membuat semuanya terasa seperti keturunan sang dewa.


Mikail Aditama, mengabaikan semua tatapan mata yang mengarah kepadanya. Menatapnya dengan tatapan memuja. Namun, dia hanya asyik dengan earphone yang terpasang di telinganya dan mendengarkan lagu-lagu maroon 5 yang begitu disukainya. Bagi Mikail, semua tidaklah penting untuknya.


“Mikail, kamu mau pulang langsung atau mampir dulu?”


Mikail yang mendengar sedikit melepaskan salah satu earphone-nya dan menatap teman satu sekolah yang juga merupakan saudaranya, Gibran Aditama, putra pertama dari Rika dan Randy.


“Bukannya kita harus menjemput Saila di kelasnya dulu?” tanya Mikail mengingatkan Gibran bahwa mereka harus menjemput Saila, adik Gibran.


Gibran menepuk keningnya pelan dan mendesah kesal. “Kenapa juga dia itu gak mau keluar sendiri? Gini, kan, jadi nambah kerjaan,” gerutu Gibran dengan bibir manyun.


Mikail yang mendengar hanya diam. Baginya, Saila sudah seperti adiknya sendiri. Dia menyayanginya dengan sangat. Bahkan, dia yang selalu bertanggung jawab dengan kehidupan Saila. Sedangkan Gibran, dia hanya bisa berdiri di belakang dengan wajah diam dan akan bergerak ketika dibutuhkan. Gibran jauh lebih memikirkan apa yang harus dikerjakannya dan menimang masalah yang ada. Berbeda dengan Mikail yang tidak pernah sabar dan mengambil keputusan tanpa dipikir terlebih dahulu.


Mikail baru saja melewati sekat pembatas antara sekolahnya dan sekolah Saila. Dia kembali melewati lorong sekolah yang memang masih satu kepemilikan. Nusa Bangsa Internasional. Matanya menatap seorang gadis kecil dengan seragam menengah pertama tengah melangkah dengan begitu gelisah. Ada segerombolan anak laki-laki yang tengah menghadang dan mengganggunya.


Mikail meremas tangannya erat dan segera melangkah dengan langkah yang lebar.


“Mikail, tunggu,” panggil Gibran yang sudah tertinggal di belakang. Dia tahu, akan ada masalah besar yang terjadi setelah ini.


“Ayolah, Saila. Minta nomor ponselmu. Kamu jual mahal banget sih,” ucap salah satu teman laki-laki Saila dengan wajah mencoba menggoda Saila. Bahkan, beberapa kali tangannya mencoba menyentuh tangan Saila yang sudah semakin menjauh.


“Gak mau,” jawab Saila karena dia tidak suka dengan teman sekolahnya tersebut. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh temannya tersebut karena seluruh sekolah juga mengenalnya. Dia merupakan murid bandel yang selalu mendapat hukuman.


Saila hendak menghindar ketika matanya menatap Mikail yang sudah melangkah mendekat ke arahnya. Dia baru akan memanggil ketika Mikail sudah sampai di belakang temannya dan membalik pemuda yang sejak tadi menggodanya.


Buugh.


Saila memejamkan matanya dengan mulut terkunci rapat. Mikail memberikan tinju keras dan membuat teman Saila tersungkur di lantai. Gibran yang sudah memperkirakan hanya mendesah dan kembali menepuk jidatnya pelan.


“Kamu dalam masalah besar, Mikail,” ucap Gibran merasa pasrah dan tidak sanggup mendampingi Mikail.


Mikail yang melihat Saila menitikan air mata segera menghapusnya dan memeluk erat. “Tenanglah, jangan menangis. Kakak ada di sini,” ucap Mikail membuat Saila merasa merasa tenang.


Setelah itu, seisi sekolah yang melihat langsung berkumpul. Mikail sendiri hanya diam dan tidak menanggapi tatapan takjub dari seisi sekolah. Matanya menatap sinis teman Saila yang masih dibantu bangkit dengan pandangan membunuh, membuat pemuda tersebut hanya menunduk takut.


_____

__ADS_1


Vinda menatap Mikail yang sudah duduk di depanya dengan tatapan tajam. Helaan napas lelah membuat Mikail semakin menunduk meski tanpa ekspresi. Vinda meletakan tasnya dan segera duduk menatap Mikail dengan pandangan yang masih saja tajam.


“Sebenarnya apa yang kamu mau, Mikail? Sudah berapa kali Mom datang ke sekolah karena masalah yang sama? Mau sampai kapan kamu melakukan hal seperti itu?” tanya Vinda dengan wajah lelah yang ditunjukan. Ini bukan pertama kalinya dia menghadap kepala sekolah dan harus mengurus anaknya yang memiliki sifat sama seperti Michael.


Mikail menatap Vinda dengan tatapan datar. “Maaf, Mom.”


Vinda yang awalnya ingin sekali marah langsung hilang seketika. Dia mulai bangkit dan mendekati Mikail yang masih diam seribu bahasa. “Sayang, kamu boleh membela Saila, tetapi bukan dengan cara kekerasan seperti ini,” ucap Vinda dengan tatapan lembut.


“Biarkan saja, sayang. Dia hanya membela Saila. Biarkan saja dia bertingkah seperti lelaki yang bertanggung jawab,” sahut Michael yang sejak tadi memperhatikan istrinya yang tengah kesal.


Vinda menatap Michael dengan tatapan memprotes. “Mas, bukan berarti dia harus menggunakan kekerasan. Bagaimana pun dia harus tahu batas di mana dia harus menggunakan kekuatannya.”


Michael hanya tersenyum tipis. “Mikail, masuklah ke kamar. Dua jam lagi kamu ada latihan dengan Paman Roy dan Paman Adam. Jadi bersiaplah,” perintah Michael tegas.


“Mas,” keluh Vinda dengan pandangan tidak suka.


Mikail yang mendengar segera mengangguk dan menuruti perintah Daddy-nya. Dia melangkah masuk tanpa mengatakan apa pun. Vinda yang sudah melihat anaknya menaiki tangga hanya menghela napas keras.


“Dia benar-benar mirip denganmu, Mas. Dia seperti kloninganmu,” ucap Vinda dengan mata melirik ke arah Michael.


“Itu menandakan aku adalah Daddy-nya. Jadi mungkin aku bisa meminta jatahku hari ini,” jawab Michael segera memeluk Vinda dengan penuh kasih sayang.


Vinda yang mendengar hanya berdecak tidak percaya bahwa sudah selama ini dia menjadi istri Michael, menghadapi tingkah manja dan seenak jidat sendiri. Malah sekarang ditambah dengan Mikail yang juga memiliki sifat yang sama. Dingin dan seperti tidak tersentuh sama sekali. Meski sebenarnya, Mikail adalah anak yang hangat.


Michael menggeleng. “Dulu aku tidak pernah berkelahi sama sekali. Tetapi, setelah pengejaran waktu itu, aku sering berlatih bela diri dan itu membuatku menjadi kuat.”


Vinda berdecih kecil dan mengelus pipi Michael pelan. “Ayo masuk ke kamar. Aku ingin istirahat.”


Michael yang mendengar hanya mengangguk dan mengajak Vinda masuk ke kamar mereka, melakukan apa yang sejak tadi inginkannya. Sampai keduanya mencapai puncak bersama.


Tuhan, hadirkan satu lagi buah hati yang akan mewarnai hari-hari kami. Tetapi, jika memang itu bukan takdirmu, cukup buat keluargaku bahagia. Itu sudah lebih dari cukup. Aku mencintai mereka berdua dan aku begitu mencintai skenario indahmu.


“Aku mencintaimu, Mas,” bisik Vinda sembari memeluk Michael erat.


“Aku juga mencintaimu, sayang. Selamanya. Sekarang dan sampai maut memisahkan.”


TAMAT


_____


Hallo sayang, ini episode terakhir dari perjalanan Vinda dan Michael, ya. Maaf jika mengecewakan dan kurang memuaskan, tetapi hanya ini yang mampu Kim berikan. Semoga ke depannya Kim akan buat karya yang lebih bagus dan memuskan semuanya kembali.

__ADS_1


Untuk yang masih ingin melihat cerita Bara, Alice dan Dave, Kim sudah buat ceritnya ya. Judulnya “Relationship Goals”. Jangan lupa like, comment, tambah ke favorit dan juga vote.


Jangan lupa juga mampir ke cerita Kim yang judulnya “Wedding With My Lecturer”. Jangan lupa like, comment, tambah ke favorit dan juga vote.


Kim benar-benar menunggu partisipasi kalian di dua karya Kim ya tersebut, ya. Semoga antusias kalian masih sama seperti di Wedding Drama.


Oh iya, Kim mau mengucapkan. SELAMAT TAHUN BARU 2020. SEMOGA DI TAHUN TERSEBUT KITA SEMUA AKAN MENJADI JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA. MENDAPATKAN CINTA DAN JUGA KEBAHAGIAAN, KESUKSESAN DAN SEMUA YANG SEMAKIN MEMBANGGAKAN. SEMANGAT UNTUK MENJADI PRIBADI YANG JAUH LEBIH BAIK.


_____


🍁🍁🍁🍁


UCAPAN TERIMA KASIH


Kim mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang sudah mendukung Kim. Orang tua dan semua pembaca kesayangan Kim. Terima kasih untuk pihak Mangatoon dan Noveltoon yang sudah memberikan kesempatan untuk Kim berkarya. Terima kasih kepada Tuhan yang sudah mempertemukan kita semua. Kim sungguh bersyukur.


Kim ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian semua yang setia membaca cerita Kim dan selalu memberikan dorongan untuk Kim terus semangat. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih sayang-sayangkuh, sudah menjadi pendorong Kim untuk melangkah sampai di titik ini. Tetap setia membaca karya Kim yang lain, ya.


Sebagai rasa syukur untuk cerita Kim yang sampai akhir dan solidaritas kita yang selalu tersambung, Kim si remahan peyek ini mau ngadain GIVE AWAY PULSA SENILAI 20K. Maaf ya Kim Cuma bisa kasih sedikit saja. Cuma bisa kasih pulsa 20K untuk 5 orang terpilih. Yuks cek syarat dan ketentuannya:


Syarat dan ketentuan:


1. Follow akun instagram Kim. (@kimm.meili)


2. Post mengenai cerita “Wedding Drama” (bab mana yang kamu sukai dan kesan selama membaca kisah tersebut)


3. Jangan lupa tag Kim



Pastikan akun kamu dalam setting publik selama masa GA



5. Beri hastag #weddingdrama, #kimmeili, #giveawaybarengkim


GA diadakan mulai tanggal 01 Januari 2020 sampai 15 Januari 2020.


Kim tunggu partisipasi kalian semua.


See you again.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2