
Vinda masih duduk di ranjang sembari menatap halaman rumah sakit dari jendela kamarnya. Wajahnya sudah jauh lebih cerah dari dua minggu yang lalu. Matanya menatap lekat pemandangan di hadapannya. Seorang wanita dengan perut membuncit yang tengah melangkah bersama dengan pria yang tengah menggendong anak kecil. Tanpa sadar matanya mulai menitikan air mata, menyadari hal menyakitkan yang diterima. V inda tidak dapat mengandung kembali. Belum lagi kakinya yang belum bisa digerakan padahal sudah dua minggu dia terbangun dari koma. Rasanya Vinda hanya bisa pasrah dan diam dengan semua takdirnya.
Pintu ruangannya terbuka, menghadirkan sosok yang sudah tidak asing baginya. Michael. Pria tersebut tengah mendorong kursi roda untuk digunakan olehnya. Vinda hanya tersenyum kecil menyadari bahwa kini, dia hanya bisa menyusahkan Michael yang begitu dicintainya.
“Pagi honey, kamu sudah bangun?” tanya Michael dengan senyum sumringah.
Vinda hanya mengangguk dan menatap Michael yang sudah berada di dekatnya dan memberikan kecupan singkat di keningnya. Hal yang selalu didapatkan setiap pagi dan itu membuat hatinya terasa membaik.
“Kamu siap untuk pulang?” tanya Michael lagi dengan wajah sumringah.
Vinda mengangguk kecil dan tersenyum tipis. “Apa kamu yakin akan membawaku pulang?” Vinda kembali bertanya dengan perasaan kacau.
“Memangnya kenapa?” tanya Michael dengan kening berkerut.
Vinda menatap Michael lekat dan menujukan perasaan yang sejak tadi berkecambuk dalam pikirannya. “Michael, kamu tahu, kan, aku sudah tidak bisa mengandung lagi? Aku juga belum bisa berjalan dan entah aku bisa berjalan atau tidak nantinya. Aku sud....”
Michael membungkam mulut Vinda dengan bibirnya dan melepaskan ketika dirasa istrinya sudah membaik. Matanya menatap Vinda dengan pandangan lembut. Pandangan yang tidak pernah diberikan olehnya kepada siapa pun.
“Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi kepadamu. Aku hanya memiliki satu orang anak itu bukanlah masalah, aku juga cuma anak tunggal. Kamu belum bisa jalan memangnya kenapa? Kita akan melakukan terapi dan aku akan terus berada di sampingmu. Apa pun keadaanmu, aku sudah bersyukur karena kamu tidak pergi dariku,” ucap Michael yang langsung memeluk Vinda erat, “apa pun sayang, asal kamu kembali. Aku hanya mau kamu yang menemaniku hingga menua.”
Vinda yang mendengar merasa terharu dan menitikan air mata. “Maaf karena belum bisa menjadi istri yang sempurna untukmu.”
Michael tersenyum mendengar ucapan Vinda dan menatap istrinya lekat. “Dengan kamu bangun dan tetap menemaniku, aku merasa kamu adalah wanita sempurna. Selamanya kamu adalah wanita sempurna dalam hidupku.”
Vinda hanya tersenyum dan memeluk Michael erat. Aku beruntung mendapatkanmu, Mas, batin Vinda dengan rasa tenang.
_____
Michael mendorong Vinda memasuki halaman rumah yang tampak begitu sepi. Rasanya dia merindukan rumahnya. Sepanjang jalan Michael hanya tersenyum dan dengan telaten merawatnya. Bahkan, sebelum kembali ke rumah, Micahel sengaja memandikan Vinda dan mendandaninya dengan begitu cantik. Gaun peach yang sengaja dibelikan oleh suaminya khusus hari ini. Ketika ditanya, Micahel hanya menjawab untuk pesta perayaan kepulangan Vinda. Bahkan, Michael menyewa MUA yang begitu bagus hanya untuk mendandaninya.
__ADS_1
“Apa yang kamu rasakan, sayang?” tanya Micahel sembari menghentikan dorongannya. Michael berjalan memutar dan menatap istrinya yang duduk di kursi roda.
Vinda menatap Michael lembut. “Aku bahagia,” ucapnya dan mengecup kening Michael pelan. Vinda melepaskan ciumannya an menatap suaminya dengan mata meneliti.
“Aku suka kamu yang tidak berkumis, sayang,” ujar Vinda meledek penampilan Michael yang acak-acakan ketika dia membuka mata.
Michael hanya tersenyum dan menggenggam tangan istrinya erat. “Saat itu aku benar-benar takut kalau kamu pergi meninggalkanku selamanya. Kamu tahu, sayang? Aku bahkan merasa tidak bisa menjalani hari tanpa kamu?”
“Lalu?” tanya Vinda dengan mata menatap lekat dan kepala yang sudah dimiringkan.
“Lalu kamu bangun dan tidak jadi meninggalkanmu. Aku begitu senang dan bahkan aku bingung mengatakannya. Kamu tau, aku benar-benar bahagia.”
Vinda yang mendengar hanya tertawa kecil ketika melihat Micahel sudah melebarkan kedua tangannya dan tiba-tiba memeluknya dengan erat. Michael mengayunkan tubuhnya pelan. Matanya memejam, meresapi wangi yang menguar dari tubuh istrinya.
“Siapa yang ingin kamu lihat pertama kali ketika kamu bangun, sayang?” tanya Michael penasaran.
“Kamu,” jawab Vindi singkat.
“Anak kita.”
Michael melepaskan pelukannya dan menatap Vinda. “Baiklah. Aku akan mengabulkannya,” ucap Michael yang mendorong Vinda kembali.
Vinda hanya diam dan tersenyum. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya. Dia yakin, anaknya sudah tumbuh besar dan dia sudah tidak sabar melihatnya. Michael menghentikan dorongannya ketika sampai di depan pintu utama rumahnya dan membuka perlahan. Vinda masih menatap ketika pintu itu terbuka dan..
“Welcom Vinda,” sapa begitu banyak orang yang sudah berdiri di hadapannya.
Vinda diam seketika. Matanya menatap takjub pemandangan di hadapannya. Tasya yang melihat langsung mendatangi Vinda dan mengajak anak kecil yang mulai melangkah perlahan. Wajahnya benar-benar mirik Michael. Vinda tersenyum dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak menyangka bisa melihat anaknya meski setelah sekian lama.
“Terima kasih karena sudah kembali, Vinda. Terima kasih masih ada diantar kami semua,” ucap Tasya membuat Vinda mulai menitikan air mata.
__ADS_1
Vinda diam mengangguk dan menatap anaknya. Tangannya langsung mendekapnya erat, meresapi setiap kebersamaan yang dirasakan. Dia bersyukur kepada sang pencipta untuk semua yang sudah digariskan untuknya.
“Baiklah. My queen, ayo kita masuk,” ucap Michael yang langsung mendorong Vinda masuk.
Vinda mendongak menatap Michael yang juga menatapnya dengan pandangan penuh cinta. “Terima kasih,” ucapnya pelan dan langsung diangguki oleh Michael.
Michael menghentikan dorongannya dan pergi menjauh. Dia mengambil kue yang sudah disiapkannya dan berjongkok di depan Vinda. “Aku tahu ini terlambat, tetapi happy aniv sayang. Terima kasih sudah datang dalam hidupku. Terima kasih karena selalu menjadi malaikatku.”
Vinda yang menerima langsung menitikan air mata dangan anaknya yang masih dalam pangkuannya. “Terima kasih juga telah menerimaku apa adanya.”
Michael yang mendengar tersenyum dan memeluk Vinda erat. Setelah itu, dia mendapatkan banyak sekali ucapan selamat. Mulai dari Rika dan Randy yang datang, Vera, Alice, mama dan papa mertuanya, ayahnya, Sam dan Rensi yang saat itu juga datang bersama anak mereka. Roy serta Adam yang menjadi orang terakhir. Vinda benar-benar bersyukur dengan apa yang ditakdirkan untuknya selama ini.
Matanya menatap senyum bahagia dari orang-orang yang disayanginya.
Tuhan, jika aku pernah mengeluh untuk semua takdirmu, aku salah. Pada akhirnya, garismu jauh lebih indah dari rencanaku. Semua rencanamu jauh lebih mengesankan dari harapanku. Aku bersyukur untuk semua kehidupan yang engkau berikan selama ini. Terima kasih telah memberikan orang-orang terbaik dalam hidupku. Menghadirkan Michael menjadi bagian dari kisahku. Hingga akhirnya kisahku berakhir dengan begitu mengesankan. Terima kasih.
SELESAI
_____
Yuhuu...selesai deh akhirnya. Untung happy ending. Kalau gak bisa habis Kim dimaki. Maaf jika untuk endingnya terkesan dipaksakan atau kurang memuaskan karena Kim masih terlalu baru untuk dunia kepenulisan. Seneng bisa buat cerita ini sampai sesai dan senang karena kalian bersemangat untuk mendung Kim selama ini. Benar-benar hal luar biasa bisa sampai pada titik ini. Terima kasih karena sudah selalu menjadi alasan Kim bersemangat menyelesaikan ceirta ini. Kalian luar biasa.
Selamat membaca bab terakhir dari cerita “Wedding Drama”. Jangan lupa tinggalkan Like, comment, tambah ke favorit dan bagi yang sudah menambahkan jangan dihapus ya, vote dan follow Kim.
Untuk cerita baru Kim berjudul “Wedding with My Lecturer” jangan lupa baca juga ya. Jangan lupa tinggalkan Like, comment, tambah ke favorit, vote.
Tetap ikuti kisah Elio dan Eiren ya. Sampai ketemu di cerita Bara, Alice dan Dave di cerita selanjutnya.
KIM SAYANG KALIAN. BANGET, BANGET, BANGET.
__ADS_1
Untuk seluruh Ibu di dunia, SELAMAT HARI IBU. Semoga surga menjadi tempatmu kelak. Untuk semua calon Ibu, semoga kelak bisa menjadi seorang Ibu yang sempurna untuk keluarganya. Bisa menjadi contoh dan guru pertama untuk semua anaknya. I LOVE YOU MOM.