Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 9: Shinyaku Tooru


__ADS_3

Ahh lelahnya, walau begitu sepertinya kesadaran ku tak terganggu, dengan begini, aku masih bisa menyaksikan bagaimana aksi Tooru-san.


Sementara itu, si Sorcerer masih saja terdiam, ia sangat terkejut melihat bagaimana Golem ciptaannya bisa di lenyap kan dengan begitu mudah oleh seorang bocah.


“Bagaimana? Sudah kubilang Saidhan-kun pasti bisa mengalahkan Golem mu dengan mudah, bukan!?”


Ucap Tooru-san untuk memprovokasi nya lagi.


“Bajingan kau…!”


“Baiklah sekarang giliran ku…!”


Dengan segera Tooru-san berlari ke arah Sorcerer tersebut.


“Dalam pertarungan, aku tak kikuk seperti Saidhan-kun! Jadi buatku sedikit terhibur, ya!”


“Jangan remehkan aku dasar bocah!”


Dengan sigap, Sorcerer itu mampu menciptakan sebuah Palu besar yang tercipta dari tanah. Tooru-san nampak agak terpukau melihat itu.


“Untuk seorang Sorcerer, ototmu kuat juga, ya…!”


Ujar Tooru sembari menghindar dari pukulan palu besar itu.


“Heh, Kau pikir aku ini siapa!”


Degan segera, Sorcerer itu mengayunkan Palunya ke samping tepat ke arah Tooru-san.


“Uwoooh!”


DIa segera menghindar dan melompat kebelakang, kembali kedekat diriku.


“Sudah kuduga, tak mudah bertarung seperti itu, ya…! Lagipula aku ini tipe Esper yang lebih ahli pada serangan jarak jauh.”


“Kalau kau tak mau maju, aku yang maju!”


Dengan segera, si Sorcerer maju dengan palu besar yang ada di tangannya, sedangkan Tooru-san ia masih terdiam.


Beberapa saat kemudian, Tooru-san menjentikkan jarinya dan seketika, tercipta sebuah bola-bola cahaya. Segera ia memegangnya.


“Baiklah, ini dia!”


Bola cahaya itu segera bersinar dan memancarkan energy yang kuat ke arah Sorcerer itu.


Dengan terkejut si Sorcerer segera mengayunkan palunya bermaksud untuk menangkis energi tersebut. Dan hasilnya, Palu yang ia pegang hancur menjadi beberapa bagian kecil..


Aku hanya bisa tercengang melihatnya, Tooru-san kuat sekali…


Kemampuannya mungkin setara dengan Al. Tidak, bahkan mungkin saja lebih dari Al. aku bisa merasakannya, kendali atas kemampuannya itu sangat menakjubkan, bahkan mungkin, serangan tadi masih belum ada apa-apanya dibandingkan kemampuan sebenarnya dari Tooru-san.


“A-apa…!”


“Bagaimana? Hebat bukan?”


“Ini masih belum selesai!”


Ia segera mengangkat kedua tangannya dan menciptakan satu buah lingkaran sihir.


“Wahai Roh Agung Bumi, berikanlah diriku ini kekuatanmu.


Tanah yang ada di sekitarnya bergetar dan retak, dan dari retakan itu, muncul sebuah energy yang kemudian berkumpul dan berfokus di depan lingkaran sihir.


“Sihir Besar, Terra Karna!”


Energi sihir yang terkumpul dari inti bumi itu berputar dan kemudian maju dan membentuk sebuah pusaran energy.


“Sihir besar, ya…”


“Sayang sekali, ini tak akan berpengaruh di hadapanku!”


Tooru-san merentangkan tangannya ke depan. Dengan Sihir proyektil besar sedang menuju ke arahnya.


Dan yang terjadi selanjutnya, adalah hal yang sangat tak terduga. Sebuah Sayap besar bercahaya menusuk dan menghentikan secar total pergerakan dari sihir ini


"A-apa yang terjadi…?”


“Tooru-san?!”


Sayap ini berasal dari dia, yaa benar sekali, Sayap itu berasal dari punggung Tooru-san, sebuah sayap bewarna putih dan bersinar. Cukup indah… Apa ini salah satu dari kemampuannya?


Dia mengepalkan tangannya, Sihir milik Sorcerer tersebut manjadi semakin kecil, dan semakin kecil dan menghilang. Ia menjadi sebuah Partikel-partikel kecil yang berterbangan di udara.


“Sudah kubilang, Sihir itu tak akan berpengaruh di hadapanku..!’


“Khekhh, kau! Jangan-jangan kau Esper yang bisa memanipulasi Partikel!?”


Manipulasi Partikel?


“Entahlah, bagaimana menurutmu?


Ucap Tooru-san berusaha memprofokasi nya kembali.


Namun, aku masih terpikirkan dengan ucapan si Sorcerer sebelumnya. Memanipulasi Partikel, bukankah itu terlalu kuat? Bahkan itu harusnya ada di tingkat kelangkaan yang sama dengan kemampuanku…


Dan jelas sekali, Kemampuan dan kendali Tooru-san jauh lebih Superior dari Al, apa jangan-jangan…


Sementara itu, seakan tak habis harapan, si Sorcerer kembali menggunakan sihirnya. Kali ini, ia memanipulasi tanah untuk menciptakan 8 buah Drill berukuran sedang.


Setelah itu, ia langsung menyerang dengan Drill tersebut.


“Sudah kubilang, itu tak ada artinya…!”


Dengan mudah, Tooru-san bisa menghancurkan Drill tersebut hanya dalam sekali slash mengunakan sayap itu.


“Cih, menggangu sekali…!”

__ADS_1


Ucap si Sorcerer mengkomentari Sayap itu. Sementara Tooru-san, ia hanya tersenyum,


“Jangan Khawatir, ini hanyalah gayaku…!”


‘Apa-apaan sayap itu, kemampuannya merepotkan sekali, sihir ku bisa dihancurkan dengan mudah?’


Tooru-san tersenyum melihat ekspresi yang di keluarkan oleh lawannya.


Entah mengapa aku sedikit merasa, kalau sifat orang ini sebenarnya cukup menyebalkan.


“Apa kau masih penasaran dengan kemampuan milikku yang sebenarnya?”


Lawan bicaranya hanya terdiam dan menatapnya dengan tajam. Setelah itu ia kembali menyerang menggunakan Drill miliknya, namun kali ini, ia langsung mengerahkan semuanya.


Dalam perjalanan menuju Tooru-san, seluruh Drill tersebut bersatu dan menciptakan sebuah Drill besar.


“Harus berapa kali ku beri~…. Hah!?”


Sebuah serangan kejutan juga datang dari bawah tanah. Muncul sebuah Golem yang seukuran denan Golem yang ku lawan sebelumnya.


“Wooo!”


Dengan menarik kerah baju ku, dia segera melompat untuk menghindari serangan kejutan itu.


Sementara itu, aku….


“Adu-aduh, aduh!! Uhuk! Tooru-san, Sesak sekali!”


“Ops, maaf Saidhan-kun!”


Efek dari keterkejutannya, ia melepaskan ku di udara.


“Tunggu, Tooru-san jangan di lepas waktu masih di udara…!”


Aku terjatuh, karena efek tadi, dapat dipastikan aku tidak akan mendarat dengan mulus. Namun sebelum aku sampai di tanah, Tooru-san berhasil menangkap ku.


“Oto, Tadi berbahaya, Saidhan-kun!”


"Kau pikir karena siapa?"


"Hahaha, maaf..."


Aku hanya bisa menghela nafas lega.


Akan tetapi, pergerakan si Golem belum sampai di situ. Dengan menggabungkan tangannya dengan Drill, ia kembali maju.


“Jadi kau menginginkan beradu Drill, ya…?”


Golem semakin mendekat.


Menghilangkan Sayap di punggungnya, kumpulan partikel cahaya berkumpul di tangannya. Dan seketika partikel itu membentuk sebuah Drill yang ukurannya lebih kecil dari Drill milik Golem.


“Kalau begitu, akan ku kabulkan!”


Drill dan seluruh tubuh Golem mulai retak dan hingga pada akhirnya… ia hancur berkeping-keping.


“Terjadi lagi, kah! Kau ini pasti…”


Karena mulai tak nyaman dengan situasi, Tooru-san mulai mengatakan sesuatu.


“Apa kau tahu? Segala sesuatu di dunia ini terdiri dari partikel-partikel dasar.”


Tooru-san mulai menjelaskan sesuatu.


“Lantas, bagaimana dengan benda yang tercipta dari Energy sihir? Apakah itu kumpulan partikel bersifat kompleks? Atau justru hanya sebuah zat yang tak diketahui sama sekali?”


Sorcerer itu hanya bisa terdiam, bahkan aku juga sedikit tak mengerti soal apa yang dia bicarakan.


Tooru-san mengambil sebuah batu kecil yang merupakan bekas dari Tubuh Golem tadi sebagai contoh.


“Jawabannya adalah Partikel normal, seperti pada umumnya…!”


“Namun, itu hanyalah sebuah imitasi!”


“Apa yang kau bicarakan!?”


Si Sorcerer sedikit terpancing karena ucapan Tooru-san tadi.


“Ku akui energy sihir merupakan keberadaan energy yang serba bisa…! Bahkan menggunakannya saja kita bisa melanggar hukum Fisika, namun kembali dengan persoalan tadi, Partikel yang di buat hanyalah sebatas imitasi!”


“Apa maksudnya!?”


“Dengan kata lain, benda yang tercipta dari energy sihir memiliki kekurangan… contohnya adalah penyusun yang lebih renggang, karena menciptakan yang asli itu hampir mustahil! Itu adalah salah satu alasan mengapa benda yang tercipta dari sihir lebih lemah dari biasanya!”


"Jadi? Apa inti dari ucapan mu barusan?"


“Yaa, kau tahu? Itu hanyalah pendapatku pribadi! Seperti kata Emiya, Tak ada bukti pasti kalau imitasi tak bisa menandingi yang asli! Itu semua tergantung kesiapan!”


“…”


“Dan sekarang ini, Sihir mu tak memiliki kesiapan dalam melawan diriku!


Tooru-san sedikit mengalirkan energy ke batu itu. Dan hasilnya, batu tersebut berubah menjadi butiran-butiran partikel dan beterbangan.


“Keparat kau! Apa kau meremehkan Sihir ku??”


Tentu saja, Sorcerer itu langsung marah karena perkataan Tooru-san seakan-akan membuatnya menjelek-jelek kan sihir miliknya.


“Tidak, tidak, tidak! Aku hanya mengatakan kalau tipe sihirmu adalah lawan yang lemah bagi Esper dengan tipe sepertiku ini.”


“Hahaha, jangan bercanda kau bocah sialan! Baiklah, kalau begitu akan ku tunjukkan padamu bentuk sihirku yang sesungguhnya..!’


Setelah mengatakan itu, Si Sorcerer langsung mengeluarkan aura Sihir yang dahsyat… dan setelah itu, tercipta lingkaran sihir besar yang tercipta di tanah. Lingkaran sihir tersebut melingkari kami bertiga.


“Sihir Area! Tehnik Domain, Gua kesunyian!”

__ADS_1


Lingkaran Sihir ini mulai bersinar, dan di pinggirannya terbentuk sebuah dinding-dinding tanah yang semakin naik dan akhirnya mengurung kami dengan sempurna.


Layaknya sebuah gua, tempat ini sekarang benar-benar menjadi cukup gelap dan hampa. Selain itu, pancaran energy sihir kuat bisa dirasakan di sini


“Hooo, jadi ini yang kau sebut dengan ‘Keseriusan’ ya! Cukup menarik…”


Jujur saja, sekarang aku sangat tertekan… Domain dia ini memiliki hawa yang sangat tidak mengenakkan. Apalagi, aku ini bukanlah orang yang nyaman dengan hal-hal yang berbau horor. Dan tempat ini layaknya sebuah lokasi syuting film horor.


Aku tak tahu kalau Magician memiliki Sihir seperti ini… apakah Al juga memiliki ini? Tapi, yah.... mereka itu kan beda tipe...


Sementara itu, Tooru-san nampak sangat tenang memperhatikan keadaan. Dia sungguh hebat…


“Lihatlah! Di sini, di dalam Domain milikku, kalian berdua akan ku habisi…!”


Orang itu nampaknya bisa memanipulasi tempat ini dengan sesuka hati, ini di tandai dengan perubahan Struktur tempat ini yang terus berubah-ubah.


Seketika, si Sorcerer menghilang dalam kegelapan. Dan serangan datang…


Bebatuan tajam, mengarah ke arah kami dengan jumlah yang sangat banyak. Namun, Tooru-san bisa mengatasinya dengan baik.


Tak berhenti di situ, terjadi gempa sedang, ternyata kumpulan bebatuan besar yang menggelinding ke arah kami…


“To-tooru-san!”


“Tidak apa-apa, Saidhan-kun… di situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah ketenangan!”


Setelah mengucapkan itu, Tooru san mengumpulkan energy miliknya dan mengarahkannya ke bebatuan yang menggelinding tersebut dan berhasil menghancurkannya.


“Heii, apa ini benar-benar ‘Keseriusan’ milikmu?”


Jangan malah memprofokasi nya lagi, Tooru-san!!


“Tenang saja, ini masih permulaan!”


“Jadi begitu, ya…”


“Inilah, ‘Keseriusan' ku yang sebenarnya!!”


Beberapa saat kemudian, ia menampakkan dirinya dan juga rombongan Golem-golem yang lebih besar dari sebelumnya, masing-masing-masing berukuran 9 meter atau lebih, tercipta dan dengan sukses mengepung kami dari segala sisi.


“Wah, memang benar, ini baru yang namanya ‘Keseriusan’ yang sebenarnya…”


“Tak perlu basa-basi! Hajar mereka berdua!”


Seluruh Golem mulai bergerak mendekati kami.


Bahaya, ini sangat berbahaya… tingkatnya lebih tinggi sekali. Tak mungkin bisa di hentikan. Bagaimana ini…


“Apa boleh buat, sekarang akan ku tunjukkan


‘Keseriusan’ ku pula…! Anggap saja sebagai balasan atas keseriusan mu ini...”


"Tooru-san…”


Dia tak menjawab, dan setelah itu, ia melayang…


“Inilah ‘Keseriusan’ milik ku…”


Dia merentangkan tangannya, dan munculah 6 buah Sayap yang terbuat dari partikel, sayap sayap itu memancarkan sinar dan energi ke seluruh Domain ini. Dan karena itulah, seluruh Golem yang tadinya bergerak menuju ke arah dirinya seketika hancur dan berubah menjadi butiran Partikel...


Dia terlihat seperti malaikat agung...


Aku, tidak... bahkan si Sorcerer juga sangat terkejut melihat apa yang terjadi barusan. Hanya butuh waktu sepersekian detik baginya untuk mengalahkan semua Golem yang besar itu. Bahkan sampai tak menyisakan nya satu pun.


“A-apa yang terjadi!? Bagaimana kau…!?”


Tooru-san kembali turun ke tanah.


“Bukankah sudah kubilang, Sihirmu adalah lawan yang lemah bagiku…!”


Si Sorcerer tak menjawab, ia terbungkam dengan apa yang baru ia lihat… ini benar-benar di Level yang berbeda.


“Baiklah, waktunya untuk menyelesaikan ini…!”


Tooru-san mengangkat sebelah tangannya.


“Domain mu memang sangat kuat! Tapi, sayang sekali… yang kau hadapi adalah aku! “


Si Sorcerer menjadi pucat karena ucapan Tooru-san tadi.


“Saidhan-kun, mundur lagi sedikit!”


“Aahh, baiklah…”


Setelah itu, seketika tanah mulai berguncang keras… Keenam Sayap Tooru-san menegang dan mengeluarkan cahaya dan tekanan energy yang sangat kuat.


“K-kau! Jangan-jangan….”


Guncangan yang terjadi semakin kuat. Si Sorcerer itu juga mulai merasa tekanan dari Tooru-san. Dan karena tekanan ini ia mengingat sesuatu, amanat yang di beri atasannya pada dirinya.


Tentang amanat untuk menjauhi orang itu.


“Kenapa??”


“Kenapa, Seseorang sepertimu bisa ada di dunia ini!?”


“Yang harusnya bisa mencapai Tingkat keganjilan ini, hanyalah Raja kami…!!!”


Tanah dan dinding bebatuan mulai retak. Sinar dan pancaran Energy semakin pekat. Efek dominasi dari domain ini mulai berkurang.


“Salah satu Stage 7, Esper Terkuat… Shinyaku Tooru!!”


"Hancur, biar segala Kekacauan menerpa dirimu!"


*Ctinnggkk!!

__ADS_1


__ADS_2