Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 64: Setelah pertarungan


__ADS_3

Setelah melewati pertarungan yang sangat panjang itu... kami akhirnya bisa menang.


Pancaran energi sihir dari Heavenly Eye’s mulai lenyap. Diakibatkan karena Disintegrasi milikku.


Dengan usaha yang kulakukan, ketepatan eksekusi dari tehnik itu sangat memuaskan. Aku tidak melukai Kisa sama sekali, walau sebenarnya dia tidak bisa dilukai hanya dengan disintegrasi.


Menghilangnya energi sihir itu, juga sedikit berdampak kecil. Itu membuat efek levitasi yang ada pada Kisa menghilang.


Sehingga, ia yang awalnya melayang terapung karena energi itu, kini jatuh akibat berkurangnya pasokan energi itu.


Aku melihat itu dengan jelas.. tapi aku tidak bisa bertindak banyak. Karena staminaku sudah terkuras akibat Disintegration.


“Kisa- Khekh...!”


Langkahku terhenti, dan kemudian jatuh berlutut. Memegangi dada kananku untuk merasakan denyut jantungku. Aku tak tahu mengapa, tapi entah mengapa aku khawatir dengan itu.


“Sialan...”


Sebelum Kisa jatuh kelantai, dengan sigap Al yang sudah sejak lama ada di belakangku, bersama dengan


Sylphy segera melompat kearah Kisa.


Sementara Sylphy dia berjalan menuju ku dan seperti mencoba untuk mengecek keadaan tubuhku saat ini.


“Kau tidak apa-apa, Saidhan?”


Tanya Sylphy, walau wajahnya masih tak lepas kearah depan.


“Ya, aku tidak apa-apa! Hanya sedikit kelelahan saja...’


Balasku, dan dengan arah lihat yang sama dengan Sylphy.


Kami berdua sama-sama melihat Al yang sedang berusaha menangkap Kisa yang terjatuh. Ia melompat ke depan tanpa menghiraukan sisa-sisa energi sihir dari Heavenly Eye’s itu yang juga tercampur dengan Energi dari Disintegration.


“Dapat kau, Kisa..!”


Ujar Al setelah menangkap kisa, ia kemudian kembali bergerak kebelakang. Tepatnya kearah aku dan Sylphy berada.


Setelah sampai di sana, baru Al membaringkan Kisa dilantai. Itu disambut dengan Sylphy yang berusaha untuk menimang Kisa. Mencoba untuk memeriksa keadaannya itu...


“Syukurlah, dia masih baik-baik saja...”


Aku masih dalam posisi sebelumnya, yaitu bertekuk lutut akibat stamina terkuras.


Setelah semuanya terjadi saat ini, dengan keadaan yang sangat lelah. Aku memutuskan untuk membaringkan diriku dilantai ini.


“Haah, lelah sekali!”


Al langsung menatap kearah ku, dengan pandangan yang agak surut.


“Kurasa kau tidak bertarung cukup lama!”


Ucap Al, ya... aku sudah menduga kalau dirinya akan mengatakan hal seperti itu.


“Ya, kau memang benar...”


Balasku...


“Tapi kau tidak tahu sebagaimana kelelahannya batinku ini!”


Ucapku melanjutkannya...


“Begitukah?”

__ADS_1


Dia hanya membalasnya dengan santai, serta jangan lupa tentang wajahnya yang agak menyebalkan itu.


Ya, untuk sekarang, aku tidak ingin berdebat dengannya. Saat ini Sylphy masih menimang Kisa, dengan Al yang masih berdiri diam. Aku memejamkan mataku, memperluas indra sensor yang diajarkan oleh Sua-san.


Tujuannya untuk mencari tahu dimana letak mereka berdua. Tapi nampaknya, hal itu tidak diperlukan...


Itu karena, aku merasakannya tanpa memanjangkan energi sama sekali. Sebuah listrik statis dapat kurasakan melalui udara.


Menyadari hal itu, aku sedikit bangun... kembali keposisi duduk.


‘Sua-san sudah bertindak, itu berarti mereka berada tak jauh dari sini! Haki pasti tidak akan bisa kabur...’


Batinku, mencoba untuk menerka situasi yang terjadi saat ini.


Setelah beberapa detik setelah itu, kembali terjadi pergerakan pada stuktur bangunan ini. Mereka mulai kembali bergerak untuk kembali keposisi semula, setelah sebelumnya mengalami penghentian sesaat.


Aku melihat ini dan langsung mengerti. Berbeda dengan yang dilakukan Al dan Sylphy untuk menanggapi hal ini.


“Apa yang terjadi!?”


Ucap Al, melihat situasi in...


"Sihirnya kambali diubah lagi’kah?”


Woaa, Sylphy memang hebat... cepat menganalisa keadaan. Sementara diriku sendiri...


“Jadi asumsi ku memang benar...”


Hanya seperti itu...


Setelah beberapa menit lamanya,seluruh struktur bangunan ini sudah kembali seperti semula. Dengan ajaibnya, aku dan yang lainnya tak berpisah karena itu.


Kami kembali dalam satu ruangan yang sama. Bahkan, dengan ajaibnya lagi... Fano, Charla, dan bahkan Charlotte sekalipun juga ada ditempat yang tak jauh dari sini...


“Teman-teman yang lainnya tak jauh dari sini, mari kita berkumpul...!”


Ujar Sylphy mengajak kami, aku dan Al hanya merespon dengan mengangguk. Kami kemudian segera berjalan, Sylphy menggendong Kisa dibelakang sedangkan aku dibantu oleh Al, ya... karena aku masih kekurangan stamina.


Setelah menyusuri lorong-lorong yang cukup membingungkan. Kami bisa menemukan tema kami satu persatu, mulai dari Charlotte, Fano, kemudian Charla.


Hingga saat ini, kami sudah bersama kembali.


Charla begitu terkejut melihatku ada disini.


”Whoa, Saidhan...? kenapa kau ada disini?”


Ucapnya sembari menatapku yang sudah tak dituntun oleh Al lagi saat ini.


“Yaa, ceritanya sangat-sangat panjang sekali!”


Aku membalasnya dengan singkat saja, karena terlalu malas untuk menjelaskannya.


Sementara itu, Fano terlihat tidak terlalu memperdulikan aku yang berada disini, karena nampaknya dia sudah menduga kalau cepat atau lambat aku akan datang membantu mereka...


Dia lebih memperdulikan keadaan Kisa dan kemana musuh mereka perginya...


“Apa Kisa baik-baik saja...!?”


“Ya, dia hanya pingsan setelah semua itu...”


“Syukurlah kalau begitu...! lalu, bagaimana dengan musuh kita?”


Tanya Fano, sontak itu menimbulkan raut wajah kesal dari wajah Al dan Sylphy sekaligus. Kecuali denganku, aku masih memasang ekspresi yang sama seperti biasa.

__ADS_1


“Soal itu...”


Jawab Sylphy setengah-setengah...


“Sayangnya kami tida bisa menangkapnya, dia berhasil melarikan diri...!”


Oh, ternyata merea berdua belum menyadari yang sebenarnya.


“Begitu, ya...”


Balas Fano...


“Tapi, lihat sisi baiknya saja... setidaknya mereka bisa menyelamatkan Kisa! Walaupun aku tak tahu bagaimana kejadiannya, hehehe...”


Ucap Charla mencoba untuk sedikit memecahkan suasana.


“Ya, kau benar...”


Itu dibalas dengan positif oleh yang lainnya, dan disaat inilah, aku akan memberitahukan sebuah berita mengejutkan.


“Tidak, menurutku... kalau soal Haki, sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan! Lagipula dia sudah ditangkap...”


Ucapan aku ini lantas langsung mengundang keterkejutan dari semua teman-teman.


“Apa katamu...?”


“Bagaiman kau tahu itu, Sai...?”


“Apa kau yakin, Saidhan..”


Aahh, ini terlalu berisik...


“Tunggu sebentar! Apa kalian tadi tida menyadarinya Disaat Listrik Statis bertebaran di udara!”


Ucapku untuk mengingatkan yang lainnya tentang hal itu...


“Ah, ya...! kalau tak salah aku merasakan hal itu!”


Sylphy yang membalasnya, diikuti dengan anggukan dari yang lain.


“Disaat itu lah, Haki tertangkap! Kalau dugaanku benar, maka Sua-san yang telah melakukannya! Dengan kata lain, tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi...”


Ucapku panjang lebar untuk menjelaskan yang terjadi...


“Tunggu, Sua yang kau maksud apakah itu-“


Sebelum Charla menyelesaikan ucapannya itu, aku memotongnya...


“Ya, kau benar! Hiwa Sua, sang Electro Master terkuat!”


Dan justru, pernyataan ku kali ini tidak membuat mereka terlalu terkejut,,, mungkin karena kami sesama Stage 7.


Setelah beberapa saat kemudian, kami tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal yang terlah terjadi. Dengan kemampuan sensor dari Sylphy... kami berusaha untuk mencari jalan keluar.


Disela-sela itu, kami hanya mengobrol ringan tentang hal-hal yang terjadi selama pertarungan itu. Hingga sekitar 10 menit kemudian, kami menemukan pintu keluar.


Setelah diluar, ternyata saat ini sudah menjelang malam... melihat matahari yang terbenam itu. Melihat senja ini, terasa sangat memuaskan sekali.


Segala kelelahan yang terbayarkan, untuk menyelamatkan serang anak perempuan yang diculik oleh sekumpulan sekte penyihir pemuja sihir kuno.


Itu sangat berat, karena itulah... disini aku merasa kalau kemenangan ini sangat manis.


“This is our perfect Victory! Thats Right I Win!”

__ADS_1


__ADS_2