
Di dalam rumah sakit, di kamar tempat aku sedang menjalani rawat inap ini… Aku sedang duduk di kasur, dengan Al dan Fano yang sedang duduk di kursi, yang berada di samping kiri tempat tidurku.
Mereka memasang Wajah yang sangat serius dan sedikit antusias dengan apa yang akan kubicarakan.
“Ada hal penting yang harus ku bicarakan! Ini tentang Kisa…!”
Ucapku pelan… mendengar kalau aku sedang membicarakan Kisa, Al sedikit kaget… karena ia juga ingin membicarakan hal tentang Kisa pula.
Aku melihat itu sedikit memiringkan kepala karena bingung, karena penasaran aku menanyainya.
“Ada apa, Al? apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?”
Ucapku menanyai reaksi Al barusan…
“Tidak! Hanya saja, hal yang ingin kubicarakan denganmu juga berkaitan dengan Kisa… apa ini sebuah kebetulan?”
Ucap Al membalas… aku hanya menatapnya dengan pandangan serius.
Dan Fano, ia hanya menyimak apa yang kami bicarakan… namun, didalam pikirannya ia mungkin saja bertanya ‘Ada apa dengan Kisa..?’ begitu kira-kira.
“Tidak, ini bukan kebetulan… keberadaan dan keselamatan Kisa saat ini sangatlah penting!”
“Kenapa begitu…!?”
Ucap Al mempertanyakan apa yang kukatakan.
“Haa, akan kuakui… aku memang ingin membicarakan tentang Kisa karenamu! Disaat aku menemukamu dalam keadaan itu, kau membual sesuatu tentang menjaga dan melindungi Kisa!”
Eh, aku begitu…? Aah, entah kenapa ini terdengar sangat memalukan bagiku! Yaa, mau bagaimana lagi, saat itu aku sedang demam tinggi! Wajar saja kalau aku melantur tentang suatu hal.
Reaksi yang disampaikan Al juga tak terdengar mengejek, ia lebih seperti ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi… mengingat ia sudah tahu betul sifatku seperti apa…
“Awalnya aku mengira kalau kau hanyalah melantur, tapi… Disaat aku menceritakan tentangmu di Klub, aku bertemu dengan anak itu… Sylphy bilang kalau kau dan dirinya bertemu Kisa!”
“Disitu aku menjadi binggung… apakah kau benar-benar melantur atau tidak! Apa ada sesuatu yang khusus tentangnya? Sampai kau ingin melindunginya?”
Ucap Al panjang lebar…
“Jadi begitu, ya..! ku sudah sampai situ, ya…!”
Aku sedikit menjeda ini dengan menghela nafas sebentar…
“Baiklah… dengarkan ceritaku dengan baik-baik…!”
Setelah itu, aku langsung saja menceritakan hal yang terjadi selama penyelidikan yang dilakukan di gudang bekas satu minggu yang lalu. Tentu saja, aku masih belum menceritakan tentag mimpi, tidak… pertemuanku dengan sosok yang mengaku bahwa dirinya merupakan seorang Celestial…
Karena, kalaupun aku menceritakannya… ini sangatlah tidak masuk akal! Kalau Al mungkin masih bisa sedikit percaya… tapi kalau Fano? Dia itu orangnya sangat berpikir logis!
Untuk meyakinkannya dengan cerita sperti itu akan sangat sulit! Karena itulah, aku memutuskan untuk merahasiakannya…
Aku lebih memilih untuk sedikit mencampur informasi yang kudapatkan dari Artosh dengan fakta-fakta tentang penyelidikan kemarin… hingga membentuk sebuah Hipotensis yang cukup kuat keberadaannya!
“Jadi begitu, ya…!”
Ucap Al sembari sedikit menangguk dan memejamkan matanya…
Begitu pula dengan Fano… ia sedang memegangi dagunya, terlihat seperti memikirkan sesuatu!
“Jadi kesimpulannya, kau ingin mengatakan kalau Kisa ini, adalah orang dengan potensi tinggi sebagai wadah dari Heavenly Eye’s ini!”
Ucap Fano untuk menyingkat penjelasanku barusan… seperti yang diharapkan darinya, ia bisa langsung mengerti dan menyimpulkannya secara singkat…
Tentu saja, kalau soal kecerdasan intelektual… bahkan diriku sama sekali bukan tandingannya! Ia itu Super Jenius…!
“Ya… aku sudah memikirkan ini dalam satu hari terakhir! All See Eye’s yang memberikanku petunjuk! Apa kau tahu informasi tentang Heavenly Eye’s?”
Tanyaku kepada Fano… ia kembali dalam pose berpikir!
“Kalau tak salah, mata itu adalah sebuah mata legendaries! Bahkan keberadaannya masih dianggap sebagai dongeng!”
Ucap Fano…
“Jadi begitu, ya…!”
__ADS_1
"Disaat ini, Rute pertama seharusnya sudah dimulai! Bagaimana caranya aku menangani problem seperti ini?"
Gumam ku pelan tanpa disadari...
Kuharap Kisa baik-baik saja!
......................
*Wushh!
Pusaran angin horizontal ini bergerak dengan saling bertolak belakang… Kiri ke kanan dan kanan ke kiri.
Selain itu, kedua angin ini bergerak dengan sangat terorganisir. Ini adalah tanda seberapa ahlinya Sylphy dalam mengendalikan Sihir miliknya.
Walaupun begitu, tetap saja kecepatan dari angin Sylphy masih belum bisa menyamai kecepatan dari Dios dan Mala. Mau bagaimanapun, kecepatan pergerakan angin lebih lambat dari pergerakan Dios dan Mala yang melapisi diri mereka Energi Listrik.
Seharusnya, jika dilihat dari seberapa keahlian mereka, saat ini mereka bisa bergerak melebihi kecepatan pandangan manusia…
Namun, walaupun ia bisa lepas dari kecepatan pengelihatan dan reaksi dari Sylphy. Tetap saja mereka tak akan bisa menembus Barier pelindung dan indra sihir milik Sylphy…
Karena ini, Sylphy kemudian menghentikan Pusaran angin horizontalnya. Iia menunggu kesempatan yang baik, hingga indra sihirnya menangkap kehadiran dari Dios dan Mala.
“Disana!”
Sylphy segera bereaksi dengan cepat, walaupun kecepatan mereka terlalu cepat. Ia menyebarkan Energi miliknya, kemudian mengangkat tangan kanannya.
Seketika udara disekitar Sylphy mulai tdak stabil, angin-angin memadat… menjadi daerah bertekanan rendah.
Karena ini, Dios dan Mala menjadi kekurangan pasukan oksigen.
“Apa ini?”
Disaat itu pula, mereka bedua menjadi kehilangan kecepatan yang dimiliki. Dengan begini, pertahanan mereka menjadi sangat terbuka.
Sylphy tentunya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia kembali mengaktifan Sihir Besar yang tdi ia gunakan.
“Apa…?”
“Jadi selama ini, Angin itu tak menghilang… tapi hanya memudar saja!?”
“Benar sekali…!”
Seketika, ia mengarahkan Pusaran angin tersebut kepada mereka berdua.
Tekanan yang diberikan sungguh kuat, mereka terhempas dengan sangat mudah karenanya.
Disaat yang bersamaan, ia juga bergerak untuk sedikit menjauh dari kemungkinan jangkauan yang bisa diraih Haki yang hanya berdiri memperhatikan pertarungan.
Karena ia sangat yakin, kalau Haki merupakan seorang yang berbahaya.
Disaat sudah mencapai tempat yang diyakini sudah cukup aman, ia menurunkan Kisa.
“Kisa, kalau begini terus… aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi! lebih baik, kau kabur dan menuju Charlotte!”
Awalya, Kisa agak ragu… tapi ia sadar, kalau dirinya tetap disini. Pasti dirinya akan terus menjadi beban bagi Sylphy…
“Baiklah!”
Ucap Kisa…
“Kau tahu posisinya lewat All See Eye’s bukan?”
Kisa merespon dengan mengangguk.
“Baiklah kalau begitu, pergilah…!”
Setelah itu, Kisa langsung saja melarikan diri menjauhi medan pertarungan.
“Jangan biarkan dia lolos!”
Teriak Haki, Dios dan Mala juga sudah berdiri dan memasang pose bersiap untuk segera bergerak.
Namun, mereka terhenti…
__ADS_1
Mereka berdua dan Haki sendiri juga merasa sangat tertekan saat ini, mereka merasakan sebuah perasaan dominasi yang sangat kuat dan terasa sangat mengintimidasi.
Perasaan ini berasal dari Aura yang saat ini dipancarkan oleh Sylph. Ini sudah lama sekali, sejak terakhir kalinya ia mengeluarkan ‘Keseriusan miliknya.
“Hal ini, tidak akan kubiarkan!”
Segera setelahnya, ia mengubah tipe dari barier anginnya dan memperluas daerah jangkauannya sampai meliputi Dios, Mala, bahkan Haki sekalipun.
Karena daerah saat ini sudah berada dalam dominasi dari Domain sihir milik Sylphy. Dios dan Mala memasang wajah sedikit panik, sementara itu Haki justru tersenyum…
“Jadi begitu, kau bahkan sudah menguasai Teknik Area!”
Puji Haki melihat itu…
“Kalau begitu, tiak ada pilihan lain! Aku juga akan turun tangan!”
Setelah mengatakan itu, Haki akhirnya melepas Aura miliknya. Energi sihir yang ia tahan selama ini menjadi keluar semua. Dalam sepersekian detik, jumlah Energi sihir ini membentuk kembali Area Doman sihir untuk melawan Domain milik Sylphy.
Selain itu, Domain ini kekuatannya sangat kuat. Ia bisa bertarung seimbang dalam perebutan Area denga Sylphy yang dijuluki sebagai ‘Putri Angin dan Peri dari Selatan’.
Hal ini berlangsung selama hampir semenit… Domain dari mereka berdua terus saja beradu dalam mendominasi area taman ini. Akibatnya, angin-angin yang ada didalam 1 area benar-benar kuat.
Dalam keadaan ini, karena kedua Magician memiliki kemampuan dalam Teknik Area yang settara. Maka secara otomatis, kedua Domain akan saling mmakan satu sama yang lain dan kemudian menghilang secara sendiri.
Sylphy sendiri sedikit terkejut melihat kalau Haki memiliki Domain yang sebanding dengannya. Sebenarnya siapa dia ini?
‘Domain miliknya bisa sebanding dengan milikku!? Siapa dia itu?’
Ia menjadi terlena dalam keterkejutannya itu.
“Apa yang kalian tunggu! Cepatlah kejar Kisa…!”
Sylphy sempat menjadi khawatir karena itu, hal ini tentu dikarenakan pergerakan dari mereka berdua sangat cepat.
Namun, ia berhanti sesaat setelahnya… ia memejamkan matanya dan menghela nafas dengan tenang.
“Akhirnya…!”
Setelah itu, Sylphy kembali berbalik dan menghadap kearah Haki yang masih diam ditempat. Karena dirinya yang akan melawan Sylphy…
“Apa tak masalah… membiarkan mereka pergi! Kalau begini, usahamu tadi tidak aka nada gunanya, loh!”
Ucap Haki untuk memancingnya…
Namun, Sylphy sama sekali tidak terlihat tergoyahkan. Ia justru memasang senyuman.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan! Walau aku sedikit merasa tidak enak karena menyerahkan Kisa kepadanya, sih...”
Seperti yang diduga oleh Sylphy… walaupun tubuhnya kecil, Kisa mampu berlari dengan kecepatan yang baik.
Sementara itu, Haki justru memasang wajah bingung melihat reaksi tenang dari Sylphy…
“Kau tahu maksudku bukan…?”
Ucap Sylphy…
Haki masih bingung dengan itu, ia memandangi Sylphy dengan lebih baik lagi.. hingga ia menyadarinya, terdapat aura yang terasa berbeda berasal dari mata Sylphy.
Ia membelakkan matanya. Saat ini, terdapat sebuah pola-pola yang sangat ia kenali...
“All See Eye’s? bagaimana mungkin…?”
Ucap Haki dengan sangat terkejut…
“Heeh, kau tahu!? Multiple Scene itu, bisa dibagi kepada orang lain asalkan ia terhubung dengan Kisa! Selama seminggu ini, kami sudah sering latihan dan bereonansi! Terhubung dalam jarak yang cukup jauh bukanlah mustahi lagi!”
Sylphy menjelaksan itu, ia masih saja dalam senyuman miliknya.
“Haa, jadi begitu… kalau begini akan semakin merepotkan!”
“Tidak masalah bukan? Dengan begini kita bisa bertarung dengan serius da sekuat tenaga!”
Sylphy memasang pose yang sudah siap bertarung.
__ADS_1
“Ini akan menjadi berat, ya…!”