Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 28: Tawaran Ekskul


__ADS_3

Aura Sihir yang benar-benar dingin, seakan-akan diriku akan membeku… itulah aura yang tadi dipancarkan oleh Charla tadi.


Aura ini, tingkat kekuatan dan mengendalikannya, mungkin berada di level yang sama dengan Al. Apa dia ini juga merupakan Stage 6 kah?


Yaah, itu masuk akal… Karena saat ku lihat bunga yang ia berikan sebelumnya, begitu mendetail…


Seluruh kelopak bunga yang Ia buat sangatlah bagus. Walau aku merasa sangat tidak enak sedikit mengotak-atik bunga itu.


Dan juga, bunga itu lama sekali melelehnya… begitu tahan lama. Itu adalah bukti kalau ia merupakan


Magician berbakat dan sangat hebat dalam menggunakan sihir Es.


Aku terus menatapnya. Sementara itu, ia juga sudah mulai menyadari tatapanku, karenanya ia memasang senyuman yang menyebalkan.


“Ada apa? Menatapku seperti itu… apa kau jatuh cinta pa-da-ku…?”


Dia mengucapkannya dengan nada menggoda dan sedikit mendekati ku. Ini sangat menyebalkan, oleh karena itu… aku segera mempersiapkan tanganku, si saat ia sudah tepat berada di depanku.


*Bugh!


Aku sedikit memukul kepalanya…


Dan ia segera memegangi bagian yang ku pukul.


“Aduh! Apa yang kamu lakukan!”


“Chop!”


“Apanya yang Chop! Sakit tahu, apa yang kamu pikirkan… aku baru saja membantumu, tahu!”


Aku hanya sedikit melemaskan tangan yang kupakai untuk menjitak kepalanya. Aku bereaksi dengan santai.


“Dari awal bukannya kau yang membuatku seperti itu! Jadi kau membantuku itu wajar dong!”


“Aku, yang menyebabkan itu?”


Dia sedikit memutar arah pandang nya, ia berpikir kenapa aku menyebutnya sebagai yang menyebabkannya.


Dan beberapa detik kemudian, ia nampaknya seperti menyadarinya.


“Ah… waktu itu, ya…!”


Aku masih belum menjawab. Karena ada kemungkinan ia salah mengira.


“Saat aku bertanya Stage mu berapa bukan? Yaa… maaf-maaf!”


Wah, benar ternyata.


Yang kulakukan hanyalah menghela nafas pelan saja. Kemudian aku kembali duduk yang rapi, di tempat duduk ku.


Sementara itu, ia juga mengikuti ku dan duduk di sebelahku.


“Apa yang kau lakukan?”


“Sudah jelas bukan? Karena kita teman, kita bisa duduk sebelahan!”


“Hah, baiklah, lakukan sesukamu!”


“Oh, ya… kalau di ingat-ingat, aku belum menyebutkan nama, ya!”


“Ya…”


“Kalau begitu perkenalkan, Namaku Charla Liliana! Senang berteman denganmu!”


“Saidhan!”


Aku hanya merespon dengan singkat, ini menimbulkan ia menjadi cemberut.


“Uuuu! Kok dingin banget, sih…!”


Dan akhirnya, yang ia lakukan hanyalah menggerutu dan menggangguku saja.


Hingga kemudian, Al mendatangi kami dan menghentikan aksi Charla.


“Charla, hentikan saja…”


Charla menoleh kearah Al.


“Aldian… teman kamu dingin banget sama aku!”


Lagi-lagi, ia memakai nada yang menyebalkan.


“Yaa, begitulah dia! tapi jangan ganggu dia berlebihan, ya..! Sai juga, jangan dingin-dingin banget!”


“Haahh, baiklah…!”


“Kalau begitu, aku pergi dulu!”


Setelah mengucapkan itu, ia segera berbalik dan keluar kelas. Nampaknya ia benar-benar orang yang sibuk.


“Dia sepertinya sibuk sekali, ya…!”


Guman ku tanpa sadar.


“Ya… Begitulah! Ia banyak melakukan sesuatu semenjak masuk kesini! Apa kamu juga tertarik melakukan sesuatu…?”


Charla menjawabnya, karena ucapannya aku jadi memikirkan tentang apa yang akan ku buat disini… selain itu, aku masih mengingat peringatan dari Tooru-san, tentang pergerakan yang dilakukan oleh sakte Magician kuno.


“Entahlah, aku masih belu memutuskan!"


“Kalau begitu bagaimana dengan gabung ekskul? Apa kau tertarik…?”


“Ekskul, ya…!”


Kalau tak salah Al sudah menyinggung tentangnya, ia juga mengajakku melihat-lihat Ekskulnya.


“Ya… mungkin saja!”


Charla tersenyum senang mendengar itu.


“Kalau begitu, apa kau mau masuk ke Ekskul ku? Setidaknya lihat-lihat dulu hari ini?”


Ucap Charla dengan bersemangat. Sementara itu…


“Ah, maaf! Kalau hari ini tak bisa!”


Dan, harapannya sedikit terjatuh mendengar hal itu.


“K-kenapa?”


“Hari ini, aku mungkin akan melihat-lihat Ekskul Al terlebih dahulu!”

__ADS_1


Aku menjawabnya, dan karenanya, ia menjadi kembali bersemangat… entah karena apa sebabnya.


Dia kemudian berdiri, dan menjentikkan jarinya.


“Kalau begitu, pas sekali! Aku dan Aldian ada di Ekskul yang sama, loh!”


Aku agak terkejut mendengarnya.


“Eh, benarkah?”


Dia tertawa pelan.


“Hehe, serahkan padaku! Akan kubawa kau ke ruangan Ekskul kami…”


“Haa, baiklah…”


Walaupun aku sedikit ragu dengan ini, tapi yah… biarlah!


......................


Setelah beberapa waktu berlalu, hingga aku sidah menyelesaikan sekolah di hari pertama ini. Ini sudah waktunya untuk pulang…


Entah mengapa, Jam sekolah di ACJ sedikit lebih sebentar dari Sekolahku yang sebelumnya. Tapi, yaah… itu tak apa-apa.


“Baiklah sudah saatnya pergi…”


Aku membereskan semua barang bawaan ku dan memasukannya kembali kedalam tas. Dan kemudian pergi…


Namun, saat sudah sampai di pintu, seseorang menjegat ku. Ya… siapa lagi kalau bukan Charla…


Dia menghalangi pintu dengan merentangkan kedua tangannya.


“Ada apa?”


Aku menanyakan apa maksud darinya menghalangi jalan keluar ku. Sementara itu, ia terlihat agak kesal mendengar ucapan ku itu.


“Kamu… jangan pura-pura tak ingat, ya!”


Charla memasang wajah kesalnya, ini agak menakutkan.


“Ah iya, iya! Aku mengerti! Aku ingat, kok! Ini juga aku mau ke sana!”


“Hmm… benarkah?”


“Iya, iya…!”


“Memangnya kamu tahu tempatnya dimana?”


Hm, benar juga… dimana, ya? Ah sudahlah, setidaknya akan ku bilang kalau aku tahu saja


“Tentu saja…!”


Dia sedikit memperhatikan kearah ku dengan seksama, dan yang bisa dilakukan hanyalah menelan ludah.


“Baiklah… aku percaya! Kalau kamu mau ke sana, ajak aku sekalian, dong!”


“Ah, baik…!”


Disaat kami baru saja ingin pergi… datanglah Al dan Sylphy menghampiri kami.


“Sai…! Charla…! Apa kalian mau keruangan Ekskul?”


“Ehm… tentu saja!’


Yang menjawab ialah Charla, aku juga mengangguk membenarkan.


“Kalau begitu, ayo bersama…! Kebetulan kami juga ingin ke sana!”


Kali ini Sylphy yang berbicara, dan ini kembali menimbulkan senyuman di wajah Charla.


“Ohh! Berarti semua bisa datang hari ini, ya? Bagus sekali!”


Semua? Benar juga, ya… Yang namanya Ekskul kayaknya tak mungkin jika anggotanya hanya tiga. Mungkin ada dari kelas lain…


“Baiklah ayo..”


Setelahnya kami melanjutkan berjalan.


Di saat itulah, aku tiba-tiba terpikirkan oleh sesuatu…


Oh iya, ini seperti yang dikatakan Al dan Charla… mereka itu satu Ekskul, begitu pula dengan Sylphy...


Tunggu sebentar, Al itu seorang Stage 6… dan yang Al bilang, Sylphy juga di level yang sama dengannya. Dan juga, aura yang kurasakan dari Charla sebelumnya… aku menyimpulkan kalau itu juga mungkin selevel dengan Al dan Sylphy…


Itu berarti… Ekskul ini di isi oleh orang-orang Elit!


Ugh… aku jadi tak enak memasuki Ekskul ini…! aku memikirkan ini begitu saja, tanpa menyadari kalau aku sebenarnya seorang Stage 7… satu tingkat di atas mereka.


Karana menyadari hal in, aku berjalan tak sejajar dengan mereka... aku kembali berjalan sedikit dibelakang. Dan kembali ditanyai oleh yang lainnya.


“Sai, kenapa? Kalau gitu nanti kita tinggal, loh!”


“Ah… tidak! Bukan apa-apa, tenang saja… aku gak akan ketinggalan!”


Aku menjawabnya biasa saja, yang lainnya mengerti. Di sisi lain, Charla justru menangkap maksud yang salah.


"Haa! Saidhan, jangan-jangan kamu mau kabur, ya!?”


Dengan cepat, ia segera mendekatiku dan menarik tanganku.


“Ah, tidak kok!”


Ia menarik ku dengan kuat, walau aku merasakan hal seperti tadi, aku sama sekali tak berniat untuk kabut, padahal…


“Kalau begitu jangan mengeluh dan berjalanlah sejajar dengan kami!”


“Baiklah!”


Dan begitulah, aku dipaksa untuk berjalan sejajar dengan lainnya. Hingga akhirnya kami sampai keruangan Ekskul beroperasi.


Kami bertiga sampai ke depan ruangan. Aku sedikit terkejut melihatnya, ini tak terlalu besar menurutku… mungkin luas ini sekitar sama seperti ruang kelas.


Jadi tak terlalu besar…


“Disini?”


Setidaknya, aku bertanya untuk mengkonfirmasi.


“Ya benar sekali…”


Charla yang menjawabnya…

__ADS_1


Kalau begitu… ayo masuk, jangan sungkan-sungkan!”


Charla langsung saja membuka pintu dan masuk kedalamnya, begitu pula dengan Al dan Sylphy, Ia juga mengajakku.


Aku juga memasukinya dan didalamnya, terlihat lebih sempit dari yang kukira… mungkin itu faktor barang-barang dan meja kursi yang di susun di pojok kan.


Menyisakan empat pasang meja kursi yang tersisa di tengah untuk duduk.


Sudah ada dua orang yang menunggu. Satu orang laki-laki dan perempuan…


Yang Laki-laki sedang membaca sebuah buku, dia terlihat seperti anak lelaki normal dan nampaknya sedikit tinggi, walau aku tak yakin karena ia sedang duduk.


Sementara itu, yang perempuan… wajahnya itu, ia terlihat sangat mirip dengan Charla, bedanya ia memiliki rambut panjang dan di ikat Ponytail.


Mereka berdua melihat kearah kami. Dan kemudian…


“Kalian… kok lama sekali?”


Yang bertanya adalah yang laki-laki. Dia kemudian berdiri dan menghampiri kami. Dan juga, dugaan ku benar… dia cukup tinggi, mungkin lebih dari ku dan Al.


“Bukannya kalian yang datang terlalu cepat? Fano!”


Fano? Tunggu, apa jangan-jangan… Fano yang itu…? Fano Yudara? Anak jenius itu?


Bagaimana mungkin… dia ini juga Stage 6 loh! Esper Scientist Stage 6, dia juga masuk ke ACJ, sama seperti Al.


Apa-apaan Ekskul ini?


Dan kemudian si Fano itu menoleh ke arahku.


“Jadi dia? Teman yang kau bilang ingin mengajaknya bergabung?”


Al dan yang lainnya juga ikut menoleh kepadaku, ini sangat membuatku canggung.


“Ya benar! dia Sahabatku, namanya Saidhan!”


“Saidhan?”


Setelah Al memperkenalkan diriku, nampaknya aku juga harus memperkenalkan diri sendiri, walau agak canggung sih...


“H-halo, namaku Saidhan M. Ardhiyasa… aku datang untuk coba melihat-lihat Ekskul ini!”


Ujar ku memperkenalkan diri, di respon dengan anggukan oleh Fano dan perempuan yang sayu agi, ia sedikit menundukkan kepala kearah ku.


“Jadi begitu… kau si Stage 7 terbaru itu, ya…!?”


Rupanya rumor itu sudah menyebar kemana-mana, ya…


“Ya, begitulah!


“Jadi begitu, kalau begitu silahkan…!”


Wah, Fano nampaknya lebih ramah dari yang kukira! walaupun itu sepertinya karena tahu aku seroang Stage 7…


Dengan begitu aku kemudian dipersilahkan duduk… dan disaat itu bula, aku sedikit celingak-celinguk melihat seisi ruangan ini. Hingga Sylphy menyadari itu dan bertanya.


“Ada apa, Saidhan?”


“Ah… tidak! Hanya saja aku penasaran dimana anggota yang lainnya, tadi Charla bilang kalau semua anggota bisa datang, dan sepertinya baru kita saja yang datang…!”


Setelah aku mengucapkan itu, yang lainnya saling menatap…


“Ini sudah full!”


“Ehm apa?”


“Ekskul kami Cuma ada 5 anggota!”


“Eh…? Eh….!? Benarkah?”


“Ya, benar! kalau begitu akan ku perkenalkan padamu!”


Charla berdiri dari tempatnya…


“Kamu pasti sudah tahu denganku, Aldian, dan Shyl bukan?


Hah, Shyl? Sylphy kah maksudnya?


“Ehm, benar!”


Setelahnya, ia mendekati Fano dan perempuan satu lagi, kebetulan mereka duduk bersebelahan.


“Dia ini Fano Yudara!”


Aku sudah tahu!


“Walau terlihat seperti ini dia itu orang yang pintar, loh!”


Ucap Charla, di ikuti dengan anggukan Fano.


“Senang bertemu denganmu!”


Aku merespon dengan mengangguk pula… kemudian, Charla melingkarkan tangannya dan memeluk perempuan itu dari belakang dengan tersenyum.


“Dan yang cantik ini, Adik kembar ku! Namanya Charlotte Lissana!"


"Kakak…"


Jadi mereka kembar kah? Sudah kuduga, lagipula mereka itu mirip… hanya gaya rambutnya yang berbeda.


“Charlotte Lissana! Senang bertemu denganmu!”


Aku kembali mengangguk untuk meresponnya.


Dan kemudian, giliran Sylphy yang angkat bicara…


“Baiklah, karena perkenalannya sudah selesai, waktunya menjelaskan siapa kami ini!”


Menjelaskan? Yaah, kalau Al aku sudah banyak tahu… kalau mau menjelaskan, jelaskan saja ini Ekskul apa…


“Kami berlima adalah 5 murid yang masuk ke ACJ melalui jalur undangan, sama sepertimu!”


Apa? Tunggu, tentu saja aku sangat terkejut karena ini… karena itu berarti mereka ini…


“Itu berarti…”


“Benar, sama seperti Al… semua anggota ini merupakan Stage 6!”


Stage 6, kah… Aku sudah menduganya sih, tapi yaah… tetap saja mengejutkan jika didengar langsung.


“Selamat datang di Klub Penelitian Sejarah Dunia, Saidhan M. Ardhiyasa…! Kami semua menyambut mu!”

__ADS_1


__ADS_2