Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 8: Kepercayaan diri Saidhan


__ADS_3

Dimalam hari yang sedikit bermasalah ini, aku Saidhan M. Ardhiyasa di serang oleh seseorang yang tak dikenal. Tujuannya belum diketahui, Motifnya pun juga tidak. Akan tetapi, ada kemungkinan adalah untuk membunuhku…


Uhh, seram sekali… diriku yang sebelumnya hanyalah seorang murid SMA biasa. Melalui berbagai macan kejadian yang menyiksa batinku ini, hidupku berubah drastis menjadi seperti yang sekarang ini, bahkan sampai menjadi target pembunuhan.


Ya, tadi itu hanya sedikit Drama saja. Untungnya seseorang aat ini sudah datang untuk diriku.


“To-tooru-san, kenapa kau di sini?”


Dia kembali menatapku.


“Oya? Apa kedatanganku mengganggumu?”


“Ah! Tidak, tidak, tidak! Justru kau datang timing yang pas!!”


Aku buru-buru menyanggah’nya dan memberikan sebuah jempolan kepadanya. Dia tersenyum karenanya.


“Jadi, ini perbuatannya siapa?!”


Dia mengatakan itu sembari mengangkat sebelah kakinya, dan kemudian ia menghentakkan kembali ke pijakannya yaitu si golem. Akibatnya struktur tubuh si golem langsung saja retak dan hancur berkeping-keping.


Hebat sekali! Tooru-san pasti seorang Esper yang sangat kuat!


Kembali ke pertanyaan Tooru-san, aku segera menunjuk kearah Si Sorcerer yang nampaknya juga terkejut dengan aksi yang di lakukan Tooru-san.


“Ahh, soal itu… dia yang melakukannya! Dia tiba-tiba datang dan kemudian menyerang ku dengan golem!”


“Golem? Ahh, Saidhan-kun yang tadi itu bukan golem!”


Apa?


“Ehh, apa itu bukan?”


“Ayolah! Kau sendiri juga pasti tahu bukan? Gumpalan tanah yang lemah itu mana mungkin bisa di sebut Golem!”


“Haaa!!??”


Ah, Tooru-san, kau nampaknya sudah memancing amarah orang yang memanggil mahluk tadi, loh.


“Itu tadi hanyalah Golmite saja-“


“Jangan becanda kau bocah sialan!”


Waaah, dia marah.


“Bocah Esper macam dirimu mana tahu tentang kami para Magician! Kalian hanyalah mainan dari para Ilmuwan saja…!”


Jadi ini unek-uneknya para Magician, ya…


“Eeehh, begitu ya? Aku akan mengingat itu, ucapan dari seorang Magician yang bahkan menyembah Sihir Kuno!”


Jangan, memprovokasi nya kembali Tooru-san!!


“Khekh, jangan ikut campur kau! Yang ku incar hanyalah bocah itu! Jadi sebaiknya kau minggir, jika tak ingin terluka!”


“Kalau begitu majulah! Panggil mahluk yang sebut sebagai golem itu kesini! Kami pasti akan menghancurkannya!”


Tolong jangan libatkan aku kedalam ini!


“Janan remehkan aku! Earth Golem, munculah…”


Terpancing dengan Provokasi Tooru-san, si Sorcerer langsung saja membangkitkan 7 buah Gole- tidak bukan, Golmite yang tingginya berkisaran 3 meter.


Ini bisa dibilang gawat, sih! Tak ku sangka dia bisa memanggil sebanyak ini. Yaah, tetapi, karena Tooru-san ada disini sekarang, mungkin ada yang bisa kami lakukan sekarang.


Aku mengalihkan pandangan kearah Tooru-san, dia Nampak memasang senyum remeh sembari memandang kearah kumpulan golmite tersebut. Namun, tiba-tiba, ia mengubah ekspresinya, ia seperti baru saja mengingat sesuatu.


“Eehhmm, Saidhan-kun!”


Ia merangkul ku sesaat setelah mengatakan itu. Entah mengapa, perasaanku menjadi tak enak.


“Ada apa?”


“Kau ini, besok akan melakukan sedikit Test lagi bukan? Persentase mu belum cukup untuk mencapai Stage 7?”


“Ahhh, itu benar! Lagian, kau tahu ini dari mana?”


“Tak perlu pikirkan hal-hal yang tak perlu! Jadi, daripada melakukannya esok, lebih baik melakukannya sekarang bukan?”


“Ehh, sekarang? Tapi bagaimana?”


Aku terkejut dengan ucapannya.


“Sudah jelas bukan, yang dibutuhkan ialah pengalaman bertarung secara langsung…!”


“J-jangan-jangan…!?”


“Emh, benar sekali! Lawan mereka!”

__ADS_1


Ahh, apa yang dipikirkan orang ini!?


“Tidak, mustahil, mustahil! Apa yang kau pikirkan Tooru-san!?”


“Tenang, saja! Aku sudah melihat potensi mu sebelumnya! Aku yakin kau pasti bisa menang!”


“Apa benar?”


“Benar!”


Yaa, selain kemampuanku yang berkembang, nampaknya kepercayaan diriku berkembang cukup pesat semenjak aku datang ke sini. Dan tentu saja karena hal ini, aku menjadi menyetujui apa yang ia bilang begitu saja.


“Yaa, kalau kau bersikeras aku yang akan melawan mereka!”


“Itu baru bagus!”


Dengan langkah percaya diri aku maju. Mencoba untuk melakukan pengalaman bertarung dalam situasi hidup dan mati ini. Sementara itu, si Sorcerer justru menatap kam dengan pandangan remeh, tidak, mungkin ia hanya memandang ke arah Tooru-san.


“Heh, pada akhirnya yang bisa kau lakukan hanyalah mengandalkan orang lain!”


“Jangan salah paham dulu! Anak ini adalah calon Stage 7! Mengalahkan mu adalah hal yang mudah baginya!”


"Baiklah! Kalau begitu akan ku lawan kau dengan sepenuh tenaga, Majulah!”


“Aahh, baiklah!”


Ini dia, aku dengan kenekatan ku saat ini mencoba menantang semua golmite ini sekarang. Walau begitu, aku tetap percaya kalau Tooru-san akan menolongku jika situasi sudah tak memungkinkan.


“Maju, maju Saidhan-kun! Maju, maju Saidhan-kun! Pancarkan citra mu itu!”


Tolong Tooru-san, berhentilah menyemangati ku dengan nada bicara seperti itu. Kumohon…


Baiklah, untuk sekarang akan ku lawan yang paling kecil dahulu. Dan tentu saja, seperti dugaan ku, ia menggerakkan golmite yang paling kecil terlebih dahulu. Akan, tetapi dua golmite dibelakangnya juga segera ikut bergerak. Mereka melompat dan bersiap untuk melancarkan serangan.


Aku itu hanya bisa menatapnya,.


“Ahh, ternyata memang mustahil!!”


Aku segera melompat, menghindar dari serangan para golmite tersebut, ini cukup berat sebelah…


Aku harus melawan 7 buah Golmite sendirian…? Seorang sepertiku mana mungkin bisa… ya, tapi aku harus berusaha.


Salah satu golmite bangkit dan segera menyerang kembali.


Untuk seorang golmite, gerakannya cepat sekali… ini berbeda dengan yang ada di game atau film.


Karena kejadian sebelumnya, aku jadi sadar kalau Delay ku memiliki 2 tipe. Yaitu, Spatial Delay biasa, yang hanya memperlambat serangan dengan melebarkan ruang dalam jangkauan dan waktu tertentu. Dan Inifinite Spatial Delay, yaitu mendelay serangan dengan memanjangkan ruang hingga ke tingkat tak terbatas.


Bagiku sekarang, Spatial Delay biasa jauh lebih mudah di gunakan. Karena tak memakan banyak energy.


Berbeda dengan Infinite Spatial Delay, yang di percobaan pertama membuatku pingsan setelahnya dan di percobaan kedua, aku kehabisan Energy karenanya. Selain itu, aku masih tak bisa menggunakannya dengan leluasa.


Oleh karena itu, menggunakan Spatial Delay adalah pilihan yang tepat.


Setelah serangan berhenti, aku segera meninju kaki golmite tersebut dengan sekuat tenaga. Dan hasilnya, kaki golmite yang terbuat dari gumpalan tanah dan bebatuan yang tentunya sangat keras, menjadi retak dan hancur karenanya.


“Apa..?”


“Bagus sekali Saidhan-kun lanjutkan seperti itu!”


Yaa, aku sendiri justru malah terkejut dengan kemampuan fisik ku yang meningkat pesat. Apa ini karena energy dari Nothingness memperkuat fisik milik ku.


Seperti saat melawan Kira, pukulan biasa dariku harusnya tak bisa membuatnya benar-benar jatuh pingsan. Tak salah lagi, ini pasti berkat Nothingness.


Dengan dipenuhi dengan kepercayaan diri, aku segera melancarkan pukulan lagi.


Pukulan itu berhasil memberikan Damage yang cukup kuat dan menghancurkan beberapa bagian golmite.


“Jangan sombong dulu kau bocah!!”


Ia segera mengangkat sebelah tangannya, dan mewujudkan lingkaran sihir. Dan seketika seluruh Golmite yang tersisa saling mendekat dan bersatu dan menciptakan sebuah bentuk baru yang tingginya berkisaran 7-9 meter.


Tooru-san yang sebelumnya hanya memperhatikan saja juga terkejut karena hal ini.


“Waaahh, ini baru yang namanya Golem!”


“Jadi ini yang namanya golem kah?”


Golem itu segera melancarkan pukulan, dan seketika tercipta kawa dengan ukuran sedang.


Aku hanya bisa menghindarinya, delay ku sama sekali tak berkutik, ukurannya terlalu besar!


Inilah…! Kekalahan ku…


Ah, benar… memang inilah kenyataannya. Mana mungkin orang sepertiku bisa menang saat ini. Yang kuat bertahan, yang lemah ditindas… itu adalah hal biasa di dunia ini, ya kan?


“Saidhan-kun! Percayalah pada dirimu sendiri!”

__ADS_1


Aku menengok ke arah Tooru-san yang masih dengan menyimak pertarungan ku.


“To-tooru-san..?!”


“Cobalah untuk percaya pada dirimu! Pada kekuatanmu! Aku mengerti, kehidupanmu saat masih menjadi Unknown Class sulit bukan? Aku mungkin tak pantas berbicara seperti ini, tapi lupakanlah kehidupan lamamu dan hiduplah dengan dirimu yang sekarang!”


Yaa, benar! Yang dikatakannya adalah kebenaran, aku harus bisa lebih percaya kepada diriku sendiri, sebelumnya aku sangat mudah jatuh harapan, tapi sekarang aku harus bisa berubah.


Aku harus mengingatnya kembali, di saat itu. Aku yang sekarang juga merupakan seseorang yang memiliki kemampuan khusus saat ini.


Berhentilah berlagak seperti pecundang Saidhan! Kau ini adalah seorang yang hebat! Percayalah akan hal itu! Percayalah…


“Sai, kau ini orang yang hebat, loh! Jangan pesimis begitu…”


Ingatlah itu!...


“Heh, dengan begini tugasku selesai!”


Si Sorcerer mengatakan itu sembari melihat diriku yang sedang termenung, sebentar lagi aku akan menerima serangan telak dari dari golem. Akan tetapi…


*Buaagghhh!!


“Saidhan-kun…!?”


“Bwahahahah! Dengan ini misi ku yang diberikan sudah selesai! Sekarang waktunya membereskan mu!”


Si Sorcerer mengatakan itu sembari tertawa. Akan tetapi, tawa itu tak berlangsung lama, karena…


“Apanya yang selesai… misi mu baru akan melewati bagian yang paling sulit, kau tahu?”


“K-kau! Bagaimana mungkin!?”


Sorcerer itu tercengang karena melihatku dapat menahan pukulan penuh dari Golem miliknya.


“Tooru-san, Terima kasih atas yang tadi..! sekarang aku akan mengakhirinya!”


Tooru juga sebenarnya terlihat agak terkejut, namun ia menutupinya dengan senyumannya.


“Ya, silahkan saja…!”


“Baik…”


Golem tersebut langsung segera menarik tangannya, dan segera mempersiapkan tangan yang satunya untuk memukul kembali.


Tentu saja, aku bisa kembali menghindarinya dengan baik.


Berbeda dari sebelumnya, pergerakan Golem ini lebih lambat, aku melompat dan berlari di tangan golem itu. Dengan sekuat tenaga , aku melancarkan pukulan kearah kepala si golem. Dan seketika, kepalanya hancur.


Berhasil!


Akan tetapi, beberapa saat kemudian kepala si golem tumbuh dan terlihat seperti sebelumnya.


“Sayang sekali, akan tetapi Golem ku yang satu ini memiliki kemampuan regenerasi!”


“Sudah kuduga, kalau begitu tak ada pilihan lain…”


Infinite!


Aku merentangkan tanganku dan kemudian, muncul sebuah aura yang melapisi tanganku. Aku berniat melakukan hal yang sama seperti saat melawan robot sebelumnya.


“Gawat! Gnome, gunakan Magic Proyektil!”


Mengikut arahan penggunanya, si Golem itu juga mengumpulkan sihir di tangannya.


“Mari kita bertanding! Yang paling kuat adalah pemenangnya!”


Segera setelah aku mengucapkan itu, si golem melempar Sihir yang dikumpulkannya, begitupula denganku…


Energy kami beradu di udara dengan sengit sekali, tetapi…


Sihir mu memanglah hebat… akan tetapi, semua tak berguna jika Infinite telah di aktifkan… Aku mempelajari hal ini setelah berulang kali menerima Vision yang sama… Infinite dan Nothingness, itu tak tertandingi.


Energy yang ku lontarkan, segera melenyapkan Sihir golem dan segera mengarah ke golem itu, dan akhirnya…


Kehancuran…,, itu yang terlihat harus menjadi kenyataan.


Energy Infinite langsung menelan si golem dalam hitungan sepersekian detik. Ini sudah selesai, ini adalah kemenangan ku.


Ahh, aku kelelahan… rasanya, seperti ingin jatuh.


Di saat kakiku sudah tak kuat untuk menahan beban tubuh… di situlah, di saat itulah, Tooru-san dengan ketepatan memapah ku.


“Kerja bagus, kau hebat sekali loh Saidhan-kun…!”


“T-terima kasih…”


“Untuk seterusnya, serahkan saja padaku…!”

__ADS_1


__ADS_2