Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 45: Artifak Sihir Tingkat Tinggi


__ADS_3

Sebuah Es besar berada ditengah-tengah sebuah taman yang cukup bagus ini. Charlotte sedang melihatnya dengan pandangan yang…


Mungkin sedang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Kalau dilihat dengan seksama, didalam es ini terdapat seseorang yang dalam keadaan terjebak dan membeku. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Dios…


Setelah terlibat dalam sebuah pertarungan 2v1 yang akhirnya dimenangkan oleh Charlotte. Dia dan rekannya, Mala terjebak dalam es yang beku.


Charlotte menghela nafasnya pelan… walaupun begitu, ia harus mengakui kemampuan dari kedua lawannya itu karena sudah berhasil membuatnya bertarung serius dan hingga memakai Sihir suci.


“Haa… harus kuakui, mereka ini cukup kuat!”


Charlotte berbalik, ia menuju Kisa yang berada dibalik tembok es yang ia ciptakan. Kisa menatapnya dengan pandangan yang senang dan juga sedikit khawatir.


Charlotte membalas itu dengan tersenyum dengan manis, ia kemudian mencairkan dinding es itu dan membiarkan Kisa menuju kesini.


“Ya… kamu baik-baik saja?”


Tanya Charlotte, dibalas dengan anggukan oleh Kisa.


Saat ini, Kisa sudah terlihat tak terlalu takut lagi. tidak seperti sebelumnya, ia saat ini sudah bisa tersenyum kembali. Sembari mengelus rambut Kisa dengan lembut, Charlotte mulai menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.


“Kisa… sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Kenapa dengan Sylphy?”


“Haa, benar…!”


Setelahnya, Kisa langsung saja menjelaskan hal-hal yang sedang terjadi saat ini. mulai dari siapa sebenarnya mereka ini, mengapa mereka berusaha menangkap dirinya, dan apa yang sedang dilakukan oleh Sylphy saat ini.


Charlotte menyimak seluruh hal yang diceritakan oleh Kisa dengan seksama dan juga memahami situasi.


“Jadi begitu, ya…! Aku tak menyangka kalau Mata sihir milikmu bisa berevolusi menjadi hal yang semenakjubkan itu!”


Ucap Charlotte setelah mendengarkan cerita dari Kisa…


Kisa kemudian memasang raut wajah sedih dan sedikit merasa tidak enak dengan Charlotte dan teman-temannya karena sudah membuat mereka kerepotan.


“Maafkan aku…”


Melihat itu, Charlotte langsung saja kembali mengelus kepala Kisa. Ia tersenyum dan melakukan itu dengan kelembutan.


“Tidak apa-apa… tak perlu dipikirkan!”


“…”


‘Yaa… setidaknya akan sedikit kupukul kepala Sylphy nanti! Dia sudah membuatku melawan orang yang merupakan musuh alamiku!’


Batin Charlotte…


“Yang pasti, Sylphy juga tidak akan merasakan kalau kamu itu merepotkan kok! Jadi tenang saja…”


Kisa kembali sedikit tersenyum karena itu.


“Yang lebih penting, sekarang ini… ayo kita ketempat Sylphy, dari yang kamu bilang sepertinya lawan yang ia hadapi cukup kuat!”


Ucap Charlotte, ia kemudian bangkit dan kemudian mengarahkan tangannya kepada Kisa, hendak membantunya untuk berdiri.


“Ayo…!”


Kisa menggapai tangan Charlotte. Ia bangkit dari duduknya…


“Apa kau tahu lokasinya dimana!?”


Disaat Kisa hendak kembali memakai All See Eye’s miliknya, terdengar suara gemuruh dari arah barat. Kemudian, terlihat muncul sebuah topan yang cukup besar muncul dari arah yang sama dengan suara gemuruh itu.


“Disana!”


Ucap Kisa dan menunjuk kearah topan itu…


Charlotte juga melihat kearah yang sama, ia sedikit memasang ekspresi yang… entahlah, ini kembali tak bisa dijelaskan dengan pasti.


Tapi, tentunya ia juga merasa kalau itu memang benar-benar Sylphy.


‘Ya ampun… dia itu, selalu saja…’


Batin Charlotte melihat itu…


“Ayo…!”


Setelah itu, mereka berdua langsung saja pergi menuju tempat yang dimaksudkan itu…


...----------------...


Sementara itu… ditempat Sylphy berada.


*Wushh!


*Bruaghh!


Sylpy dan Haki masih dalam pertarungan yang sungguh sengit. Sebagai sesama penyihir angin. Mereka berdua juga berada dilevel yang sama.


Sylphy unggul dalam hal Jumlah Energi sihir, walau sebenarnya… energi sihir Sylphy termaksud sedikit untuk seorang yang berada di Stage 6.


Sedangkan Haki, unggul di segi teknik dan pengalaman bertarung. Kelihaiannya dan kelicikan yang ia gunakan menandakan kalau ia ini sudah sangat berpengalaman dan ahli dalam pertarungan satu lawan satu.


Walau begitu, segala cara yang bisa dibilang licik yang digunakan oleh Haki selalu saja bisa dipatahkan oleh Sylphy…


Itu cukup membuktikan seberapa kuatnya Sylphy…

__ADS_1


Sebagai salah satu dari orang kepercayaan dari Bos yang disebut sebagai R.I.O, tentu saja Haki ini sangatlah kuat.


Dia itu memang tak sekuat John dan Renra yang disebut sangat berbahaya. Namun, Haki masih sama berbahayanya dengan mereka berdua.


Ia berbahaya dalam artian yang lain…


Haki itu sangatlah cerdas dan licik, dalam menciptakan rencana . ia baru satu kali mengalami kesalahan perhitungan. Yaitu rencana yang baru saja ia ciptakan ulang, tentang pencangkokan Heavenly Eye’s.


Rencana Heavenly Eye’s memang sangatlah sulit, RIO sendiri bahkan sampai mengirim ketiga orang kepercayaannya itu.


Ini adalah bukti nyata, bagaimana langka dan tingginya level dari rencana pencangkokan Heavenly Eye’s.


Haki memutuskan untuk mengambil alih penuh atas rencana ini, karena kesalahan perhitungan akibat campur tangannya para Stage 6 dari ACJ. Membuat rencana yang seharusnya bisa berjalan baik menjadi kacau.


Haki itu sangatlah setia terhadap RIO, dia merasa kalau nama baiknya bisa dinodai dihadapan RIO jika rencana ini gagal.


Mau bagaimanapun, Haki ini adalah orang dengan harga diri yang tinggi. Walau begitu, Ia sebenarnya juga merasa tertarik terhadap seseorang yang mempu mengacaukan rencananya itu.


Baiklah, kembali kepada pertarungan saat ini. Haki dan Sylphy saling jual beli serangan.


Mereka juga terlihat sedikit menikmati ini…


“Sihir Angin…!”


Haki mengangkat tangannya kearah Sylphy, kemudian sebuah bola-bola angin berukuran sedang yang tengah berputar muncul dan bergerak kearah Sylphy…


“Putaran Angin!”


Sylphy bisa menghindari itu semua dengan sangat baik. Akan tetapi, tentu saja ini jumlahnya terlalu banyak. Selain itu, pergerakannya juga cukup cepat juga.


“Cih…!”


Karena merasa cukup kesal… ia mulai memanjangkan dan menguatkan barier pelindung miliknya.


Akibatnya, bola-bola itu mulai terpecah akibat menyentuh daerah barier milik Sylphy. Tak sampai disitu… Sylphy juga langsung melancarkan serangan balasan.


Ia menarik tangannya dan langsung saja melepaskan sebuah tekanan angin dengan intensitas yang tinggi kepada Haki.


Haki sedikit memutar tangannya, dan menciptakan dorongan di udara yang bertolak belakang dengan arah dari tekanan angin dari yang dilancarkan oleh Sylphy.


“Hoo, kau hebat juga…!”


Ucap Sylphy melihat kearah Haki yang mampu menghentikan serangan tekanan angin yang dilancarkan dengan sekuat tenaga dari dirinya.


“Sebuah kehormatan dipuji oleh Putri Angin! Anda sendri juga sangatlah luar biasa kuat…”


Ucap Haki membalas pujian dari Sylphy…


Setelah mengatakan itu, Haki menarik seluruh Energi sihir kedalam tangannya. Sepertinya, kali ini dia akan menggunakan sihir yang lebih besar dari semua sihir yang ia pakai sebelumnya.


Namun, ia langsung saja tersadar tak lama setelahnya. Tentu saja, dirinya tak selemah itu karena bisa didominasi dengan semudah itu.


Sylphy kemudian memasang posisi bersiaga. Jika dilihat dari bagaimana kemampuan dari Haki sebelumnya. Maka, sihirnya kali ini akan berpotensi besar dalam tingkat berbahaya nya.


“Sihir Besar : Badai angin!”


Ia mengangkat kedua tangannya kearah langit, dan dari sana pula. Sebuah pusaran angin besar yang turun dan menyambung dengan energy sihir dari Haki.


Sebuah pusaran angin dari badai yang besar dan tekanannya cukup kuat. Sylphy terlihat cukup takjub karena itu.


“Ini… harus dilawan dengan yang sepadan, ya…!”


Gumam Sylphy…


Ia kemudian menyatukan tangannya dan kembali. Ia berniat untuk kembali menggunakan Sihir besar miliknya. namun, kali ini ia akan menggunakan dengan sepenuh kekuatannya.


“Sihir besar : Tornado!”


Kembali, Sylphy memunculkan sebuah pusaran angin besar yang ukuran dan intensitas tekanannya sebanding dengan milik Haki.


“Kita mulai…!”


Mereka berdua melancarkan seluruh kekuatan milik mereka. Dua angin besar itu bertemu dan saling beradu. gesekan yang terjadi menimbulkan udara disekitar menjadi terhempas.


Tekanan yang dibuat mendorong barang-barang yang ada disekitar dan membuatnya terhempas seketika.


Dua angin besar ini mulai menyatu, bergabung menjadi sebuah tornado yang lebih bear. Itu adalah apa yang dilihat oleh Charlotte dan Kisa sebelumnya.


Perlahan angin tersebut mulai menyusut dan menimbulkan ledakan udara yang cukup dahsyat.


Memporak-porandakan satu area dari taman ini. keadaan sekarang menjadi sangat kacau. Untuk sekarang, tentu saja Syphy mulai merasakan lelah akibat pertarungan ini…


Tentu saja, ini juga berlaku untuk Haki, namun situasi yang sekarang jelas menguntungkan Haki. Sylphy tahu akan hal itu…


Ia sudah menduga, kalau Haki tengah membawa sebuah Artifak sihir seperti yang dijelaskan oleh Saidhan.


“Haah… haah… haah!”


Sylphy sedikit terengah-engah akibat menggunakan sihir besar tadi. Itu tentunya menguras seluruh Energi milik Sylphy.


Tentunya, ia masih mampu untuk bertarung. Tapi, jika itu terjadi… maka untuk kekalahan darinya, mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja.


Haki menatap kearahnya dengan senyuman yang agak meremehkan…


“Ada apa Putri angin? Apa sudah saatnya kau mencapai batas mu!?”


Sylphy hanya diam tak menjawab itu. Dia menatap kearah Haki dengan pandangan tajam.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Haki langsung saja maju mendekat. Sylphy tak memasang reaksi apapun, ia hanya memasang wajah yang datar menatap kearah Haki.


Haki terus berjalan, tanpa ragu sedikitpun.


Selain itu, terlihat ia juga sedang memancarkan aura miliknya. Begitu juga dengan Sylphy, ia membalas itu. Tapi, sebenarnya bukan itu tujuan aslinya.


Ia memiliki tujuan yang lain. Yaitu memancing Haki untuk mendekat kearahnya…


Dan kemudian, Haki dan Sylphy sekarang hanya terpaut jarak sekitar 1 meter saja. Haki menatap kearah Sylphy yang agak tertunduk. Dia bisa melihatnya, Sylphy yang sedang memasang senyumannya.


“Kena kau…!”


Ucap Sylphy dengan nada dan ekspresi yang licik.


“Apa yang kau katakana…?”


Tak berselang lama kemudian, sebuah lingkaran sihir terbentuk di pijakan dari Haki. Tentu saja ini


membuatnya sangat terkejut… ia tak menyangka kalau seorang Sylphy memakai cara yang seperti ini.


“Jebakan sihir? Tapi sejak kapan…?”


Segera setelahnya, terjadi penurunan suhu yang sangat drastis didalam lingkaran sihir itu.


Bunga-bunga es mulai bermunculan di tanah. Melihat itu, Haki langsung saja melompat kearah belakang dengan segera.


Dan benar saja, sebuah bongkahan es besar muncul dari tanah.


‘Es? Ini berarti… jebakan itu bukan dari Sylphy?’


Batin Haki…


Beberapa detik kemudian ia menyadarinya…


‘Jangan-jangan…’


Lanjut Haki…


Segera setelahnya, ia menengok kearah kiri, di sana terdapat banyak sekali bola-bola es tajam yang sedang menuju kearahnya. Ia segera melawan itu.


“Sihir angin!”


Haki kembali mengunakan tehnik sihir yang sama seperti sebelumnya, ia menciptakan bola-bola angin yang berputar tak teratur. Angin dan Es itu mulai bertubrukan. Hasilnya, mereka hancur seketika.


Namun, karena bola-bola es tersebut unggul dalam jumlah. Mereka terus maju, terpaksa Haki harus kembali menghindar. Walau akinya harus terluka akibat terkena permukaan bola es yang tajam.


“Ughh…”


Tak lama kemudian, dua orang muncul dari arah kiri, mereka kemudian menuju kearah Sylphy… mereka berdua tak lain adalah Kisa dan Charlotte.


“Kakak!”


“Sylphy… kamu baik-baik saja?”


Kisa memeluk Sylphy, sedangkan Charlotte terlihat memegangi pundak Sylphy dan membantunya untuk berdiri.


“Ya… aku tidak apa-apa! Hanya sedikit lelah saja.”


Balas Sylphy, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Haki. Kali ini, dengan datangnya Charlotte, kemenangan mereka berdua sudah terjamin.


“Sepertinya, situasi sudah berbalik, ya…”


‘Cih…”


Haki, dirinya saat ini hanya bisa diam tak bergerak. Ia tak percaya, bagaimana bisa Charlotte ada disini? selain itu, ia bersama dengan Kisa. Bagaimana dengan kedua anak buahnya?


Apa mereka gagal, karena harus bertarung melawan Charlotte? Kalau memang benar tak heran lagi…


Mereka juga tahu sebagaimana kuatnya Charlotte…


Tentunya, dirinya akan sangat kesulitan jika harus menghadapi mereka berdua sekaligus. Terbunuh, itu adalah salah satu kemungkinan paling besar jika ia bertarung melawan mereka.


Terlebih lagi, ia sudah cukup kelelahan saat ini. Bertarung melawan Sylphy saja sudah cukup melelahkan.


‘Sial! Bagaimana in, situasi sudah berbalik sekarang! ini sudah jelas tidak menguntungkan ku! Sekarang, yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa mendapatkan wadah Heavenly Eye’s!’


Batin Haki mencoba memutuskan pilihan yang paling terbaik untuk situasi saat ini…


“Sepertinya tidak ada pilihan lain… aku haru memakai itu!”


Gumam Haki pelan.


Ia kemudian merentangkan tangannya dan menampilkan kalau ia memakai sebah cincin bau permata. Ia mengalirkan energy sihir ke tangannya. Seketika, batu permata itu mulai bercahaya dan mengeluarkan aura sihir.


Charlotte yang tahu apa yang akan terjadi memasang posisi bersiaga.


“Sylphy, bersiaplah! Suatu yang buruk akan segera terjadi!”


Ucap Charlotte mengingatkan…


Sedangkan Sylphy saat ini, ia mulai merasa tertekan karena itu… tentunya, ia akan tahu soal hal ini.


“Yaa… aku tahu soal itu!”


Aura yang dikeluarkan sangatlah terasa gelap dan dingin. Banyak sekali hal yang ada didalamnya…


“Artifak kuno : Soul Extermination!”

__ADS_1


__ADS_2