
Sylphy, telah mengalahkan Fatah...
Salah seorang yang dipanggil secara langsung oleh Haki... dengan tanpa kesulitan sama sekali. Dengan Fairy Form-nya saat ini, ia mungkin saja bisa mengalahkan Aldian yang tanpa menggunakan Tehnik ke 7 miliknya.
Sylphy menghentikan Mode ini, dia kembali menyentuh tanah. Sebenarnya, Fairy Form adalah Body Skin Magic, dan itu membutuhkan Energi sihir yang sangat besar.
Untung saja, Sylphy sudah menyimpan banyak Energi sihir jika saja ada pertarungan. Dan juga, untuk mengurangi itu... Sylphy juga menggunakan Energi sihir Alam sebagai Skin miliknya.
Dengan begitu, ia bisa bertarung dengan efektif dan lama.
Sylphy menatap Fatah yang tergeletak pingsan.
“Seperti kata-kata itu ‘Bukannya kamu yang lemah, tapi aku saja yang terlampau kuat’ begitu...!”
Gumam Sylphy...
“Ya, ampun... kok aku jadi sombong...”
Beberapa saat kemudian, alat komunikasi mereka aktif kembali. Dirinya mendengar suara Fano yang memanggil drinya dan yang lainnya.
“Oi, Sylphy...! Aldian...! Charla...! Charlotte...! apa ada yang mendengar...?”
Sylphy tentunya segera menjawab panggilan itu...
“Oi, Fano..! apa kau baik-baik saja?”
“Ah, Sylphy...! akhirnya tersambung juga...! bagaimana keadaan di sana?”
“Ya, bagus terkendali... tadi aku diserang dan mengalahkan penyerang itu!”
“Oh, begitukah...?”
Tak lama kemudian, terdengar suara Charla...
“Sylphy...! sebenarnya apa yang sedang terjadi!?”
“Charla, kau baik-baik saja?”
“Eh, hanya saja aku terpisah dengan Charla!”
Kemudian, Suara dari Charlotte dan Aldian juga mucul dalam pembicaraan...
“Ya, apa yang terjadi sebenarnya Sylphy...? Kenapa bangunan bisa bergerak seperti ini?”
“Apa ini, adalah salah satu kemampuan Sihir dari orang itu?”
Tanya Aldian, ia yakin sekali akan hal ini, karena energi sihir yang ia rasakan tadi itu cukup kuat dan terasa tak terlalu asing baginya. Aldian merasa kalau ia pernah melawan orang dengan aura seperti ini.
“Ya... sepertinya, perubahan besar pada struktur bangunan gedung ini adalah akibat dari orang itu...!”
“Dia kemungkinan menggunakan sebuah Sihir Kuno...! sekarang, bagian dalam gedung ini sudah berubah menjadi sebuah Prototipe Labirin!”
Ujar Sylphy dan Fano menjelaskan situasi saat ini...
“Sihir Kuno, katamu...?”
“Yaa, kalau itu memang benar maka semua ini masuk akal!”
Charlotte dan Charla yang bereaksi atas penjelasan itu. Aldian hany diam menyimaknya saja...
“Ya, intinya... kalahkan saja setiap musuh yang mendekati kalian! Dan terus bergerak, sampai ke tengah labirin...! disitulah kemungkinan tempat Kisa berada!”
“Okelah...”
“Serahkan saja kepadaku!”
“Yaa...!”
Beberapa balasan penuh semangat datang dari teman-temannya. Dengan begini, dirinya yakin kalau mereka pasti bisa menyelamatkan Kisa.
“Sebelum itu, Fano... apa kau yakin bisa melanjutkan ini?”
Suara dari Aldian yang tiba-tiba menanyakan keadaan Fano. Apa sanggup terus melakukan ini.
“Apa maksudmu?”
__ADS_1
“Kau tahu, Kadar Energi sihir disini cukup kuat! Apa kau yakin sanggup?”
Ya benar, wajar saja Aldian khawatir akan hal ini. Fano adalah seorang Esper, dirinya yang seperti itu membuatnya hampir tak memiliki energi sihir sama sekali.
Bagi orang yang seperti itu, Kumpulan Energi sihir dalam jumlah besar bisa saja menjadi racun bagi tubuh seorang seperti itu.
Itu adalah yang dikhawatirkan oleh Aldian...
“Haah, tak perlu khawatir... apa kau meremehkan diriku ini, Aldian? Walaupun begini, sama seperti kalian... aku juga seorang Esper Stage 6!”
“Kalau begitu, baiklah...!”
Jawab Aldian...
“Kita mulai...!”
......................
Mereka semua mulai bergerak... masih-masing dengan percaya iri melalui Jalan yang mereka yakini benar. Berjalan hanya mengandalkan insting, dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Pertarungan setelah ini mungkin akan sedikit berat... bukan karena lawannya yang kuat. Tapi, karena kemungkinan adanya serangan dadakan. Itu jauh lebih merepotkan bagi beberapa orang...
Selain itu, seperti yang dikatakan oleh Aldian, kadar Energi sihir disini cukup tinggi. Hal ini menyebabkan kemampuan sensor jadi sedikit kurang efektif untuk mendeteksi lawan.
Namun baik-baik saja, karena mereka semua itu sangat kuat... dilihat salah satu dari mereka.
Charlotte berjalan dengan sedikit santai...
Daerah tempatnya memiliki pencahayaan yang cukup baik. Itu sedikit membantunya... karena, Charlotte sedikit tidak baik melihat dalam kegelapan.
Berjalan dengan santai, ia berhenti sesaat. Merasakan aura seseorang mendekat.
“Hyaaa...!”
Seseorang Magician terlihat menyerang Charlotte dari belakang. Ia melepaskan bola-bola sihir kearahnya.
Charlotte sendiri hanya sedikit menghindar dengan tenang. Charlotte membalas dengan jari telunjuknya mengarah ke Magician tersebut.
“Jangan mengganggu!”
“Ini dia...!”
Dia melanjutkan jalannya... Dirinya juga terus melawan orang yang
Menuju ke sisi saudari Charlotte... yaitu Charla.
Berbeda dari Charlotte, Charla sedang berada disebuah ruangan berbentuk lingkaran yang cukup luas. Sama seperti ruangan tempat Sylphy menghadapi Fatah...
Charla sedang dihadapkan dengan 5 orang musuh sekaligus. Dari aura yang mereka pancarkan, dan jika dilihat dari jumlah Energi sihir, mereka hanyalah kroco yang setara dengan Stage 3.
Itu bukanlah masalah besar jika lawannya adalah Charla.
Dan alhasil, Charla hanya menatap mereka dengan sinis. Itu juga dibalas dengan musuhnya menatap tajam kearahnya...
“Kau... pasti adalah seorang Magician yang dikatakan Tuan Haki!”
Ucap salah seorang dari mereka berlima. Sementara itu, Charla hanya sedikit bereaksi akan hal itu. Karena, ia mendengar nama Haki untuk pertama kali.
“Jadi nama orang yang dikatakan yang lainnya itu adalah Haki, ya...”
Gumam Charla pelan, walau masih bisa didengar oleh mereka berlima.
“Kurang ajar, beraninya kau memanggil Tuan Haki seperti itu...!”
“Dia memang perlu dihajar! Walaupun kau gadis sekalipun, Seorang Magician yang mengikuti para Esper tak bisa dimaafkan!”
‘Yaa, itu tidak ada hubungannya dengan ini, sih...’
Batin Charla mendengar kata-kata musuhnya. Ia sedikit menggeser kakinya, dan mengeluarkan sebuah Aura sihirnya.
Dan ternyata, mereka sama sekali tak terintimidasi dengan itu. Hal ini sedikit membuat Charla terpukau.
“Serang, dia!”
Kelima orang itu mulai melakukan pergerakan, mereka menggunakan formasi untuk menyerang. Jika dilihat dari bagaimana pergerakan mereka masing masing, mereka sudah cukup lama berkelompok.
__ADS_1
“Hou, ini cukup menarik...!”
Tak mau kalah, Charla langsung mulai melangkah. Hentakan kakinya ketika melangkah menciptakan sebuah gunung es besar yang mengangkat dirinya...
“Khekh...”
Suara lenguhan dari seseorang yang sedikit terkena damai terciptanya es tersebut. Gunung Es ini cukup lebar, dampaknya juga sangat lebar...
Beberapa musuhnya sedikit membeku kakinya karena hal ini...
“Oke... karena aku tak bisa lama-lama! Maka akan ku kalahkan kalian dalam satu serangan!”
Setelah mengatakan hal itu, Charla langsung menguatkan Intensitas Aura Sihirnya. Hawa disekitar sini menjadi sangat dingin sekali.
“A-apa ini...!?”
“Hawanya menjadi sanga dingin!?”
Charla menyentuh gunung esnya dengan satu tangan.
“Sihir Es: Hujan Es!”
Sebuah lingkaran sihir besar tercipta di langit-langit ruangan. Dari situ pula, tercipta bongkahan-bongkahan es besar yang siap jatuh.
“Sekarang, ini dia...!”
Hujan es besar, menimpa kelima orang itu dengan intensitas yang tinggi. Dampaknya, banyak bongkahan es besar tertancap pada lantai ruangan ini.
Kelima Magician itu harus bersusah payah menghindar dan menyerang balik, tapi itu percuma, intensitasnya terlalu tinggi untuk mereka hadapi.
Dan akhirnya, mereka harus kehilangan kesadarannya karena benturan. Tentunya, Charla tak langsung menjatuhkannya dalam ukuran aslinya.
Ia sempat mengurangi ukuran dan kecepatannya saat sudah dalam 2,5 meter dari lantai. Dengan begitu, ia tak akan membunuh musuhnya...
“Aku menang!”
Dan begitulah... Charla turun dari gunung esnya dan melanjutkannya.
Beralih ke sisi Fano...
Sudah beberapa menit ia berjalan dan menentukan arah pilihannya. Tapi, ia merasa kalau sedari tadi... dirinya hanya berputar.
“Ya, ampun... sebenarnya dimana, ini?”
Fano hanya terus melanjutkan perjalanannya, tak lama kemudian... dirinya sampai kesebuah tempat.
“Ini, kan...?”
Tempat ini, mirip dengan ruangan yang digunakan Haki saat bicara didepan banyak Magician tadi. Sepertinya, ruangan ini terlalu luas untuk diubah bentuknya oleh Sihir Haki.
Tanpa pikir panjang, Fano mencoba untuk melihat tempat ini...
Orang-orang yang tadi berkumpul disini sudah tidak ada sama sekali. Mereka sudah berpencar ke sembarang tempat.
Tak lama kemudian, Fano merasakan sesuatu sedang menuju kearahnya. Fano menghentikan langkahnya. Menatap ke sekitar dan bersiap atas sebuah serangan.
Kemudian...
*Bruaghh!
Dengan cepat, suatu hal jatuh dan bertabrakan dengan lantai dengan kuat. Seketika, lantai itu retak dan hancur.
“Apa ini...?”
Fano melompat menghindar beberapa langkah ke depan. Asap cukup tebal menyelimuti bekas tubrukan itu. Dan, terdengar lah sebuah suara...
“Haa, kau ini...! Aku hampir tak merasakan Energi sihir pada dirimu!”
Sebuah suara seorang wanita, terdengar dari arah situ.
“...”
Asap berangsur-angsur menghilang, menampakkan seorang wanita dewasa menatap kearah Fano.
“Jangan-jangan, kau ini... Esper kah?”
__ADS_1