
Beberapa jam sebelumnya…
Disebuah ruangan, di ACJ. Lebih tepatnya, diruangan tempat Klub Penelitian Sejarah Dunia. Tempat teman-teman Saidhan biasa berkumpul…
Mereka sedang dalam situasi dan suasana yang menegangkan… alasannya adalah karena mereka sudah memiliki rencana yang bisa dibilang cukup baik.
Namun, mereka tidak kunjung melaksanakannya.
Rencana ini adalah untuk menyelamatkan Kisa, Kisa diculik oleh sekelompok Magician yang ini mengambil kemampuan, Mata Sihir miliknya.
Setelah kejadian itu, mereka semua mulai menyusun rencana untuk penyelamatan Kisa.
“Kapan kita akan mulai melakukan pergerakan? Ini sudah hampir 3 hari loh!”
Tanya seseorang yang merupakan Fano…
“Benar juga, apa ini tidak apa-apa? Kalian yakin bisa melacak keberadaan Kisa, Sylphy…? Aldian…?”
Sahut Charlotte…
Memang benar, penyusun utama rencana itu adalah Sylphy dan Aldian. Sebagai dua orangy yang paling tahu mengenai situasi dan musuh. Merekalah yang membentuk rencana ini.
Rencana ini, sama sekali tidak melibatkan Saidhan didalamnya.
“Kalau soal melacak, tanyakan kepada Sylphy…!”
Ucap Al…
“Tenang saja! Karena Energiku dan Kisa cukup sering terhubung dan beresonansi… aku sekarang bisa melacak dimana keberadaanya! Mereka sama sekali tidak bergerak semenjak saat itu!”
Balas Sylphy…
Ini menimbulkan reaksi kebingungan dari teman-temannya… tetapi tidak dengan Al, ia sudah menduga ini mungkin akan terjadi. Mengingat bagaimana keadaan Haki waktu itu…
Kalau saja mereka benar-benar akan melakukan semuanya dibawah kendali Haki, maka mereka semua akan kesulitan menjaga rencana.
Tapi itu semua masih sebatas kemungkinan
“Ehh…? Benarkah?”
Ucap Charla bertanya yang langsung direspon dengan anggukan oleh Sylphy…
“Apa kau tahu alasannya?”
Kali ini, Fano yang bertanya, menanyakan alasan yang mungkin diketahui oleh Sylphy.
“Entahlah… aku sendiri juga tidak tahu…”
“Aku memikirkan sedikit kemungkinan…”
Tiba-tiba… suara Al mengatakan itu, membuat yang lainnya langsung menatap kearahnya…
“Apa saja itu?”
“Jika dilihat saat pertarungan sebelumnya, Magician yang bisa mengimbangi Sylphy… dia sepertinya adalah yang menjalankan rencana pengambilan Heavenly Eye’s! “
“Ah, ya… benar! Kisa sendiri yang mengatakannya…!”
Balas Sylphy…
“Begitu ya…! Saat akhir pertarungan itu, ia terlihat sungguh melemah! Mungkin saja… ia kehabisan nergy sihir karena terlalu banyak menggunakan Artifak sihirnya!”
“Kalau itu memang benar… maka kemungkinannya adalah Tahap Evolusi tidak bisa berjalan tanpa adanya orang itu yang menangani!”
“Kalau soal itu, aku masih meragukannya! Memang itu masuk akal untuk alasan, tapi tak cukup kuat untuk membuat mereka tak pindah tempat! Bagaimanapun, mereka pasti akan menduga kemungkinan kita akan menyerang!”
Ucap Dno untuk menyangkal argument Al.
“Ya, memang benar…”
“Lalu, bagaimana kalau tahap evolusi itu membutuhkan sebuah objek? Lalu, tanpa orang itu mereka tak bisa membawanya ataupun mengaksesnya…?”
Ucap Charla melanjutkan sedikit perdebatan itu… ini membuat yang lainnya menatap kearahnya. Karena, tumben sekali ia menyatakan sebuah ucapan yang masuk akal disituasi ini.
__ADS_1
“Eh, ada apa?”
“Tidak… hanya saja aneh rasanya kalau itu kudengar darimu!”
Ucap Fano dengan sedikit raut wajah terkejut.
“Apa-apaan itu! Tidak sopan…!”
“Tapi, yang pasti! Itu adalah kemungkinan terbesar! Kalau itu benar, maka…”
Gumam Al…
“Kita harus segera menyerang! Begitu kah?”
Lanjut Charlotte…
“Benar sekali! Tapi, omong-omong bagaimana dengan Saidhan? aku tidak melihatnya hari ini!”
Ucap Sylphy…
“Benar juga, aku tidak melihatnya! Bukannya dia sudah bisa kembali?”
Lanjut Charla…
“Kalau soal itu, dia bilang izinnya akan sedikit diperpanjang!”
Ucap Al menjawab seluruh pertanyaan teman-teman seklub-nya.
“Kenapa begitu?”
“Dia bilang dia sedang melakukan sesuatu! Aku tak tahu kenapa tiba-tiba…! Tapi mungkin saja, ya… untuk itu!”
Ucapan Al itu sedikt menimbulkan keterkejutan tak biasa dari Sylphy…
“Tapi, apa ia yakin? Jika seperti itu…
Ucapan Sylphy itu langsung dipotong oleh Al.
“Haa…haaa? Shinyaku Tooru? Kau serius?”
Teman-temannya terkejut karena itu…
“Ah, ya mungkin saja! Aku hanya menduganya!”
Setelah jawaban Al itu, teman-temannya brhenti dari tensi mereka itu…
“Haah, sudahlah! Lebih baik, kita bicarakan strateginya saja!”
Sesudahnya, Al dan Sylphy mulai memaparkan rencana untuk penyelamatan Kisa.
Dan, itulah yang terjadi… Keesokan harinya, mereka semua langsung saja menjalankannya. Para murid-murid ACJ memakai strategi pengepungan dan tentunya secara diam-diam.
Tim dibagi menjadi 3. Yang pertama Al seoranf diri, kedua Sylphy dan Fano, ketiga Charla dan Charlotte.
Mereka juga bergerak dari arah yang berbeda. Menatap kearah gedung tua yang terlihat seperti tak terpakai lagi, walau mereka merasakan aktivitas sihir disekitarnya…
Untuk mengkonfirmasi hal ini, Al segera menayakannya kepada Sylphy. Mereka semua, saat ini terhubung satu sama lainnya. Ini dikarenakan sebuah alat komunikasi kecil yang terpasang di Telinga mereka. Walaupun ini sangat kecil, jangkauannya sangat luas. Bahkan, sinyalnya bisa menembus dinding tebal sekalipun.
“Oy, Sylphy…! Apa kau yakin tempatnya disini?”
“Ya, aku yakin…! Lagipula, aktivitas energy disini, apa kau tidak menyadarinya?”
Balas Sylphy…
“Benar juga, kalau diingat-ingat! Aura dan energy sihir milik Kisa mirip dengan ini!”
Ucap Charlotte yang melanjutkan pembicaraan tadi.
“Kalau begitu, baiklah…”
Mereka semua tak langsung masuk kedalam itu, bahkan ini sudah lebih dari 5 menit mereka memandangi Gedung itu.
Mereka masih memantau keadaan disekitar gedung itu. Dari kemampuan sensor yang mereka miliki, maka mereka akan tahu kalau didalam sana terkumpul banyak sekali orang.
__ADS_1
Musuh benar-benar memikirkan kemungkinan kalau mereka akan menyerang. Walau tak terlalu kuat jika dinilai dari jumlah aura yang dirasakan mereka, namun tetap saja jumlahnya ini banyak…
Mereka akan tetap saja terhambat jika jumlahnya banyak, mungkin sekitar 30 keatas…mungkin saja.
Tapi… tetap saja! Ini tidak akan menghentikan mereka…
“Apa ini sudah waktunya? Sylphy…?”
Tanya Fano kepada Sylphy yang ada didekatnya. Kemudian, Sylphy merespon dengan memegangi dagunya.
“Hmm… mungkin saja! Lagipula aku memang merasa kalau sudah sejak beberapa menit yang lalu mereka seperti sedang berkumpul disuatu tempat!”
Ucap Sylphy…
‘Dan juga, aku merasakan Energy sihir milik orang itu!’
Lanjut Sylphy membatin…
“Kalau begitu, aku duluan ya!”
Sesaat setelah itu, suara Al langsung saja masuk ketelinga mereka. Ia juga langsung bergerak seketika.
“Ini saatnya…”
Begitupula dengan suara Charla. Dirinya yang sedari tadi hanya diam tak ikut obrolan, langsung angkat bicara setelah Sylphy mengatakan boleh memulai pergerakan.
“Ehh…?”
Entah mengapa, Sylphy sedikit terkejut atas reaksi teman-temannya itu. Ia tak tahu alasannya…
Melihat hal itu, Fano juga sedikit tersenyum karena itu.
“Kalau begitu, kita langsung saja!”
“Baiklah… ayo kita mulai saja sekarang!”
Setelahnya, Sylphy dan Fano langsung aja mengikuti jejak teman-temannya dan masuk kedalam gedung ini.
Dan begitulah, karena mereka berdua dapat bagian di arah barat, dan dimana pintu masuk gedung ini ada dibagian barat. Mereka mau tak mau harus bisa masuk lewat jalur yang lainnya, karena disitu terdapat penjaganya.
Dari Sensor sihir dari Sylphy… memang, tidak terlalu banyak orang yang berjaga dipintu masuk.
Tapi, Fano bilang lebih baik kalau lewat jalur.
“Terlalu ribet, Fano…!”
Ucap Sylphy yang ingin secepatnya bisa selesai.
“Ah, baiklah… kita lewat pintu masuk!”
Mereka kembali kearah pintu masuk… Penjaganya ada didalam, dan juga ia terlihat agak lengah.
Memanfaatkan kesempatan itu, Fano segera menggunakan kemampuannya. Ia mengangkat telunjuknya dan mengarahkan kepenjaga itu.
Ujung jarinya berkilau warna putih…
Kemampuan Khusus milik Fano adalah bisa menciptakan pembiasan cahaya dan membuat cahaya itu berubah menjadi laser putih yang sangat cepat.
Kalau dari pertarungan langsung dan secara raw power, mungkin ia memang lebih lemah daripada teman-temannya.
Namun, Fano tetap saja berbahaya… ia bisa menganti cahaya menjadi energinya jika ia berada ditempat yang gelap. Bahkan, ia bisa mengendalikan laser itu sesuka hatinya.
Denga cepat, penjaga itu langusng saja jatuh tak sadarkan diri.
"Kau bunuh dia?”
Tanya Sylphy melihat hal itu, karena Fano bisa sangat tenang mengarahkan leser cahayanya kepada orang lain.
“Mana mungkin, aku hanya membuatnya pingsan saja!”
Sylphy membalas dengan mengangguk.
“Kalau begitu, ayo…!”
__ADS_1