
Bangunan ini terasa seperti bergerak. Dampaknya, sampai keseluruhan gedung ini. Semua orang yang ada didalamnya pasti menyadarinya.
Struktur bangunannya juga berubah. Getaran-getaran terasa dengan sangat nyata.
“Apa yang terjadi? Sihir macam apa yang ia gunakan?”
Fano kebingungan dengan ini...
“Aku juga tak tahu, tapi yang pasti... itu adalah Sihir Kuno!”
“Sihir Kuno, katamu?”
Sylphy tak menjawab setelah itu, ia masih fokus kearah Haki dan Fatah.
“Akan kutunggu Rematch kita, Sylphy...”
Ucapan Haki, menimbulkan wajah sinis dari Sylphy.
Setelahnya... muncul sebuah dinding dari lantai.
Memisahkan Sylphy dan Fano dengan Haki dan Fatah.
Begitupula, terjadi hal yang sama dengan Sylphy dan Fano. Tiba-tiba... muncul sebuah jurang besar yang memisahkan mereka.
“Ah, Sylphy...!”
“Sepertinya, orang itu sudah mengedit bagian dalam bagian dalam Gedung ini!”
Ujar Sylphy sebelum komunikasi antara mereka berdua terputus. Fano sendiri merasa kalau hal itu juga masuk akal.
“Kalau begitu, Teman-teman pasti juga terkena dampaknya!”
Disisi Charla dan Charlotte. Mereka berdua masih berjalan dengan penuh kewaspadaan... Mereka berdua saat ini sedang berada disebuah ruangan yang mirip seperti laboratorium. Saat mereka ingin menyelidikinya.
Tiba-tiba... terasa sebuah terpaan energi sihir yang mengalir kearah mereka, seketika struktur bangunan berubah dengan sendirinya... memisahkan Charlotte dan Charla.
“Kakak...!”
“Charlotte...!”
Sementara itu, kejadian di Al cukup tak mengenakkan.
Dirinya sedang berjalan disebuah lorong kecil dan agak gelap. Tentunya, perlu kewaspadaan yang tinggi disaat-saat seperti itu,
Namun, Al menghentikan langkahnya setelah merasakan terpaan Energi sihir. Ia merasakan sebuah guncangan pada pijakannya.
“Ini, kan...!?”
Seketika, struktur bangunan disekitarnya mulai bergerak dan berubah. Dan kemudian, tepat dibawah pijakan kakinya. Tercipta sebuah jurang.
Al yang sama sekali tak menduga ini tentunya kaget dengan itu.
“Khekh...!”
Ia berusaha untuk menggapai lantai. Namun, itu terlalu jauh dari jangkauan tangannya. Dan hasilnya, Al harus jatuh kebawah...
Kembali ke sisi Sylphy...
Jurang yang memisahkan mereka sudah berhenti melebar. Namun, dari jurang itu, muncul sebuah dinding besar yang mulai memisahkan Sylphy dan Fano.
“Tidak apa-apa! Kita aan bertemu lagi di tempat Kisa! Pasti...”
Ucap Sylphy dengan berteriak...
“Yaahh, tentu saja begitu!”
Hingga, Dinding sudah memisahkan mereka berdua sepenuhnya. Sylphy hanya diam sesaat menatap kearah dinding itu. Awalnya, ia berpikir untuk menghancurkannya.
Tapi, ia merasakan sebuah aliran energi sihir mengalir pada dinding ini.
__ADS_1
“Itu bukanlah dinding biasa!”
Itulah yang ia kira. Memang benar, itu bukanlah dinding asli dari gedung ini. Dinding itu adalah dinding tambahan yang dibuat otomatis oleh Sihir ini.
Karena terjadi persimpangan ruang dari dalam. Saat itu terjadi, mungkin saja ada bagian yang hilang karena kekurangan material. Karena itulah, sihir itu akan secara otomatis membuat dinding untuk mengisi bagian yang kosong.
Setelah beberapa saat, Sylphy berjalan walau sebenarnya ia tak tahu harus kearah mana. Tak lama kemudian, ia sampai disebuah ruangan besar.
Disini, terlihat Fatah yang sedang duduk ditemani dengan pedang-pedan miliknya. Sylphy sedikit terkejut melihat keberadaannya disini.
“Ya... Cukup lama juga!”
Fatah bangkit berdiri, ia memasang ekspresi wajah yang sama seperti tadi. Dengan senyumannya juga...
“Hou, kukira kau ada bersama dia sekarang...”
Balas Sylphy dengan sini...
“Yaa, aku tak terlalu suka menunggu di ruangan kecil! Dan juga, mana mungkin aku melewatkan kesempatan bertarung denganmu !”
“Lagipula, semuanya akan baik-baik saja jika Haki yang menanganinya!”
Lanjut Fatah sembari memainkan pedangnya...
‘Jadi nama orang itu adalah Haki, yaa...’
Batin Sylphy setelah mendengar nama Penyihir yang bisa mengimbanginya.
“Sebelum itu, biarkan aku menanyakan satu hal! Apa yang sebenarnya Pemimpin mu inginkan dari Heavenly Eye’s!?”
Perkataan itu sedikit mengejutkan Fatah.
“Yaah, sejujurnya aku tak tahu apa yang Tuan harapkan dari Mata itu! Tapi, beliau sangat menyukai mengumpulkan Benda Sihir yang hebat! Selain itu, dengan adanya mata itu, tujuan kami semua akan semakin mudah tercapai!”
Ucap Fatah...
Lanjutnya...
“Jadi begitu, ya...! hanya karena hal seperti itu...!”
“Ya, memang butuh alasan lain, untuk hal ini...!”
Fatah hanya tersenyum saat menjawabnya...
“Kalau ini yang kau, Haki dan RIO inginkan…! Maka aku akan segera menghentikan itu!”
Ujar Sylphy...
“Karena, siapa saja yang menyakiti orang penting bagiku, dia adalah musuhku!”
Sylphy mengambil Energy sihir alam. Melapisi zona eksklusif pada udara disekitar. Cahaya hijau terang menyelimuti tubuhnya. Keagungan sihir alam memihak kepadanya...
Keanggunan dan Keindahan! Ya, itu benar sekali...
Dia mengingat semuanya... latihan demi latihan yang ia jalani demi sampai ke tingkatan yang sekarang ini.
Sylphy memiliki seorang Kakak yang dekat dengannya... suatu hari, ia mengatakan satu hal pada Sylphy...
"Sylphy... kamu adalah peri kecil yang kuat! Suatu hari, kamu pasti bisa menjadi yang terbaik!”
Ucapan kakaknya yang membekas didalam dirinya...
“Ya, Sylphy adalah seorang Peri dari Selatan!”
Dirinya hanya secara acak menentukan itu, hingga kini julukan itu bersanding dengan Putri Angin sebagai julukannya yang paling terkenal.
“Aku mungkin bukanlah yang terkuat... Tapi aku, adalah yang terbaik! Bebas seperti Peri yang ku kagumi!”
Sylphy membuka matanya, ia muncul dalam wujud baru yang mengambil bentuk peri dengan 4 sayap indah.
__ADS_1
Itulah...
“Fairy Form: Boreas!”
Tangannya, kakinya, seluruh tubuhnya dilapisi cahaya hijau dan sebuah Aura angin yang sangat kuat. Bahkan, ini juga mempengaruhi gaya pakaiannya.
Sebelumnya, ia memakai sebuah baju lengan panjang polos dan juga celana panjang. Ia menggunakannya karena mudah jika saja terjadi sebuah pertarungan.
Namun kali ini, ia menggunakan sebuah dress sedang selutut dengan warna campuran hijau dan putih. Dan juga, sebuah jubah panjang menutupi bagian belakangnya. Dan setelah itu, baru visualisasi keempat sayapnya. Dan jangan lupa sebuah mahkota cantik di kepalanya.
Sylphy saat ini benar-benar terlihat seperti seorang Peri. Aura yang dipancarkannya juga sangat dalam dan dingin. Terasa sangat kuat dan menawan...
Boreas, diambil dari nama 4 Dewa Angin Utama yang berasal dari Mitologi Yunani, ia adalah Anggota Anemoi, Boreas sang angin utara dan pembawa musim dingin.
Itu memang berlawanan dengan julukannya sebagai Peri dari selatan. Tapi, sesungguhnya aspeknya bukan dari situ.
Fairy Form: Boreas saat ini melambangkan kalau angin dingin sedang menerpa diri Sylphy. Untuk mode ini, ia adalah seorang pembawa badai...
Sementara itu, Fatah terlihat terkesima melihat sosok peri ajaib didepan matanya.
“Hebat sekali...! hebat sekali! Ini bagus, inilah yang menimbulkan semangat pertarungan! Kau memang benar-benar seorang Peri!”
“Kalau begitu, mari kita mulai pertarungannya!”
Setelah mengatakan itu, Fatah mengangkat kedua tangannya ke udara. Sebuah lingkaran sihir besar tercipta dibelakang Fatah. Ia memanggil hampir 50% dai seluruh koleksi pedan sihir miliknya.
“Aku memang tak suka melawan seorang Wanita, tapi kalau itu kamu lain ceritanya!”
Setelah mengatakan itu Fatah segera meluncurkan seluruh pedang-pedang itu kearah Sylphy. Sementara Sylphy sendiri hanya diam menatapnya dengan pandangan tajam.
“Fiuuu!~”
Hanya dengan tiupan pelan saja, Sylphy menciptakan medan yang penuh dengan tekanan angin tinggi. Pedang-pedang itu terhempas seketika karena terkena dampak angin ini.
Bukannya kaget, Fatah terlihat tersenyum melihatnya... ia mengambil pedang terkuat dari semua yang ia miliki. Bentuknya seperti keris panjang, dan pedang itu termaksud kedalam kategori Artifak sihir.
“Kalau begitu, ini dia...!”
Fatah maju kedepan... dengan percaya diri, ia bergerak dengan lincahnya. kemudian dengan cepat melesat kearah Blind Spot Sylphy.
Tentunya, Sylphy bisa dengan mudah bereaksi dengan kecepatan itu. Dirinya bisa menahan tebasan vertikal pedang Fatah. Lebih tepatnya, pusaran angin yang melapisi tangannya yang menahannya.
Dengan cepat, Sylphy melancarkan serangan balik, yaitu sebuah tekanan angin besar dari sisi atas. Angin itu dengan mudah menjatuhkan Fatah ketanah dan mendorongnya, akibat itu terciptalah sebuah retakan pada lantai ini.
“Itu percuma! Kau ini bukanlah tandingan ku yang sekarang!”
Sylphy tak melepas efek tekanan angin itu. Justru ia memperkuatnya...
“Aarrgghh...!”
Suara teriakan dari Fatah yang berusaha keluar dari jeratan angin ini. Demi itu, ia menciptakan lingkaran sihir besar dilantai. Ia kembali memangil pedang-pedang, bahkan yang sebelumnya juga ikut kembali.
"Terima ini!”
Pedang itu kembali lagi bergerak. Sekarang, dirinya sudah terkepung dari segala sisi. Kanan, kiri, depan, belakang, dan atas... semuanya terdapat pedang.
Namun, dirinya masih diam dan tenang.
Keempat sayapnya mulai bergerak dan menghempaskan itu semua. Medan angin besar terjadi... lama kelamaan, oksigen mulai menipis disekitar sini.
Itu tak berpengaruh ke Sylphy sama sekali.
Sementara itu, Fatah terlihat semakin melemas. Ia mulai kehilangan kesadarannya... menatap kearah Sylphy dalam bentuk Perinya.
“Si-sialan, k-kau! Peri dari selatan!”
Hingga, Fatah secara sempurna kehilangan kesadarannya. Menyadari hal itu, Sylphy menghentikan angin disekitar. Ia menghela nafasnya...
“Sudah kubilang, dirimu yang sekarang bukan tandingan ku! Sejak awal..
__ADS_1