
Setelah terlibat sedikit kejar-kejaran, antara diriku dengan pencuri dompetku, dengan diakhiri kembalinya dompetku kepadaku.
Lalu, setelah aku sudah mendapatkan kembali apa yang kumiliki… aku justru sedikit bersimpati dengannya. Dari yang ku perhatikan… ia mencuri hanya agar dirinya bisa membeli makanan.
Dia terlihat kumuh sekali! Karena itulah, aku memutuskan untuk mengajaknya makan. Selain itu, aku juga belum makan sebelumnya karena dompetku dicuri.
Jadi, sekarang itu adalah waktu yang cukup bagus untuk pergi mencari makanan
Nama anak ini adalah Kisa… hanya Kisa, tak ada nama depan ataupun nama belakang. Itu yang dia bilang… untuk mendeskripsikan penampilannya, Kisa itu seperti anak biasa pada umumnya, ia terlihat berada di umur 9-10 tahun. Dengan warna rambut pirang coklat dan warna mata biru yang unik.
Tentu saja, warna mata biru itu sangatlah jarang untuk orang Indonesia. Karena Indonesia itu berada di benua Asia dekat dengan Australia… kami cenderung memiliki warna mata coklat dan hitam.
Sama sepertiku, warna mataku itu hitam legam, normal… hanya saja warna rambut dan kulitku saja yang bewarna putih.
Bersama dengan Kisa, berjalan sembari melihat-lihat… apa saja yang enak untuk kita jadikan makanan sekarang. disini toko-toko ataupun restoran yang menjual berbagai macam jenis makanan.
Mulai dari makanan khas daerah, hingga makanan internasional. Bagiku, yang mana saja tidak masalah, karena jika perut sudah lapar… semuanya terasa enak bagiku.
Apalagi, aku juga tidak terlalu pilih-pilih makanan. Aku suka berbagai macam sayuran, kalau daging… hmm, tidak semuanya sih!
Jadi… untuk saat ini, lebih baik aku tanyakan kepada Kisa saja! Karena sedari tadi, ia terus saja melihat ke sekitar dengan wajah penuh semangat.
Dia terlihat sangatlah antusias dengan ajakan ku untuk mencari makan bersama. Yaa… bagiku dia terlihat cukup imut. Sekali lagi, untuk peringatan… aku ini bukanlah seorang Lolicon!
Aku masih normal! Tentu saja…
“Kisa… kau ingin makan apa?”
Ucapku bertanya kepadanya…
“Eeh, k-kalau aku akan ikut saja! Kakak maunya makan apa aku ikuti!”
Ucapnya membalas, dia nampaknya masir rada-rada gugup kepadaku. Yah, itu tak bisa dipaksakan.
“Aku sih, mau apa saja tidak apa-apa! Lagipula aku tidak terlalu pilih-pilih makanan… untuk sekarang, kau paling ingin makan apa? Tidak apa-apa! Jangan sungkan…”
Ucapku mendengar itu Kisa memancarkan mata yang bersinar terang, dia senang sepertinya.
Namun, nampaknya masih ada keraguan dari hatinya.
“Apa benar tidak apa-apa?”
Ucapnya kembali…
“Tidak apa-apa!”
Aku mengucapkan nya dengan tersenyum. Karena itulah… Kisa juga ikut memasang senyuman cerah.
“Kalau begitu… aku mau ke sana!”
Dia menunjuk sebuah kesebuah restoran keluarga biasa… mungkin karena di sana menjual banyak sekali makanan internasional.
Yaah, ini memang sedikit diluar dugaan ku. Aku mengira dia akan lebih memilih kedai makanan yang lain, namun ia justru memilih restoran biasa.
“Baiklah, ayo ke sana!”
Segera setelahnya, kami berdua langsung saja memasuki restoran yang ditunjuk oleh Kisa. Aku melihat keseluruhan ruangan disini, mencari meja yang kosong. Disini cukup ramai… yaah, aku sendiri memang mencium bau yang sangat sedap sesaat setelah memasuki resto ini.
Jadi, ya… kesimpulan pertamaku untuk resto ini adalah, cukup menjanjikan.
Aku masih mencari meja yang kosong. Sampai aku menemukannya di yang paling pojok, dekat dengan jendela sehingga orang yang makan disitu bisa melihat orang-orang berlalu lalang dari dalam.
Tanpa pikir panjang, aku langsung mengajak Kisa untuk duduk di sana. Ya, lagipula… hanya disitu yang sedang kosong.
“Ayo!”
Ucapku mengajaknya…
Kisa merespon dengan mengangguk dan mengikuti ku dari belakang. Kami berdua duduk di kursi, ini cukup nyaman kurasa…
Di atas meja, sudah tersedia dua buah buku menu, aku mengambil salah satunya. Sedangkan Kisa… ia hanya dam saja dan menatapku.
Ini membuatku sedikit merasa tak enak… seakan-akan ia minta kalau aku yang memilihkan makanan untuknya.
“Ada apa? Apa kau tak ingin memesan?”
Setelah ku peringati begitu, ia baru mengambil buku menu. Dia membaca menu ini dengan seksama.
Aku sedikit memperhatikannya sedari tadi, menurutku... tingkah lakunya saat ini cukup lucu dan terkesan polos. Ia begitu gembira dengan melihat berbagai macam makanan. Apa ini pengalaman pertama untuknya?
Yaa… mungkin bisa dibilang begitu, lagi pula… ia terlihat cukup kumuh. Ia mungin saja seorang Tunawisma, oleh karena itu… momen-momen seperti ini memang menjadi hal yang berkesan untuknya.
Atau hanya aku yang berpikiran seperti itu? Ah sudahlah… biarkan saja. Aku sendiri sudah memutuskan untuk memesan apa. Sekarang tinggal menunggu Kisa saja.
Aku menaruh kembali buku menu ke atas meja, kemudian berkata…
“Apa kau sudah menentukan mau pesan apa?”
Tanyaku kepada Kisa…
Setelah itu, ia langsung saja memutar kembali halaman menu dengan cepat.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Tidak… aku ingin ini!”
Setelahnya, ia menyodorkan menu itu kepadaku dan menunjuk makanan apa yang ia inginkan. Dia menunjuk kearah Steak panggang. Pilihan yang cukup bagus…
“Baiklah kalau begitu… Permisi!”
Setelah mendapatkannya itu, aku langsung segera memanggil pelayan.
“Iya, mau pesan apa?”
Dengan begitu, aku langsung memesan makanan dan minuman, pelayan ini memberikan services yang sangat baik dan cekatan. Ini semakin menambahkan nilai Plus ku terhadap Restoran ini.
Selain itu, waktu yang diperlukan untuk menunggu hidangan jga tidak terlalu lama. Setelah beberapa menit, pesanan kamipun akhirnya sampai juga…
“Ini dia! silahkan di nikmati…!”
Ucap pelayang sembari menaruh Sepiring Nasi Goreng favoritku, datu porsi Steak sapi, dan 2 buah lemon tea.
“Terima kasih!”
Ucapku sembari sedikit menunduk… melihat apa yang kulakukan, Kisa langsung saja mengikutinya.
“Terima kasih banyak!”
Ucap Kisa menirukan ku…
Pelayan tersenyum melihat itu, ia kemudian berlalu untuk kembali menerima pesanan.
“Baiklah, silahkan saja…!”
Ucapku kepada Kisa… ia mengangguk dan langsung mengambil satu buah pisau dan garpu. Namun, hal yang sedikit menyeramkan terjadi… yakni cara ia memegang pisau. Ia memegangnya terbalik dan seperti ingin menodong seseorang dengan pisaunya itu.
Karena merasa itu sedikit menyeramkan, aku segera memperingati Kisa dan membenarkan cara memegang pisau itu.
“K-kisa! Cara memegangnya salah! Begini harusnya!”
“Ah… maafkan aku!”
Aku langsung membantu membenarkan caranya untuk memegang pisau. Setelah itu, aku segera memakan makananku, siapa tahu dia tak akan makan sebelum aku mulai makan.
Karena melihat sifatnya sebelumnya, maka hal itu kemungkinannya tinggi sekali. Dan benar saja, setelah melihatku makan, ia segera mulai memotong bagian dari makanannya.
Di percobaan pertama, ia cukup kesusahan untuk memotong daging, butuh sedikit usaha, hingga pada akhirnya, ia berhasil memotong sebagian kecil. Dan kemudian langsung saja memakannya.
Setelah memasukkan daging tersebut kedalam mulutnya, mengunyahnya dan merasakan cita rasanya… ia membuka matanya…
Ucapnya dengan gembira.. aku tersenyum mendengarnya.
“Iya bukan?”
Dan dengan begitu… kami berdua menikmati makan mala mini dengan tenang dan nyaman.
Namun, di suatu tempat di daerah yang sama dengan restoran tempat ku dan Kisa sedang makan malam. Seorang perempuan sedang berjalan dengan aura yang masam…
“Kemana dia sebenarnya!”
.......
Kembali lagi ketempat ku dan Kisa, saat ini kami sudah menghabiskan makanan kami. Yang dilakukan sekarang ialah… bersantai sembari menghabiskan minuman.
Selain itu… Kisa, ia makan dengan lahap sekali! Sampai aku sendiri sedikit terkejut melihatnya.
“Ahh… Kisa! Makannya pelan-pelan saja! Tenang, aku disini tak akan kemana-mana!”
Setelah aku mengatakan itu… Kisa kemudian, segera makan dengan perlahan tidak seperti yang tadi. Namun untunglah, ia tidak melonjak dan meminta yang aneh-aneh. Ia tahu batasan… aku bersyukur, karena biaya kami makan ini jauh melebihi perkiraan ku.
Tapi tak apa-apa… sesekali begini tidak apa-apa bukan?
Aku sedikit melamun, melihat orang-orang yang berlalu lalang di balik kaca jendela. Benar juga… ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepada Kisa.
“Oh, ya Kisa… bolehkah aku bertanya satu hal?”
Kisa yang sebelumnya fokus dengan kegiatannya sendiri menoleh kepadaku.
“Apa itu?”
Ucap Kisa pelan…
“Soal tadi, saat sebelum aku mengejar mu! Aku menyelinap dan berniat menangkap mu dengan tiba-tiba! Namun, kau justru menyadari keberadaan ku! Apa lagi kau menyadari disaat aku masih dalam jarak yang cukup jauh! Apa itu kemampuan Khusus mu?”
Ucapku menjelaskan panjang, sementara itu… Kisa justru sedikit memiringkan kepalanya tanda ia sedikit kurang tahu.
“Kemampuan Khusus??”
Ia terlihat bingung mau menjawab apa.
“Apa kau memiliki sebuah kemampuan yang terasa berlebihan untuk sebuah manusia biasa? Misalkan kau memiliki sebuah Sihir!”
Dia terdiam sesaat, memikirkan jawaban seperti apa yang harus ia katakan saat ini. beberapa saat kemudian, ia terlihat murung karena seakan-akan mengingat sesuatu.
__ADS_1
“Ada apa?”
Ucapku untuk menanyakan kepadanya…
“Apa kau tak bisa menjawab itu?”
Tanyaku sekali lagi, dia merespon dengan menggelengkan kepalanya.
“Emm… bukan begitu! Untuk yang kakak tanyakan tadi, sebenarnya aku sendiri jua masih tak terlalu mengerti akan hal itu! Tetapi, ini mungkin sebuah sihir, seperti yang kakak bilang!”
Ucap Kisa sembari menutupi salah satu matanya.
“Sihir? Seperti apa itu?”
“Aku tak tahu jelasnya bagaimana! Tapi yang pasti, untuk pertanyaan kakak yang tadi… itu semua berkat mataku!”
Ucapnya dan kemudian ia menatapku dengan pandangan serius tiba-tiba… sebuah corak pudar dimatanya, seperti yang ku deskripsikan sebelumnya. Corak itu secara perlahan mulai menampakan wujudnya dan membentuk pola-pola unik yang rumit dan sedikit bersinar.
Dan, entah mengapa… aku merasakan Energy misterius yang terpancar dari kedua mata Kisa ini. Energy ini terasa luas sekali, dan sensasinya mirip dengan Energy sihir.
“Apa ini?”
Setelah itu, ia menghentikan Matanya itu dengan memejamkan matanya sementara.
“Apa-apaan ini, KIsa?”
“Aku sendiri juga tak tahu, yang kutahu Mata ini biasa disebut dengan All See Eye's!”
“All See Eye's?”
Ucapku mengulangi perkataan Kisa, sementara itu… ia merespon dengan mengangguk.
“Iya! Mata ini mamou meningkatkan kemampuan melihat lebih baik 10 kali dari mata manusia pada umumnya, selain itu… Ini juga bisa membuat Multiple Scene!”
“Multiple Scene?”
“Jadi, pengelihatan yang kilat sekarang akan berbagi dengan pemandangan dari berbagai ara, sekalipun titik buta sekalipun!”
Haah, jadi begitu, ya… kalau begini, jadi jelas semua tentang keanehannya. Dia bukannya menyadari hawa keberadaan ku, dia hanya saja melihat kalau aku hendak menangkapnya saja. Itu keren sekali!
“Jadi, disaat kau lari dan sama sekali tak menabrak juga berkat kemampuan Mata sihir itu?”
Ucapku bertanya, ia mengangguk lagi…
“Iya benar! Aku bisa mengetahui apa yang ada didepan, walaupun jarak pandang terhalangi.
Multiple Scene, ya…! Itu benar-benar kemampuan yang hebat!
“Kemampuanmu itu, apa ada batasannya?”
“Maksudnya?”
“Batasan jarak, kau tahu! Multiple Scene bisa menampung pengelihatan dari jarak berapa, maksimalnya?”
Ucapku menjelaskannya…
“Untuk sejauh itu, aku tidak tahu!”
“Lalu kenapa disaat terakhir itu kau bisa ku tangkap! Apa kau sedang tidak memperhatikan, ya?”
Dia menggeleng. Tanda kalau bukan itu sebabnya…
“Bukan, saat itu aku berhenti menggunakannya! Karena memakan banyak Energy, aku masih belum menggunakannya dalam waktu yang panjang!”
Jadi begitu, ya…
Kisa melihatku, ia kemudian merentangkan tangannya kepadaku.
“Ada apa?”
“Apa kakak mau mencobanya? Multiple Scene?”
“Apa orang lain juga bisa menggunakannya?”
“Entahlah, aku juga tak tahu!”
Ucapnya pelan… namun, karena aku juga penasaran bagaimana hasilnya, aku akan menurutinya.
Aku memegang tangannya, dan mengikutinya untuk memejamkan mata. Kemudian, aku merasakan sebuah aliran Energy masuk ke dalam tubuhku, terutama bagian mataku.
Karena merasa cukup, aku kemudian membuka mataku… dan hasilnya!
“Apa berhasil?”
Aku melihatnya, jadi begini, ya… Multiple Scene! Aku melihat daerah ini dalam kurun beberapa meter saja. Ine keren sekali, oi!! Aku terus saja menjelajah daerah sekitar, hingga menyadari… Orang itu berada didekat sini… Orang itu berjalan dengan santai dan seakan-akan sedang dalam pencarian atas diriku
“Dia itu?”
“Ada apa, kak?”
Ah…bagaimana ini, aku benar-benar melupakan tentangnya! Hahaha, kira-kira… seperti apa hukuman yang akan ku terima, ya…?
__ADS_1