Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 62: Disintegrasi


__ADS_3

Aku menatapnya dengan pandangan tajam, begitu juga sebaliknya... kami berdua saling menatap dengan satu pandangan yang sama.


Yaitu saling mengalahkan, tetapi dengan motif yang berbeda dan berkebalikan. Tujuanku adalah menyelamatkan dan membebaskan Kisa dari belengu Haki, sedangkan tujuan Haki itu sendiri adalah merebut Heavenly Eye’s dari dimana itu berpotensi membuat Kisa terbunuh.


“Sihir Angin : Putaran mata angin!”


Haki menelapan sihirnya, lingkaran sihir terbentuk dipijakanku dalam radius sekitar 1 setengah meter.


Bentuk polanya mirip sekali dengan simbol mata angin. Sama seperti namanya, tentunya sihir ini menimbulkan efek putaran angin didalam medan lingkaran sihir tersebut.


“...”


Aku diam tak bereaksi, tetapi masih menatap kearah Haki. Dia terlihat memakai ekspresi penuh percaya diri miliknya. Padahal, semua serangannya yang berbasis angin itu tak mempan kepadaku.


Itu semua karena Spatial Delay. Pusaran dan tekanan yang diakibatkan angin yang berputar itu sebenarnya sama sekali tak berkesan apa-apa untukku.


Karenanya lah aku hanya terapung di udara. Angin itu sedang berada dalam ekspansi ruang dari Spatial Delay.


Aku bisa mengcounter ini dengan Tehnik Kekosongan milikku.


Yang dilakukan hanya dengan memperluas jangkauan auraku dan mnyelimuti lingkaran sihir dari Haki. Dengan begitu, ekspos dari Nothingness energi yang terakumulasi akan bertindak.


Haki melihat itu semua, bagaimana ekspansi sempurna dariku...


Pengendalian energi diri setingkat itu seharusnya sulit sekali untuk dilakukan. Apalagi, energi diri yang dimaksud ini adalah berasal dari seorang dari Stage 7. Dan lagi, asal-usul dari energi itu tak diketahui.


Energi itu diasumsikan bisa menguasai Notingness dan Limitless. Itu adalah kemampuanku, alasan dari mengapa aku adalah klasifikasi World class Singularity.


Yaah, sebenarnya itu sendiri juga masih ku pertanyakan... bagaimana bisanya diriku bisa mengendalikan itu semua hanya dalam beberapa hari saja. Hanya karena melewati latihan tanding yang mengancam nyawa diri sendiri.


Itu terlalu menakutkan... mungkin karena tekanan luar dan dalam itu yang membuatku bisa melakukannya dengan baik.


“Dasar kau...”


Haki memasang ekspresi kekesalannya. Yang kulakukan tentunya menatapnya dengan senyuman yang seperti biasanya.


“Bagaimana, sudah ada pemikiran untuk menyerah!?”


Sekali lagi, memancing amarah seorang dewasa itu terkadang menyenangkan. Walau itu selalu menyimpang dari sifat asliku.


“Jangan sombong dulu kau...! ini belum selesai!”


Haki mengepalkan sebelah tangannya, cincin emas dijari tengahnya menyala terang. Artifak sihir nya sudah kembali bisa ia gunakan setelah harus menunggu Prep time selama beberapa menit.


Kebutuhan Energi sihir Haki sudah memadai untuk menggunakan Sihir Jiwa tersebut.


“Dengan begini, sudah berakhir!”


Aku bisa merasakan itu, aura gelap yang berasal dari cincin itu. Satu tapi banyak, banyak tapi satu... kira-kira seperti itu deskripsinya. Aku sama sekali tak boleh lengah menghadapi ini.


Baik aku dan Haki memasang posisi bersiap siaga.


Karena, semuanya harus bisa diselesaikan disaat ini juga. Walau aku sudah bisa mengendalikan energiku dengan baik, tetap saja masih ada batasan untuk itu.


Tehnik Kekosongan sangatlah menguras stamina. Begitupula dengan Haki, pastinya penggunaan artifk sihir itu sungguh membebaninya.


Disaat kami sudah siap untuk bergerak menyerang. Terdengar suatu suara pretakan yang besar. Kami berdua segera menghentikan langkah kami masing-masing.


Menoleh keasal suara itu, yang berasal dari kbah pelindung Kisa.


*Crakk!


Dari retakan itu, timbul sebuah cahaya yang terang. Senada dengan warna kubahnya... serta dengan aura sihir yang sama seperti sebelumnya.


Aku tak mengerti apa yang terjadi, tapi yang pasti... stabilitas dari Heavenly Eye’s dan Kisa sepertinya sudah mencpaia titik tertinggi. Dimana kubah yang digunakan melindungi wadah dari luar sudah tak diperlukan lagi.


Dai celah itu, aku bisa sedikit melihat wajah Kisa.


Dirinya sudah membuka matanya, mata itu berbeda dari matanya yang seperti biasa. Itu adalah Heavenly Eye’s.


Seketika, lagi-lagi aku mendapatkan sebuah pengelihatan aneh akibat menatap mata itu. Secara sesaat... mendapati Artosh ada dan berbicara kepadaku.


“Heavenly Eye’s dan Kisa sudah menyatu! Dimensionalitas kalian tak akan bisa menyatu dalam satu tingkatan dunia yang sama lagi!”


“Cobalah menangani perbedaan itu, Protagonis!”


Kira-kira seperti itulah ucapan dari Artosh. Aku hanya bisa memasang senyumanku.


“Ya, ampun...! kau membingungkan seperti biasanya, Artosh!”


Setidaknya, aku cukup mengerti dengan apa yang ingin dilampirkan oleh Artosh secara garis besar.


Dimensionalitas kami berbeda... hal yang disebut sebagai Neo Genesis... jadi itu maksudnya.


Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung bergerak maju. Menuju posisi kubah Kisa itu.


Karena secara letak dan posisi, Kisa berada tak jauh dari kebelakang dari posisi Haki berada. Tentunya, Haki sadar akan pergerakanku, dia tahu kalau aku sedang bergerak menuju kearah Kisa... bukan untuk menyerangnya.


Haki memasang pembatas angin dengan jarak yang luas, membuatku terpaksa berhenti karena itu.

__ADS_1


“Minggir!”


Sebuah perubahan nada yang drastis dariku... walau itu sama sekali tak menggetarkan Haki.


“Coba saja!”


Kami berdua sama sekali tak ingin mengalah. Hingga, rasanya aura kami berdua beradu dan memenuhi ruangan ini.


“Tensi meninggi! Suatu hal pasti terjadi pada Kisa!”


Kali ini, justru Haki lah yang mencoba untuk memancing amarahku. Walau hal itu sama sekali tak berpengaruh kepadaku.


Aku melangkahkan satu kaki ke depan... mengambil nafas pelan. Kali adalah bertarungan siapa yang ceoat menuju ke Kisa, dia adalah yang menang.


Posisi kami sudah berimbang sekarang, karena guncangan saat Haki menahan pergerakanku sebelumnya, ia mau tak mau harus ikut juga bergerak sebelum dampak dari itu mengenainya.


Aku masih dalam kondisi rileks, mencoba meringankan ketegangan yang ada diotot-otot ku.


Haki mengepalkan tangannya ke depan. Cincin yang merupakan Artifak sihir itu mengeluarkan sebuah tangan-tangan yang mirip dengan yang mengikat Aldian dan Sylphy.


Aku harus berhati-hati dengan yang itu...


Tangan-tangan itu jumlahnya banyak sekali, sungguh menyulitkan ku.


“Merepotkan sekali!”


Aku mengangkat sebelah tanganku, berusaha mengumpulkan energi Nothingness dikepalan tanganku. Menciptakan bola-bola kecil yang mirip seperti yang kugunakan sebelumnya.


Akan tetapi, jumlahnya banyak..


Tapi sebelum semua itu bertabrakan... tangan-tangan dan bola-bola yang kukeluarkan mengecil ukurannya. Lama kelamaan, itu berubah menjadi sebuah partikel dengan ukuran yang sangat kecil.


Semua kandungan energi itu kembali terserap kedalam kubah Kisa lagi.


“Cih, lagi kah?!”


Gumam Haki dengan wajah masam.


Penyerapan itu diikuti dengan kertakan parah yang terjadi pada Kubah putih itu. Sepertinya, itu memang sudah tak diperlukan lagi.


Kisa, sudah siap akan semuanya...


Tak lama kemudian, kubah itu hancur sepenuhnya... memperlihatkan Kisa yang ada didalamnya. Dia dalam keadaan jongkok dan memeluk lututnya.


Kisa dengan perlahan membuka matanya... menatap kesekeliling kearah aku, Haki... untuk Sylphy dan Aldian itu sudah diluar jarak pandang, seharusnya begitu. Tapi dengan Heavenly Eye’s ia pasti bisa melihat mereka.


“Kakak!”


Kisa mengucapkan sepatah kataitu...


“Kisa!”


*Wusshh!


Suara dari angin bergerak, tentuny aku sadar akan hal itu.


“Cih!”


Aku berusaha untuk mengejarnya. Tapi, kecepatan bergerakku masih dibawah Haki.


Sementara itu, Haki sudah berada didekat Kisa... ia berusaha untuk membawa Kisa segera pergi dari tempat ini.


“Dapat kau...!”


Haki langsung berusaha menyentuh Kisa untuk membawanya. Namun itu gagal...


Sebuah pelindung tansparan ternyata hadir untuk melindungi Kisa. Haki, justru melukai tangannya sendiri.


“Khekh!?’


Haki menatap telapak tangannya yang terluka itu. Ia sungguh terkejut akan hal ini.


Aku secara spontan berhenti setelah melihat kejadian itu. Kisa memiliki pelindung yang mirip sepertiku, tapi bedanya... pelindung Kisa dapat melukai tangan seseorang yang berniat melukainya.


Ini adalah keuntungan bagiku...


Aku langsung kembali melakukan pergerakan. Aku harus cepat... Haki juga langsung bergerak mundur setelah mengetahui situasinya sendiri.


Waktu tak banyak lagi, sebelum dia bisa melarikan diri... aku harus menghentikan itu. Haki sudah pasti kalah diposisi seperti ini. Ia sama sekali tak bisa menyentuh Kisa. Ia sudah benar-benar terpojok kali ini.


“Kau sudah kalah, Haki!”


Aku meneriakan sebuah makian, terlihat ia tak terlalu memerdulikan itu. Tak seperti diawal-awal.


“Siapa yang tahu!”


Haki melepas semua cincin yang terpasang ditangannya, kecuali Soul Extermination. Total ada tiga cincin, ia melempar semua cincin itu keatas.


Siapa sangka, cincin-cincin itu yang notabenenya adalah Artifak sihir biasa yang menyimpan energi sihir masih memelikiki cadangan sebanyak itu.

__ADS_1


Padahal, harusnya Haki sudah mengalami pertarungan yang panjang hari ini.


Energi sihir yang merembes keluar itu menyatu dan mementuk sebuah pusaran angin... yang menyamai tipe sihir Haki.


Kemudian, Haki mengangkat tangannya... menyatukan sihir dari Soul Extermination dengan kumpulan sihir itu.


Terciptalah, sebuah Magic Fusion yang tak pernah terbayangkan.


Haki mempersiapkan serangan angin yang didominasi dengan gelombang energi jiwa dari artifak sihirnya itu.


Energi sihir itu sudah tak membendung lagi... baik dari sisi itu sendiri. Bahkan sebelumnya, Kisa menyerap seluruh kontinum energi yang ada.


Tapi, nampaknya kontinum yang beru dan tak dikenali dan Kisa tak bisa menyerapnya. Dan juga, kekuatan dari itu sudah tak bisa kuanggap sepele lagi.


“Salam perpisahan dariku, Saidhan!”


Dengan perlahan, Haki menurunkan tangannya. Diikuti dengan gerakan perlahan dari Magic Fusion itu...


Aku tak punya pilihan lain lagi, selain menggunakan cara itu.


Ini adalah penentunya!”


*Brough!


Aku meningkatkan efektivitas energik. Membuatnya membentuk seperti jarum di bagian depan tubuh. Sehingga itu akan menusuk Magic Fusion saat berbenturan.


Yang kemudian...


“Tak mungkin!”


Magic Fusion itu beroutar dengan cepat. Pusat putaran itu adalah titik dari energiku dan sihir itu. Yang lama kelamaan, Magic Fusion


Haki terkejut akan hal itu, aku bereaksi dengan tersenyum... tehnik andalanku, versi tertinggi dari Tehnik Kekosongan.


Disintegrasi, telah sukses...


“Sialan...!”


Haki terlihat sangat panik, rencana terakhinya sudah kugagalkan. Ia sudah tak punya cukup waktu untuk. Ini adalah sebuah akhir untuknya...


“Sekarang kau tertangkap, Haki!”


“Tidak akan semudah itu...! dasar bocah sialan!”


Dia embali menggunakan artifak sihirnya, memanggil Tangan-tangan guna memperlambat pergerakanku.


Karena terlalu fokus untuk menghindar, aku jadi sedikit lengah dan harus terkena Shock dari belakang... tapi untungnya, intuisiku masih tepat untuk mengaktifkan Spatial Delay.


Tapi, efek dari Shock itu membuat tubuhku mati rasa untuk beberpa adetik saja


“S-sial-an, Haki.....!”


Dia kembali melapisi sekitarnya dengan putaran bola angin dan tanpa basa-basi lagi ia bergerak terbang.


*Wusshh


Haki sudah pergi, dirinya sudah tahu kalau ia kalah didalam pertarungan ini. Meninggalkan dua orang bawahannya, Dios dan Mala...


Aku malihat itu... dan tentunya aku sudah berusaha untuk menghentikannya. Tapi tetap saja, aku tak bisa melakukan itu.


Jujur saja, aku tak terlalu mempermasalahkan hak itu. Karena aku yakin, diluar sana Haki akan bertemu hal yang jauh berbahaya dari harus berhadapan denganku.


Sekarang... yang lebih penting adalah menghadapi Kisa saat ini. Dia yang sedang dalam ketidak stabilan kembali.


Menatap kepada Kisa, tak lama kemudian... aku merasakan sesuatu suara datang dan masuk kepadaku. Itu mirip seperti Telepati... suara itu mirip seperti suara keluh kesah dan suara tangisan.


Aku menghela nafas sementara...


“Kau pasti kesakitan, ya... Kisa!”


Kadar sihir meningkat dengan cepat, aku bisa merasakna itu. Pancaran cahaya dari arah Kisa sangatlah terang benderang.


Menyebar keberbagai arah, tak lama kemudian Sylphy dan Aldian sudah berada tak jauh di belakangku. Itu berarti kekangan sihir dari Haki sudal lepas.


“Sai, bisakah kau menangani ini!”


Ucap Aldian dengan sedikit berteriak...


Aku sedikit menoleh kebelakang. Memasang ekspresi yang seperti biasa... hanya dengan diiringi dengan senyuman.


“Tentu saja!


Sylphy hanya menatap kearah depan dengan pandangan yang... aku tak tahu harus bilang apa untuk itu. Tapi yang pasti dia juga percaya kepadaku...


Dengan begitu... sekarang...


“Tenanglah Kisa! Aku akan segera menyelamatkanmu! Seperti takdirnya...”


[Disintegration : Noir]

__ADS_1


__ADS_2