Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 61: Tehnik Kekosongan


__ADS_3

Beberapa menit sebelum kedatangan itu...


Sebelumnya, aku selalu melewati detik demi detik dalam pelatihan gila-gilaan dengan Tooru-san dan Sua-san.


Aku selalu merasa bahwa itu adalah saat-saat terakhirku. Akan tetapi, sepertinya Spatial delay selalu saja melindungiku.


Bersyukur memiliki sebuah pelindung yang melindungimu berdasarkan intuisi bahaya mu. Itu sangat membantu...


Akan tetapi, hanya bermodalkan pelindung seperti itu tak akan membuatku baik dalam pertarungan. Dengan begitu, aku tak akan berguna bagi rekan-rekanku.


Oleh karena itulah, aku disini... berdiri dihadapan dua orang yang termaksuk kedalam yang paling terkuat didunia saat ini.


Semuanya berguna agar aku bisa untuk sedikit lebih ahli dalam mengendalikan energi didalam diriku ini.


Akan tetapi ditengah-tengah semua itu... terpancarkan suatu hal. Aku, Tooru-san, dan juga Sua-san merasakan ini.


Sebuah tekanan aura sihir yang sangat besar datang dari tempat yang sangat jauh. Itu datang dari Barat Daya. Tekanan yang sungguh luar dipancarkan...


Bahkan aku sendiri merasa gemetaran akan hal ini.


“Aura apa ini!? Ini sungguh... terasa sangat berat!”


Aku berbalik, sementara Tooru-san sedang menatap kearah hamparan lautan. Dia menatap kearah Barat Daya pula, menandakan kalau dia sudah tahu juga...


“Tooru-chan!”


Panggil Sua-san...


Dia tak langsung menjawab itu, Tooru-san menghela nafasnya tak lama setelah itu, ia juga sedikit menggaruk rambutnya.


“Saidhan-kun... ini sudah dimulai!”


Aku menatapnya dengan pandangan serius, tak ada hal yang yang terlihat ia cemaskan. Itu bisa dilihat dari bagaimana bentuk tatapan mata dan raut wajahnya.


Aku sebal dan iri atas kepercayaan dirinya itu...


“Aku sudah siap apapun yang terjadi...! tapi, kenapa hal ini bisa terjadi?”


“Entahlah, aku ini bukan Maha Tahu! Dan juga, aku tak bisa membelah diriku dan memantau jalannya pertarungan!”


Balasnya...


“Tunggu, memangnya pertarungan sudah terjadi...!?”


Sahut Sua-san... aku sendiri kurang tahu tentang hal itu. Tapi, aku percaya kepada teman-temanku!”


“Sudahlah, lebih baik kalau kita langsung pergi kesana! Kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi!”


Dan begitulah, Tooru-san kembali membawaku dengan kecepatan yang sudah tak masuk akal. Walau entah mengapa aku mulai terbiasa dengan hal itu... tapi bagai mana mungkin itu bisa terjadi...


Tapi sudahlah, aku tak ingin memikirkannya...


Singkat cerita, setelah dibawa oleh Tooru-san... dia mengatakan kalau harus kembali ke Hawaii lagi. Ingin menjemput Sua-san di sana...

__ADS_1


Aku sebenarnya tak mengerti apa yang dia pikirkan, tetapi nampaknya dia percaya kalau aku yang sekarang sudah cukup untuk menyelesaikan semua ini sendirian.


Dan, ya... aku juga harus percaya kepada diriku sendiri...


“Ya, ampun...! kau terlihat menyedihkan sekali, Al!”


Sebelum itu, aku akan mencoba mengeluarkan Sarkasme...


Entah mengapa dahulu aku pernah dijuluki sebagai Pesarkas handal... tapi sekarang aku sudah kehilangan kelebihan itu. Apa itu bisa disebut sebagai sebiah kelebihan...


“Diamlah! Aku tak mau mendengar itu darimu!”


Balasnya ketus...


“Sa-saidhan! Bagaimana kau bisa disini!?”


Kali ini, Sylphy yang mengatakan hal itu. Aku tak terlalu tahu bagaimana sekarnag harusnya aku berkata kepadanya. Akan tetapi, sebelum itu...


“Tentu saja aku tahu! Energi sihirnya terlalu jelas untuk disembunyikan! Untuk sekarang serahkan semuanya kepadaku!”


Setelahnya, aku mengalihkan pandangaku kearah tiga orang musuh kami. Dibelakang mereka terlihat sebuah bola kubah bewarna putih terang.


Aku tahu, didalamnya adalah Kisa. Itu berarti Heavenly Eye’s sudah berhasil dibangkitkan.


“Dengan begini...!”


Sudah tak ada kata ampun lagi


“...”


Ketiga orang itu... Haki, Dios, dan Mala. Mereka semua sudah ada didalam posisi siaga.


“Jangan remehkan orang ini! Dia adalah, dia adalah... si Stage 7 terbaru itu!”


Ucap orang ditengah, yang sepertinya bernama Haki. Penyihir angin yang bisa mengimbangi Sylphy...


Aku harus waspada kepada orang itu...


“Aku mulai...!”


Mereka yang mengatakan itu, menaikan tegangan listrik didalam tubuhnya. Dan mencoba menungkatkan kecepatannya sampai batas maksimal.


Dan kemudian bergerak... harus kuakui, mereka itu cepat sekali. Pergerakan listrik memantul-mantul di hadapanku. Tapi, aku masih bisa mempertahankan kondisi tenang.


Dari sudut pandang kedua orang itu baik aku, Al, Sylphy, dan Haki itu sendiri... adalah hal yang seakan-akan diam tak bergerak. Itu perbedaan kecepatan yang sungguh tinggi membuat hal yang bergerak, menatap hal lainya yang bergerak sebagai diam.


Itu adalah pengetahuan umum, aku yakin bahkan anak SD sendiri sudah banyak yang tahu. Tapi sebenarnya, soal kejadian ini... aku sama sekali tak melihat perbedaan kecepatan diantara mereka denganku.


Yang menandakan, kecepatan reaksiku sudah jauh melampaui mereka. Salah stau alasan mengapa aku bisa bereaksi atas kecepatan Tooru-san.


Walau hanya berlaku kurang dalam 1 detik. Tapi, kenyatannya 1 detik itu jauh lebih cepat dari kecepatan penuh kedua orang itu.


Aku bergerak pelan, mengarahkan kedua tanganku kearah kanan dan kiri. Tepat kearah mereka berdua akan bergerak menyerang.

__ADS_1


Dari kanan dan kiri... sungguh sangat mudah untuk dibaca.


"Tembakan!”


Dua bola-bola itu meluncur pergi... menghadapi Dios dan Mala yang tak sama seakali mengira datangnya serangan itu.


“Tak mungkin!?”


*Ctik!


Aku menjentikan jariku... bola-bola itu melakukan ekspansi area secara sendirinya. Menimbukan efek pentalan yang sangat tinggi.


*Bruaghh!


Kedua orang itu terpental kearah yang berlawanan. Tentunya, hal seperti ini sama sekali tak disangka-sangka oleh semuanya. Haki sendiri hanya bisa menatap itu dengan pandangan yang tak berubah.


Dirinya tahu, kalau kecepatan Dios dan Mala tadi adalah kecepatan penuhnya. Dimana kecepatan itu sudah mendekati atau bahkan menyamai kecepatan cahaya itu sendiri.


Aldian dan Sylphy juga tak kalah terkejutnya dari itu.


“Sai...!? kau benar-benar sudah menjadi kuat sekali!”


Ucap Aldian... seperti yang dia katakan, seharusnya tak ada yang perlu terkejut lagi atas hal ini. Walaupun begini aku juga termaksuk Stage 7. Perkembangan yang tak masuk akal


Itu tadi adalah tehnik terbaruku, yang baru saja ku latih dan kembangkan selama di sana.


Terinspirasi dari Tehnik manipulasi plasma yang dilakukan oleh Tooru-san. Kemampuannya All Matter Manipulation memudahkannya untuk mengendalikan segala jenis materi dan partikel.


Sayangnya, aku tak bisa melakukan hal seperti itu.


Tehnik milik Tooru-san dinamakan Stardust... ia mengaet sekumpulan plasma-plasma dan menyatukannya. Sekilas itu mirip dengan wujud bintang asli, hanya saja ukurannya terlampau kecil.


Aku memanfaatkan konsep penggunaan yang diberitahukannya langsung sebagai wadah pertama tehnik ini. Aku menyebutnya Tehnik Kekosongan... karena seluruhnya berasal dari Energi asliku yang merupakan Nothingness.


Aku tersenyum kearah Haki. Dia terlihat memasang wajah kesalnya.


“Kau...! bagaimana mungkin kau bisa mengalahkan mereka!? Seharusnya, kau sama sekali belum bisa mengendalikan seluruh kekuatanmu itu...!?”


Sudah kuduga dia akan mengatakan hal itu... yaah, walau itu sebenarnya adalah kenyataan.


“Yaah, aku tak bisa menolak fakta itu! Hanya saja, itu sudah tak berlalu lagi!”


“Kau tahu, selama beberapa waktu kebelakang... aku ini dilatih oleh dua orang terkuat! Dimana setiap menitnya bisa membuatku terbunuh! Setelah melewati semua itu dengan selamat, bahkan dirimu saja bisa ku tendang!”


Aku mencoba untuk memanasinya... dan ternyata itu berhasil. Haki terlihat memasang ekspresi wajah kesalnya kepadaku.


“Dasar sialan kau!”


Haki melepas auranya, membiarkan sihirnya merembes keluar tanpa adanya bendungan. Aku dapat merasakan tiga aura sekaligus...


“Aku akan mengalahkan mu!


“Ayo kita mulai!”

__ADS_1


__ADS_2