Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 59: Neo Genesis, Heavens One


__ADS_3

“Mata Para Dewa Heavenly Eye’s!”


Kata-kata yang disampaikan oleh Haki. Dibarengi dengan luapan energi sihir dalam jumlah yang luar biasa. Menyerap segala sihir yang sudah dikeluarkan dari tubuh seseorang.


Mereka melihat itu semua... Add Crystal yang mulai retak akibat suplai yang berlebihan. Kategori ini adalah Keganjilan yang sudah tak terikat dengan nomor lagi.


Dualitas yang ada dan terus diperbarui. Antara Melihat segalanya dan tak melihat segalanya. Heavenly Eye’s ada ditengah-tengah itu semua...


Add crystal hancur tak lama dari itu. Menampilkan Kisa yang terlihat masih tak sadarkan diri, namun tubuhnya dikendalikan matanya sendiri.


“...”


“K-kisa...! apa yang terjadi denganmu!?”


Sylphy mencoba untuk mendekati Kisa setelah mengatakan hal itu. Namun, ia langsung dihentikan oleh Mala.


“Tak akan kubiarkan kau mendekati anak itu!”


Ia ingin agar Haki yang sampai terlebih dahulu kedekat Kisa.


Untuk mengambil Heavenly Eye’s itu...


Tak lama, kadar udara mulai menurun. Struktur ruangan ini mulai rusak kaerena tekanan energi yang luar biasa.


*Craakkhh...! Craakkhh...!


Bunyi retakan dari seluruh ruangan ini... getaran-getaran itu kuat sekali.


Pancaran Energy ini tersebar begitu luas... seluruh peradaban dunia merasakan hal itu.


Di suatu tempat di dataran Eropa. Seseorang tengah duduk dan membaca sebuah buku. Dia merasakan pancaran ini... sosok kuat, yang tahu segala hal tentang sihir...


Manusia kuat yang luar biasa... Raja Sihir masa kini. Dan sosok itu bereaksi akan pacaran ini.


“Hou...!”


Berganti tempat, di sebuah pulau yang terletak tengah samudra Pasifik. Saidhan M. Ardhiyasa sedang berlatih dengan tehnik barunya dengan Sua.


Disisi lain, Tooru Shinyaku... menatap kehamparan luasnya samudra. Merasakan pancaran kuat ini.


“Teman-teman Saidhan-kun, gagal!?”


Berganti lagi, sosok pria yang berada didalam kegelapan ruangan ini.


“Haki... tugasmu, sudah hampir selesai!”


Sementara itu, di Altar Biru. Tempat yang terikat dengan apapun. Sosok Humanoid Celestial sedang duduk sila. Ia mnyenderkan kepalanya pada tangannya dan memejamkan mata.


“Sudah saatnya...!”


Itu adalah kekuatan dari Heavenly Eye’s. Dimana, itu belum kekuatan penuhnya... seluruh dunia bisa merasakan pacarannya.


Namun, terdapat hal yang aneh disitu. Kisa, ia terlihat sama sekali tak baik. Itu normal saja, bagian tubuhnya baru saja dipaksa untuk berevolusi menjadi lebih kuatdan lebih kuat lagi.


Dalam satu waktu yang pendek, tubuhnya menerima energi sihir yang ada diluar batasan kemampuannya. Yang berarti, Kisa bisa saja mati akibat kelebihan muatan.


Heavenly Eye’s adalah Mata legenda... jumlahnya sedikit. Jika dipikirkan, mengapa orang-orang dahulu tidak mewariskan mata ini. Dengan begitu, beberapa Magician mungkin memiliki Heavenly Eye’s sekarang.


Namun, sayangnya itu mustahil... karena setiap Heavenly Eye’s akan hancur jika wadahnya mati.


Dengan kata lain, Heavenly Eye”s tak bisa diteruskan.


“Sial.... wadahnya tak cukup kuat kan!?”


Haki langsung berlari... menghadap kepada Kis yang melayang diudara. Tentunya, baik Sylphy dan Aldian tak tinggal diam dengan itu. Mereka juga bergerak...

__ADS_1


Dan akhirnya, pertarungan besar terjadi kembali. Aldian bergerak dengan cepat, berusaha mencapai Kisa terlebih dahulu.


Namun, itu tetap saja tak bisa... ia sudah terlebih dahulu dihadang oleh Dios.


“Sialan...!”


Aldian berbalik, menghindari cahaya dari petir putih itu. Dirinya menggunakan apinya sebagai wadah penampang. Proyektil dilepaskan, energi panas diserap.


Itu cara dari Aldian untuk menyerap Listrik putih itu.


Sementara, itu disisi Haki. Ia terus berlari menuju Kisa. Tubuhny a yang melayang diudara akibat dari kekuatannya saat ini.


Tubuhnya terlihat rapuh sekali... Haki tau kemungkinan yang akan terjadi.


‘Tubuhnya tak kuat menahan besarnya Heavenly Eye’s’


Batin Haki melihat keadaan Kisa. Jika ia tak bergegas, maka Heavenly Eye’s akan ikut hilang bersamaan dengan sosok Kisa.


Itu tak bisa dibiarkan...


Namun, sayangnya... itu sudah terlambat. Kisa melapisi tubuhnya dengan sebuah energi. Kubah bewarna putih menyelimutinya.


Terang benderang... seketika,, efek sihir kuno dari aki sudah diambang nya. Tempat ini bersinar...


“Apa... dia, membatalkan efek sihir kuno!?”


Struktur bangunan kembali berubah. Mereka mulai kembali kebentuk semulanya.


“Apa-apaan ini...!?”


Ujar Aldian geram dengan situasi sekarang. Itu sangat buruk...


Dengan semua kekacauan yang ada di sana... dengan Kisa yang menjadi pusat semuanya. Berada didalam kubah putih ini...


Menampakkan mata itu, Heavenly Eye’s... terlihat besar sekali. Kesadaran aslinya, sedang berada disuatu tempat yang tak terjamah.


Perempuan itu adalah wujud dari pikiran dan perasaan


Kisa. Diriya sudah ada diambang kehancuran sekarang... dan tempat ini. Adalah bentuk dari hatinya... ruangan dengan ukuran yang tak terbatas. Tempat segalan perasaan yang ada terlampir kan...


Perasaan kesedihan dari Kisa...


Heavenly Eye’s adalah hal yang terlalu besar untuk diampung tubuh Kisa. Itu adalah hal yang tak mungkin bisa dilakukan.


Ditengah itu, dirinya bergumam...


“Karena mata ini... apa salah mata ini? Aku selalu mendapatkan hal-hal begini, semuanya karena orang-orang menginginkan mata ini...!?”


Retak, itu adalah tang terjadi pada sebagian tubuh Kisa. Layaknya, perasaanya yang sudah tak bisa menanggung semua ini lagi.


“Untuk apa...? kenapa aku harus ada disini... kenapa, kenapa dunia itu ada? Yang kuinginkan hanyalah bisa bersama mereka, kakak!”


Air mata, jatuh membasahi pipi Kisa. Ditengah-tengah semua itu, kata-katanya yang itu... membawa keajaiban datang.


Dengan semua itu, dirinya sudah memenuhi segala syarat. Suara langkah kaki terdengar, disebuah ruangan yang seharusnya tidak bisa digapai orang lain selain Kisa sendiri.


Kisa mengangkat kepalanya, melihat sosok itu...


Sosok laki-laki tinggi berjalan kearahnya. Kisa sama sekali tak mengenalnya. Sosok itu berhenti dalam jarak 1,5 meter dari sisi Kisa.


Dia adalah Artosh, Celestial Being... yang menciptakan sistem dunia ini.


“Selamat, kepadamu... manusia yang bisa mencapai tahap Neo Genesis!”


“Apa itu...?”

__ADS_1


“Neo Genesis! Ketika seorang mahluk yang mengaku kalau dirinya berakal! Ia akan mendapatkan sebuah perubahan!”


“Dia akan lepas dari hukup dunia, lepas dari realitas...! ia tak akan bisa dianggap sebagai bagian dari relitas dunia. Karena pada dasarnya, diriya sudah bukan bagian dari dunia itu!”


“Mahluk yang sudah mencapai Neo genesis, akan otomatis mencapai permukaan atas dari Inner Sea! Ia sudah melewati batas dari realita-fiksi! Tangga keberadaan dimensi tak terukur, itu adalah sruktural mendasar dari Neo Genesis!”


Kisa hanya menyimak kata-kata Artosh, ia sama sekali tak mengerti satupun dari kata-kata itu.


“Singkatnya, semesta hanyalah fiksi bagimu sekarang!”


“A-apa, itu? Aku tak mengerti, aku tak mau seperti itu...!”


Artosh tak menghirakan itu, ia mengangkat tangannya. Seketika tubuh Kisa bersinar terang. Ia merasakan kalau seluruh bagian tubuhnya terasa diselaraskan.


Semuanya bergerak dengan kecepatan yang tak normal. Itu semua, dikarenakan peningatan tubuh.


“Semuanya sudah terlambat...! kamu sudah memenuhi syarat untuk sampai ketahap Neo Genesis! Proses evolusi sudah dijalankan, dan tak bisa dihentikan begitu saja!”


Kisa terengah, ia tak tahu harus berbuat apalagi disini... keberadaannya sudah dipastikan melampaui seluruh manusia yang ada.


Dengan dirinya yang seperti itu, akan tak berarti apa-apa bagi Kisa. Dirinya hanya akan lepas dari masalah begitu saja...


Meninggalkan semua orang yang terlibat dengan masalah karena dirinya. Dan hal itulah yang paling ia ta ingin terjadi.


“Tidak...! aku tidak mau itu terjadi...! aku tak mau, memandang dunia ini... hanya sebagai fiksi! Tidak...”


Sebuah suara dari Kisa, menolak semua yang diberikan kepadanya...


Disahuti oleh suara dari sistem dunia, Blue Altar. Menyuarakan apa yang terjadi pada Kisa.



“Tidak...!”



“Aku... aku, tak mau ini...! ini tidak benar semuanya bukanlah fiksi, aku tak ingin tinggal didimensi atas! Itu tak perlu, sama sekali tidak perlu!”


Artosh segera membalas kata-kata itu...


“Tapi, itu adalah ketentuan! Kamu tidak akan tinggal didimensi atas! Kamu masih bisa berinteraksi normal dengan lower dimension exist! Tapi, itu akan sedikit dibatasi!”


“Walaupun begitu, tetap saja! Ini semua salah! Aku tak mau itu, yang kuinginkan hanyalah... hanyalah...”


“Bisa sampai ke tempat itu lagi, bersama yang lainnya! Hanya itu...”


Perkataan Kisa, dia tak ingin lainnya. Hanya ingin bisa terus bersama dengan Saidhan, Sylphy, Aldian, dan yang lainnya.


Artosh tersenyum mendengar hal itu...


“Harapan dikabulkan...!”


Sistem ditulis ulang, dengan segala perhitungan yang ada.



Eksistensi. Ditingkatkan 2 kali lipat>Ruangan putih ini mulai merubah, sesuai warna abstrak... keberadaan pararel Kisa dari seluruh Infinite Timelines akan bersatu. All Higher Dimensional...Menyebabkan Kisa, naik dari Dimensi Ke-5 menjadi Dimensi Ke-10. Berbagai syarat telah diselesaikan. Mengubah Identitas Eksistensi selesai.“Kenaikan, adalah hadiah dari dunia kepadamu! Berjuanglah, raihlah Surga itu!"Semuanya berubah, Kisa kembali mendapatkan kembali semangat hidupnya itu.“Wahai Neo Genesis, dengan Genesis Gift Heavens One!”


Eksistensi. Ditingkatkan 2 kali lipat>


Ruangan putih ini mulai merubah, sesuai warna abstrak... keberadaan pararel Kisa dari seluruh Infinite Timelines akan bersatu. All Higher Dimensional...


Menyebabkan Kisa, naik dari Dimensi Ke-5 menjadi Dimensi Ke-10. Berbagai syarat telah diselesaikan. Mengubah Identitas Eksistensi selesai.


“Kenaikan, adalah hadiah dari dunia kepadamu! Berjuanglah, raihlah Surga itu!"

__ADS_1


Semuanya berubah, Kisa kembali mendapatkan kembali semangat hidupnya itu.


“Wahai Neo Genesis, dengan Genesis Gift Heavens One!”


__ADS_2