Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 60: Kembalinya sang Protagonis


__ADS_3

Dunia putih ini luntur, Kisa berdiri dengan tegak. Berhadapan dengan Artosh, tanpa adanya lagi tanda-tanda kesedihan dan keluh kesah dihati Kisa.


Semua perubahan terjadi dengan begitu saja... bahkan Kisa sendiri tak menyadarinya. Ia mempehatikan sekujur tubuhnya.


“Tubuhku, berubah?”


Ujar Kisa, mendapati tubuh bersinar tetap. Menatap kearah Artosh...


“Itu adalah karena sejatimu sebagai Neo Genesis! Itu sudah berbeda dimensi lagi dari semuanya!”


“Berbeda Dimensi?”


“Ya, benar! Seluruh Semesta yang ada normalnya berukuran tak terbatas, dengan struktur 4-Dimensi!”


Balas Artosh...


“4-Dimensi? Seperti apa itu?”


“Secara mudahnya, adalah 3 Dimensi Spasial dan 1 Dimensi Temporal! Seluruh semesta yang ada memakai prinsip seperti itu!”


Kisa hanya diam dan mengangguk, walau ia sama sekali tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Artosh.


“Ahhm kalau begitu, bagaimana dengan maksud berbeda Dimensi?”


“Itu artinya, keberadaanmu saja sudah melampaui itu semua sampai ketaham mendasar!”


Kisa mengangguk, ia pernah mendengar itu entah dari mana. Mungkin itu hanyalah imajinasinya, ataupun sebuah pengelihatan dari mata ini.


Dimensi tinggi, 5-Dimensi keatas. Itu terdengar tak masuk diakal namun sebenarnya nyata. Dan juga, pada dasarnya dirinya sendiri adalah penghuni Dimensi ke-10.


Karena Genesis Gift yang diterimanya, meningkatkan segala statistik individu , termaksuk struktural tubuh dan eksistensi. Oleh karena itu, Neo Genesis yang normalnya hidup di Dimensi ke-5 ditingkatkan menuju Dimensi ke-10 karena Genesis Gift.


Kisa menyetuh mata kirinya, sekarang matanya ini bukanlah All See Eye’s lagi, tapi sudah berubah menjadi Heavenly Eye’s.


Yang pastinya, jarak akselerasi pandangan dari mata ini jelas meningkat pesat. Sebelum ia pergi dari alam ini, Kisa masih mempunyai satu hal lagi yang perlu ditanyakan.


“Tolong beri tahu aku, siapakah dirimu?”


Setelah beberapa lama, mereka berbicara dan pengevolusian Kisa. Ia akhirnya menanyakan siapakah gerangan sosok lelaki didepannya ini. Sosok yang terlihat besar dan bijak sana ini...


“Namaku adalah Artosh, seorang Celestial! Kau bisa menyebutku Dewa atau Raja Iblis, Pencipta atau Penghancur, Player atau Developer, Reader atau Author... itu adalah keputusanmu! Karena sebenarnya, aku bukanlah keduanya, namun aku adalah keduanya disaat yang berbeda!”


“Aku adalah pemandu dan yang melihat, bagaimana sang Protagonis menyelesaikan cerita dan permainan ini! Itu adalah sosok sebenarnya dibalik diriku ini!”


Kata-kata yang terdengar biasa saja, namun sebenarnya sungguh berat dan dalam. Kisa mengerti dan tak mengerti disatu saat yang bersamaan.


Kata-kata penuh dengan dualitas, dari dua sisi yang berbeda. Dan Artosh ini menjalankannya selama ini. Mahluk Superior itu tidak ada bandingannya.


Artosh mengangkat jari telunjuknya, kearah kedua mata Kisa itu.


“Mata itu, mata itu adalah salah satu Event besar dalam cerita! Mengembangkannya adalah hal yang wajar untuk kulakukan bukan?”


“Karena itulah, akan kuberi tahukan kepadamu, beberapa hal tentang mata itu! Heavenly Eye’s bukanlah main-main! Itu bisa melihat sampai keseluruh dasar Whiteocean, bisa melihat dalam jumlah yang tak terhitung, bisa melihat keselur masa depan dan masa lalu!”


“Dengan kata lain, kau akan menjadi Maha Melihat jika kau sudha menguasai mata itu sepenuhnya!”


Setelah informasi itu disampaikan, Kisa mulai menyadari... kalau tubuhnya yang bercahaya ini mulai memudar. Ini sudah waktunya untuk pergi...


Sebelum itu juga, Kisa mendapatkan pengelihatan tentang lapangan pertarungan yang sedang terjadi.


Menatap kearah Artosh dengan pandangan yang sulit dijelaskan...


“Majulah, Heavens One!”


Daerah kedap udara ini terpacu, Kisa memejamkan matanya. Hingga, kembali kemedan pertarungan...


“Aku sudah siap...!”


...----------------...


Disaat yang bersamaan dan tidak bersamaan itu, dunia yang tak terikat dengan dunia putih dari Kisa itu...

__ADS_1


Keadaannya masih dalam pertarungan yang sungguh sengit. Namun, itu berakhir karena Kisa dan Heavenly Eye’s menghapus efek sihir kuno dari Haki.


Kubah energi bewarna putih dan dengan kilauan cahayanya itu. Lantai labirin ini mulai hancur struktural sihirnya...


*Crakk! Crakk!


Lantai dan langit-langit mulai kembali retak, jika dalam sebuah bahasa modern... sihir ini akan kembali kesetelan pabrik.


Itu semua karena seluruh daya sihirnya sudah diserap oleh Kisa.


Saat ini, Haki terlihat memasang wajah yang sungguh masam. Situasi saat ini buruk... walau sebenarnya, ia merasakan kalau stabilitas sihir pada tubuh Kisa mulai membaik.


Itu artinya, Kisa sudah cukup kuat untuk menampung Heaveny Eye’s... yang perlu dipikirkan oleh mereka saat ini adalah... bagaimana caranya melarikan diri dari sini dengan membawa Kisa bersama mereka.


Haki menoleh, Aldian dan Sylphy masih fokus kepada Kisa didalam kubahnya.


“Dios, Mala!”


Teriak Haki pada kedua anak buahnya itu, mereka hanya terdiam karena pancaran aura sihir yang terlalu besar ini... level mereka belum cukup untuk menerimanya secara langsung.


Tapi, teriakan panggilan dari Haki membuyarkan lamunan mereka. Mereka berdua ingat kembali kalau sedang dalam keeadaan pertarungan.


Langsung saja, reaksi cepat ditunjukkan oleh mereka berdua. Dios dam Mala menjawab Haki.


“Ya...! Tuan Haki...!”


Dengan dibarengi dengan pergerakan Haki, Dios dan Mala kembali bergerak dengan cepat. Karena kekurangan persiapan, Aldian dan Sylphy tak siap menerima serangan dadakan tersebut...


Terlebih lagi, itu adalah tipe elemen listrik. Sambaran listrik itu kuat sekali, menejutkan Aldian dan Sylphy dan menyetrum mereka.


“Khekh...!?”


Aldian masih bisa bereaksi terhadap itu, namun sayangnya... saat ini Sylphy sama sekali tak menghiraukan itu. Dia hanya terdiam karena shock akan hal ini...


Karena itulah, Aldian...


“Sylphy...! Jangan lengah!”


Aldian membungkus tubuhnya dengan sebuah aura api dan menciptakan sebuah dinding api tinggi. Menghambat pergerakan dari Dios dan Mala...


Sebenarnya, keadaan kembali berbalik sekarang... dirinya merasakan kalau tubuhnya mulai melemas.


Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh Awakening Kisa... ia bahkan bisa menghentikan kerja dari sihir kuno yang dikeluarkan Haki dengan cara menyerap wadah pemancarnya.


Itu juga yang menyerap gabungan serangan Aldian dan Sylphy...


Dengan itu, bisa dipastikan kalau salah satu dampak dari Awakening Kisa adalah menyerap sumber energi sihir. Dengan begitu, Aldian yang memiliki cadangan energi sihir paling besar diantara semua yang ada disini.


Tentunya, Aldian juga akan menjadi korban penyerapan energi sihir ini. Begitu pula yang terjadi pada Sylphy...


Karena itulah mungkin salah satu alasan kenapa dia diam atas serangan tadi. Walau bagaimanapun, nampaknya Fairy Form sungguh membebaninya. Dan juga, cadangan energi sihirnya tak sebanyak Aldian.


Tentu saja Dios, Mala dan Haki menyadari itu... mereka unggul karena terdapat artifak sihir dengannya. Itu sangat menguntungkan...


Dios tak berhenti terhadap dinding api tersebut. Karena ia tahu, tingkatannya sudah jauh melemah dari yang sebelumnya.


*Wushh!”


Tanpa ragu sama sekali, Dios menerjang dinding api dari Aldian. Yang tentunya membuatnya tak menyangka.


“A-apa...!?”


Tatapan penuh keterkejutan ditampilkan oleh Aldian. Ia tak menyangka penyerapan yang ia alami sampai separah ini. Mungkin ini sudah lebih dari 75% kekuatannya diserap.


“Api sudah tak terasa panas sama sekali!”


Jawaban yang sinis dari Dios...


Melihat Dios yang melakukan hal itu, Mala segera menerjang kearah yang sama. Disana ia melihat pemandangan yang sungguh langka...


Seorang Aldian Ressha Han, mendapatkan tendangan telak pada perutnya.

__ADS_1


“Ughh!”


Bahkan, Sylphy yang tadinya tak fokus sama sekali sampai memperhatikan kejadian ini... wajahnya menampakan raut wajah penuh keterkejutan.


“Aldian...!”


*Bruaghh!


Sebelum Sylphy mulai bertindak, sebuah serangan hempasan angin muncul. Menerbankan Sylphy beberapa meter kebelakang.


“Aakhh!”


Tentunya, serangan itu berasal dari Haki. Ia sama sekali tak memberikan musuh untuk bergerak.


“Tuan Haki!”


“Soul Extermination!”


Haki langsung menggunakan Artifak sihir terkuatnya, mengunci pergerakan dari Sylphy dan Aldian...


“Inikan...!?”


“Sialan...!”


Haki bertekuk lutut, cadangan energi sihirnya juga hampir mencapai batasnya. Pertarungan ini sungguh melelahkan baginya.


“Kita menang!”


Ujar Dios menyerukan ini semua, ia berfikir kalau mereka bisa menahan pergerakan kadua orang ini. Maka itu berarti kemenangan untuk mereka.


“Hahaha... hahahaha...!”


Sebuah tawa penuh kemenangan datang dari Haki, dengan begini... ia sudah mengalahkan mereka dua kali.


“Akhirnya, aku keluar dari belengu kalian berdua! Haaa, dengan begini... itu artinya aku yang kembali menang!”


Haki berbalik, menatap kearah Kisa yang masih pada kubahnya itu.


“Haah, sepertinya kali ini tebakanmu salah! Kisa...”


Kata-kata tambahan dari Haki....


Akan tetapi, ia merasakan sebuah bahaya kembali... dan tentunya, bukan hanya Haki saja yang merasakan ini... tapi semuanya yang ada disini...


“Sensasi ini...!?”


Gumam Sylphy... ia pernah seperti merasakan hal yang mirip dengan ini. Walau jauh lebih lemah...


‘Bukan sebuah sihir? Apa jangan-jangan...!’


Lanjutnya membatin...


“Apa-apaan ini?”


Haki berhenti melangkah, tepat diantara dirinya dan Kisa. Terlihat pancaran aura misterius secara vertikal. Aura itu terlihat gelap, didominasi dengan warna hitam dan biru gelap.


Dari reaksi yang terlihat, tak ada tanda-tanda penyerapan yang dilakukan oleh Kisa. Yang menandakan kalau aura itu bukanlah sihir, ataupun Kisa sudah berhenti melakukan penyerapan.


Seketika, aura itu terlihat meluap-luap keatas. Pleasure yang dikeluarkan bahkan bisa membuat seorang Aldian bergetar tangannya.


Itu adalah... itu adalah sensasi dari, Ketiadaan.


Kemudian, tak lama setelah itu... langit-langit mulai retak dan runtuh. Serta tekanan yang besar itu mulai berangsur-angsur memudar.


Seseorang turun dari atas itu... ditengah-tengah kumpulan asap akibat runtuhnya bangunan.


“Ya ampun, Al...! aku tak menyangka bisa melihatmu dalam keadaan seperti ini! Juga dengan Sylphy...”


Suara itu, mereka mengenalnya... sosok yang seharusnya ada di kepulauan Hawaii. Kini telah tiba dipertarungan.


“Sai...!”

__ADS_1


__ADS_2