Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 56 : Esper Scientist, Fano


__ADS_3

Ditempat yang merupakan pusat Labirin dalam yang diciptakan oleh Sihir Kuno Haki. Tempat ini adalah sebuah ruangan berbentuk lingkaran besar yang sangat luas.


Ditengah-tengah itu, terdapat sebuah kristal berukuran sedang, dengan didalamnya terdapat seseorang gadis kecil.


Ya, itu adalah Add Crystal... dan didalamnya adalah Kisa yang sedang dalam proses evolusi dari All See Eye’s menjadi Heavenly Eye’s.


Didekat situ, terdapat 2 orang lelaki yang sedang dalam keadaan sedikit tegang. Bagaimana tidak, mereka saat ini sedang dalam situasi dikejar oleh waktu dan Monster.


Monster yang dimaksudkan tentu saja para Murid-murid ACJ itu.


Kemampuan mereka sangatlah kuat... tak ada yang keberatan kalau memanggil mereka sebagai sekumpulan Monster di negara ini.


Orang-orang itu adalah Haki dan bawahannya, Mala.


“Butuh berapa lama lagi, sampai proses evolusinya selesai?”


Tanya Haki kepada Mala.


“Maaf, sampai saat ini, tidak bisa ditentukan waktu yang pasti kapan proses ini selesai!”


Jawab Mala...


Mendengar itu, Haki hanya memasang wajah masamnya... Ini sedikit menyebalkan baginya...


“Jujur saja, kita sedang dalam keadaan gawat! Beberapa penyihir yang ku kumpulkan sudah dikalahkan... Bahkan Fatah sekalipun!"


Ucap Haki dengan nada kesal dan sedikit pasrah di bagian akhirnya...


Tentu saja, Mala tahu siapa Fatah itu. Karenanya lah, Mala memasang wajah sangat terkejut.


“Fatah, sudah dikalahkan? Apa anda serius?”


Mala tentu langsung membalasnya...


“Ya...! yang mengalahkannya adalah Sylphy...!”


Setelah mengatakan itu, Haki mengangkat tangannya, ia menampilkan rekaman kejadian yang terjadi di beberapa ruangan khusus yang ia amati.


Di layar itu, menampilkan pertarungan Sylphy dan Fatah. Sedikit informasi tentang Mode sihir terbaru dari Sylphy...


“Wujud itu, bahkan aku sendiri tak bisa mengalahkannya!”


Haki sedikit bergumam dengan melihat rekaman pertarungan yang terpampang dilayar, dan pastinya Mala setuju akan hal itu...


“Ya... benar-benar sebuah energi sihir yang sangat luar biasa! Jadi itu, Magic Skin?”


Haki dan Mala terus saja menatap kearah layar, menyaksikan bagaimana pertarungan itu selesai sampai habis. Mereka berdua memasang wajah masam.


“Cih... ini gawat! Sekali... bahkan Fatah bisa kalah seperti itu!”


Ujar Haki dengan nada kesal... ia terlihat memasang wajah muram dan sedikit menggigiti kuku jarinya.


“Yaah, tak ku sangka Fatah bisa dikalahkan dengan semudah itu! Lawan kita benar-benar sangat kuat!”


Ucap Mala membalas perkataan itu...


“Bagaimana dengan Dios?”


“Dios sedang memeriksa beberapa bagian! Mungkin sebentar lagi ia akan kembali!”


“Jadi begitu, ya...! sedang dia dalam keadaan baik-baik saja! Kita masih punya kekuatan!”


Obrolan dari Haki dan Mala, Dios saat ini memang sedang memeriksa sesuatu, harusnya ia sudah sampai sejak tadi. Tapi, karena Haki menggunakan Sihirnya, ia menjadi terlambat.


“Kalau begitu, yang masih tersisa...”


Haki memejamkan matanya itu.


“Tinggal mereka berdua...”


...----------------...

__ADS_1


Sementara itu, ditempat Fano, ia sedang berada di situasi hampir bertempur. Dia sedang menatap musuh didepannya...


Seorang Magician Wanita, ia memancarkan aura sihir yang cukup besar dan kuat. Fano yang notabenenya adalah seorang Esper, tentu tahu kalau musuhnya cukup kuat.


“Haaa, jadi begitu...! kamu pasti adalah salah satu orang yang dikatakan Haki, kalau tak salah murid-murid ACJ, bukan?”


Wanita itu diam, dia memperhatikan Fano dengan begitu tajam.


“Ahh, kau benar...! Aku juga memang merupakan seorang Esper!”


Mendengar kata-kata dari Fano itu, Wanita terlihat tersenyum.


Dia melangkah ke depan dengan sedikit melompat. Tolakan kaki yang jauh dari wanita itu... Fano sama sekali tak merasakan kalau ia berniat ingin menyerang. Hanyalah sebuah inisiatif maju mendekati musuh untuk menatapnya saja.


Itu adalah yang Fano rasakan melihat wanita...


Dan benar saja, dirinya hanya mendekati Fano dan ke sisi belakang dari Fano.


“Hou... walau aku tak terlalu mengerti, sih...! Tapi, kau memiliki Energi yang besar! Kau pasti sangat kuat...!”


Gumam wanita itu yang masih memperhatikan Fano dengan seksama. Sementara itu, Fano hanya memasang raut wajah bingung...


“Ahh, yaa... bisa dibilang begitu!”


Setelah mendapatkan jawaban dari Fano, wanita itu kembali menjauh dari Fano.


“Kalau begitu, perkenalkan... namaku, Hira...! 21 tahun!”


Sebuah perkenalan tak terduga dari wanita bernama Hira...


“Aaahh, namaku adalah Fano...!”


Balas Fano...


"Jadi begitu... Fano, ya...! Bagaimana kalau kau bergabung dengan kami?”


“Haah?”


Hira itu adalah seorang Magician, dan lagi dirinya itu adalah rekan dari Haki. Dan ia baru saja mengajak seorang Esper untuk bergabung, hal ini harusnya tak mungkin.


“Apa maksudmu itu?”


“Bukannya sudah kubilang? Bagaimana kalau kau bergabung dengan kami!”


“Haaa... apa-apaan dengan ajakan yang tak mungkin itu!”


Fano membalasnya dengan keras, jujur saja mungkin ia sudah tak tahan dengan suasana ini.


“Tak mungkin, ya...! Ehm, itu memang benar, yang lainnya mungkin tak akan bisa menerimanya!”


"Tapi tenang saja! aku ini cukup dekat dengan Tuan RIO!"


"RIO!?"


Gumaman Fano mengucapkan kembali nama yang disebut oleh Hira. Walau ia sudah menduganya kalau RIO berhubungan dengan ini, tetap saja ia masih terkejut.


"Maaf, ya...! Tujuan ku disini hanyalah 1, menyelamatkan Kisa! itu saja...!


"Jadi begitu, ya...!"


Hira terlihat sedikit sedih mendengar jawaban dari Fano itu, tapi tak lama kemudian...


“Kalau begitu, kau mati saja...!”


Dia mengatakan suatu hal yang sangat mengerikan...


Hira bergerak dengan cepat, tangannya merentang aura sihirnya merembes keluar. Dari tangannya, gelombang suara yang kuat keluar.


‘Sihir Gelombang : Dentuman sonik!’


*Duaarr!

__ADS_1


Ledakan suara terjadi di udara, menciptakan sebuah gelombang kejut yang berfrekuensi tinggi. Tentunya Fano sangat terkejut akan hal itu. Dirinya segera bergerak mundur beberapa langkah kebelakang karena itu.


“A-apa, tadi itu?”


Gumam Fano bereaksi akan kejadian tadi...


‘Udara, tidak... sepertinya tadi adalah dentuman suara! Apa dia pengguna sihir suara?’


Lanjutnya didalam pikirannya...


“Cih... lawan yang menyulitkan!”


Fano bangkit, bereaksi atas serangan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dilancarkan Hira kembali.


Tetapi, Fano sudah terlebih dahulu memasang pelindung energinya keseluruh tubuhnya.


Karena hal itu, efek yang ia terima hanyalah freeze sesaat.


“Hou...!”


Hira melompat kembali kebelakang. Fano tentunya tak akan membiarkan itu begitu saja, ia merentangkan tangannya. Disitu tercipta sebuah bola cahaya kecil... yang kemudian memanjang menjadi sebuah laser.


“Strike!”


Laser yang satu ini berbeda dari yang sebelumnya. Ini adalah kumpulan light canon berkecepatan tinggi. Semakin menjauh semakin membesar, menarik cahaya-cahaya disekitar ikut kedalamnya.


*Duarr!


Tegangan yang tinggi, Laser dari Fano memakai lensa yang kecil untuk memproyeksikan laser cahaya yang besar tadi.


Pembiasan cahaya yang digunakan memang hebat. Pada umumnya, seorang Esper stage 6 keatas bisa saja melampaui hukum fisika. Dan Fano mungkin adalah salah satunya.


“Haa, hebat sekali! Kau ini sangat kuat sekali!”


Ujar Hira memuji Fano, sementara Fano hanya merespon dengan senyuman.


"Haa, tadi itu masih belum seberapa.!”


‘Ya, tadi itu belum seberapa! Ketepatan dan kepadatannya sedikit berantakan! Targetku adalah 5.000 W^2, yang bisa kecapaian bahkan belum setengahnya. Aku masih belum ada apa-apanya!’


Gumam Fano, ia bahkan tahu tentang kepadatan cahaya dari laser yang ia lepaskan tadi. Fano benar-benar orang yang sangat jenius.


“Ya, itu memang belum seberapa! Aku juga belum seberapa, kau tahu!”


Hira mengangkat kedua tangannya. Sebuah lingkaran sihir tercipta dari situ. Udara di sana bergerak.


“Sihir Gelombang : Daerah Sonik!”


Sihir itu menciptakan sebuah gelombang suara tinggi.


Frekuensi ini memang tak terlalu tinggi. Tapi, bagi Fano ini terlalu risih. Ia melapisi tubuhnya kembali dengan energi miliknya.


Hira memanfaatkan kesempatan ini, ia maju mendekati Fano yang berlutut.


Hira menggerakkan tangannya, telapak tangan yang datar itu, Fano merasakan firasat yang buruk akan hal itu...


“Kena kau!”


“Sihir gelombang : Kejutan Sonik!”


Benar-benar gawat. Fano tak punya cukup waktu untuk menghindar. Kalau begini, dia bisa dikalahkan disini.


Hal itu akan membuatnya tak bisa menampakkan wajahnya lagi didepan teman-temannya.


Itu tak akan pernah terjadi. Pasti bisa ditangani... karena mereka bersama, adalah yang terkuat. Itu yang dipikirkan oleh Fano.


Energi milik Fano terkumpul. Ia melepasnya, tanpa ada lagi batasan. Menciptakan sebuah pelindung yang kuat dan bersifat menghancurkan serangan. Irtu adalah sinar ultra tingkat tinggi.


Fano sudah melawan hukum fisika dunia saat ini...


“Self-Destruct Barier!”

__ADS_1


__ADS_2