
Sebuah lonjakan Energi, terdeteksi oleh indra Sylphy… seketika, ia menjadi waspada… ia menengok ke kanan dan ke kiri , bersiaga atas kemungkinan serangan terhadap dirinya.
Hingga orang yang bersamanya, yaitu Kisa menjadi bingung…
“Ada apa, kak?”
Sylphy masih diam tak menjawab… hingga, ia merasakan Energi yang kuat sedang melesat kearah mereka.
“Awas…!”
Ia langsung saja reflek, memegangi Kisa dan membawanya untuk melompat menghindar dari serangan Energi ini.
Sebuah dentuman kecil terjadi dan merusak bangku taman yang sebelumnya mereka berdua duduki.
Demi mencari aman, saat sedang dalam keadaan melompat, ia menggunakan Sihirnya untuk membawa mereka berdua lebih jauh beberapa meter dari posisi sebelumnya.
Kemudian, munculah seorang yang mungkin merupakan pelaku penyerangan tadi! Pria tinggi dengan warna rambut hijau gelap, bersama dengan dua orang yang nampaknya adalah bawahan orang itu.
“Yaa… akan sangat tertolong kalau kau ingin mengembalikan Anak itu… Sylphy!”
Ucap seorang Laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah Haki!
“Kau… siapa kau!? Bagaimana kau tau namaku?”
Balas Sylphy mencari tahu siapa identitas orang yang menyerang mereka berdua…
Haki tersenyum dan berkata…
“Kau tak perlu tahu siapa aku ini! Dan soal bagaimana aku tahu tentang namamu, ayolah…! Kau ini terkenal…”
Balas Haki…
Sementara itu, Sylphy masih menatapnya dengan pandangan tajam… ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah Kisa yang masih ia peluk.
“Kisa, kamu baik-baik saja!?”
Kisa merespon dengan mengangguk…
“Yaa… kakak sendiri!?”
“Aku tak apa-apa!”
Ia melepaskan Kisa dari pelukannya, dan menaruhnya dibelakangnya, demi melindunginya.
Setelah itu, ia menatap kearah Haki dan kedua anak buahnya dengan tajam.
“Sekali lagi kutanyakan, kalian ini siapa? Apa tujuan kalian? Kenapa kau bilang untuk mengembalikan Kisa!?”
Ucap Sylphy…
“Pertanyaan mu kebanyakan! Ayolah Kisa… apa kau tak ingin kembali? Kau pasti mengingat kami bukan?”
Ucap Haki menatap kearah Kisa…
Kisa menatap Haki, dan disaat itu pula… ia menjadi sangat ketakutan. Ia kembali mengingat ingatan yang ingin ia kubur sedalam-dalam mungkin.
Ya, benar… Bongkahan Kristal yang Saidhan dan Sylphy temukan adalah Kristal yang digunakan Haki dan rekan-rekannya untuk mencangkok Heavenly Eye’s dari tubuh Kisa..
Dalam artian lain, kristal itu adalah benda yang dipakai untuk memenjarakan Kisa, tempat Kisa, menerima pasokan Energi Sihir yang seharusnya tak bisa ia tampung. Semua itu hanya demi meningkatkan All See Eye’s menjadi Heavenly Eye’s.
Dengan kata lain, Kisa hanyalah alat sekali pakai bagi mereka.
Disitu adalah tempat dimana Kisa sangatlah menderita, mengingatnya saja membuat dirinya sangat ketakutan.
Kisa langsung saja memegangi baju Sylphy karena ketakutan.
“Kisa…? Ada apa…?”
Ucap Sylphy kebingungan melihat Kisa yang sangat ketakutan, bahkan sampai menangis!
__ADS_1
“M-mereka…! O-orang yang me-menjarakan ku di Kristal itu! M-mereka… mataku!”
Ucap kisa sedikit terbata-bata karena ketakutan… awalnya, Sylphy sama sekali tidak mengerti tentang apa yang Kisa bicarakan, hingga dirinya mengingat.
Sebuah Kristal yang ia dan Saidhan temukan saat menyelidiki gudang bekas satu minggu yang lalu.
“Kamu… jadi yang ada di kristal itu kamu?”
Gumam Sylphy pelan, dan menampakkan raut wajahnya yang terlihat sedikit… ia tak menyangka ini sama sekali, dengan begitu… puzzele tantang misteri pergerakan Magician di Negara ini semaki jelas adanya.
Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Kisa berada didalam situ? Kenapa dia disitu? Dan sekarang ini, suatu hal apa yang membuat mereka sangat ingin Kisa kembali ke tangan mereka?
‘Ini pasti ada hubungannya dengan Artifak Sihir, seperti yang dibilang oleh Saidhan!’
Sylphy melihat keadaan disekitar taman ini, daerah ini memang sepi di jam-jam begini… dengan begini, ia bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan tenang, tanpa takut melukai orang yang tak ada kaitannya.
Ini seharusnya terjadi, tapi saat ini pergerakannya masih terkendala karena harus melindungi Kisa, apalagi musuhnya adalah 3 orang…
Sementara itu, Haki hanya diam saja, begitu pula dengan bawahannya… mereka sedang menunggu perintah dari Haki.
Hingga akhirnya, Haki memberikan perintah pertamanya berupa…
“Maju!”
Setelah mendengar perintah dari Haki, kedua bawahannya itu, Dios dan Mala langsung saja maju dan mulai menyerang.
“Mereka datang…!”
Namun, saat ia sudah bersiap dalam menahan serangan yang berkemungkinan akan mereka lancarkan… Mereka berdua sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda mengeluarkan kemampuan khusus mereka…
Dengan teknik akrobatik yang hebat, mereka berdua segera melancarkan serangan-serangan tipe jarak dekat dan pertarungan fisik.
Walau sebenarnya, sebagai perempuan… Sylphy memiliki kemampuan dalam bidang fisik yang sangat baik dan atletis.
Tetap saja, jika harus melawan orang yang memiliki kemampuan dan teknik di atas dirinya, Ia benar-benar sangat tak diuntungkan. Terlebih lagi, ia melawan dua orang dan harus melindungi Kisa.
Dengan berbagai upaya, ia trus berupaya untuk bisa menghindari mereka. Namun tetap saja, variasi serangan yang mereka lancarkan benar-benar sulit ditebak! Segala serangan pukulan ataupun tendangan sering kali mengenai bagian tubuhnya…
Pergerakannya benar-benar terhambat karena harus melindungi Kisa, hingga akhirnya ia menemukan waktu yang pas, dan segera melancarkan serangan balik dengan sepenuh kekuatannya.
“Hyaah!”
*Wushh!!
Sylphy merentangkan tangannya kearah Dios dan Mala, sebuah kibasan angin bertekanan yang sangat tinggi dan menerjang mereka berdua.
Mereka berdua terlempar, Dios terlempar keras dan menabrak pohon, sedangkan Mala, ia menabrak sebuah bangku hingga rusak.
“Arghh!”
Mereka melenguh kesakitan karena itu…
Itu sangatlah sakit, seperti jatuh dari gedung lantai 2 keatas… apalagi tekanan angin dari Sylphy sangatlah kuat.
Hak hanya tersenyum melihat itu…
“Hahaha! Sungguh hebat, seperti yang diharapkan dari Putri Angin, Peri dari Selatan! Sylphy Hartiningrat…”
Ucap Haki sembari menepuk tangannya… setelah itu ia mendekat kearah Dios yang masih terduduk bersandar di pohon.
“Ayo, bangun…! Tidak ada yang menyuruhmu untuk beristirahat bahkan sedikitpun! Kau juga, Mala…!”
Ucap Haki melihat Dios yang belum bangkit sama sekali…
“Baik, tuan Haki!”
Ucap mereka berdua secara bersamaan…
Dengan sedikit dipaksakan, mereka segera bangkit walau sungguh kesakitan! Mereka berdua tentu tahu, jika melawan seorang Sylphy dalam keadaan serius, mereka akan mengalami rasa sakit yang jauh lebih besar dari ini!
__ADS_1
Sementara itu, Sylphy mulai merasa terancam saat ini… jika ia harus terlibat pertarungan seperti tadi lagi ia tak tahu lagi bisa bertahan sampai seberapa lama…
Pertarungan tadi yang sebenarnya terkesan sebentar itu, sungguh melelahkan. Bagi Sylphy, Dios dan Mala adalah tipe musuh yang sangat dibenci oleh dirinya.
Dan setelah itu, ia mengingat sesuatu! Benar juga... Charlotte…!
Jika ia bisa membuat Kisa bisa melarikan diri dan menuju Charlotte… maka tak ada yeng perlu dia takutkan lagi! Atau setidaknya, ia dan Kisa bisa keluar dari gencaran serangan Haki dan anak buahnya!
Kalau Charlotte, ia pasti bisa menjaga Kisa dengan baik, atau… ia bisa bertarung bersamanya dengan efektif. Mau bagaimanapun ia juga merupakan seorang Stage 6…
Sebagai Penyihir Es, kalau dilihat dalam jumlah Energi sihir, Charlotte masih dibawah Charla, walau ia masih di atas Sylphy dalam jumlah sihir … namun, kalau soal teknik dan kelihaian dalam Sihir pembekuan instan, Charlotte jauh lebih hebat ketimbang Charla.
Jika mereka berdua bertarung, maka bagi Charla… kalau ia bisa mengulur waktu dan bertahan dengan baik maka ia akan menang. Tapi, kalau saja ia terkena pembekuan instan Charlotte, maka itu akan jadi kekalahan telak dari Charla.
Namun untung saja, mereka berdua adalah kembar yang harmonis… hampir tak pernah bertengkar!
Kalau mereka sampai bertengkar… bisa-bisa satu kota terkena imbasnya…
Dan mengingat hal itu… Sylphy langsung segera membicarakan ini dengan Kisa.
“Kisa, saat ini kita berada di situasi yang berbahaya! Aku akan mencoba berusaha kabur dan menemui Charlotte, jika tak bisa… maka kau kabur saja sendiri! Temui Charlotte, kalau ia pasti bisa menjagamu dengan baik!”
Ucap Sylphy dengan tersenyum… sementara itu, Kisa memasang wajah yang sangat khawatir.
“Lalu, Kakak bagaimana?”
Ucap Kisa…
“Tidak apa-apa! Semuanya pasti akan tetap terkendali, mau bagaimanapun… aku ini sangat kuat!”
Melihat kepercayaan diri Sylphy… rasa khawatir didalam diri Kisa hilang, ia kemudian mengangguk dengan sedikit senyum .
“Baiklah, kalau begitu… ayo!”
Sylphy menggendong Kisa di punggungnya, dan langsung saja pergi melarikan diri. Namun, hanya saja… tingkat kepekaan Haki sangatlah tinggi. Ia sudah mengetahui apa yang ingin Sylphy lakukan disaat pergerakan mereka.
“Dia ingin kabur, halangi dia!”
Kecepatan reaksi dari Dios dan Mala sudah diluar nalar!
Meski Sylphy yang sudah mengambil langkah pertama terlebih dahulu, seharusnya bisa melesat dengan cepat.
Namun, pergerakan Dios dan Mala lebih cepat daripada itu… mereka saat ini sudah mengeluarkan aura sihir mereka, yaitu listrik!
Disekitar tubuh mereka, terdapat kilatan-kilatan listrik! Melihat ini, Sylphy langsung mengerti… kenapa ia bisa disusul hanya dalam sekejap! Pada dasarnya, Listrik jauh lebih cepat daripada dorongan angin…
Karena itulah, Sylphy langsung saja bereaksi melawan itu. Walau ia harus terkena serangan telak dari tendangan mereka berdua…
Namun syukurlah, berkat Kisa… dampak yang diterimanya tak terlalu besar. Kisa mengerti dengan keadaan! Ia mengalirkan energy miliknya kepada Sylphy, membagikan pengelihatan dari All See Eye’s yang sudah meningkat menjadi kompleks dalam pengunaannya.
Menurutnya, ini adalah salah satu tanda kalau All See Eye’s miliknya, sedang dalam memulai proses evolusi menjadi Heavenly Eye’s. walau begitu, ia masih memaksakannya…
Serangan tadi, bisa sedikit diminimalisir, karena Sylphy sudah mempersiapkan Barier angin dan ini juga, berdampak pada Dios dan Mala…
Mereka sedikit terhempas karena angin itu… namun, tak separah sebelumnya.
“Minggir!”
Ucap Sylphy mencoba mengintimidasi…
“Tidak akan…!”
Ucap keduanya secara bersamaan…
“Kalau begini tak ada pilihan lain…!”
“Sihir Besar: Tornado!”
Sylphy merentangkan kedua tangannya… seketika, sebuah pusaran angin cepat muncul secara horizontal dari kedua tangannya…
__ADS_1
“Aku akan membuka jalan!”