Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 44: Pengguna Sihir Suci


__ADS_3

Dios hanya bisa terdiam…


Walaupun ia tahu soal hal ini, akan tetapi… Menantang sang Ratu Es Beku memanglah berbahaya.


Ia telat menyadarinya…


Salah seorang penyihir Es terkuat di negri ini, ia baru menyadarinya tadi, setelah melihat kelihaiannya itu…


Ia sama sekali tidak masalah menghadapi hal yang merupakan kelemahan dari Penyihir Es seperti dirinya. Yaitu, pertarungan yang mengandalkan kecepatan…


Dirinya dan Mala memanglah sudah cukup sering memperhatikan dan memata-matai Kisa dari kejauhan.


Berkatnya, mereka berdua tahu bagaimana rupa wajah dari Putri Angin, Wonder Kid Aldian, dan Charla, saudari dari Ratu Es Beku…


Harusnya mereka menyadari hal itu, mukanya ini… kalau diperhatikan dengan baik, dia sangatlah mirip dengan Charla.


Mereka memang tidak mendapatkan informasi yang baik soal Charlotte. Dan Charlotte sendiri benci kalau dirinya tampil diberita.


Hingga Informasi tentang nya sangatlah terbatas. Mereka harus bisa mengenali seorang Charlotte dari saudari kembarnya, Charla.


Tentu saja, mereka tak akan menutup kemungkinan kalau Charla sama berbahayanya dengan Charlotte.


Meskipun begitu… jika ini demi bisa melayani Haki dan R.I.O. Ia tak akan mempermasalahkan itu. Bahkan, ia tak masalah jika harus mati.


Ini semua demi Raja mereka…


Kejayaan Raja adalah hal utama!


Dios memacu Energi sihir miliknya sendiri…


Charlotte menghela nafasnya melihat apa yang dilakukan lawannya itu.


‘Haa, nampaknya dia sama sekali tidak berniat untuk menyerah…’


Batinnya melihat Dios. Kemudian, ia mulai kembali memasang posisi bersiaga.


Ia sudah tidak akan sepanik tadi, karena Multiple Scene juga mampu meningkatkan kecepatan reaksinya.


Kemampuan ini bernama Boost Reaction.


Charlotte kembali mengeluarkan Aura sihir miliknya… dia mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya kearah Dios yang berada di dahan pohon.


Dios masih tak bergerak dan menatap kearahnya dengan pandangan tajam. Begitu pula dengan Charlotte.


“Sihir Es!”


Dia kemudian menggerakkan tangannya vertikal, seketika muncul bongkahan-bongkahan es besar yang mulai tumbuh dan menutupi pohon yang disinggahi oleh Dios.


Tentu saja, Dios bisa pergi dengan cepat, tepat sebelum es itu membekukannya.


Dios sedikit melayang di udara, Charlotte menangkap itu dengan Multiple scene.


Kemudian, Dios mengarahkan tangannya kearah Charlotte. Ia mengumpulkan energy sihir didepan jari telunjuknya.


“Sihir Listrik : 2.000 Volt!”


Dios menembakkan Tenganan listrik yang cukup tinggi kearah Charlotte. Tentu saja, Charlotte langsung mengindari itu karena ia sedikit mendengar ucapan dari Dios.


Dan tentunya, Tegangan listrik ini menimbulkan ledakan yang cukup besar. Di sela-sela itu, Charlotte mencoba untuk kembali menyerang .


Dia menembakkan bongakahan-bongkahan es yang sama seperti sebelumnya. Ia memanfaatkan posisi Dios yang masih ada di udara karena sedikit tolakan saat ia melontarkan serangannya.


Namun, Dios mampu menghancurkan seluruh bongkahan es itu dengan mudah dengan menggunakan tinjunya.


Dia kemudian mendarat dilantai es ini dan kemudian kembali bergerak. Ia juga sama sekali tidak terlihat mengalami masalah dengan lantai pijakannya.


Charlotte kembali menghentakkan kakinya di lantai es itu. Dan terjadi sedikit retakan pada lantai es ini, retakan itu mulai menyebar dan membentuk pola lingkaran yang melingkari mereka berdua.


Selama bergerak, Dios juga tidak tinggal diam. Ia sedikit melontarkan sihirnya kearah Charlotte. Walau itu bisa dihindari dengan mudah olehnya.


Dengan mengalirkan Energi sihir kelantai es ini, setiap retakan kecil yang terinjak oleh musuh akan menimbulkan bongkahan es yang akan menusuk musuhnya.


“Sihir Es : Ranjau es!”


*Crankk!


Dios tak sengaja menginjak retakan kecil itu. Seketika, sebuah bongkahan es muncul dan hampir menusuk Dios.


Namun, ia bisa dengan baik menghindarinya. Ia berusaha untuk keluar dari area yang sudah ditandai oleh Charlotte. Tapi, tetap saja hal itu bukanlah perkara yang mudah.

__ADS_1


Setiap retakan yang kecil sekalipun akan menimbulkan bongkahan es yang ukurannya tak jauh berbeda. Terutama, Charlotte juga menyerangnya dengan tensi tinggi.


“Cih…!”


DIos mulai merasa kesal dengan ini… dengan tangannya, ia melompat cukup tinggi dan mundur. Disela-sela itu, ia juga mengeluarkan seluruh energy sihir miliknya.


“Ini adalah saatnya untuk mengakhiri ini!”


Ucap Dios dengan nada tinggi. Charlotte hanya mengambil posisi bersiaga.


Dios kemudian mengambil sebuah batu permata yang ada di kantungnya. Batu permata yang terlihat mengeluarkan energy sihir yang pekat.


Jangan-jangan itu…


“Artifak sihir!?”


Gumam Charlotte melihat permata itu. Segera setelahnya, ia sedikit melangkah mundur karena mulai merasakan hal buruk akan segera terjadi.


Dios menggenggam Artifak sihir itu dengan erat… seketika, energy sihir yang ada pada dirinya mulai meningkat dengan drastis.


‘Jadi ini, benar-benar terjadi, ya… para Magician mulai mencari Artifak sihir! Persis seperti yang diceritakan Saidhan!’


Batin Charlotte melihat itu.


Perlahan, kilatan listrik di sekujur tubuh Dios mulai meningkat. Keberadaannya bahkan mulai menarik petir di langit.


Gemuruh langit terdengar, kilatan petir mulai menyambar. Hal yang buruk akan terjadi…


“Sihir Suci : Arus Listrik Putih!”


Kilatan petir putih mulau tercipta di sekujur tubuh Dios. Ini sedikit menciptakan intimidasi yang cukup kuat…


Akan tetapi, semua itu tidak akan berpengaruh kepada Charlotte.


“Nampaknya, ini harus dilawan dengan serius, ya…”


Charlotte menurunkan Kisa.


“Kisa, tolong berlindunglah dulu!”


Kali ini, Kisa langsung menurutinya dan berada dibalik pohon di belakang. Setelahnya, Charlotte menciptakan dinding es yang memisahkan dirinya dan Dios dengan Kisa.


“Kakak…”


Sementara itu, Dios tersenyum remeh… ia percaya, jika ia pasti bisa mengalahkan sang Ratu Es Beku sendirian sekarang.


Tapi, ia mulai melupakan… alasan sebenarnya kenapa ia dijuluki seperti itu.


Dios mengarahkan jari telunjuknya kearah Charlotte, seketika… kilatan listrik besar menuju kearahnya.


Charlotte langsung saja menciptakan sebuah pelindung es yang sangat besar.


Namun, es itu langsung saja hancur akibat listrik bertegangan tinggi itu. Asap muncul dari bekas es yang sudah hancur itu.


Charlotte menghela nafasnya…


Setelah itu, ia mulai menyerang. Ia membentuk beberapa bongkahan es tajam yang cukup besar. kemudian ia melancarkan nya…


Dan tentu saja, itu tidak akan berpengaruh apa-apa melawan sihir suci.


Dios tertawa melihat serangan yang percuma dari Charlotte.


“Hahahah! Tak akan ada gunanya, sekarang ini kau sudah kalah! Sihir besar milikmu tidak akan bisa mengalahkan Sihir suci milikku!”


Ucap Dios dengan sombong…


Dan tentu saja, itu tidak akan berpengaruh apa-apa melawan sihir suci.


Charlotte hanya diam saja melihat itu. Hal ini sangat merepotkan, itu adalah yang sedang dia pikirkan.


Sihir suci… sihir yang butuh keadaan tertentu dan kepercayaan yang kuat. Itu artinya, lawan yang sedang dia hadapi merupakan seorang yang sangat terlatih.


Tapi, hanya ada sedikit yang tahu… suatu hal tentang sihir suci.


“Baiklah, saatnya mengakhiri semua ini!”


Dios memasang posisi bersiap siaga… dia kemudian bergerak dengan cepat bahkan lebih cepat dari sebelumnya.


Dia mengitari Charlotte yang masih saja diam, kemudian… Charlotte mengatakan suatu.

__ADS_1


“Kau tahu, bukan hanya kau saja yang bisa menggunakan sihir suci!”


Ucap Charlotte…


“Kau hanya menggertak! Jangan kau pikir aku akan termakan omong kosong itu!”


Balas Dios disela-sela pergerakan kilatnya.


“Kalau begitu…”


Setelah itu, Charlotte mulai menyatukan kedua tangannya. Beberapa saat kemudian, ia sedikit membukanya dan menampakkan… sebuah bola energy berwarna putih terang yang terasa sangat dingin.


Ya… benar! syarat lain mengaktifkan dan bisa mengakses Energi suci adalah…


‘Mendapatkan Berkah Cahaya!’


Bola sihir itu mulai mengeluarkan cahaya.


Kilatan yang tercipta dari pergerakan Dios juga semakin besar… mereka mulai beradu aura yang dipancarkan.


Aura sihir dari energy yang langka dan murni.


“Sihir Suci : Hamparan Petir Putih”


Dengan cepat, sebuah kilatan putih menyambar dan menuju Charlotte dari berbagai arah!


Sementara itu, Charlotte masih diam dan memejamkan matanya.


*Crankkk!


*Duarr!


Ledakan yang cukup terjadi… sebuah kilatan petir menyambar dari langit menuju ke Charlotte.


Tekanan dan medan listrik muncul di daerah sekitar ledakan itu. Saat ini, Kisa hanya melihat dengan pandangan tak percaya. Apa Charlotte sudah dikalahkan…


“Kakak!”


Teriak KIsa kearah area yang masih pekat dengan asap…


Namun, tak lama kemudian, terdengar suara seseorang perempuan. Suara ini, adalah suara Charlotte.


“Tenang saja! Aku masih baik-baik saja…”


Ucapnya dengan nada yang agak pelan…


Asap mulai menghilang, terlihatlah Charlotte yang berada didalam kubah es besar yang sangat berkilauan.


Tentu saja, ini menimbulkan perasaan tenang pada Kisa.


“Kakak…”


Sementara itu, Dios saat ini memasang raut wajah yang sangat terkejut… dia sama sekali tak menyangka… sihir suci miliknya bisa ditahan.


“Tidak mungkin! Ini pasti bohong!?”


Ucap Dios yang sedang Shock melihat ini…


Charlotte menghilangkan Es yang melindunginya. Dan sekarang, nampaklah dengan jelas… wajah tersenyum miliknya.


“Sihir Suci : Gletser biru!”


Dios masih dalam keadaan sangat terkejut… orang ini, dia terlalu meremehkannya! Harusnya, dari awal ia tidak boleh meremehkan seorang dari Stage 6…


Charlotte, sang Ratu Es Beku… benar-benar kuat!


Charlotte kemudian mengangkat tangannya kearah Dios.


“Maaf, ya…! Sepertinya aku yang akan mengakhiri ini!”


Dios mulai panik, ia mulai tak fokus lagi…. dia mundur dan tersandung dan tertekan akibat kekuatan milik Charlotte.


“Haa… haa… haaa!”


Ia ingin segera kabur, namun… itu sudah terlambat.


Bunga-bunga Es muncul pada tubuhnya… ini sama seperti yang terjadi dengan Mala sebelumnya. Dirinya akan segera terjebak kedalam es.


Hingga, saat ini… Dios sudah 100% terjebak dalam es dari sihir Charlotte.

__ADS_1


“Sihir Pembekuan Instan… adalah keahlian ku!”


__ADS_2