Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 66: Peringatan dari Tooru


__ADS_3

Setelah Tooru-san, yang secara tiba-tiba datang kepadaku dan ingin membawaku pergi. Dan aku menyetujuinya, karena bagaimanapun ini adalah masalah yang penting.


Aku menoleh kearah teman-temanku, terutama kearah Kisa yang sedari tadi menatap kearah Tooru-san. Mungkin ia masih terfikirkan dengan ucapannya tadi.


“Tidak apa-apa! Kalian pulang saja terlebih dahulu! Aku akan menyusul...”


Aku mengatakannya dengan memberikan senyuman hangat. Itu diterima dengan baik oleh teman-teman.


“Ya, tidak apa-apa! Urusanmu itu penting bukan?”


Balas Al...


“Ya begitulah...”


“Tentu saja... pergi saja, Saidhan! Kami sudah tidak apa-apa kok!”


Ya, dan begitulah aku kembali dibawa oleh Tooru-san dengan kecepatan yang super tinggi itu. Tanpa adanya waktu yang terbuang sekalipun itu... kami sampai ketempat Sua-san berada.


“Huft, kecepatanmu memang tidak masuk diakal... Tooru-san!”


Celotehku bereaksi atas cara dan kecepatannya saat membawaku. Dia merespon dengan sedikit terkekeh.


“Yaah, mungkin sudah waktunya kau terbiasa untuk itu, Saidhan-kun!”


Aku merinding untuk sesaat, karena suatu hal yang tidak diketahui. Mungkin karena aku tidak ingin sampai terbiasa dengan hal itu.


Langsung setelah itu, terdengar suara dari Sua-san.


“Tooru-chan! Sai-chan! Kalian lama sekali...”


Sua-san ada didepan kami.


“Maaf saja, lagipula aku tidak tahu letak Saidhan-kun yang sepastinya!”


Balas Tooru-san...


“Bohong! Padahal kau bia menebaknya dari energinya bukan!?”


Tooru-san hanya sedikit menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Nampaknya, ia ingin sedikit memberikanku waktu untuk bersama teman-temanku dan Kisa.


Yaah, untuk hal itu aku berterima kasih kepadamu, Tooru-san.


“Sudahlah, itu tidak penting!”


Tooru-san berusaha mengubah topik saat ini. Tapi, yang lebih penting sekarang...


“Bagaimana? Sua-san! Tooru-san! apa kalian berhasil menangkap Haki?”


Ya, tentunya aku sudah langsung tahu tentang hal itu.


Mereka sedikit menatapku dengan pandangan yang sedikit menyombongkan. Aku bisa merasakan hal itu...


“Kau terlalu meremehkan aku, Sai-chan! Tentu saja aku sudah membereskan itu dengan mudah sekali...”


Sua-san langsung saja menyombongkan hal itu.


Yaah, itu sudah pasti, ya... Haki tak mungkin bisa mengalahkan dua moster seperti mereka ini.


“Itu sudah pasti, ya...!”


“Dan juga, Saidhan-kun! Justru aku sedikit heran, mengapa kau lepaskan dia begitu saja! Apa kau tidak bisa menanganinya sendirian?”


Tiba-tiba Tooru-san mengatakan hal itu... Ya, sebenarnya adalah kenyataan. Tapi entah mengapa aku tetap merasa kesal dengan hal itu.

__ADS_1


“Jangan salahkan aku! Lagipula, kau tahu sendiri kalau dari awal prioritasku adalah untuk menyelamatkan Kisa!“


Itu benar, dari awal itulah tujuanku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan menangkap atau mengalahkan Haki, sama sekali tidak.


Mungkin hanya sedikit saja, sih...


“Ya, itu memang benar... Tapi sidaknya, berusahalah sedikit untuk menyelesaikan semuanya sendirian!”


Tooru-san dengan wajah yang sedikit masam. Ia terlalu berharap dengan perkembanganku. Padahal, itu seharusnya terbilang lemah untuk Stage 7.


Lemah... lemah, lemah sekali.


“Tooru-chan! Jangan mengatakan sesuatu yang berlebihan, bahkan Sai-chan pun sudah berusaha semampunya! Jadi mari kita beri dirinya Aplouse!”


Oh, Sua-san... terima kasih banyak atas pembelaan mu. Tapi, mau bagaimanapun memberikan tepuk tangan itu sudah berlebihan. Yang kulakukan bukanlah suatu hal yang besar sama sekali.


“Aah, itu-“


Baru disaat aku ingin menyampaikan pendapat soal itu, Tooru-san memotongnya dengan perkataannya...


“Ya, hal itu benar juga...”


Setelahnya, mereka berdua langsung memberikanku sebuah tepukan tangan. Ini memalukan sekali...


“Ah, yaah... aku berterima kasih soal hal itu... Tapi, tolong hentikan!”


Dalam sekali suruhan, mereka langsung berhenti.


“Haah, sudahlah. Mari kita kembali kemasalah utamanya! Sua-san, kau sduah mengalahkan Haki bukan?”


Aku berusaha agar alur percapakan ini bisa kembalu ketujuan utamanya.


Setelah aku menanyakan itu, Tooru-san dan Sua-san kembali fokus kembali kepada topik pembicaraan. Syukur mereka itu mudah diajak bicara.


“Kalau begitu, apa yang kau ingin bicarakan, Tooru-san?”


Aku menatap kearah Tooru-san, yang sedari tadi diam saja.


“Ini tidak jauh soal kejadian ini! Tentang Haki dengan ambisinya mendapatkan Heavenly Eye’s...”


Raut wajah Tooru-san berubah, terlihat menjadi sangat serius. Alu agak tercengang karena itu. Terutama karena topik yang ingin dia bicarakan.


“Kalau begtu, katakan saja...”


Tooru-san tak langsung menjawab itu, dirinya untuk sesaat menoleh kearah Sua-san.


Kemudian...


“Kau tahu bukan, seperti apa perselisihan antara Esper dan Magician..?”


Aku menangguk untuk membalasnya...


“Sebenarnya, ada suatu hal yang ku cemaskan! Berita ini, rencana pengambilan Heavenly Eye’s benar-benar masuk kedalam lingkungan Magician di sana!!”


“Memangnya, kenapa?”


“Mayoritas Magician duduk di Benua Eropa, mereka sudah menguasai tempat itu selama berabad-abad!”


“Dan sekarang, mereka semua sudah mulai melakukan pergerakan. Terutama untuk Sekte Sihir Kuno! Jika berita tentang ini benar-benar tersebar detailnya sampai ke mereka, apa kau bisa membayangkan apa yang akan terjadi?”


Kali ini, Sua-san yang mengatakan hal itu. Mereka berdua benar-benar memikirkan soal situasi sekarang, bahkan sampai keluar-luar.


Aku sendiri sama sekali tidak bisa membayangkannya, apa yang terjadi jika pihak sana mengetahui ini.

__ADS_1


“Mereka sudah pasti akan mempertanyakannya, kenapa kalian menghetikan upaya dari Haki mendapatkan Heavenly Eye’s! Karena kalian tidak puny ahak untuk itu, Indonesia termasuk kedalam negara Netral, jika hal tadi terjadi... bahkan SRC sekalipun tidak bisa melindungi kalian!”


Lanjut Sua-san... ini benar-benar berbobot. Hal yang dikatakan oleh Sua-san, itu bersangkutan dengan keselamatanku dan seluruh orang yang ku sayangi. Harus bagaimanakah, aku ini...


“Sejauh ini, aku mengonfirmasi kalau Haki hanyalah perantara saja! Dia bekerja langsung diabawah dari Mad Magician RIO yang juga merupakan bagian dari Sekte Sihir Kuno Region Asia Tenggara!”


Ucap Tooru-san kembali, melanjutkan ucapan dari Sua-san.


“Itu artinya...”


“Itu artinya, dia kemungkinan memiliki koneksi dengan banyak Magician bahkan sampai ketanah Eropa sana sekalipun!”


Ya, ini jauh lebih berbaya daripada yang kukira... Situasi saat ini memang tengah memanas. Tak pernah ku sangka, Kisa bisa ada ditengah-temgah semua permasalahan dan persoalan ini.


Aku menunduk, mecoba memikirkan hal-hal yang diperlukan untuk semua ini.


Melihat hal itu, Tooru-san berjalan kearahku dan langsung memegang pundak ku. Berusaha untuk membuatku tetap tenang disituasi ini.


“Saidhan-kun, kau sudah melakukannya dengan sangat baik! Kau sudah berkerja keras, tidak apa-apa!”


Haah, ya... harus kuakui ini sedikit membuatku agak tenang.


“Ya, kau benar! Ketenangan adalah hal yang penting, ya... benar!”


Rileks dan berusaha menghela nafas pelan.


“Juga, menurut firasat ku, RIO tidak akan menghubungi koneksinya di Eropa san adalam waktu dekat!”


Ucapan Tooru-san kembali membuatku tercengang, ini membingungkan kau tahu.


“Kenapa begitu?”


“Karena, ia pasti akan mencari Artifak sihir baru lagi, untuk setidaknya menggantikan Heavenly Eye’s! Dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan itu, karena seperti itulah tingkah dari Mad Magician...”


Tooru-san nampaknya cukup tahu soal orang yang disebut sebagai RIO itu. Seorang penyijir yang dikatakan dihormati oleh kalangan Magician di Indonesia.


“Kau tenang saja! SRC juga tidak akan tinggal diam dengan ini! Kami memiliki banyak intel diluar sana! Kau tak perlu terlalu khawatir...”


“Dan juga, untuk soal Haki ini serahkan saja kepada kami berdua! Tugasmu adalah melindungki Kisa dan Heavenly Eye’s Aku dan Sua akan kembali untuk beberapa hari kedepannya, jadi ini sedikit salam perpisahan sementara!”


Tooru-san mengatakannya sembari mengeluarkan senyumannya itu.


“Haah, salam perpisahanmu itu berat sekali, Tooru-san!”


Celetukku membalas perkataan dari Tooru-san.


“Jangan khawatir, aku pasti akan segera kembali lagi nanti!”


“Eh? Tooru-san, kau akan kembali kesini lagi?”


Dia menyertakan kata ‘lagi’ didalamnya.


“Ya, tentu saja...! bukankah sudah kubilang? Saat ini, aku adalah sesosok mentor mu! Lagipula, sudah misiku untuk melatih mu!”


Yaah,sudah kuduga... dia seharusnya tidak kesinitanpa adanya suatu alasan yang khusus!”


“Haah, baiklah! Terserah kepadamu saja, Tooru-san... dan sampai jumpa lagi, Sua-san!”


Sua-san membalas dengan melambaikan tangannya kecil. Aku menatap kearah Tooru-san... dia juga berbalik menatap kearahku.


Dengan sedikit menghela nafas...


“Jangan khawatir, Tooru-san! Kisa dan teman-teman pasti akan ku lindungi!”

__ADS_1


Karena itulah, tugas dari Protagonis!


__ADS_2