
Saidhan M. Ardhiyasa…! Kami menyambut mu!
Sebuah kata-kata yang diucapkan Sylphy kepadaku…
Waahh, ini sungguh mengejutkan, tentu saja kerena aku datang di ajak kedalam sebuah Ekskul, yang menurutku lebih mirip sebagai sebuah klub dengan anggota tingkat tinggi semua. Dan yang sebaiknya aku lakukan untuk merespon ialah…
“Terima kasih?”
Dan juga aku sudah di sambut walau masih belum secara resmi masuk ke klub ini.
“Daripada Ekskul, ini lebih mirip seperti sebuah klub, ya…!?”
Gumam ku pelan…
“Benar juga, ini memang lebih tepat di sebut sebagai sebuah klub daripada ekskul, ya…!”
Sahut Charla setelah mendengar gumaman ku.
“Tidak bukannya sama saja?”
Kali ini Fano yang berkata.
“Ya, benar… itu sepertinya sama saja!”
Al juga ikut angkat bicara…
Sedikit perdebatan terjadi karena gumaman kecil ku. Apakah ekskul dan klub itu sama saja?
Tapi, yang pasti… mereka benar-benar menyambut ku dengan sangat baik. Seperti sekarang ini…
Charlotte menyodorkan ku berbagai macam cemilan dan biskuit, dan secangkir teh hangat yang baru saja di seduh nya.
“Silahkan…!”
Ucapnya dengan lembut, kemudian ia kembali ke kegiatannya dan memberikan yang lainnya secangkir teh.
“Ah, terima kasih…!”
Aku membalas dan berterima kasih. Kemudian, mencoba untuk mencoba teh ini, dari warnanya ini nampaknya adalah Teh hitam…
Aku menyeruput the ini, dan rasanya…
“Enak…! Teh ini enak sekali!”
Seketika aku mengatakan itu…
Charla melihat reaksi ku kemudian tersenyum…
“Hehem, tentu saja… ini bukan Teh hitam sembarangan… ini adalah Royal Black Tea!! Aku yang membawanya!”
“Jadi begitu, ya…”
Ucapku pelan.
“Disini isinya orang Elite semua, ya..!”
Ucap ku melanjutkannya dengan nada yang agak rendah… kemudian, Al merespon hal itu.
“Apa yang kau katakan Sai…!? Kau juga orang Elite sekarang!”
Ucap Al dengan senyumannya.
“Itu benar Saidhan! Jangan merendah… kamu ini bisa dibilang adalah salah satu yang terkuat di dunia!”
Benarkah!?
“Ehm… itu mungkin saja benar! selain itu, dari yang Al bilang, kau ini adalah Keganjilan tingkat 1!”
Sahut Fano menyuarakan pendapatnya tentangku.
Oh, ya…! Aku baru ingat tentang hal itu, dan juga… dari mana Al tahu akan hal itu, aku belum memberitahunya.
Apa jangan-jangan… Rei yang memberitahu Al? Dasar bocah itu…
“T-tidak kok…! Terlalu berlebihan menyebutku sebagai yang terkuat di dunia! Lagipula, aku masih belum sepenuhnya menguasai Kemampuan khusus ku!”
“Kalau soal itu, kau bisa melatihnya dengan kami bukan? Tak perlu tergesa-gesa… aku juga awalnya mulai dari Stage 1!”
Ucap Sylphy, aku terkejut mendengarnya… bahkan yang lainnya juga.
"Eh benarkah Sylphy?”
Tanya Charla, ia terlihat sedikit antusias.
“Ah, benar juga… aku belum memberitahukan pada kalian, ya…?”
Mereka semua menggeleng dengan kompak.
“Mengejutkan sekali… rupanya kau mulai dari Stage 1, perjuanganmu dahsyat sekali!”
Ya, hebat sekali… kalau aku lompat dari Unknown class ke Stage 7…
Aku sedikit diam sebentar, kemudian…
“Aku sedikit tak yakin…! Aku sama sekali tak bisa dibandingkan dengan Stage 7 yang lainya… terutama Tooru-san!”
Hmm, benar! kalau Tooru-san itu monster… tapi sepertinya, Stage 7 yang lain juga monster. Dan nampaknya, sosok yang dijelaskan oleh Rei waktu itu juga sepertinya sangat kuat… Brian Vector! Stage 7 dan Keganjilan tingkat 1.
Sementara itu, yang lainnya agak kaget mendengar ucapan ku tadi. Sepertinya, mereka kaget karena aku menyebut nama Tooru.
“Tooru? Maksudmu Esper terkuat Shinyaku Tooru itu? Apa kau mengenalnya?”
Tanya Fano…
__ADS_1
“Eh, benar! aku berkenalan dengannya saat di Jepang!”
Balasku singkat.
"Hebat sekali… bisa bertemu dan kenal dengan Tooru Shinyaku! Seperti apa dia?”
Kali ini Charla yang bertanya…
“Ya… di rampak seperti lelaki normal pada umumnya, tingginya sekitar 175 cm keatas! Dan rambutnya hitam biasa, dan bisa dibilang dia itu sifatnya Hiperaktif! Walau kekuatannya bukan main-main kuatnya!”
“Begitu ya…?”
Aku mengangguk pelan. Mereka mungkin mengira kalau sosok Tooru Shinyaku agak lebih dari ini, tapi nyatanya, dia itu cukup biasa…
“Ya, benar! dia itu cukup normal! Jika kita menyampingkan kemampuannya…!”
Mau bagaimanapun, kemampuannya itu tidak normal, lagipula… ia juga termaksud Keganjilan tingkat satu!
“Apa dia sekuat itu? Sampai kau segitunya!?”
Ucap Al sedikit bertanya, hal ini mengundang yang lainnya untuk berbicara.
“Tentu saja dia sangat kuat! Kau ini bagaimana Al!?”
Ucap Fano.
“Benar sekali! Walau jarak Stage kita hanya 1, tapi perbandingan kekuatannya itu sangat berbeda tahu!aku mengerti soal itu..”
Kali ini, Sylphy angkat bicara.
“Benar!”
Sahut Charla, di ikuti dengan anggukan dari Charlotte.
“Ya… kalau soal itu aku juga tahu! Tapi, aku tak menyangka Sai yang sebelumnya membenci orang-orang yang berkemampuan kuat, sampai mengatakan itu!”
Ucap Al menjelaskan.
“Aku tak membenci mereka! Hanya saja kurang menyukai mereka!”
“Bukannya itu sama saja?”
“Ah, Sudahlah…! Lupakan saja! Kalau soal itu, tantu saja dia sangat kuat! Aku melihatnya sendiri… dan juga, Pak Tri pernah mengatakan, kalau dia sedang dalam kondisi dan mood yang bagus, ia bisa meratakan gunung, menguras danau, dan menenggelamkan pulau dengan sekali serang!”
Al dan yang lainnya benar-benar tercengang mendengar itu.
“Sekuat itu?”
“Awalnya aku juga agak kurang percaya, tapi setelah melihatnya secara langsung… aku berubah pikiran! Kalau ini mengenai Tooru-san segalanya menjadi mungkin!”
Dan setelah itu, kami semua melanjutkan berbincang-bincang, hingga waktu pun berlalu… aku sama sekali belum melihat kegiatan dari Klub ini sama sekali. Jadi aku mencoba untuk berinisiatif bertanya.
“Ehmm, maaf! Tapi sebenarnya, apa kegiatan yang dilakukan oleh Klub ini?”
“Jadi, bagaimana? Apa keputusan kalian?”
Ucap Fano kepada yang lainnya.
“Percayalah padanya, dia pasti bisa menjaga rahasia!”
Kali ini Al yang bicara, ia terlihat meyakinkan yang lain tentang diriku. Sementara itu, yang bisa kulakukan hanyalah diam dan menyimak saja.
“Aku ikut kalian saja!”
Ucap Charlotte…
“Bagaimana ketua Klub dan wakilnya?”
Mereka semua kemudian menatap kearah Charla yang masih memejamkan matanya, seakan-akan sedang berpikir. Kemudian, pindah kearah Sylphy yang terdiam…
“Ketua, wakil ketua… apa pendapatmu?”
Ucap Al bertanya kepada Charla dan Sylphy.
“Kalau aku sih, tak masalah! Lagipula dia dapat dipercaya!”
Ucap Sylphy mengatakan pendapatnya tentangku, sekarang tinggal Charla, dia sepertinya merupakan Ketua Klub ini.
“Kalian bertanya kepadaku? Tentu saja jawabanku adalah ‘Yes’…!”
“Kalau begitu, sudah diputuskan!”
“Saidhan… sebenarnya, Klub Penelitian Sejarah Dunia itu
hanyalah kedok saja!”
“Kedok!? Apa maksudnya itu…?”
Aku masih sedikit bingung dengan itu. Tapi, bisa dibilang kalau para murid-murid Elit ini, berkumpul dengan adanya tujuan tertentu.
“Sebenarnya, kami ini bisa dibilang sebagai pahlawan!”
Ucap Charla dengan nada menyombongkan diri.
“Hah? Pahlawan…?”
Apa maksudnya itu? Sedang melantur kah dia?
“Itu artinya, kami menggunakan nama Klub ini sebagai topeng, tapi kegiatan rutin kami yang sebenarnya adalah menyelesaikan permasalahan di sini!”
“Seperti ada yang meminta bantuan menghadapi dan melawan pencurian dan perampokan! Kau tahu bukan, kalau itu adalah hal yang lumrah di era sekarang!”
Aku mengangguk mengerti.
__ADS_1
“Benar-benar seperti pahlawan, ya…!”
Gumam ku pelan.
“Benar bukan..!”
Balas Charla…
“Ya… semacam itulah! Jadi, bagaimana Saidhan? apa kau tertarik bergabung?”
“Sebentar…! Biarkan aku berpikir!”
Sejujurnya, ini cukup merepotkan bagiku… Biasanya, Al juga akan merasa kerepotan. Tapi, nampaknya dia agak antusias…
Aku jadi tahu, alasan dia tiba-tiba ada urusan mendadak kemarin.
Tapi… kalau dipikir-pikir ini adalah kesempatan… Karena, setiap harinya aku masih terpikirkan dengan peringatan dari Tooru-san. Jika aku bergabung, aku bisa dengan mudah menyelidiki pergerakan Magician tipe Kuno.
Jadi, harus bagaimana…? Mungkin aku akan membicarakannya ke yang lainnya.
“Sebelumnya, aku ingin membicarakan tentang sesuatu…”
“Apa itu?”
“Sebenarnya, saat aku di Jepang, aku diserang oleh seorang Magician!”
Pembicaraan ini, sudah naik intensitasnya.
“Benarkah?”
“Iya, dan juga… Magician bertambah kuat secara pesat, karena menggunakan sebuah Artifak sihir! Disaat itu aku benar-benar hampir dihabisi, namun untungnya… Tooru-san datang menyelamatkanku”
Mereka semua Nampak menyimak ceritaku.
“Setelah diselidiki, nampaknya Magician itu memiliki koneksi dengan para Shaman dari sini! Ini dibuktikan dengan Artifak sihir itu sendiri!”
“Memangnya ada apa?”
“Artifak sihir itu berkaitan dengan unsur jiwa! Dan diperkirakan, itu berasal dari prambanan!”
“Tunggu sebentar! maksudmu ada seorang Shaman dari Indonesia yang membantu untuk menghabisi seorang Stage 7 terbaru?”
Wah, Sylphy memang hebat! Dia bisa menebaknya.
“Benarkah begitu!?”
Sahut Charla…
“Kemungkinannya besar! Selain itu, sebenarnya… Tooru-san sudah lama melihat tanda-tanda pergerakan para Magician tipe kuno di seluruh dunia, bahkan di Indonesia!”
“Kalau itu memang benar… bagaimana tanggapan Parlement Sihir dan Raja Sihir mengenai itu!?”
Ucap Al…
“Aku juga tak tahu! Pokoknya, Tooru-san ingin aku bertambah kuat dan menyelidiki tentang pergerakan Magician tipe kuno di Indonesia! Dan sepertinya, tujuan ini mungkin bisa sejalan dengan tujuan klub ini… jadi apakah kalian bersedia membantuku!?”
Mereka semua terdiam sesaat… Yaah, kalau ini wajar, ya… secara tiba-tiba diminta terlibat kedalam permasalahan Nasional bahkan Internasional.
“Tentu saja! Lagipula membantu teman adalah hal yang biasa bukan?”
Jawab Al, tentu saja, ya… dia memang sahib yang bisa diandalkan, sisanya tinggal menunggu jawaban dari yang lainnya.
“Sebelumnya aku ingin bertanya, apa yang membuatmu ingin menyelidiki tentang pergerakan Magician di Indonesia?”
Ucap Sylphy…
“Eh…?”
“Kau tahu…? Aku, Charla, Charlotte, dan Al juga termaksud klasifikasi Magician! Dan mungkin hal itu bisa menyakiti untuk kami…!”
Ugh… aku lupa soal itu!
“Kalau soal itu… ! Bukannya aku ingin menyebut kalau semua Magician itu tak baik! Lagipula, yang ku sebutkan ialah Magician tipe Kuno…”
“Dari informasi yang Tooru-san dan berbagai sumber yang kumpulkan, kemunginan besar tujuan dari mereka adalah menggulingkan era Esper dengan mengumpulkan berbagai macam Artifak Sihir…!”
“Mungkin bagi kalian ini bukanlah hal gawat… tapi kemungkinan besar, cara yang digunakan para Magician tipe Kuno adalah membuat Area Sihir besar! Kalian semua tahu sendiri bukan, pemusatan Energi Sihir dalam jumlah besar bisa menjadi racun mematikan bagi seorang Esper yang notabenenya sudah bebas dari Energi sihir!”
“Jika itu benar-benar dilakukan, Pembantaian massal akan terjadi!”
Setelah aku menjelaskan itu secara panjang lebar dikali tinggi. Sylphy kembali angkat bicara…
“Sebenarnya, aku tak terlalu peduli dengan dunia perselisihan antara Magician dan Esper! Aku hanya melihat dan mengikuti sesuatu yang menurutku benar! dilihat dari segala yang kau jelaskan… dengan senang hati aku akan membantu!”
Ucap Sylphy sembari tersenyum.
“Terima kasih!”
“Itu agak mengerikan! Karena aku juga seorang Esper, tentu saja aku akan membantu! Bagaimana dengan ketua dan kau, Charlotte!”
Ucap Fano…
”Kalau aku sih, sudah pasti akan membantu!”
Ucap Charla dengan semangat.
“Aku juga…”
“Terima semua…!”
“Baiklah… kalau begini sudah diputuskan! Klub Penelitian Sejarah Dunia, akan menerima misi ini…!”
Tidak, ini bukan misi kau tahu…
__ADS_1