
Charlotte Lissana, salah seorang anggota Klub Penelitian Sejarah Dunia. Selain itu, dia juga merupakan seorang Stage 6, salah satu dari Penyihir Es terkuat di ACJ bersamaan dengan Saudari kembarnya, Charla.
Dia sangatlah ahli dalam sihir Es, terutama teknik Pembekuan instan. Sebuah teknik yang membutuhkan keahlian dan konsentrasi ekstra.
Pada dasarnya, Penyihir Es menciptakan partikel es mereka dari udara. Dibantu dengan energi sihir mereka yang memiliki hawa dingin, Penyihir Es dapat membekukan udara dan menciptakan Es mereka.
Dan Charlotte, dia itu mampu membekukan udara disekitarnya dalam sekejap, selain itu… dipastikan kalau area yang terkena dampak dari kemampuan Charlotte itu sangat luas.
Ini adalah hal yang membuatnya mencapai Stage 6. Teknik dan keahliannya dalam mengendalikan Energi miliknya sangatlah hebat.
Charlotte sama seperti Sylphy… mereka bisa masuk ke Stage tinggi dikarenakan kemampuan dalam Pengendalian Energi milik mereka.
Namun, bedanya adalah Sylphy memulai itu semua dari Stage 1. Sementara Charlotte tidak demikian.
Dan sekarang, dirinya saat ini sedang berjalan dengan membawa sebuah kantong kresek ditangan kanannya. Isinya tak lain merupakan 3 buah minuman dan beberapa camilan.
Sebelumnya, ia bersama dengan teman satu klub dengannya, dan seorang anak perempuan baru saja selesai menjenguk teman mereka yang sakit dan dirawat di rumah sakit.
Syukurlah, teman mereka itu sudah baik-baik saja, ia sudah sehat seperti sedia kala.
Dan setelah itu, para perempuan kemudian memutuskan untuk sedikit berjalan-jalan di taman. Taman yang mereka datangi ini cukup terkenal dikalangan masyarakat.
Pada awalnya, saudari kembarnya yaitu Charla juga berencana untuk ikut. Namun, karena suatu hal yang masih belum diketahui, Charla ditelepon oleh orang tua mereka.
Setelah itu Charla langsung saja mengacir pergi dan menemui orang tua mereka. Sementara itu, Charlotte lebih memilih untuk tidak ikut dan berjalan-jalan di taman bersama dengan yang lainnya.
Ia tidak terlalu ingin melihat kakaknya yang cukup ceroboh itu dimarahi oleh orang tua mereka. Mau bagaimanapun, Ia sangatlah menyayangi kakaknya itu.
Saat ini, ia berjalan cukup lambat saat ini. Hal ini dikarenakan beban berat yang sedang ia bawa.
Pada awalnya, ia hanya berniat untuk membeli minuman Booba untuk 3 orang. Namun, karena toko yang menjual Bobba itu sedang menjual menu desert khusus untuk hari ini saja, ia menjadi kelepasan dan membelinya.
Walaupun begitu, Charlotte sangat menyukai makanan dan minuman manis.
“Pada akhirnya… aku jadi beli banyak ini!”
Gumam Charlotte pelan sembari melihat kearah kantong kresek yang ia bawa.
“Kuharap yang lain juga menyukainya…”
Karena Toko yang ia datangi cukup jauh, selain itu… ia juga sempat menunggu karena Toko itu kehabisan kantong kresek. Hal ini membuatnya sedikit merasa tidak enak kepada Sylphy dan Kisa.
Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba ia melihat Kisa yang sedang berlari kearahnya. Dia terlihat sedikit berantakan, selain itu… Kisa berlari kearahnya dengan wajah yang sangat ketakutan.
“Kisa…?”
Gumamnya pelan, kemudian ia juga segera mendekati Kisa karena merasa suatu hal sedang terjadi.
“Kakak…!”
Teriak Kisa kepada Charlotte…
“Kisa… ada apa? Dimana Sylphy?”
Disaat sudah dekat, Kisa sedikit melompat dan jatuh didalam pelukan Charlotte.
Kisa terlihat sangatlah ketakutan sekarang, ia sedikit menangis. Ini membuat Charlotte sangatlah kebingungan.
Apa yang sudah terjadi selama ia pergi? Dimana Sylphy? Apa yang membuat Kisa menjadi ketakutan sampai begini?
Itu adalah pertanyaan yang ada didalam kepala Charlotte saat ini.
“K-kak Sylphy…”
Ucap Kisa disela-sela isakan tangisnya. Charlotte segera bereaksi terhadap ini.
“Kenapa dengan Sylphy…?”
“S-sylphy… dia~”
Kisa masih tidak bisa mengatakan hal ini dengan jelas… seperti ia benar-benar masih terbelenggu dengan suatu hal.
Charlotte justru ketularan panik dengan ini, tapi untungnya ia masih bisa tenang dalam situasi seperti ini. ia sudah terbiasa karenanya…
Tiba-tiba… ia merasakan dua buah energi yang sedang bergerak kearah mereka berdua dengan kecepatan yang gila.
__ADS_1
“Hah…”
Ia langsung saja reflek dan menyentuh cor pijakannya dan kemudian mengeluarkan sihir miliknya.
“Sihir Es…!”
*Crankk!
Sebuah bongkahan es berukuran sedang muncul dan melindungi mereka berdua. Es ini mengalami retakan yang cukup parah, namun tidak sampai menghancurkannya.
Pelakunya tak lain dan tak bukan, adalah kedua anak buah dari Haki. Dua orang yang sedang memancarkan Energi sihir mereka berdua yang merupakan Tipe listrik.
Kilatan listrik mengalir di seluruh tubuh mereka, meningkatkan kecepatan
Dios yang bergerak dengan cepat dan langsung saja berusaha melancarkan sebuah tendangan dari jarak yang cukup jauh. Begitupula dengan Mala, namun bedanya… Mala melancarkan sebuah pukulan.
Namun, sayangnya reflek dan sensitivitas sensor yang dimiliki oleh Charlotte sangatlah baik. Ia bisa dengan baik menciptakan Es ini untuk bertahan.
“Es…?”
“Penyihir Es’kah?”
Gumam Dios dan Mala melihat Es ini yang cukup kuat pertahanannya ini.
Kemudian, Charlotte kembali mengalirkan energi miliknya kedalam es ini, ia mengurangi suhu dan mencoba untuk membekukan kaki Dios dan tangan Mala.
Mala sudah menyadari apa yang akan terjadi, mereka segera melompat dan mundur dari jangkauan Charlotte.
Sementara itu, Dios justru sedikit mengganti pijakannya, dengan sekuat tenaga ia bergerak untuk menghancurkan es-es yang berusaha melapisi sekujur tubuhnya.
Setelahnya, ia memanfaatkan kesempatan ini dan melancarkan kembali tendangan vertikal dengan cepat. Namun, tendangan itu masih bisa dihentikan oleh Charlotte, bahkan hanya dengan satu tangan.
Sontak, hal ini benar-benar mengejutkan Dios dan Mala sekalipun.
Mereka tentu saja sadar, kalau luka dan cedera yang mereka alami saat melawan Sylphy memang akan membebani dan mengurangi kemampuan fisik mereka berdua.
Tapi, tetap saja mereka tak menyangka kalau itu akan separah ini. bahkan sampai bisa ditahan dengan satu tangan oleh seorang gadis dengan sangat mudah.
Sementara itu, Charlotte mencoba untuk memanfaatkan hal ini. ia kembali mencoba untuk membekukan kaki dari Dios hingga ke seluruh tubuhnya.
Dengan begini, Charlotte sedang dikepung oleh Dios dan Mala dari dua sisi.
Charlotte sedikit membuang nafasnya, kejadian ini berlangsung sangat cepat dan tiba-tiba.
Adrenalin nya benar-benar sedang terpacu saat ini. secara tiba-tiba, serangan dengan kecepatan tinggi datang kepadanya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa soal kejadian yang sedang terjadi.
‘Haa… syukurlah, aku masih sempat membuat pertahanan! Kala tidak, entah apa yang akan terjadi kepadaku!’
Batin Charlotte…
Dios dan Mala menatapnya dengan tatapan tajam. Aura yang mereka pancarkan, jelas sekali menandakan bahwa mereka sangatlah tidak bersahabat.
Karena hal itu, Charlotte juga mencoba membalas itu dengan memancarkan Aura miliknya. Hawa disekitar mereka mulai berubah dalam sekejap. Ini menjadi terasa sangat dingin.
"Siapa kalian…? Apa yang kalian mau? Kenapa kalian menyerang kami”
Ucap Charlotte melontarkan beberapa pertanyaan.
Sementara itu, Dios dan Mala sendiri diam dan tak menjawab, mereka justru kembali memasang posisi bersedia menyerang.
Mereka berdua kembali mengaktifkan Kilatan listrik mereka…
“Mereka ini…!?”
Dengan cepat, mereka berdua segera kembali bergerak dan memutari Charlotte dan Kisa. Dan langsung saja diakhiri dengan serangan secara tiba-tiba.
Karena sudah menduga ini akan terjadi, Charlotte segera bergerak kearah samping kiri. Tak lupa ia membawa Kisa sekalian. Hasilnya, mereka bisa menghindar dan Dua anak buah Haki hanya memukul sebuah balok es besar.
Hanya saja, kantong kresek yang berisi minuman dan makanan yang ia beli barusan harus menjadi korban.
Charlotte menggunakan itu sebagai media untuk membentuk balok es. Hasilnya, es tersebut retak dan menghancurkan benda yang ada didalamnya.
Tentu saja, Charlotte merasa sedikit kesal. Namum, ia harus bisa berfikir positif sekarang ini.
"... Tak bisa di ajak bicara, ya!?"
__ADS_1
“Ya ampun, sebenarnya apa yang mereka incar saat ini?”
Gumam Charlotte pelan sembari melihat kearah Dios dan Mala.
Tiba-tiba… Kisa menyahut akan perkataan Charlotte barusan.
“Yang mereka incar adalah aku! Saat ini, Kak Sylphy sedang menghadapi bos mereka!”
ucap Kisa…
“Apa!? Haa, jadi begitu keadaannya, ya!?”
‘Intinya, Sylphy ingin agar aku mengurus dua orang ini, ya!?’
Batin Charlotte.
Segera setelahnya, Dios dan Mala kembali bergerak yang sekarang jauh lebih cepat dari sebelumnya…
Walaupun begitu, Charlotte masih bisa menghindar dengan sangat baik. Mereka berdua benar-benar memanfaatkan kelemahan dari Penyihir Es, yaitu kecepatan dengan sangat baik.
Charlotte menghentakkan kakinya pada pijakan, seketika pijakan yang sebelumnya hanyalah sebuah cor dan tanah saat ini sudah dilapisi dengan Gletser es yang tidak terlalu tebal namun sangat licin.
Ini benar-benar membantu dirinya untuk bergerak, sekaligus menjadi jebakan untuk musuh. Charlotte segera meluncur dan untuk sebisa mungkin menjauh dari mereka berdua.
Jika dilihat dari sebelumnya, maka mereka berdua bisa saja bergerak hingga sampai melebihi kecepatan pengelihatan mata.
Karena tahu lantai saat ini sangat licin, mereka berdua bergerak dari pohon ke pohon. Mereka bertiga saling jual beli serangan, Dios dan Mala sering kali melontarkan kilatan listrik kepada Charlotte. Dan Charlotte sendiri melancarkan bola-bola es yang cukup tajam kearah mereka berdua.
Hingga, Mala bisa mengambil sisi buta dari Charlotte, ia menyiapkan sebuah tinju dengan dialiri oleh listrik.
“Kena kau…!”
Mala langsung saja melancarkan tinjunya dengan sekuat tenaga.
*Crrcckk!
“Haah…?”
Pembekuan instan, sihir yang sangat dikuasai oleh Charlotte. Tangan milik Mala dengan sempurna terhenti di udara karena pembekuan yang dilakukan oleh Charlotte.
“Ba-bagaimana bisa?”
Ucap Mala dengan sangat terkejut.
“Multiple Scene, terima kasih…”
Ucap Charlotte yang masih dalam keadaan membelakangi Mala.
Charlotte kemudian sedikit membalikkan tubuhnya dan menampakkan wajahnya yang sedikit tersenyum.
Matanya saat ini, sedang dihiasi oleh pola-pola khusus yang sama dengan Sylphy sebelumnya…
“Itu adalah…?”
“Yang kena adalah dirimu!”
Charlotte memperbesar gaya geseknya, ia berhenti di atas lantai es yang sangat licin dan kemudian maju menuju Mala yang masih dalam keadaan diam.
Ia merentangkan tangannya kearah Mala. Dengan mengeluarkan aura dan energy miliknya. seketika, bunga-bunga es tercipta di sekujur tubuh dari Mala.
“Apa ini…?”
Es-es itu semakin membesar dan mulai menyelimuti tubuh Mala, hingga saat ini… Mala sudah sepenuhnya dalam keadaan membeku.
"Hentikan...!"
Sementara itu, Dios yang menyaksikan hal itu memasang wajah yang pucat… ia tahu apa yang terjadi, ia mengerti apa yang terjadi tadi.
Lagi, lagi… kesialan mereka harus bertemu dengan seorang Stage 6. Mereka tahu kalau mereka memang bukan tandingan dari para Stage 6.
Nama yang cukup terkenal, dia mengenali siapa perempuan yang sedang mereka lawan saat ini…
Dia adalah itu salah satu penyihir es terkuat di ACJ, tidak… bahkan seluruh negri ini.
Charlotte, Si Ratu Es Beku!
__ADS_1